cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
EKSISTESI SAKSI MAHKOTA SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA Hajar, Ibnu
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterangan saksi dalam kedudukannya sebagai alat bukti dimaksudkan untuk membuat terang suatu perkara yang sedang diperiksa diharapkan dapat menimbulkan keyakinan pada hakim, bahwa suatu tindak pidana itu benar-benar telah terjadi dan terdakwa telah bersalah melakukan tindak pidana tersebut. Seringkali dalam berbagai sidang pembuktian perkara pidana, muncu lalat bukti yang disebut dengan istilah ”saksi mahkota”. Pada dasarnya, istilah saksi mahkota tidak disebutkan secara tegas dalam KUHAP. Penggunaan alat bukti saksi mahkota hanya dapat dilihat dalam perkara pidana yang berbentuk penyertaan, dan terhadap perkara pidana tersebut telah dilakukan pemisahan (splitsing) sejak proses pemeriksaan pendahuluan di tingkat penyidikan.Selain itu, munculnya dan digunakannya saksi mahkota dalam perkara pidana yang dilakukan pemisahan tersebut didasarkan pada alas an karena kurangnya alat bukti yang akan diajukan oleh penuntut umum. Istilah “saksi mahkota” tidak terdapat dalam KUHAP, tapi dalam praktik dan berdasarkan perspektif empiric saksi mahkota itu ada. Di sini yang dimaksud “saksi mahkota” adalah saksi yang berasal dan/atau diambil dari salah seorang atau lebih tersangka atau terdakwa lainnya yang bersama-sama melakukan perbuatan pidana dan dalam hal mana kepada saksi tersebut diberikan mahkota.Mahkota yang diberikan kepada saksi yang berstatus terdakwa tersebut adalah dalam bentuk ditiadakan penuntutan terhadap perkaranya atau diberikan suatu tuntutan yang sangat ringan apabila perkaranya dilimpahkan ke pengadilan atau dimaafkan atas kesalahan yang pernah dilakukan saksi tersebut. Dalam perkembangannya, ternyata muncul berbagai pendapat, baik yang berasal dari praktisi maupun akademisi, mengenai penggunaan saksi mahkota sebagai alat bukti dalam pemeriksaan perkara pidana.
FAKTOR PENGHAMBAT DAN FAKTOR PENDORONG PEREMPUAN BERPERAN GANDA: (Studi Perempuan Pekerja Informal di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan) Rosada, Ida; -, Nurliani; D.Amran, Farizah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perekonomian yang terjadi pasca krisis, mengakibatkan kebutuhan rumah tangga yang begitu besar dan mendesak membuat suami dan isteri harus bekerja untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kenyataan ini terutama sangat dirasakan oleh para perempuan yang berasal dari keluarga miskin dengan tingkat pendidikan yang rendah terpaksa harus memilih bekerja di sektor informal demi menghidupi perekonomian rumah tangga/keluarganya.Tujuan penelitian adalah 1) Menemukenali faktor pendorong internal dan eksternal perempuan berperan ganda dan 2) menemukenali faktor penghambat internal dan eksternal perempuan berperan ganda di luar rumahtangga.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi pada rumahtangga petani. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan: 1) Faktor penghambat internal perempuan berperan ganda pada sektor informal, yaitu: Skill/Keterampilan rendah; Keterbatasan modal; dan Pendidikan rendah. Faktor penghambat eksternal yaitu: Ketersediaan Tenaga Kerja; Pesaing usaha; dan kurangnya promosi. 2) Faktor Pendorong Internal Perempuan Berperan Ganda pada Sektor Informal yaitu: Dukungan Keluarga; Kebutuhan keluarga yg semakin banyak; Pendapatan rumahtangga yg rendah; Memanfaatkan waktu luang dan Aktualisasi diri. Faktor pendorong eksternal perempuan berperan ganda pada sektor informal yaitu: Kebijakan pemerintah, Pengembangan produk lokal, dan Akses pasar; Faktor penghambat eksternal yaitu : Ketersediaan Tenaga Kerja, Pesaing usaha dan Kurangnya promosi.
KEDUDUKAN HUKUM ANAK AKIBAT PERKAWINAN SIRI DITINJAU DARI HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NO.1 TAHUN 1974 Dwi Putri, Andi Istiana Inayah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan merupakan bagian hidup yang sakral, karena harus memperhatikan norma dan kaidah hidup dalam masyarakat. Dengan berbagai alasan pembenaran, perkawinan dilakukan melalui berbagai model seperti kawin bawa lari, kawin kontrak hingga perkawinan yang populer di masyarakat, yaitu kawin siri. Perkawinan yang tidak dicatatkan itu dikenal dengan istilah lain seperti ‘kawin bawah tangan’ atau nikah agama, yaitu perkawinan yang dilakukan berdasarkan aturan agama atau adat istiadat dan tidak dicatatkan di kantor pegawai pencatat nikah (KUA).Perkawinan siri banyak menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan rumah tangganya. Akibat hukum bagi perkawinan yang tidak memiliki akte nikah, secara yuridis suami/isteri dan anak yang dilahirkannya tidak dapat melakukan tindakan hukum keperdataan berkaitan dengan rumah tangganya. Anak-anak hanya diakui oleh negara sebagai anak luar kawin yang hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibu dan keluarga ibunya. Isteri dan anak yang ditelantarkian oleh suami dan ayah biologisnya tidak dapat melakukan tuntutan hukum baik pemenuhan hak ekonomi maupun harta kekayaan milik bersama.Dampak buruk dari perkawinan siri merupakan akibat dari pemahaman yang tidak komprehensif terhadap Undang-Undang Perkawinan dan lemahnya penegakan hukum untuk melindungi para korban. Seyogyanya pemerintah segera mengamandemen semua produk Hukum Perkawinan disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat yang melindungi semua golongan dan kepentingan.
PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP KEMAMPUAN DAN KOMITMEN PEGAWAI PADA KANTOR DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Citta, Andi Batary; Ranteta dung, Rilfan Kasi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of work culture (honesty, perseverance, creativity, discipline, science and technology) on the ability of civil servants in the district disnakertrans sidrap as well as to analyze the influence of work culture on employee commitment in the office of labor and transmigration service district sidenreng rappang. Collecting data is done through direct observation and survey obtained by way of distribution of questionnaires to the respondents.The population in this study is civil servants who actually carry out their duties and responsibilities, as many as 35 people because the number of employees a little then all the population sampled, using descriptive analysis, validity and rentabilktas analysis, multiple regression analysis and hypothesis testing analysis (Test T and Test F). The result of the research is obtained about work culture with work ability, which shows that work culture has a significant influence on the work ability of the employees at the Office of Manpower and Trasmigration of Sidenreng Rappang Regency.Then from result of analysis about work culture to employee's commitment indicate that there is significant influence between work culture with employee commitment at office of Manpower and Trasmigration of Regency of Sidenreng Rappang.
PENGATURAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KONSERVASI SUMBER DAYA IKAN DI INDONESIA -, Yulia -
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui pengaturan partisipasi masyarakat dalam konservasi sumber daya ikan di Indonesia, dengan tipe penelitian menggunakan tipe penelitian normatif-yuridis dan menggunakan sumber data primer dan sekunderHasil penelitian menemukan, aturan mengenai pentingnya masyarakat berpartisipasi dalam konservasi sumber daya ikan telah diatur pada Pasal 67 Undang-Undang 45 Tahun 2004 tentang Perikanan,dan ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58//MEN/2001 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sistem Pengawasan Masyarakat (Pokmaswas), partisipasi masyarakat tersebut pembentukannya dari pemerintah, kurang partisipasi masyarakat dengan kesadaran sendiri, atau inisiaptipnya dari msyarakat. Oleh karena itu guna membangkitkan kesadaran tentang pentingnya konservasi sumber daya ikan diperlukan pendampingan maasyarakat guna melindungi sumber daya tersebut.
KEGIATAN MAGANG PADA INDUSTRI DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA: (Studi kasus mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Bosowa) -, Haeruddin; Idris, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Bososwa merupakan perguruan tinggi swasta yang menghasilkan lulusan yang diharapkansiap di dunia kerja.Sehingga perlu dilakukan suatu terobosan yaitu melakukan pembelajaran hubungannya dengan dunia kerja yaitu kegiatan magang pada industri dan instansi.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis dan menginterpretasi; pelaksanaan program magang pada industri yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Bosowa dalam hubungannya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai proses pembelajaran untuk menumbuhkan jiwa wirausaha. Jenis penelitian ini adalah eksplanatory, adapun responden adalah mahasiswa yang menggunakan sampel berjumlah 63 orang.Hasil penelitian diolah dan diskripsikan yaitu menujukkan bahwa kegiatan magang mempunyai pengaruh terhadap peningakatan pengetahuan tentang kewirausahaan artinya kegiatan magang mempengaruhi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa terbukti. Pada kegiatan magang mahasiswa secara langsung berhubungan proses kerja pada industri. Sehingga mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan bagaimana berprilaku wirausaha dalam berbagai kegiatan sehingga meningkatkan kemampuan menumbuhkan jiwa entrepreneur.
PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH YANG DEMOKRATIS OLEH PEMERINTAH DAERAH: (Establishment Of Democratic Regulations By Government) Nazaruddin, Andi Tenri Angki
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menjelaskan Proses Pembentukan Peraturan Daerah oleh Pemerintahan Daerah; dan (2) mengetahui serta menjelaskan hambatanhambatan apa saja yang dihadapi dalam proses pembentukan peraturan daerah.Penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis normatif, dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach). Sumber bahan hukum yang digunakan dalam pembahasan ini adalah bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang terdiri dari aturan hukum yang berdasarkan tata urutan peraturan perundang-undangan, serta bahan hukum lain yang digunakan untuk menganalisis masalah yang terbahas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksistensi peraturan daerah dalam pembentukannya oleh pemerintah daerah telah sesuai dengan asas-asas perundang-undangan yang baik, sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Oleh karena itu Asas demokrasi telah diterapkan dalam pembentukan peraturan hukum daerah oleh Kepala Daerah yang terdapat pada: usulan rancangan peraturan daerah berasal dari Pemerintah Daerah maupun DPRD; proses pembuatan peraturan perundang-undangan secara terencana, terpadu dan sistematis.Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka penulis merekomendasikan sebagai berikut : (1) Kentuntuan dalam UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dapat disesuaikan dengan UU No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan serta Permendagri No. 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum daerah (2) diperlukan dalam hal pengupayaan dan peningkatan setiap potensi yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada serta mengatasi setiap kekurangan yang dimiliki oleh daerah.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI SALAK MELALUI PENERAPAN MARKETING MIX DI KABUPATEN ENREKANG Idris, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Enrekang merupakan salah satu penghasil buah salak terbesar di Sulawesi Selatan yang memiliki potansi yang dapat dikembangkan dari segi kualitas produksi yang nantinya diharapkan pula dapat meningkatkan pendapatan usahatani salak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini secara purporsove dengan memilih tiga masing-masing desa Kambiolangi, Desa Mata Allo, dan Desa Sumilang di Kecamatan Alla dengan menggunakan analisis keuntungan relative (Benefit Cost Ratio Analysis) dan analisis marjin dan efisiensi pemasaran.Hasil analisis dengan menggunakan benefit cost ratio pada ke tiga desa kasus, masingmasing desa memperoleh B/C 1,14, 1,151, dan 1,36. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan strategi marketing mix II yang ditarafkan dapat memberikan tambahan manfaat bagi petani salak.
MODEL KINERJA KOPERASI MASYARAKAT PESISIR: (Studi Koperasi Pada Tiga Kabupaten Kawasan Pesisir di Sulawesi Selatan) Ruslan, Muhlis
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja koperasi masyarakat pesisir diorientasikan pada peningkatan kesejahteraan anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kesejahteraan anggota melalui kinerja kelembagaan koperasi pada tiga kawasan pesisir di Sulawesi Selatan.Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus digunakan untuk menguji kinerja kelembagaan, dan kesejahteraan anggota. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis SEM (Structural Equation Modelling).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelembagaan koperasi ditandai dengan pertumbuhan usaha yang dijalankan, pertambahan hasil usaha yang dicapai dalam kurun waktu tertentu, perkembangan jumlah usaha yang dikelola koperasi, tingkat pertambahan jumlah anggota, tingkat pertambahan penyertaan modal anggota, tingkat pertambahan pendapatan anggota, tingkat perkembangan sisa hasil usaha (SHU), tingkat efisiensi pengelolaan hasil usaha, dan tingkat penerimaan SHU tepat waktu. Kesejahteraan anggota ditandai dengan peluang membiayai pendidikan anggota koperasi, peluang memenuhi kebutuhan mengikuti jenjang pendidikan anggota, peluang memenuhi kebutuhan mengikuti kegiatan kursus keterampilan bagi anggota, tingkat kelancaran dan produktivitas usaha anggota, perkembangan pangsa pasar, peningkatan volume penjualan, dan peningkatan penghasilan usaha anggota.
ANALISIS DAMPAK PENGELOLAAN LAHAN SAWAH KONVENSIONAL TERHADAP KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS LAHAN -, Nurliani; -, St. Rahbiah; Serang, Serling
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pengelolaan lahan sawah konvensional yang lebih menekankan aspek pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan pangan bagi masyarakat, berdampak buruk terhadap daya dukung lahan, utamanya kesuburan tanah. Gejala kejenuhan aplikasi teknologi terhadap produksi padi terlihat sejak beberapa tahun terakhir, yaitu terjadi penurunan produktivitas lahan sawah pada beberapa wilayah sentra produksi padi. Akumulasi penggunaan pupuk kimia yang tinggi pada lahan sawah konvensional mengakibatkan penurunan kualitas lahan, khususnya kesuburan tanah (Syekhfani, 2010),. Kenaikan produksi dibanding dengan jumlah penggunaan pupuk yang tidak efisien akan meningkatkan biaya produksi, menurunkan produktivitas lahan serta berdampak pada nilai ekonomi lahan. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kualitas lahan sawah konvensional, menganalisis efisiensi penggunaan pupuk anorganik (pupuk N,P,K), dan menganalisis produktivitas lahan sawah sebagai dampak dari pengelolaan lahan sawah secara konvensional. Populasi penelitian adalah seluruh petani pada lahan sawah konvensional di Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penentuan sampel petani menggunakan metode simple random sampling dan sampel tanah sawah diambil pada lahan sawah responden. Melakukan analisis kualitas lahan, efisiensi pemupukan dan produktivitas lahan sawah konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lahan sawah konvensional berdasarkan kandungan C-organik dan ketersediaan hara N sangat rendah. Aplikasi penggunaan pupuk N,P,K pada umumnya tidak efisien dan melampaui rekomendasi PPL setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan lahan sawah konvensional secara intensif telah menurunkan kesuburan tanah dan produktivitas lahan.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue