cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
chairunnisa.neys@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wartapenelitianperhubungan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan diterbitkan oleh Sekretariat Badan Litbang Perhubungan yang memuat hasil penelitian dan kajian kebijakan di sektor transportasi. Pada tahun tahun sebelumnya hingga tahun 2016 Warta Penelitian Perhubungan terbit 12 (dua belas) kali dalam satu tahun. Namun, mulai tahun 2017 terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni edisi Januari - Juni dan Juli - Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 525 Documents
Wing-In-Ground-Effect (WIGE) Craft in Labuan Bajo, Is It Feasible? Lestari, Erna Mei; Annishia, Fristi Bellia; Kurniawan, Abdy
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2404

Abstract

As an archipelagic country, Indonesia has many tourism destinations, including Komodo National Park (KNP) in Labuan Bajo, East Nusa Tenggara, which is promoted as a strategic area of tourism in Indonesia. Tourism is an integrated activity that requires transportation support to facilitate the mobility of tourists from one location to another. Given its archipelagic geographical characteristics, the use of ships for passenger transportation is very suitable in KNP, Labuan Bajo. One type of vessel that is currently widely used for commercial and tourism transportation is the Wing-In-Ground-Effect (WIGE) craft. Until now, WIGE craft has never been operated in Labuan Bajo KNP. As an investment, operating a ship in a certain area requires a feasibility assessment. Based on this background, this study analyzed the feasibility of operating the WIGE craft in KNP, Labuan Bajo, using the TELOS (Technical, Economic, Legal, Operational, and Scheduling) analysis. The results of the analysis show that, in general, WIGE craft is feasible for investment for a specific segmented consumer in KNP, Labuan Bajo. This study recommends support from various stakeholders, such as regulators and shipyards, for sustainable operations. For further research, feasibility studies may be conducted on other types of WIGE craft and amphibious aircraft.
Analisis Preferensi Masyarakat dalam Pemilihan Kendaraan Listrik Dibanding Kendaraan BBM serta Strategi Mendukung Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik di Indonesia Ilmi, Friska M.; Andrian Susanto, Dwi; Youssef Rabung, Yos
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2411

Abstract

Sektor transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang kegiatan sektor-sektor lainnya. Transportasi memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah dalam distribusi barang dan jasa, namun emisi transportasi menyumbang pencemaran udara tertinggi yakni sekitar 85%. Salah satu upaya Kementerian Perhubungan dalam mengurangi polusi udara di sektor transportasi adalah mendorong penggunaan kendaraan listrik, namun kendaraan listrik masih belum banyak digunakan dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat terkait dukungan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia menggunakan analisis regresi serta analisis SWOT. Sumber data diperoleh dari hasil kuesioner yang disebarkan kepada 3.144 responden. Sesuai hasil analisis deskriptif, didapatkan bahwa berdasarkan provinsi, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pengguna kendaraan listrik tertinggi yaitu sebesar 24,84%, sementara berdasarkan usia, 49,04% pengguna berada pada rentang usia >26 hingga 34 tahun, sementara berdasarkan penghasilan, pengguna terbesar dengan penghasilan ≤ 3 juta sebesar 36,94%. Sesuai analisis preferensi didapatkan bahwa jika ada diskon kendaraan listrik, sebanyak 58% responden tertarik untuk membeli. Sebanyak 85% pengguna bersedia beralih dari kendaraan BBM ke kendaraan listrik jika ditawarkan kemudahan. Berdasarkan jawaban sebagian besar responden, diketahui bahwa biaya operasional dan pemeliharaan kendaraan listrik dipersepsikan lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan BBM. Berdasarkan jenis permasalahan yang pernah dialami pengguna, sebanyak 49,04% menyatakan bahwa baterai atau alat pengisian daya tidak berfungsi/tidak tahan lama. Salah satu hal yang dapat mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia yaitu memperbanyak stasiun pengisian kendaraan listrik. Sesuai hasil analisis regresi disimpulkan bahwa usia, penghasilan, dan adanya diskon berpengaruh signifikan terhadap keputusan masyarakat dalam membeli kendaraan listrik. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu pemerintah maupun sektor industri kendaraan listrik dapat memberikan diskon kendaraan listrik untuk menarik minat masyarakat, menambahkan fitur keselamatan pada baterai terutama saat terjadi overcharging, memperbanyak stasiun pengisian kendaraan listrik, meningkatkan kualitas usia pakai baterai kendaraan listrik dan memperbanyak tempat servis kendaraan listrik dengan sumber daya manusia yang tersertifikasi.
Evaluasi dan Perancangan Aksesibilitas Fasilitas Stasiun untuk Penyandang Disabilitas : Studi Kasus Empat Stasiun di Solo Raya Suhardi, Bambang; Amar Naufal, Dhiaul
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2412

