cover
Contact Name
Miftakhul Muthoharoh
Contact Email
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Phone
+6285733591295
Journal Mail Official
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Dukun No. 21 A Dukun, Gresik 61155
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah
ISSN : 22524436     EISSN : 26546132     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The scopes of the journal include the following topic areas: Teachers Education of Economy, Curriculum and Teaching, Education of Economy, Learning Media Education of Economy, Leadership and Management of Education of Economy, Information Technology, Communication and Education of Economy, Corporation and Micro, Small and Middle Business, Office Technology, Management, Business, Accounting and Finance
Articles 327 Documents
Refleksi Metafisis Perilaku Bom Bunuh Diri dan Tantangan Bagi Pendidikan Agama Islam Fahmi, Muhammad; Achmad Muhibin Zuhri
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 29 No 01 (2022): April 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i01.312

Abstract

This article documents the metaphysical reflections in suicide bombing behavior and the challenges for Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia. Through library research using content analysis as the analytical method, several findings are produced. It is found that the factors driving suicide bombing behavior in Indonesia include ideological, cultural, socio-economic, geographic, shallow religious understanding, disappointment towards authorities, injustice, and geographical factors. Ideological factors occupy a dominant position when supported by other factors. The metaphysical meaning in suicide bombing behavior can be approached through "metaphysics of relational and substantial substances". The relational substance includes "The One and the Many"; "The Permanent and the Changing"; "The Transcendent and the Immanent". Suicide bombing behavior is based on individual or group actions, all grounded in a belief directed towards The One. The mode of suicide bombing behavior can also change, but it remains destructive. The belief in carrying out God's command represents a transcendent spiritual value, while the bomb explosions planned by organized groups carry an immanent value. From the perspective of substantialistic metaphysics (autonomy and static), suicide bombing behavior places violence as the most fundamental and widespread layer (autonomous), independent and constant (static) reality. Radical ideologies, extremism, fundamentalism, exclusivism, militancy contribute to suicide bombing behavior. This poses a particular challenge for Islamic Religious Education (PAI). The construction of PAI materials must be tolerant, moderate, anti-radicalism, and counter-terrorism. PAI should be built based on the teachings of Islam as rahmatan lil ‘alamin (a mercy for all creations).
Urgensi Aspek Psikologis Dalam Pendidikan Islam (Perspektif Ibn Sina dan Ibn Khaldun) syaifuddin
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 29 No 01 (2022): April 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i01.335

Abstract

Pendidikan berperan strategis dalam mengantarkan anak untuk mencapai karir hidupnya. Hal ini karena melalui Pendidikan, anak difasilitasi untuk dapat mengasah potensi-potensi yang dimiliki. Artikel ini menyajikan pentingnya aspek psikologis dalam Pendidikan Islam dalam perspektif Ibn Sina dan Ibn Khaldun. Melalui kajian literatur, dijelaskan bahwa aspek psikologis perlu diperhatikan dalam proses pemberian pendidikan kepada anak didik. Psikologis anak perlu diperhatikan dalam pemilihan materi yang tepat dalam pendidikan. Tingkat usia anak mempengaruhi tingkat psikolgis anak tersebut. Dengan demikian, Pendidikan perlu memperhatikan tingkat usia anak. Materi pendidikan untuk usia anak tingkat dasar cukup bersifat sederhana. Perbanyak media konkret yang dapat dimanfaatkan untuk pendidikan anak usia tingkat dasar. Pada masa remaja, materi pendidikan perlu diarahkan pada penelusuran minat dan bakat anak, sedangkan pada usia dewasa, materi pendidikan diarahkan pada proses pengembangan dan pengasahn minat dan bakat. Oleh karenanya, aspek psikologis selalu penting diperhatikan dalam proses pendidikan sampai kapanpun.
Tanggung Jawab Pendidikan Dalam Perspektif Islam Syaifuddin
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 28 No 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v28i1.336

Abstract

Tanggung jawab pendidikan perlu ditekankan agar para pemegang tanggung jawab tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Ketika para pemegang tanggung jawab Pendidikan menjalankan wewenangnya dengan baik, maka Pendidikan akan dapat berjalan dengan baik. Artikel ini menyajikan tanggung jawab Pendidikan dalam perspektif Islam. Melalui kajian kepustakaan, dapat disajikan beberapa hal terkait dengan tanggung jawab Pendidikan dari aspek para pemegang tanggung jawab dalam perspektif Islam. Orangtua sebagai pemegang tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknya dalam hal menanamkan aqidah, membina akhlak yang baik, dan membina perkembangan fisik, psikis, dan sosialnya. Pendidik beranggung jawab untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang bermanfaat serta membina akhlak peserta didik. Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan pealayanan pendidikan, meningkatkan akses pendidikan, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat untuk menimba ilmu, membantu pendanaan pendidikan.
Antusiasme Drama Korea dalam Perspektif Pendidikan Berbasis Pesantren M. Mudlofar
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 29 No 02 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i02.338

