cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Keperawatan Unpad
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANGTUA(PARENTING STYLE) DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI CIAWI KABUPATEN TASIKMALAYA Redaksi Team
Majalah Keperawatan Unpad Vol 10, No 18 (2008): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.201 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang pola asuh orangtua dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan anak telah memberikan hasil yang tidak konsisten. Beberapa penelitian pola asuh authoritarian menunjukkan dampak yang positif pada anaknya sedangkan penelitian yang lain menunjukkan aspek negative. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pola asuh orangtua dengan kesehatan mental remaja di Ciawi kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian ini bersifat korelasional dengan menggunakan analysis rank Spearman. Untuk mengukur pola asuh menggunakan Parental Authority Questionnaire–Revised dari Baumrind dan untuk mengukur kesehatan mental menggunakan indikator kesehatan mental secara umum dari Dwairy. Penarikan sample menggunakan teknik purposive dan didapatkan partisipan sebanyak 57 pasangan orangtua dan anaknya yang berusia remaja. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan tidak terdapat hubungan antara parenting style (pola asuh orangtua) dengan kesehatan mental remaja, (rs = - 0.127). Namun untuk pola asuh authoritarian terdapat korelasi negative (rs = - 0.285), artinya makin otoriter orangtua maka makin rendah tingkat kesehatan mental remaja. Disimpulkan bahwa pola asuh secara sendiri tidak dapat memprediksi kesehatan mental remaja, namun bersama faktor lain saling mempengaruhi. Kata kunci: Pola Asuh, Kesehatan mental, Remaja ABSTRACT Research on parenting style and its correlation with some aspects of their children live has yielded inconsistent results. Some studies on authoritarian indentifying significant positive imoact while other find negative. The aim of the currant study is to identify correlationship between parenting style and adolescence mental helth in Ciawi Tasikmalaya. This study used correlation methodology, and rank Spearman for analiyzing. Parenting style measurement used Parental Authority Questionnaire-Revised (PAQ-R) by Baumrind, and mental health used general mental health indicator by Dwairy. We recruited 57 partisipan who consist of pairs of parent and their children from purposive sampling technique. In general, the result shows there was not significant corelationship between parenting style and mental health, the rs is – 0.127. But the authoritarian was negative correlate with mental health, (rs = - 0.285), this mean that the more authoritarian, the mental health will much low. Based on the results, it may be concluded that parenting style independently can’t predict mental health asdolescence, but with one another factors can impact. Key word: Parenting Style, Mental Health, Adolescence
GAMBARAN ADVERSITY QUOTIENT PADA TAHANAN REMAJA DI RUMAH TAHANAN KELAS 1 BANDUNG Nita Fitria; Taty Hernawaty; Iyus Yosep
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.028 KB)

Abstract

ABSTRAK Adversity Quotient (AQ) merupakan suatu bentuk pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam merespons suatu tantangan atau kesulitan dalam kehidupannya untuk mencapai suatu keberhasilan. Salah satu tantangan dan kesulitan bagi tahanan yang berusia remaja adalah proses pembinaan  selama di rumah tahanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran adversity quotient  tahanan remaja di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total populasi dengan jumlah sampel 44 orang remaja tahanan pada bulan Agustus 2011. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari Adversity Response Profile Quick TakeTM. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini 0% berada pada kisaran kelompok climber, 22,72% berada pada kisaran peralihan camper ke climber, 45,45% perawat berada pada kisaran kelompok camper, 22,72% pada kisaran peralihan quitter ke camper. Saran dari penelitian ini adalah untuk diadakannya peneltian lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Adversity Quotient remaja tahanan di Rumah Tahanan Negera Kelas 1 Bandung. Kata Kunci : Adversity Quotient, Rumah Tahanan Kelas 1  Bandung, Tahanan Remaja ABSTRACT Adversity Quotient (AQ) is a form of measurement used to determine a person's ability to respond to a challenge or difficulty in achieving a successful life. Some of the challenges and difficulties for adolescent in, pressure from house state inmate The purpose of this study to know the description of adversity quotient adolescent in House state inmate Class 1 Bandung.The research design used is quantitative descriptives. The sampling technique used is total population with 44 people adolescent in August 2011. The measurement used in this study is a modification of the data collection involved Adversity Response Profile Quick TakeTM .The results obtained from this study showed 0% of adolescent in the range of climbers group, 22,72 % in the range of transitional camper to climbers, 45,45% adolescent are in the range camper group, 22,72 % in the range of the transition to a camper quitter and 9,09% group quitter. Suggestions from this study is to further the holding of the other research on the factors of influence Adversity Quotient in House state inmate Class 1 Bandung Keywords : Adversity Quotient, House state inmate Class 1 Bandung, Adolescent
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI HAID SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN TEKNIK CAT STRETCH EXERCISE PADA SISWI MAN AWIPARI KEC. CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Redaksi Team
Majalah Keperawatan Unpad Vol 11, No 20 (2009): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.483 KB)