Abstract

Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di fasilitas publik, termasuk stasiun kereta, masih belum memadai. Kondisi ini menghambat mobilitas mereka dalam menggunakan transportasi umum, khususnya di wilayah Solo Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merancang ulang aksesibilitas fasilitas di empat stasiun kereta api di Solo Raya, yaitu Stasiun Palur, Stasiun Purwosari, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Solo Jebres, guna meningkatkan kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung dengan tabel checklist yang disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2017. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan penentuan prioritas perbaikan fasilitas menggunakan metode Borda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Solo Jebres memiliki skor aksesibilitas terendah dengan indeks 0,57, sehingga tergolong dalam kategori kurang mudah diakses, sementara Stasiun Solo Balapan memiliki skor tertinggi dengan indeks 0,75, diikuti oleh Stasiun Purwosari dengan indeks 0,72, dan Stasiun Palur dengan indeks 0,64. Usulan perbaikan diberikan pada lima fasilitas prioritas, yaitu handrail, area parkir, tapping gate, musala, dan ramp, dengan desain yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas.
Performance-Based Navigation and Airspace Safety in ASEAN: A Comparative Quantitative Analysis Patrisia Mintje, Quirina Ariantji; Setiawan, Ariyono; Bahrawi, Ahmad; Arrova Dewi, Deshinta
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2415

Abstract

This study aims to evaluate the impact of Performance-Based Navigation (PBN) implementation on airspace safety across ASEAN countries. Amid growing aviation traffic and the International Civil Aviation Organization (ICAO) push for harmonized air navigation strategies, ASEAN's PBN readiness varies significantly, warranting a regional assessment. Guided by the International Civil Aviation Organization (ICAO) Global Aviation Safety Plan (GASP) and Doc 9613 PBN Manual, this research investigates how integrating advanced navigation procedures and aligning policies contribute to improved safety outcomes. A comparative quantitative analysis was conducted using secondary data from 11 ASEAN countries between 2009 and 2023. Key variables include the PBN Coverage Index, Fleet RNAV Capability, Policy Alignment, and Safety Risk Index. Statistical methods included descriptive statistics, Pearson correlation, OLS regression, ANOVA, and hierarchical clustering. Regression results reveal that policy alignment with ICAO standards significantly reduces safety risk (p < 0.05), while higher PBN coverage shows a strong negative correlation with risk levels (r = –0.80). ANOVA indicates statistically significant differences in safety performance across readiness levels. Clustering analysis distinguishes three country groups, with Indonesia, Singapore, and Thailand leading in PBN readiness. The findings highlight the need for harmonized regional aviation strategies, particularly in countries with limited infrastructure, such as Timor-Leste. Strengthening regulatory compliance and technological adoption is essential for safety enhancement. This study offers integrated multi-method analysis of PBN implementation and safety outcomes in ASEAN, contributing empirical insights for aviation policymakers and ICAO stakeholders.
Optimalisasi Lintasan Penerbangan untuk Efisiensi dan Keberlanjutan Perusahaan Penerbangan: Sebuah Tinjauan Sistematis Rumondang Banjarnahor, Astri; Simarmata, Juliater; Keke, Yulianti; Siahaan, L Denny; Wardhani, Anindita Galuh; Kurniawan, Deni Agus; Akbar, Muhajir
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2416

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan optimisasi lintasan penerbangan dengan fokus pada penerbangan sipil dalam konteks manajemen lalu lintas udara dan trajectory-based operation. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 terhadap 51 artikel yang teridentifikasi melalui basis data Scopus. Studi yang tidak relevan dengan domain optimasi lintasan penerbangan sipil seperti pemasaran, brand, kepemimpinan, komunikasi nirkabel murni tanpa implikasi lintasan, maupun spacecraft dikeluarkan pada tahap penyaringan. Sebagian kecil kajian Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dipertahankan jika secara eksplisit membahas pengelolaan lintasan yang dapat ditransfer ke operasi penerbangan sipil. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Performance-Based Navigation (PBN) dan Automatic Dependent Surveillance–Broadcast (ADS-B) diasosiasikan dengan peningkatan presisi lintasan serta potensi penurunan konsumsi bahan bakar dan emisi CO₂. Continuous Climb Operations (CCO) dan Continuous Descent Operations (CDO) berkontribusi terhadap pengurangan fuel burn, emisi CO₂/NOx, dan kebisingan di sekitar bandara dalam berbagai konteks operasional. Integrasi trajectory-based operations dengan Air Traffic Flow Management menunjukkan kecenderungan untuk meningkatkan prediktabilitas jadwal dan mengurangi delay pada tingkat jaringan. Pemetaan bukti disajikan melalui kerangka teknologi–indikator kinerja (fuel burn, emisi, waktu tempuh, delay, kebisingan), yang juga menyoroti keterbatasan bukti empiris pada konteks negara berkembang. Temuan ini memberikan dasar analitis bagi pengembangan kebijakan dan agenda riset lanjutan mengenai efisiensi dan dekarbonisasi penerbangan sipil.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol 22, No 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue