cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpsikologisosial@ui.ac.id
Editorial Address
"Faculty of Psychology Universitas Indonesia Kampus Baru UI – Depok West Java 16424"
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi Sosial
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 08533997     EISSN : 26158558     DOI : 10.7454
Jurnal Psikologi Sosial (JPS) adalah sarana untuk mengembangkan psikologi sosial sebagai ilmu pengetahuan maupun sebagai ilmu terapan, melalui publikasi naskah-naskah ilmiah dalam bidang tersebut. JPS menerima naskah-naskah penelitian empiris kualitatif atau kuantitatif terkait dengan ilmu psikologi sosial. JPS dikelola oleh Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia melalui LPSP3, JPS memiliki versi cetak sejak tahun 2001 hingga 2008. Kemudian, pada tahun 2017 pengelolaannya dibantu oleh Ikatan Psikologi Sosial-Himpunan Psikologi Indonesia dengan tidak hanya menerbitkan versi cetak, tetapi juga versi online. JPS terbit sebanyak 2 kali setahun, yakni tiap Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 3 (2021): August" : 9 Documents clear
Pilihan rasional ataukah pilihan yang terikat secara sosial? Studi kasus pengambilan keputusan pada remaja perempuan yang terlibat prostitusi Santy Yanuar Pranawati; Adriana Soekandar Ginanjar; Rudolf Woodrow Matindas
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.24

Abstract

Walau telah banyak penelitian yang membahas mengenai berbagai faktor dibalik keputusan remaja terlibat dalam prostitusi, tetapi masih sedikit yang menjelaskan rangkaian proses yang terjadi. Penelitian studi kasus ini dilakukan untuk memahami secara mendalam tentang proses pengambilan keputusan remaja perempuan yang terlibat dalam prostitusi tanpa adanya ancaman atau tekanan dari orang lain. Dalam menjelaskan proses yang terjadi, disoroti peranan rasionalitas terbatas pada remaja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi non partisipan. Wawancara dilakukan terhadap 8 (delapan) partisipan yang terlibat prostitusi sejak sebelum berusia 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan pada remaja perempuan untuk terlibat prostitusi terdiri dari tujuh tahap, yaitu: (1) mengalami permasalahan di dalam keluarga; (2) mencari dukungan sosial dari teman; (3) terpapar kenakalan remaja; (4) kebutuhan uang; (5) terpapar dunia prostitusi; (6) terlibat prostitusi; dan (7) keinginan dan usaha untuk keluar dari prostitusi.
Eksplorasi motivasi relawan: Sebuah perspektif indigenous psychology Hanif Akhtar; Ratih Eka Pertiwi; Muhammad Fath Mashuri
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan motivasi individu dalam melakukan kegiatan kere-lawanan menggunakan pendekatan Indigenous Psychology. Responden penelitian terdiri atas 315 orang relawan di Indonesia. Pengambilan data menggunakan open-ended questionnaire. Hasil kategorisasi terhadap jawaban responden menunjukkan terdapat delapan kategori motivasi menjadi relawan, yakni nilai pribadi (32,2%), pengembangan diri (13,6%), kepedulian lingkungan (12,6%), minat kegiatan (11,6%), perasaan positif (9,7%), protektif (8,7%), hubung-an sosial (6,9%), dan religiositas (4,7%). Analisis data menemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan intensi untuk menjadi relawan kembali berdasarkan jenis motivasinya. Implikasi hasil penelitian untuk pengelolaan relawan di masa depan akan dibahas dalam artikel ini.
Kalkulasi Vote Buying-Short Form (VB-S) dalam pemilihan umum Muhammad Arief Sumantri
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan satu alat ukur guna menakar persepsi maupun sikap dari para wajib pilih terhadap penerimaan praktik vote buying, yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara praktis, ataupun dikembangkan lebih jauh oleh pihak-pihak terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, melibatkan partisipan sebanyak 348 mahasiswa, dengan menyebarkan skala yang telah disusun dalam bentuk kuesioner. Teknik analisis menggunakan uji Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil seleksi aitem EFA dan CFA menghasilkan 7 butir aitem yang valid secara konstruk dan juga reliabel (α= 0.838) untuk mengukur persepsi/sikap pemilih terhadap penerimaan praktik vote buying. Hasil dari uji hipotesis juga menunjukkan bahwa Vote Buying secara signifikan berpengaruh terhadap kepercayaan politik. Mempertimbangkan bahwa aitem-aitem yang dihasilkan secara keseluruhan berjumlah 7 aitem (4 aitem favorable, 2 aitem unfavorable), dan bersifat unidimensional; maka peneliti memutuskan penamaan skala vote buying dengan sebutan VB-S (Vote Buying-Short Form).
Karena faktor agama atau gaya berpikir? Peran fundamentalisme agama dan need for closure dalam memprediksi toleransi politik Adeline Dinda Caesara; Whinda Yustisia
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.20

