Articles
519 Documents
Kriteria Penetapan Lokasi Stasiun Kereta Api Penumpang
Kuswati, Atik S
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2342.881 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v24i3.1010
This study intends to determinate criteria of the station location which the aim is to providing input in the policy that criteria. The priority of creteria and sub criteria the station location is determinated by using Analytical Hierarchy Process (AHP). Based on processing and analysis of data are obtained the aspect of regulation is more priority than other criteria in determining the railway passenger station location. The other aspects are of the economic environment, accessibility and connectivity, as well as operational. For sub-criteria, the suitability of the national railway master plan (Ripnas) is more priority than land-use aspects (spatial plan). For Sub-economic criteria, the first aspect is the economic potential in the region/ growth area. For sub accessibility and connectivity criteria consider about distance within the downtown stationKey words: criteria, passenger station Kajian ini bermaksud menyusun kriteria penetapan lokasi stasiun kereta api pen um pang dengan tujuan memberikan masukan dalam kebijakan kriteria penetapan lokasi stasiun kereta api penumpang. Dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) maka akan ditentukan prioritas dari kriteria dan sub kriteria untuk penentuan lokasi stasiun. Dari pengolahan dan analisis data diperoleh hasil bahwa aspek regulasi merupakan prioritas utama dalam penentuan lokasi stasiun penumpang kereta api, diikuti oleh aspek lingkungan ekonomi, aksesibilitas dan konektivitas, serta operasional. Untuk sub kriteria, kesesuaian rencana induk perkeretaapian nasional (Ripnas) sebagai prioritas dibandingkan aspek tata guna lahan (rencana tata ruang wilayah). Sub kriteria ekonomi yang menjadi urutan pertama adalah potensi ekonomi di wilayah/kawasan pertumbuhan. Untuk sub kriteria aksesibilitas dan konektivitas adalah pertimbangan jarak stasiun dengan pusat kota.Kata kunci: kriteria, stasiun penumpang
Demand Angkutan Penyebrangan di Sumba Timur, Nusa tenggara Timur
SISWOYO, BAMBANG
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.379 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v28i3.600
Penelitian ini dilakukan guna mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan pada daerah-daerah terpencil dan terisolasi di Nusa Tenggara Timur, terutama Kabupaten Sumba Timur, dimana masih banyak daerah yang belum memiliki akses ke luar daerah baik untuk berhubungan antar kecamatan maupun kabupaten dalam satu propinsi maupun keluar daerah yang lain. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif Kuantitatif, yang menggunakan metode Kuadrat Terkecil (Least Square Metdhod) dan bantuan program Microsoft Office Excel 2007. Sebagai wilayah kepulauan, angkutan penyeberangan di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sumba Timur merupakan kebutuhan vital dalam menunjang pembangunan daerah.Kemajuan angkutan penyeberangan dapat mendorong kelancaran arus barang dan jasa serta meningkatkan mobilitas orang terutama pada daerah-daerah terpencil. Dengan menggunakan data deret berkala selama enam tahun (Tahun 2009-2014) demandangkutan penyeberangan tahun 2020 diprediksi sebagai berikut: pada lintasan Waingapu-Kupang jumlah penumpang sebanyak 7.129 orang, R4 (mobil) sebanyak 800 unit, dan R2 (sepeda motor) sebanyak 920 unit; pada lintasan Waingapu-Aimere, jumlah penumpang sebanyak 10.000 orang, R4 (mobil) sebanyak 880 unit, dan R2 (sepeda motor) sebanyak 972 unit; pada lintasan Waingapu-Sabu jumlah penumpang sebanyak 435 orang, R4 (mobil) sebanyak 204 unit, dan R2 (sepeda motor) sebanyak 70 unit.
Penentuan Kawasan Kebisingan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta
Muliasari, Ataline
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3281.49 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v22i8.1140
Density rate of arrival and departu re of nircmft would cnuse noise pollution and air area of the airport.Meanwhile, the intemational demands the maintenance of environmental conditions in the world.For people wlw live near the airport will certainly feel uncomfortable and unhealthy. !CAO (InternationalCivil Aviation Organiza.tion) as the agenct; responSible for civil mnation is clearly not turninga blind (!l;e on this. Thus enforcing the regulations limiting noise/ noise limit. Until now, the area ofairport noise is determined based on forecasts of nircmft, frequency and period of ti1ne aircraft operations.From the analysis shows tlmt tlze Adi Sucipto Airport i11 Yogynknrtn Juzs n noise level WECPNL115.371 .