Abstract

ABSTRAK Nyeri haid timbul akibat kontraksi otot perut yang intens saat mengeluarkan darah haid. Nyeri haid yang tidak diatasi secara adekuat mempunyai efek yang membahayakan diluar ketidaknyamanan yang disebabkannya. Dari observasi 160 siswi, 53 orang nyeri haid skala sedang ke berat dan 8 orang mempengaruhi absensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan teknik cat stretch exercise pada siswi MAN Awipari Kec.Cibeureum Tasikmalaya. Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan one group pretest and posttest design. Populasi seluruh siswi yang mengalami nyeri setiap bulannya. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh 25 orang. Responden yang mengalami nyeri haid diukur intensitas nyerinya (pretest) dengan menggunakan visual analogue scale, kemudian diberikan satu kali teknik cat stretch exercise selama ±15 menit. Setelah itu intensitas nyeri diukur kembali (posttest) dengan alat ukur yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan teknik cat stretch exercise dengan (p-value < 0,05). Kesimpulan bahwa teknik cat stretch exercise dapat membantu menurunkan intensitas nyeri haid, dan sebaiknya teknik ini dilakukan secara rutin setiap kali mengeluh nyeri haid untuk mengatasi nyeri dan mengurangi gejala-gejala lain yang ditimbulkannya. Kata Kunci : Cat stretch exercise, Nyeri haid primer (Dismenorea primer). ABSTRACT The menstruation pain is intense stomach muscle contraction during discharge menstruation blood. From the observation of 160 students, 53 female of menstruation pain has mild scale to serious and 8 females who influence absence. The aim of this research was to know differences the menstruation pain intensity pre and post. Intervention by using exercise technique the female students of MAN Awipari Subdistrict of Cibeureum Tasikmalaya. Design used in this research was a quasi experimental with one group pretest and posttest. The population is all female students. The samples took by using purposive sampling of 25 females students. Analysis by using parametric statistics of t-test of related with two tail test, showed differences p-value < 0,05 of pain intensity between pre and post treatment.. The conclusion showed that cat stretch exercise technique can help to decreasing the intensity of pain during menstruation and it recommended to be use to intervene the complain of menstruation pain Keywords : Cat stretch exercise, primary menstruation pain (Dismenorea primer).
PENERAPAN KONSEP FAMILY CENTERED MATERNITY CARE : HOME CARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN BAYI DAN KEMANDIRIAN PADA IBU POSTPARTUM PRIMIPARA DI PURWOKERTO Dina Indrati Dyah Sulistyowati; Siti Mulidah; Munjiati Munjiati
Majalah Keperawatan Unpad Vol 13, No 2 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.884 KB)

