cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2005)" : 9 Documents clear
INTERAKSI GENOTIP × LINGKUNGAN, ADAPTABILITAS, DAN STABILITAS HASIL, DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN VARIETAS UNGGUL DI INDONESIA Achmad Baihaki; Noladhi Wicaksana
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6777

Abstract

Enam genotip kedelai diuji multilokasi di delapan lokasi yang bervariasi dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan tujuan menduga interaksi genotip × lingkungan, adaptabilitas, dan stabilitas untuk karakter hasil dalam rangka pengembangan varietas unggul di Indonesia. Di setiap lokasi sebuah percobaan dengan enam genotip dilaksanakan dalam rancangan acak kelompok, diulang tiga kali. Analisis gabungan untuk karakter hasil dilakukan mengikuti prosedur baku. Stabilitas dan adaptabilitas diestimasi mengikuti prosedur Eberhart-Russell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi genotip × lingkungan untuk karakter hasil tanaman kedelai dan palawija pada umumnya, serta tanaman padi, merupakan fenomena yang nyata. Genotip yang mampu beradaptasi luas jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah total genotip yang diuji multilokasi. Genotip unggul spesifik wilayah dianjurkan untuk dilepas dan akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pelepasan varietas, serta akan mampu membentuk “regional buffering” yang akan meredam penyebaran hama dan penyakit.
KORELASI ANTARA KARAKTER KERAPATAN TRIKOMA DAN STOMATA DENGAN KETAHANAN PENYAKIT KARAT PADA BEBERAPA KULTIVAR KRISAN POT Warid Ali Qosim; M. Rachmadi; , Hersanti; Atin Suwarti
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6782

Abstract

Penyakit karat dapat menurunkan kualitas bunga krisan pot. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi karakter ketahanan 22 kultivar krisan pot terhadap penyakit karat dan korelasinya dengan kerapatan trikoma dan stomata. Percobaan ditata dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 22 kultivar krisan pot sebagai perlakuan dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan kultivar krisan pot tergolong imun, yaitu kultivar Tawn Falk, Tiger, Reagen Rossy, Pink Mambo, Yellow Boaldi, Autumn Glory, Yellow Kettay, Stroika dan White Boaldi dan satu kultivar tahan yaitu kultivar White Reagan. Empat Kultivar yang tergolong agak peka, yaitu kultivar Mike, Pink Davis, Pink Regol dan Redding. Delapan kultivar tergolong peka, yaitu White Cherry Papilon, Fiji Yellow, Red Cherry Papilon, Pink Violet, Fiji White, Puma Sunny Pink Arola dan Fiji. Terjadi hubungan korelasi negatif antara karakter kerapatan trikoma dan stomata dengan karakter ketahanan terhadap penyakit karat.
PHENETIC ANALYSIS OF 28 SPECIES PANGASIID CATFISHES FROM ASIA Rudhy Gustiano; Laurent Pouyaud
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6787

Abstract

A great variation in the external morphology of pangasiid catfishes and it is difficult to give a standard definition of their external appearance. The degree of similarity, known as phenetic analysis, is generally one of the criteria on which the recognition of taxa has been based. The objective of this phenetic analysis was to determine the degree of similarity. A measure of dissimilarity was computed from the coordinates of the first two axes of the Correspondence Analysis, using Euclidean distance. The distances were used to produce coefficients of similarity between each species pair. Distances are  non-negative and low values indicate similarity. Distance values for the matrix were then clustered with the unweighted pair-group method using the arithmetic average and summarized in a phenogram. The results showed that all species analysed for proposed genera aggregated. Analysis on 28 species supports that they should belong to four genera.
PENGELOMPOKAN TETUA PADI HIBRIDA BERDASARKAN SIFAT-SIFAT MORFOLOGI DAN RAPD-PCR Aprizal Zainal; Bahagiawati Amirhusin
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6778