Abstract

Gaya hidup seseorang selalu beriringan dengan kebudayaan yang berkembang di masyarakat. Salah satu fenomena gaya hidup yang saat ini sedang popular di masyarakat adalah Drama Korea atau yang populer dengan sebutan drakor. Drakor memiliki daya tarik luar biasa dari waktu ke waktu. Jumlah pengikut tren ala Korea itu semakin bertambah, termasuk di antaranya adalah kalangan santri. Fenomena drakor menarik untuk ditelaah utamanya terkait kehidupan santri di pondok pesantren dan bagaimana budaya asing itu memposisikan kearifan pesantren. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, yaitu metode penelitian yang menggunakan kata-kata sebagai tumpuhan analisisnya. Penelitian deskriptif-kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Antusiasme santriwati yang berlebihan terhadap budaya drakor telah menimbulkan perilaku negatif, yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kearifan pesantren. Santriwati sebagai sasaran empuk drakor perlu membentengi diri dengan melakukan filterisasi. Filterisasi yang dimaksud mencakup, etika, norma, tradisi pesantren, dan akhlak yang berbasis pesantren. Filterisasi itu tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi antar berbagai pihak; antara lain; lembaga pemerintah, stakeholder pesantren, orang tua, dan santriwati juga perlu digaungkan dan diwujudkan, agar moralitas dan nilai-nilai tradisionalitas pesantren tetap terjaga di tengah kemajuan teknologi dan zaman yang menyertainya.
Era Digitalisasi dan pengaruhnya bagi Perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia Uswatun Chasanah; Fatimatus Zahro; Mahfud Ilham Dzikrullah3
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 29 No 02 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i02.72

Abstract

This research aims to analyze the digital era and its influence on the development of the Sharia capital market in Indonesia. The focus of this research is understanding the Sharia capital market, the digital era and how the digital era influences developments in the Sharia capital market in Indonesia. This research is descriptive qualitative type. Collecting primary data from journals, theses, books, etc. The results of this research are that digital has a significant influence on the development of the Sharia capital market in Indonesia. Because transacting via digital can help reduce crime rates, increase the number of people who will invest, speed up the time and distance in transactions, and make it possible to make transactions anytime and anywhere. So with the progress of the digital era, Indonesia's economy will further improve through investment in the capital market.
Pemikiran Al-Ghazali dalam Pedidikan Islam Laila Badriyah
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 28 No 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v28i02.340

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan rekonstruksi pemikiran pendidikan al-Ghazali dalam pendidikan Islam. Al-Ghazali sebagai inspirasi dalam menegakkan pendidikan Indonesia berkualitas. Hasil tulisan ini adalah bahwa bangunan pemikiran pendidikan al-Ghazali bersifat religius-etis. tujuan pendidikan al-Ghazali mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek apektif, dan aspek psikomotorik. Pendidik adalah pribadi yang menguasai suatu disiplin ilmu dan mampu mengamalkannya serta sosok manusia yang secara total berkonsentrasi kepada bidang pendidikan. Anak didik ditempatkan sebagai obyek sekaligus subyek. Menurut Al-Ghazali, pendidikan Islam yaitu pendidikan yang berupaya dalam pembentukan insan paripurna, baik di dunia maupun di akhirat. Menurut Al Ghazali pula manusia dapat mencapai kesempurnaan apabila mau berusaha mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadhilah melalui ilmu pengetahuan yang dipelajarinya. Menurut Al Ghazali tujuan utama pendidikan Islam itu adalah ber-taqarrub kepada Allah Sang Khaliq, dan manusia yang paling sempurna dalam pandangannya adalah manusia yang selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Penerapan Metode Pembelajaran terhadap Minat dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Muhammad Ruslan; Rizki Dwi Lestari; Jahro Muniro; Nirzal Sunardi
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 30 No 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.345

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yg penting bagi kehidupan maka dalam hal ini pendidik harus bekerja keras untuk hal demikian.Dalam proses pendidikan islam,faktor penting demi tercapainya tujuan adalah metode pendidikan.dapat dikatakan kedudukan pendidikan sangat signifikan. metode mempengaruhi sampai atau tidaknya informasi pendidikan, karenanya jika metode yg digunakan tidak tepat maka tujuan pendidikan akan sulit tercapai dengan baik. sebab dengan metode yang tepat, materi pelajaran akan mudah dikuasai peserta didik. Dalam pendidikan islam perlu menggunakan metode yg dapat melakukan pendekatan menyeluruh meliputi dimensi jasmani dan rohani. sebaik apapun pendidikan jika tidak di dukung oleh metode yg tepat maka tujuan tersebut sangat sulit untuk tercapai dengan baik. sebuah metode akan mempengaruhi suatu informasi secara lengkap atau tidak bahkan sering disebutkan metode lebih penting daripada materi itu sendiri. sebab pemilihan metode pendidikan harus dilakukan secara cermat sesuai dengan faktor terkait sehingga pendidikan dapat memuaskan.
Analisis Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan Agama Islam pada Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur Indriana Pitaloka; Tajuddin Nur; Hinggil Permana
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 30 No 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.346

Abstract

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengelola kehidupan emosional secara cerdas melalui kemampuan kesadaran diri, mengelola emosi, motivasi diri, empati dan membina hubungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kecerdasan emosional peserta didik kelas VII di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan dan melakukan deskripsi mengenai Kecerdasan Emosional Pada Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur. Berdasarkan hasil analisis data angket kecerdasan emosional dengan sampel 82 peserta didik kelas VII di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur maka dapat disimpulkan bahwa diperoleh nilai rata-rata dari seluruh indikator sebesar 83% dengan kriteria sangat baik. Indikator pertama yaitu kesadaran diri memperoleh rata-rata sebesar 84%. Indikator kedua yaitu mengelola emosi memperoleh rata-rata sebesar 84%. Indikator ketiga yaitu motivasi diri memperoleh rata-rata sebesar 82%. Indikator keempat yaitu empati memperoleh rata-rata sebesar 85%. Dan indikator kelima yaitu membina hubungan memperoleh rata-rata sebesar 82%.
Problematika Kurikulum Merdeka Pembelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti di SMKN 4 Malang Qurroti A’yun; Alya Navida Nurita; Findah Nur Hamidah; Firda Al-Vina; Qomariyah Ulfa
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 30 No 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.347

Abstract

Artikel ini membahas tentang kurikulum terbaru yang dibuat oleh kemendikbud yaitu kurikulum merdeka, setelah banyak pergantian kurikulum utamanya setelah pandemi covid-19 kurikulum merdeka ini tentunya terdapat banyak problematika atau permasalahan dalam mengimplementasikannya di setiap lemaga pendidikan. Peneliti sendiri memfokuskan penelitian di SMKN 4 Malang dan hanya meneliti bidang mata pelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti (PAI-BP), metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang akan menggali informasi dengan wawancara mendalam dari narasumber pelaku kurikulum merdeka belajar baik dari guru atau siswa untuk mengetahui permasalahan apa saja yang didapatkan selama mengimplementasikan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMKN 4 Malang, serta mendeskripsikan dengan jelas apa saja yang menjadi permasalahan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka tersebut. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif peneliti bisa mengetahui permasalahan dari implementasi kurikukum merdeka ini terbagi menjadi permasalahan dari siswa & guru, permasalahan dari siswa yaitu belum terbiasa dengan kurikulum merdeka yang sebelumnya siswa terbiasa mempelajari materi dengan model kurikulum 2013, sedangkan permasalahan dari pendidik yaitu 1) Kurangnya kreatifitas guru dalam menyusun strategi pembelajaran, 2) Pemilihan metode pembelajaran PAIBP, 3) Pengondisian kelas.
The Establishment Of Indonesian Islamic Parties Post Independence Muchamad Ifan Maulana; Iin Wahyu Mahmuda; Nasikhin; Fihris
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 30 No 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.348

Abstract

Towards Indonesia's independence, the Islamic leaders at that time were not concerned with the establishment of a state based on Islam, but the most important thing was Indonesian independence. This was because the thoughts of the Islamic leaders at that time were based on the population of the Indonesian people who were mostly Muslim, according to which the majority Muslim population would certainly form an Indonesian state based on Islam and a Muslim government. In other words the thinking at that time was that after independence Indonesia would automatically become a country based on Islam.' Another thing that has become an obstacle in the establishment of an Islamic state is that in the historical arena of Muslims, the ideal to establish an Indonesian state based on Islam is not an easy thing to realize. This is due not only to the challenges emanating from the Islamic parties themselves, but also the emergence of secular national parties which have become an obstacle.

Page 8 of 33 | Total Record : 327