Abstract

Beberapa penelitian terdahulu telah menemukan bahwa adanya hubungan yang signifikan dan positif yang kuat antara fundamentalisme agama dan toleransi politik. Meskipun demikian, ada juga penelitian yang menunjukan bahwa hubungan fundamentalisme agama dengan toleransi politik tidak terlalu kuat karena perbedaan individual. Penelitian ini berupaya untuk menguji kembali hubungan antara fundamentalisme agama dan toleransi politik di konteks Indonesia serta melihat efek moderasi need for closure terhadap hubungan dua variabel tersebut. Fundamentalisme agama diprediksi memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan toleransi politik di mana need for closure dapat memperkuat hubungan keduanya. Untuk menguji hipotesis tersebut, penelitian korelasional dilakukan dengan merekrut 211 responden yang beragama Islam dan dijaring secara daring. Sebanyak 64,9% partisipan adalah perempuan. Rata-rata usia responden adalah 27,52 tahun (SD=11,309). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fundamentalisme agama berkorelasi negatif dan signifikan dengan toleransi politik. Need for closure memiliki kontribusi sebagai moderator terhadap hubungan fundamentalisme agama dan toleransi politik, khususnya ketika need for closure tinggi. Namun, tidak ditemukan peranan individual need for closure yang signifikan dalam menjelaskan toleransi politik. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran faktor kognitif dalam melemahkan peranan negatif fundamentalisme agama terhadap toleransi politik.
Basic human values and political participation on the internet: Different basic motives for male and female groups Indro Adinugroho; Maya Trisyanti
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.22

Abstract

Even though participation through the internet has been popular in Indonesia, gender inequality between males and females often affecting the degree of participation. Thereby, identification of basic values that may contribute toward PPI is fundamental to be examined. This study aims to examine the correlation between political participation on the internet and basic values as the predictor in two gender groups, male and female. The result of this study revealed that males and females have different motives for participating in politics through the internet. Female tends to utilize their basic values to support their passive participation while the male is concentrated more on active participation. In conclusion, different basic values as psychological motives in PPI convey different meanings of politics in females and males that should be addressed through different actions.
Efek mediasi totalisme Islam pada hubungan antara Social Dominance Orientation dan Right-Wing Authoritarianism terhadap sikap politik konservatisme Islam Istiqomah Istiqomah; Muhammad Abdan Shadiqi; Bagus Takwin; Hamdi Muluk
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.21

Abstract

Islam di Indonesia tidak hanya menjadi dasar aktivitas ritual agama, tetapi mulai menjadi dasar untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Studi ini berusaha menunjukkan peran dari totalisme Islam sebagai mediator dari hubungan antara Social Dominance Orientation (SDO) dan Right Wing Authoritarianism (RWA) terhadap sikap politik konservatif Muslim. Studi ini menggunakan pendekatan cross-sectional melalui survei non-eksperimental terhadap 528 mahasiswa Muslim di Jabodetabek (Mean Usia= 21,4 tahun, SD = 3,36). Kami menggunakan 4 alat ukur self-reported dengan skala likert 1-7. Teknik analisis yang digunakan adalah melalui regresi model mediasi PROCESS Macro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDO dan RWA tidak dapat memprediksi sikap politik konservatif Muslim secara langsung (direct effect). Kami menemukan totalisme Islam secara signifikan memediasi secara penuh (fully mediation) hubungan antara SDO dan RWA terhadap sikap politik. Hasil ini menggambarkan bahwa pada mahasiswa Muslim Indonesia, sikap politik mereka cenderung dipengaruhi oleh faktor terkait agama. Dengan kata lain, agama tidak dapat dipisahkan dari ideologi politik konservatif Muslim Indonesia.
Stigma terhadap Orang dengan Gangguan Mental: Pengaruh informasi status gangguan mental terhadap penilaian daya tarik fisik pada mahasiswi S1 Psikologi Althea Mutiara Celina; Retha Arjadi
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh informasi tentang status gangguan mental terhadap penilaian daya tarik fisik pada mahasiswi S1 Psikologi, dengan sampel mahasiswi S1 Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Penelitian menggunakan metode randomized pretest-posttest control group design dengan teknik kontrol blocking. Pemberian pretest-posttest menggunakan visual analogue scale dilakukan untuk mengukur penilaian partisipan atas daya tarik fisik objektif dan subjektif dari model laki-laki yang ditampilkan melalui foto. Di kelompok eksperimen (n=31, Mean usia=20,48, SD=1,18), partisipan diberikan informasi yang menunjukkan bahwa model memiliki gangguan mental skizofrenia, sedangkan di kelompok kontrol (n=32, Mean usia=20,59, SD=1,13), partisipan diberikan informasi yang menunjukkan bahwa model sehat secara mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi status gangguan mental berpengaruh secara signifikan pada penilaian daya tarik fisik secara objektif (U=405.000, n1=31, n2=32, p<0,05) dan subjektif (U=116.000, n1=31, n2=32, p<0,05). Pada post-test, skor daya tarik fisik model menurun secara signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol, baik secara objektif maupun subjektif. Ini menunjukkan bahwa mereka yang mempelajari ilmu Psikologi tidak sepenuhnya dapat memandang individu dengan gangguan mental secara netral dalam konteks yang personal, dalam hal ini ketertarikan fisik dalam konteks romantis. Studi lanjutan pada topik ini masih diperlukan.
Catatan Managing Editor JPS Pengantar Vol. 19 (3) tentang Psikologi Politik dan Perubahan Sosial Muhammad Akhyar
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.17