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengelompokkan tetua padi hibrida berdasarkan sifat-sifat morfologi dan Marka RAPD. Sepuluh RAPD primer polimorfis digunakan untuk menganalisis keragaman genetik 28 galur padi dengan analisis UPGMA. Analisis sifat-sifat morfologi didasarkan kepada 10 sifat kuantitatif dan dianalisis menurut metoda pautan rataan (Average Linkage). Analisis menggunakan marka RAPD pada tingkat kesamaan 76% didapatkan 5 kelompok tetua padi hibrida: I) IR58025A, IR58025B, IR62829A, IR62829B, IR68885A, C20, II) IR68886B, S4124F,  CISOKAN, IR65515-47-2-1-1-9, B10277-MR-1-4-3, B10373E-MR-1-3- 4-1-6, RHS 412-ICX-20X-OZH, IR30176-B-1-2-MR-2, IR53942, MAROS, IR68897B, IR68886A, DODOKAN, RCN-B-94-19, IR68, III) MTU 9992, B9154E-PN-1-1-4, IV) IR68885B, dan V) IR68888A, BR 827-35, IR68888B, IR68897A. Analisis berdasarkan sifat morfologi didapatkan 5 kelompok I) IR68897A, IR68888A, IR68885A, IR58025A, IR68886A, IR62829A, II) CISOKAN, B10277-MR-1-4-3, MTU 9992, IR58025B, DODOKAN, IR68897B, IR68888B, IR68886B, IR68885B, IR62829B, III) BR 827-35, IV) IR65515-47-2-1-1-9, C 20, MAROS, IR30176-B-1-2-MR-2, RCN-B-94-19, RHS 412-ICX-20X OZH, B9154E-PN-1-1-4, IR68, S4124F, IR53942, dan V) B10373E-MR-1-3-4-1-6. Dari penelitian terdahulu diketahui bahwa tetua padi hibrida yang didapatkan ber jarak genetik relatif jauh seperti IR58025A dan BR 827-35; IR58025A dan IR53942; IR58025A dan MAROS; serta IR58025A dan IR68 menghasilkan hybrid dengan hasil unggul. Penelitian ini menyatakan bahwa pengelompokan menurut morfologi tidak selalu sama dengan pengelompokan marka RAPD. Namun demikian beberapa galur CMS dan restorer sama-sama terdapat pada kelompok yang berbeda.
PENGGUNAAN MODEL TEST DAY REGRESI TETAP (FRTDM) DALAM ESTIMASI EFISIENSI RELATIF SELEKSI TIDAK LANGSUNG PRODUKSI SUSU PADA SAPI PERAH FRIES HOLLAND Sri Bandiati Komar Prajoga
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6788

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Peternak Tani Mukti (KPTM) Pasir Salam Sukabumi, pada Oktober 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk menduga respon seleksi produksi susu catatan 305 hari, respon seleksi berkorelasi produksi susu catatan 305 harin dan efisiensi relatif seleksi tidak langsung antara produksi susu catatan 305 hari dengan catatan TD (Test Day). Data yang dianalisis berasal dari catatan produksi susu sebanyak 160 catatan produksi susu catatan 305 hari dan 2.400 produksi susu catatan TD pada laktasi pertama dengan menggunakan Univariate Fixed Regresion Test Days Model (MFRTDM). Data berasal dari 160 ekor sapi perah betina produktif, keturunan dari 23 pejantan dan 140 ekor induk. Komponen varians dan Nilai Heritabilitas serta Korelasi Genetik diduga dengan menggunakan Bivariate Animal Model dengan Metode Restricted Maximum Likelihood (REML) program VCE 4.2 dan Nilai Pemuliaan diduga dengan Best Linier Unbiased Prediction (BLUP). Efek tetap yang dilibatkan dalam analisis adalah Laktasi dan Tahun Musim. Respon seleksi produksi susu 305 hari pada intensitas terendah yaitu 53.565 kg dengan penggunaan jantan 16 dan betina 131 ekor. Intensitas tertinggi 133.467 kg pada penggunaan jantan 2 ekor dan betina 30 ekor. Pada intensitas yang sama respon seleksi berkorelasi antara produksi susu 305 hari dengan TD3 (pada hari ke 49) terendah 55.327 kg dan tertinggi 137.857 kg. Nilai efisiensi relatif seleksi tidak langsung produksi susu 305 hari berdasar pada TD3 sebesar 1.032. Merujuk pada hasil penelitian, bahwa seleksi sapi perah untuk produksi susu 305 hari lebih baik dilaksanakan pada hari Uji ke 49 (TD3).
MOLECULAR CHARACTERIZATION OF QUALITY PROTEIN MAIZE AND DOWNY MILDEW RESISTANCE LINES BASED ON SIMPLE SEQUENCE REPEATS (SSRs) MARKER D. Ruswandi; N. Wicaksana; M. B. Pabendon; M. Azrai; M. Rachmadi; A. Ismail; N. Carsono; F. Damayanti; F. Kasim
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6779

