cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
STUDI TIPOMORFOLOGIS BANGUNAN KANTOR PENINGGALAN ARSITEKTUR KOLONIAL DI SURAKARTA PERIODE 1900-1940 DWI SUCI SRI LESTARI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan kolonial, dalam hal ini kolonial Belanda, adalah arsitektur cangkokan dari negeri induknya (Eropa) ke daerah koloni di seberang laut tersebar di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia (dulu: Hindia Belanda), dalam hal ini kota Surakarta. Suka atau tidak, bangunan dimaksud telah menjadi bagian dari khasanah arsitektur di Indonesia. Dalam menjalankan aktivitas mereka, kolonial Belanda antara lain memerlukan bangunan kantor. Dalam perkembangan jaman, sejak adanya politik etis dalam pemerintahan tradisional Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningratpun, muncul tipe bangunan kantor, yang belum dikenal dalam jaman-jaman sebelumnya. Tujuan penelitian, untuk mendeskripsikan perolehan macam tipologi dan morfologi  bangunan di Surakarta yang berfungsi awal kantor  yang dirancang dan dibangun antara tahun 1900-1940.  Penggalian tipomorfologinya, dirunut dari bangunan sumber pengaruh yang relevan di Belanda sebagai hasil pengaruh dari negara-negara relevan di sekitarnya, yang kemudian terbawa dan mempengaruhi bangunan yang diperuntukkan sejak awal sebagai kantor di Surakarta. Kajian tipomorfologis, selain dikaji tipologi arsitektural dan non arsitekturalnya, juga morfologi dalam tata letak, tata ruang dan bentuk arsitektural.  Metoda penelitiannya adalah perpaduan dari deskriptif analitis kualitatif dan historis. Hasil penelitian, dalam tipologi non arsitektural terkait kepemilikan lama bangunan, untuk tipologi arsitektural adalah asal tipologi bangunan kantor. Dalam morfologi tata letak terkait square dan jalan penting. Dalam  morfologi tata ruang, terkait tipe dasar, pola organisasi ruang, sifat dasar, berruang antara/selasar depan,  kesimetrisan dan hirarki ruang. Untuk morfologi bentuk, terkait bentuk geometris massa, berlantai tingkat atau tidak, gaya arsitektur, serta penampilan entranse. Perbedaan yang timbul, disebabkan antara lain oleh iklim dan budaya setempat serta karakter arsitek yang terlacak.
PERENCANAAN DAN ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN PATIHAN KABUPATEN SRAGEN DIAN ARUMNINGSIH D.P
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berjajar-jajar dari kepaulauan Sabang  sampai kepulauan Mauroke, tentunya dibatasi oleh sungai-sungai yang memisahkan antar kepulauan tersebut. Pemerintah bertekad membangun sarana dan prasarana transportasi guna menembus isolasi dan keterbelakangan daerah terpencil serta memantapkan perwujudan wawasan Nusantara. Dengan semangat bersatu berencana membangun jembatan-jembatan di semua wilayah tanah air Indonesia, bentang panjang maupun bentang pendek. Perencanaan merupakan fungsi penting dan fital dalam kegiatan pembangunan konstruksi.Dalam suatu proyek konstruksi selalu memerlukan sumber daya yang berupa tenaga kerja biaya bahan material dan peralatan. Biaya merupakan salah satu sumber daya yang sangat berperan besar untuk menunjang pembangunan proyek.Maka diperlukan perencanaan terhadap kebutuhan biaya melalui suatu penjadwalan biaya untuk mendapatkan jumlah biaya yang diperlukan berdasarkan waktu pelaksanaan proyek. Di Kabupaten Sragen, salah satunya berencana membangun Jembatan Patihan. Dari hasil perhitungan Rencana Anggaran Biaya untuk menyelesaikan, proyek pembangunan jembatan Patihan di Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dibutuhkan ± Rp.1.225.144.000,00 dalam waktu ±179 hari.
KAJIAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( K-3 ) BIDANG KONSTRUKSI GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek bidang konstruksi adalah merupakan kegiatan yang kompleks dan begitu banyak melibatkan unsur ataupun pihak lain, terutama tenaga kerja, alat dan bahan material berkapasitas besar atau  dalam jumlah  yang besar baik secara pribadi maupun secara kolektif bersama-sama dapat menjadi sumber potensial terjadinya kecelakaan. Tenaga kerja  yang kurang akan mempengaruhi kelancaran pekerjaan dan sangat merugikan semua pihak, dalam hal ini owner, konsultan, kontraktor maupun tenaga kerja beserta keluarganya. Usaha-usaha kontraktor dalam menerapkan progam Keselamatan  dan Kesehatan  Kerja ( K-3 ) pada pelaksanaan  proyek  konstruksi perlu dianalisis dan dikaji. Latihan praktek tenaga kerja baru menjadi  faktor penting dalam menunjang pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Sedangkan  memiliki tenaga ahli  K-3 benar-benar mempengaruhi pelaksanaan progam keselamatan dan kesehatan kerja. Pelatihan  K-3 untuk pekerja/staff dan kegiatan cheking secara rutin merupakan faktor penting dalam pelaksanaan progam keselamatan dan kesehatan kerja.