Abstract

“Dunia politik dunia bintang Dunia pesta pora para binatang, asik gak asik” (Iwan Fals, 2004) Lagu “Asik Gak Asik” lamat-lamat terdengar di kepala saya saat membaca empat artikel bertema Psikologi Politik dalam edisi kali ini. Reduksionisme sarkastik Iwan Fals tentang dunia politik dengan fokus pada tabiat aktor politik, tentu tak begitu salah. Semangat ini mirip seperti di masa-masa awal Psikologi Politik mulai berkembang di tahun 1920-an, kajian di bidang ini juga lebih berfokus pada kepribadian dan motivasi dari pemimpin dan politisi dengan pendekatan psikoanalisis (Cottam, dkk., 2016). Seiring waktu, Psikologi Politik mulai membahas fenomena psikologis ke area politik yang lebih luas, termasuk di dalamnya tentang partisipasi publik dalam politik hingga kekerasan yang didorong oleh ideologi tertentu. Selain empat artikel tersebut, volume 19 edisi ketiga dari Jurnal Psikologi Sosial di tahun 2021 ini juga memuat tiga naskah lain dengan topik yang tak kalah menarik yaitu stereotipe terhadap orang dengan difabilitas mental, motivasi relawan, dan pengambilan keputusan pada remaja yang terlibat prostitusi.
Catatan Editor: Mengkaji perubahan sosial dalam perspektif psikologi sosial Bagus Takwin
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 3 (2021): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.18

Abstract

Dunia begitu sering mengalami perubahan sosial, bahkan yang dramatis. Semua masyarakat mengala-minya dan jutaan orang terpengaruhi. “Perubahan—perubahan sosial yang sangat cepat—adalah fakta terpenting kehidupan saat ini”, begitu Nolan dan Lenski (2011, p. xiii) menyatakan. Orang-orang menerima perubahan sebagai hal yang tak terelakkan, terjadi begitu saja, meski tidak benar-benar mengerti. Perubahan sosial menyebar luas, global, di masyarakat manapun, dan apapun kondisinya. Studi mengenai perubahan sosial dalam bidang psikologi tergolong sedikit. Hingga kini, belum ada penjelasan mengenai hubungan antara proses "makro" perubahan sosial dan proses "mikro" dari dampak psikologisnya. Belum ada yang menjembatani kedua hal tersebut. Diperlukan kajian yang berfokus pada konseptualisasi perubahan sosial yang mencakup proses makro dan mikro untuk memahami adaptasi individu terhadap perubahan sosial. Studi tentang perubahan sosial menjadi tantangan bagi psikolog sosial di Indonesia. Berbagai perubahan sosial banyak terjadi di Indonesia, dan berbagai perubahan ini memberikan dampak yang signifikan pada masyarakat. Salah satunya ialah pandemi COVID-19 yang telah menghasilkan perubahan sosial yang berdampak masif dan dramatis pada masyarakat. Barangkali ini bisa jadi panggilan bagi para psikolog sosial Indonesia untuk meneliti dan menghasilkan kontribusi yang bisa mengatasi masalah perubahan sosial. Lebih jauh lagi, diharapkan nantinya para ahli psikologi sosial dapat menerapkan hasil studi mereka pada kebijakan dan tindakan politik yang terkait dengan dampak perubahan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 9