Abstract

The information on germplasm diversity and genetic relatedness among elite breeding materials is an important element in maize breeding. Molecular characterization and genetic relationship of 11 QPM-DMR lines were analysed using thirty three SSRs markers. Genetic relationship was determined using Jaccard’s similarity coefficient, and dendogram was then constructed based on the unweighted pair-group method with arithmetical averages (UPGMA). Result showed that (i) all SSRs loci were informative for describing the genotypic variation as showed by their PIC, which ranged from 0.19 for umc1304 to 0.93 for phi112; (ii) the eleven maize inbred lines were clustered into one major group A and small groups B and C that corresponds well with the breeding programs adopted at different institutes of release, and (iii) thus, SSRs marker system is a valuable marker for varietals identification and for genetic diversity study of elite breeding materials.
TANGGAP EKSPLAN BATANG TIGA KULTIVAR LILI TERHADAP KOMBINASI BA DENGAN BEBERAPA TARAF 2,4-D PADA MEDIUM MS Farida Damayanti; Murdaningsih H. K.; Tien Herawati; Juliati Satria Darsa
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6784

Abstract

Tujuan Percobaan untuk mengetahui tanggap eksplan batang lili kultivar ‘Avignon’, ‘Snow Queen’, dan ‘Casa Blanca’ dalam pembentukan planlet, pembentukan bulblet dan/atau induksi kalus pada kombinasi 1 ppm BA dengan beberapa taraf 2,4-D pada medium Murashige-Skoog (MS). Percobaan dilakukan di Laboratoium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran sejak bulan November 1999 hingga bulan Februari 2000. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor perlakuan diulang empat kali. Faktor Pertama adalah kultivar dan faktor kedua adalah kombinasi 2,4-D dengan BA. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kultivar ‘Avignon’, ‘Snow Queen’, dan ‘Casa Blanca’ memiliki tingkat regenerasi yang berbeda. Kultivar ‘Avignon’ dan ‘Snow Queen’ memberikan tanggap terbaik untuk pembentukan planlet, pembentukan bulblet dan induksi kalus pada 0.1 ppm 2,4-D. Kultivar ‘Casa Blanca’ memberikan tanggap terbaiknyauntuk pembentukan planlet pada 0.3 ppm 2,4-D, untuk pembentukan bulblet pada 0.3 ppm 2,4-D dan 0.5 ppm 2,4-D, dan untuk induksi kalus pada 0.1 ppm 2,4-D.
HERITABILITY AND HETEROSIS OF GRAIN YIELD ON DOWNY MILDEW RESISTANCE (DMR) AND QUALITY PROTEIN MAIZE (QPM) INBREDS AND THEIR SINGLE CROSS HYBRIDS D. Ruswandi; N. Wicaksana; M. Rachmadi; A. Ismail; D. Arief; F. Kasim
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6780

Abstract

Improvement of high yield maize cultivars possessing high quality of seed as showed by high lysine and tryptophan content must be fulfilled with resistance against downy mildew pathogen in any maize breeding program. A set of experiment to study genetic variability and to estimate both heritability and heterosis of important characters of grain yield on DMR and QPM lines has been conducted. Four downy mildew resistance (DMR) lines, i.e. Nei 9008, P 345, Ki 3, and MR 10; three quality protein maize (QPM) lines, including CML 161, CML 163, and CML 172; and their single cross hybrids formed based on line × tester mating design were used in the experiment. The following characters: height of the first ear, seeds number per row, seed weight per ear, and grain yield per plot showed broad genetic variability. Narrow sense heritability (hns) of grain yield and its components ranged from 0.01 to 0.71. Broad sense heritability (hbs), on the other hand, ranged from 0.20 to 0.74. It was found that hybrid derived from crossing between parental inbred lines possessing broad genetic background would express high heterosis.
MULTIVARIATE ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL TRAITS IN YAM BEAN Pachyrhizus erosus Agung Karuniawan
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6781

Abstract

The objective of this study was to estimate the genetic diversity among yam bean landraces collected from different islands of Indonesia based on morphological traits. Thirty-six selected yam beans accessions from diverse ecological regions of Indonesia and six accessions from South and Central America were examined. Field trials were performed at two locations in Bogor, Indonesia, in a randomized block design with two replications. Genetic diversity between accessions based on morphological traits was determined by multivariate analysis. Time to flowering, first pod development, leaf length, leaf width, and internodes length played essential role in classification of the yam beans. A clear separation among the yam bean accessions collected from Indonesia, i.e., Sumatra landraces and the landraces collected from eastern Indonesia was detected. Furthermore, American accessions are not obviously separated from Indonesian yam bean materials.

Page 1 of 1 | Total Record : 9