Prosedur Pemeliharaan Landas Pacu (Runway) Bandar Udara SM. Badaruddin II. Palembang ( Mengacu Pada Prosedur Teknis)
Najamudin, Ismail
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1675.371 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v24i5.1026
Maintenance activities of both runway rubber deposits and runway sweeper depending on the movement of aircraft at the airport, especially on the movement of aircraft on the runway (runway) were determined on the maneuvering area (manouvering area) is part of the airport used for take-off (take off) , landing, and move off the connecting (taxiway) by aircraft. SM.Badaruddin II Palembang airport has a long runway 3,000 meters with a thickness of 60 meters wide runway PCN 80. Implementation of the maintenance condition of the runway (runway) is done to improve the return characteristics of the runway roughness or roughness on the original condition according to the provisions stipulated in the ICAO, so that the aircraft does not slip out of the runway while landing and aircraft engines are not penetrated dirt and gravel stones, such as Sriwijaya Air plane skidded on landing at airport Adisutjipto Yogyakarta Analysis method using qualitative descriptive analysis approach in terms of aspects of facility cleaning rubber deposits and runway sweeper cleaning, maintenance and aspects of executive personnel and systems aspects airport runway maintenance procedures.Keywords: Maintenance Airport runway Kegiatan pemeliharaan landas pacu baik rubber deposit maupun runway sweeper tergantung dengan pergerakan pesawat udara di bandara khususnya pada pergerakan pesawat di landas pacu (runway) diantaranya ditentukan pada daerah manuver (manouvering area) yaitu: bagian dari bandar udara yang digunakan untuk tinggal landas (take off), mendarat (landing), dan bergerak di landas penghubung (taxiway) oleh pesawat udara. Bandara SM.Badaruddin II Palembang mempunyai panjang landas pacu (runway) 3.000 meter lebar 60 meter dengan ketebalan landas pacu PCN 80. Kondisi pelaksanaan pemeliharaan landas pacu (runway) dilakukan untuk meningkatkan kembali karakteristik tingkat kekesatan a tau kekasaran landas pacu pada kondisi semula sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam ICAO, agar pesawat udara tidak tergelincir keluar dari landas pacu ketika mendarat (landing) dan mesin pesawat tidak dimasuki kotoran dan batu krikil, seperti pesawat Sriwijaya Air tergelincir saat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Metode analisis menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif ditinjau dari aspek fasilitas pembersihan rubber deposit, pembersihan runway sweeper, aspek personel pelaksana pemeliharaan dan aspek sistem dan prosedur pemeliharaan landas pacu bandara. Kata Kunci : Pemeliharan landas pacu Bandara
Kebutuhan Kapasitas Angkutan Lanjutan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Sinaga, Rosita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.877 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i2.871
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya pelabuhan ini melayani terminal penumpang dan barang dan untuk memperoleh hasil yang optimal dan efisien diperlukan fasilitas penunjang. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, terhadap 120 responden dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis diperoleh bahwa jumlah penumpang angkutan laut di pelabuhan Tanjung Perak rata-rata 120.000/hari, sedangkan jumlah angkutan lanjutan yang masuk/lintas di pelabuhan pada saat ini sebanyak 81 bus dengan kapasitas tempat duduk rata-rata 50 seat dan 8 rit/hari (terangkut bus 32.400 orang), dan angkutan kota 81 unit rata-rata 11 seat dan 11 rit/hari (terangkut angkot 9.801 orang), jadi total yang terangkut angkutan lanjutan 42.201 orang. Berdasarkan hasil survei terhadap responden diketahui bahwa 41% dari jumlah penumpang angkutan laut menggunakan angkutan lanjutan (bus dan angkutan kota) sebanyak 49.200 penumpang. Sementara jumlah penumpang yang tidak terangkut angkutan lanjutan 6.999 orang, dan untuk saat ini kekurangan angkutan lanjutan adalah 17 bus.Kata Kunci: Kapasitas, angkutan lanjutan.
Analisis Kepuasan Nasabah Asuransi Marine Hull Di PT. Asuransi Jasa Indonesia Jakarta
Listiningrum, Septiana;
Daryanto, Arief;
Pranowo, Koes
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.797 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v28i1.698
Asuransi rangka kapal didisain untuk menutup seluruh resiko yang dihadapi dalam pengoperasian kapal. Beberapa tahun terakhir, pendapatan premi asuransi rangka kapal di PT. Asuransi Jasa Indonesia mengalami penurunan akibat banyak perusahaan pelayaran yang menutup asuransi rangka kapalnya di perusahaan asuransi lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepuasan nasabah asuransi rangka kapal PT. Asuransi Jasa Indonesia dan mengidentifikasi atribut-atribut mana saja yang menjadi prioritas perbaikan. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan pelayaran yang menjadi nasabah asuransi PT. Asuransi Jasa Indonesia di DKI Jakarta sebanyak 23 perusahaan, sampel penelitian sebanyak 20 perusahaan dengan alasan data kuesioner yang valid untuk dianalisis dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Customer Satisfaction Index dan Importance-Performance Analysis. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa indeks kepuasan nasabah asuransi PT. Asuransi Jasa Indonesia sebesar 67.82% yang masih termasuk dalam kategori puas. Berdasarkan hasil IPA, ada 14 atribut dari dimensi kualitas pelayanan dan perceived value yang menjadi prioritas perbaikan. Dimensi kualitas pelayanan yang perlu diperhatikan adalah dari dimensi reliability dan responsiveness. Analisis QFD sendiri dilakukan untuk mencari solusi perbaikan.