Abstract

Dina Indrati Dyah Sulisty Dowati*Siti Mulidah*Munjiati* ABSTRAK                                             Masa nifas (post-partum)  merupakan masa yang rawan bagi ibu. Di Indonesia  sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah persalinan, diantaranya disebabkan oleh adanya komplikasi masa nifas. Konsep keperawatan maternitas yang berpusat pada keluarga yaitu FCMC:  home care diarahkan pada pemenuhan kebutuhan ibu pada masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan perawatan bayi dan kemandirian pada ibu postpartum  primipara di purwokerto sebelum dan setelah periode intervensi pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi-eksperimen. Jumlah sampel 48 ibu primipara direkrut di wilayah Purwokerto. Analisis data penelitian ini menggunakan korelasi, pair t-test, dan independent t-test. Hasil analisis didapatkan  ada perbedaan yang signifikan rata-rata  tingkat pengetahuan perawatan bayi perawatan bayi dan kemandirian pada kelompok kontrol dan intervensi, demikian juga sebelum dan setelah periode intervensi pada kelompok intervensi ( p<0.001). Tindakan home care dapat meningkatkan pengetahuan perawatan bayi dan kemandirian ibu postpartum. FCMC: home care dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan perawatan bayi dan kemandirian ibu postpartum. Kata Kunci: Family centered, Home care, Pengetahuan Perawatan Bayi, Kemandirian,      Post Partum        ABSTRACTPost partum phase is critical period for mothers. In Indonesian, Maternal mortality is mainly caused by post partum complications approximately at 60% and 50% of maternal mortality occurs during the first 24 hours after delivery. The most common cause of maternal mortality is complication of post partum. Concept of maternity nursing applied in family focuses on Family Center Maternity Care (FCMC) by preparing home care in fulfilling needs of post partum period.  The objective of the study was to compare the levels of baby care knowledge and self-care in mothers experiencing first birth in Purwokerto between experimental and control group. This research using Quasi-experimental. Forty-eight mothers experiencing first birth were recruited from Prof. dr. Margono Soekarjo hospital and maternal clinic in Purwokerto. Data analysis by using SPSS software employed independent t-test and paired t-test. The findings of the study show that the levels of baby care knowledge and self-care in mothers experiencing first birth were significantly different between experimental and control group as well as before and after intervention in experimental group (p<0.001). Application of FCMC: home care could enhance the level of baby care knowledge and self-care in mothers experiencing first birth during post-partum phase.  FCMC by home care was effective to improve baby care knowledge and self-care in mothers experiencing first birth. Keywords: Family centered, Home care, Baby care knowledge, Self-care, Post-partum
PENGARUH BERMAIN TERHADAP PERILAKU ANAK PRA SEKOLAH MASA HOSPITALISASI DI RUANG “Y” RUMAH SAKIT “X” BANDUNG Redaksi Team
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 1 (2010): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.001 KB)

Abstract

ABSTRAK Masa balita merupakan golden periode dimana terjadi pembentukan dasar-dasar sikap dan perilaku serta perkembangan berbagai dimensi sehingga diharapkan anak dapat melewatinya tanpa menderita sakit. Sakit merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan, karena dimungkinkan anak mengalami hospitalisasi sehingga anak dituntut untuk beradaptasi walaupun dalam keadaan sakit dan harus menjalani prosedur perawatan dan pengobatan yang menakutkan. Bermain dapat menggali dan mengekspresikan perasaan dan pikiran, mengalihkan perasaan nyeri dan relaksasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh bermain terhadap perilaku masa hospitalisasi pada anak usia 3-6 tahun di Ruang “Y” Rumah Sakit “X” Bandung. Design penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan 95 responden anak pra sekolah. Alat penelitian menggunakan gambar untuk diberi warna, kertas untuk menggambar dan puzzle, dengan alat ukur lembar observasi. Hasil uji t dependen, didapatkan p value 0,0001 menunjukkan bahwa ada perbedaan respon perilaku masa hospitalisasi anak sebelum dan sesudah aktivitas bermain dengan taraf signifikasi (0,001) yang berarti Ho ditolak. Hasil penelitian menunjukan bahwa bermain memberikan pengaruh selama hospitalisasi, sehingga diharapkan perawat dan orang tua dapat memberikan dukungan kepada anak selama hospitalisasi dengan cara bermain bersama selama 20-30 menit. Kata Kunci : Bermain, Perilaku ,Hospitalisasi, Anak pra sekolah. ABSTRACT Childhood is a golden period which make up the foundation of children personality and attitude so we hope the children can grow healthy. Illness is not good experience, furthermore if the children must hospitalize so the children must adapted wherever they get sick. Play can help them to express their feeling and thought, distract the pain and make relaxation. The purpose of the research was to identify the effect of children of 3-6 years behavior of playing during hospitalitation in “Y” Room, Hospital “X” Bandung. The design of the research used quasi experimental with 95 responden pre school children. The equipment used is a blank pictures and then the children give the colour to the pictures, blank paper to draw and puzzle, with using check list observation. The result of the test t dependent with 0,0001 p value show that there are responce differencies of behavior during hospitalitation before and after playing with significancy (0.001) that means reject Ho. The result of the research shows that play give influence during hospitalitation, so we hope the nurses and parents will support to the hospitalized children to play for 20-30 minutes. Keywords : Play, Behavior, Hospitalitation, Pre school children
EFEK PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN GAGAL JANTUNG: KAJIAN PUSTAKA Azizah Khoiriyati
Majalah Keperawatan Unpad Vol 13, No 1 (2011): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.726 KB)

Abstract

ABSTRAKPenyakit gagal jantung merupakan sindrom kompleks yang berhubungan dengan peningkatan angka kematian, hospitalisasi dan rendahnya kualitas hidup. Pendidikan kesehatan merupakan komponen yang penting untuk meningkatkan outcome pada pasien gagal jantung karena perawatan diri merupakan hal yang mendasar untuk mencapai outcome yang optimal pada pasien gagal jantung. Tujuan dari penulisan ini untuk review tentang pendidikan kesehatan tentang prinsip dasar menajemen gagal jantung yang dapat meningkatkan perilaku perawatan diri pasien gagal jantung. Pencarian literatur dari beberapa publikasi artikel dan jurnal dari database elektronik  MEDLINE dari tahun 2000–2011. Kata kunci yang digunakan adalah beberapa kombinasi yang terdiri atas “self care”, “health education”, “education”, heart failure”. Hasilnya adalah ada 4 kunci pendidikan manajemen perawatan diri untuk pasien gagal jantung yang terdiri atas komponen self assessment yang dilakukan setiap hari dan membuat perencanan, menghindari konsumsi garam, latihan dan dukungan pengobatan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Penerapan model perawatan diri Orem sangat efektif untuk pasien dengan gagal jantung. Simpulan dari penulisan review ini adalah pendidikan kesehatan yang berkelanjutan dan follow up secara periodik  dapat meningkatkan perilaku perawatan diri pada pasien gagal jantung. Saran dari penulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber referensi baik bagi perawat maupun mahasiswa keperawatan mengenai pendidikan kesehatan tentang perawatan diri pada pasien gagal jantung. Kata Kunci: Gagal jantung, Pendidikan kesehatan, Perawatan diri   ABSTRACT Heart failure is a complex syndrome associated with increased mortality, hospitalization, and poor quality of life. Health education is essential component to improve outcomes for patients with heart failure, as self care is fundamental to achieve optimal outcomes for heart failure patients. The purpose of the literature  review is to know whether health education about basic principles of management of heart failure can improve self care behaviors of patients with heart failure. Literature searching was conducted of several publications and journal articles from electronic MEDLINE from 2000 – 2011. The key words used were “self care”, “ health education”, “education”, “heart failure”. There were four key self care management education for patient with heart failure comprising the components: daily self assessment, avoiding excessive salt intake, exercise, and treatment support are conducted by individual or groups. Applications of Orem’s  self care model is very effective for patients with heart failure. Conclusion of this review is an ongoing health education and periodic follow up can improve self care behaviors in patients with heart failure. Suggestion of writing is expected to be one source of reference for both nurses and nursing students about health education regarding self  care in heart failure patients. Keywords: Heart failure,  Health education, Self care
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI POLIKLINIK KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RUMAH SAKIT X JAKARTA Redaksi Team
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 1 (2010): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.292 KB)