Meningkatkan Daya Saing Industri Komponen Otomotif Melalui Sinergi Penelitian
Murwanto, Tri Agus
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6593.302 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v22i12.1157
machetes, knives, garden scissors, cookie cutters, rim of wheel, flywheel, components of machinenJ,pumps dragon, Jait Wat} brake blocks, components oj electrical machines and others. Cost IndustrWlMetal (UK) Tegal in Central Java Province, the mwt advanced when compared with other castingindustnj in Indonesia bemuse is can contribute 22.69% of its gross income. Through our researchactivities of DIPA in the financial year of 1990/1991, 1992/1-993 the automotive Deputy IPT UPI.Research Telimek has conducted research activities in synergiJ with Cast Metal Industries (UK)Tegal1 in the form of metal casting for the manufacture, of engine blocks. The research is expected tohave a positive impact for both parties, while R dan D can contnbute to the. problems faring theindustn;, because the innovation-innovation are taken as benefit, while for the industnj with innovationsin R dan D, the results is expected to increase the competitiveness of its products.
Kajian Evaluasi Kinerja Pelayanan Transportasi Antar Moda Di Pulau Batam
Noviyanti, Noviyanti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (8498.923 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v22i2.1044
Integration antannoda at international airports and seaports in Indonesia's need to be supported withfacilities/ tenninals far integration antannoda integrated in order to improve the quality of transportationservice on service users. The important role of integrated facilities far transfer nwde still needsto be organized with a facilib.J poliaj / antannoda integrated tenninal. Port and airport facilities inaccordance with the wishes of the user port and airport services that meet the criteria as ports andairports with integrated services in order to support the development of antannoda transport, therebyincreasing the transportation service effectively and efficiently.Data were analyzed using descriptive statistics, further analysis of transportation service performanceusing analyti.cal tools antannoda Importance Performance Analysis (IPA) and the CustomerSatisfaction Index (CSI). Based on the analysis, it is knawn that ports and airports are being evaluatedmeet the criteria for supporting the transport antannoda but there antannoda transportationservice facilities slwuld be improved anwng other facilities in ports/ airports, convenience of alternativeroutes to the bus station, port or airport , availabi1ity of tickets reservation service counter facilities,the dismissal of public transport passenger bus stop near the port/ airport, ease to get traveltickets with a choice of various kinds of advanced modes.Keywords: Inter-Mode, Transport Sennce, Performance.
Kualitas Pelayanan Jasa Angkutan Udara Full Service Di Bandar Udara Internasional Rute Jakarta-Lombok
Purnama, M Herry
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.891 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i5.893
Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang semakin tinggi, permintaan terhadap angkutan udara di Indonesia berkembang sangat pesat. Terdapat 3 (tiga) hal utama yang harus diperhatikan dalam pelayanan angkutan udara yaitusafety (keselamatan),security (keamanan) dan services (pelayanan). Penelitian ini menggunakan metoda analisis Importance – Performance Analysis (IPA) dengan menganalisis kepuasan konsumen terhadap kinerja perusahaan. Bandar Udara Internasional Lombok, mendapatkan nilai skor bobot dimensi kinerja dari 28 dimensi indikator bergerak antara 3,200 sampai 4,310 sedangkan skor bobot dimensi harapan dari 28 indikator bergerak antara 3,020 sampai 4,660. Berdasarkan hasil pengolahan data tersebut memberikan arti bahwa pada setiap indikator dimensi harapan lebih besar daripada rata-rata skor pada setiap indikator dimensi kinerja. Dari hasil perhitungan, terlihat bahwa nilai Satisfaction Index yang didapat sebesar 79.634 %, hal ini berarti perusahaan jasa angkutan udara PT.Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Lombok memberikan pelayanan yang memuaskan. Kesenjangan/selisih antara nilai rata-rata tingkat harapan dan tingkat kinerja menunjukan bahwa kesenjangan tertinggi adalah jaminan pengembalian tiket bila terjadi pembatalan pemberangkatan penerbangan (refund) dengan selisih -1.240 sedangkan kesenjangan terendah adalah layanan naik dan menuju pesawat/boarding management dengan selisih -0.160. Kata kunci: bandar udara, pelayanan, full service, angkutan udara
Pengaruh Antrean Pelayanan Penerbangan Terhadap Pengguna Avtur di Bandara Soekarno Hatta
Susetyadi, Ari
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.588 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v25i2.714
Bandar udara Soekarno Hatta yang terletak di area metropolis ibukota Indonesia merupakan bandar udara tersibuk nomor 12 (duabelas) dunia. Bandar udara dengan fasilitas 2 (dua) runway ini setiap jamnya hams melayani take off dan landing ratarata hingga 52 penerbangan setiap jamnya. Kepadatan ini tentunya menimbulkan antrean pelayanan. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis dapat disimpulkan bahwa pada umumnya, setiap pesawat udara menghabiskan avtur sebanyak 50 liter per menit. Apabila sebuah pesawat udara hams mengalami antrian selama 10 menit, maka pesawat tersebut mengalami kerugian sebanyak Rp. 4.922.500.