Abstract

ABSTRAK Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis, dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian kaum wanita menganggap bahwa kehamilan adalah kodrati yang harus dilalui, tetapi sebagian lagi menganggapnya sebagai peristiwa yang menentukan kehidupan selanjutnya. Sejak saat hamil, ibu sudah mengalami kecemasan. Kecemasan meningkat menjelang persalinan terutama pada trimester III. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi karakteristik ibu hamil trimester III (umur, graviditas, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status kesehatan) serta tingkat kecemasan; mengetahui hubungan antara karakteristik ibu hamil trimester III dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 158 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RS X Jakarta pada tanggal 27 Oktober–17 November 2009. Teknik analisa yang dilakukan yaitu analisa Chi-Square dengan menggunakan α 5%. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) untuk mengukur tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan. Hasil penelitian menunjukkan dari lima variabel yang diteliti, tiga variabel ternyata tidak dapat membuktikan adanya hubungan, yaitu umur (p=0.873), pekerjaan (p=0.133), dan status kesehatan (p=0.692), sedangkan variabel yang lain yaitu graviditas (p=0.005) dan tingkat pendidikan (p=0.05) secara statistik dapat membuktikan adanya hubungan yang signifikan dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada Poli Kebidanan dan Ginekologi RS X untuk menyediakan pelayanan konseling bagi ibu hamil dalam mengelola kecemasan menghadapi persalinan. Kata Kunci: Kehamilan, Trimester III, Kecemasan, Persalinan ABSTRACT Pregnancy is a dramatic episode of the biological conditions, physiological changes, and adaptation of a woman who've been there. Some women think that pregnancy is natural to go through, but some regard it as a decisive event to the next life. Since when pregnant, the mother was experiencing anxiety. Anxiety increased before labor, especially in the third trimester. The research objective is to determine the characteristics of third-trimester pregnant women (age, gravidities, and level of education, employment, and health status) and anxiety in the face of labor; determine the relationship between the characteristics of third-trimester pregnant women with anxiety in the face of labor. This research is a quantitative study using cross-sectional design. The number of sample 158 people. Sampling technique used was accidental sampling. Engineering analysis is conducted Chi-square analysis by using α 5%. Instruments used are Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) to measure the level of anxiety in the third trimester pregnant women in the face of labor. The results showed that of 158 respondents, three variables were not able to prove the existence of a relationship, namely age (p=0.873), employment (p=0.133), and health status (p=0.692), whereas the other variables are graviditas (p=0.005) and education level (p=0.05) can prove statistically significant relationship with anxiety in the face of labor. So the researchers suggest that Obstetrics and Gynecology Clinic X provide useful consulting services for pregnant women to avoid the anxiety in the face of labor. Keywords : Pregnancy, Third trimester, Anxiety, Labor
PENGALAMAN PEMENUHAN SEKSUAL KLIEN SKIZOFRENIA SELAMA DIRAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT Redaksi Team
Majalah Keperawatan Unpad Vol 12, No 1 (2010): Majalah Keperawatan Unpad
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.584 KB)

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan seksual merupakan kebutuhan biologis yang harus dipenuhi oleh setiap individu. Seperti kebutuhan dasar lainya , kebutuhan seks apabila tidak terpenuhi akan menyebabkan stress pada seseorang, dalam hal ini tidak terpenuhinya kebutuhan seks merupakan stressor yang dapat berdampak pada perkembangan. Apabila seseorang tidak mampu beradaptasi dalam menghadapi stressor tersebut maka akan timbul keluhan-keluhan yang berkaitan dengan gangguan jiwa ringan sampai berat seperti skizofrenia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran deskriptif mengenai pengalaman pemenuhan seksual klien skizofrenia selama dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengalaman pemenuhuan seksual klien skizofrenia didapat melalui wawancara mendalam (In dept interview), serta melakukan observasi secara langsung di lokasi. Populasi dalam penelitian ini adalah klien skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, yang diperoleh berdasarkan purposive sampling. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak tujuh orang, terdiri dari empat orang laki-laki, dan tiga orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima tema yang muncul dalam pemenuhan seksual klien skizofrenia selama dirawat, yaitu:1) Masturbasi/onani 2) Berdoa dan shalat 3) Berfantasi, 4) Melakukan kegiatan, 5) Pusing dan marah. Terungkapnya pengalaman-pengalaman tersebut, memberi pengetahuan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dengan menerapkan pendekatan holistik tanpa mengabaikan pengkajian aspek psikoseksual sebagai salah satu kebutuhan biologis yang tidak bisa dihilangkan. Kata Kunci : Seksual, Skizofrenia, Klien ABSTRACT Biologically, sex is one need of human is very dominant the role and influence the human and the unfulfilment of this needs can become a stressor. If someone unable to adapt in solving the stressor it can cause complains or mental disorder from mild to severe such as schizophrenia .The aim of this research was to gain descriptive understanding of schizophrenia clients sexual experience when they stay in psychiatric hospital in West-Java. The method used in this research was qualitative method with phenomenology approach. Sexual experiences wa collected using in depth interview to client as wll as. The population in this research were schizophrenia’s clients who are hospitalized in psychiatric hospital in West Java Province. The sampling teqhnique was pusrposive and sample size for in depth interview were seven consist of four men and three women. The research result showed there were five themes that showed up in fulfilling sexual of schizophrenia’s clients during in care, those were: 1) masturbation 2) Pray and Shalat (Worship) 3) fantasy, 4) doing some activities 5) Headache and angry. The themes and results ofthis phenomenological research can inform nurses in planning and providing nursing care by implementing holistic approach without ignoring the investigation of psychosexual aspect as one of biological needs that cannot be vanished. Keywords : Sexual, Schizophrenia, Client