METODE PENANGANAN KONFLIK DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI SURAKARTA HERMAN SUSILA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta merupakan kota yang sedang berkembang, salah satu strategi dan  prioritas pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan kota Surakarta dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas adalah peningkatan infrastruktur kota, rehabilitasi bangunan pasar tradisional dan pemberdayaan pedagang pasar, serta gedung-gedung pemerintah fasilitas pelayanan publik. Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut banyak permasalahan yang terjadi, terbukti  sebanyak 30 proyek Pemkot yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) dan APBD 2007 tidak memenuhi target waktu (Pemkot Surakarta,2009). Hal ini menunjukkan bahwa dalam tahap pelaksanaan proyek di Surakarta banyak terjadi konflik yang salah satu akibat dari konflik tersebut adalah penyelesaian pekerjaan yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan . Dalam tahap pelaksanaan proyek konstruksi melibatkan banyak pihak yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Perbedaan-perbedaan tujuan, pandangan, pendapat dari masing-masing pihak akan dapat menimbulkan konflik. Konflik tersebut harus segera diselesaikan dengan cara yang tepat untuk meminimalkan pengaruh buruk terhadap keberhasilan proyek. Oleh karena itu, metode penanganan konflik yang tepat menjadi sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui bagaiman metode penanganan konflik yang sering digunakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Surakarta. Data diperoleh melalui survei kuesioner dengan responden yang diteliti adalah kontraktor, konsultan pengawas dan owner pada tingkat manajemen menengah yang pernah terlibat dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi gedung. Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi dari hasil jawaban responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahap pelaksanaan konstruksi, metode yang sering digunakan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi pada sumber konflik akibat kontrak dan spesifikasi, sumber daya manusia, manajemen dan organisasi unsur - unsur proyek, keadaan proyek, biaya dan perbedaan kultur adalah sama yaitu dengan menggunakan pendekatan problem solving.
PENGARUH PENGELOLAAN PERSAMPAHAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN CITRA KAWASAN WISATA PULAU DERAWAN INDRO SULISTYANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan persampahan menjadi permasalahan yang diamati sebagai upaya strategis peningkatan citra Kawasan Wisata Pulau Derawan, sejalan dengan meningkatnya jumlah wisataan yang berkunjung, yang berakibat pada peningkatan kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan, dibandingkan dengan pulaunya yang relatif kecil seluas 3,858.96 Km2. Penelitian ini bertujuan untuk menemu-tunjukkan acuan pengembangan sistem pengelolaan persampahan domestik Kawasan Pulau Derawan yang komprehensif, efektif, efisien dan sesuai dengan rencana pengembangan Kawasan Pulau Derawan sebagai kawasan wisata yang lebih menarik. Metoda yang digunakan adalah analisis komparatif terhadap kondisi eksisting menuju pada kondisi oengolahan sampah yang diinginkan, mengacu pada peraturan perundangan dan kebijakan dalam bidang persampahan, sehingga diperoleh sintesis berupa arahan bentuk pengembangan sistem pengelolan persampahan yang mampu mendukung citra Pulau Derawan sebagai kawasan wisata laut yang terjaga lingkungan hidup dan binaannya Hasil yang diperoleh adalah alternatif pengelolaan sampah yang tepat dalam mendukung eksistensi Pulau Derawan, sebagai tujuan wisata, dengan segala keterbatasan yang ada. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan persampahan akan sangat menentukan dalam meningkatkan citra Kawasan Wisata Pulau Derawan, dengan mempertimbangkan teknologi pengelolaan yang sesuai dengan kondisi kawasan, dalam konstelasi pengelolaan akhir persampahan di luar Pulau Derawan.  
KERANCUAN ATURAN PENATAAN BANGUNAN SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA DEGRADASI KUALITAS KAWASAN CAGAR BUDAYA KAWASAN KRATON YOGYAKARTA RULLY RULLY
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya kawasan yang berpotensi di Indonesia belum dikelola secara baik, sebagian peraturan yang ada masih bersifat peraturan secara umum, sehingga belum mampu berfungsi sebagai alat pengendali pada tingkat operasional di lapangan. Kenyataan tersebut disebabkan oleh desain kota/kawasan yang masih lebih bersifat dua dimensi dan penjelmaannya menjadi tiga dimensi, tidak lagi berskala kota atau kawasan tetapi lebih kepada pekerjaan individu dalam bentuk kapling. Disamping itu pranata-pranata pembangunan yang telah dipunyai oleh masing-masing Daerah (RIK, RDTK, RTRK dan sebagainya) sifatnya masih umum, dan walaupun telah dapat digunakan sebagai acuan untuk kawasan yang khusus sulit sekali dalam penerapannya dilapangan, oleh karena itu upaya penanganannya tidak mungkin dapat dilaksanakan tanpa melalui peraturan yang mampu menjangkau ke arah pengendalian arsitektur bangunan secara tiga dimensional. Dari hasil penelitian: Peran Peraturan Bangunan Khusus dalam Meminimalisir Degradasi Kualitas Kawasan Cagar Budaya diperoleh gambaran tentang menurunnya kualitas kawasan cagar budaya oleh beberapa masalah yang salah satunya adalah belum adanya panduan baku rancangan khusus yang menjembatani pembangunan fisik di Kawasan Cagar Budaya Kraton Yogyakarta tersebut.
EVALUASI KINERJA SISTEM IRIGASI WADUK CENGKLIK TEGUH YUONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi semua makhluk hidup. Ketersediaan air dalam kualitas yang baik dan kuantitas yang memadai merupakan hal yang mutlak diperlukan. . Pada musim penghujan, debit air yang sangat besar menjadi penyebab bencana banjir; sedangkan pada musim kemarau, debit air yang kecil menjadi penyebab kekeringan. Belajar dari kondisi alam seperti ini, manusia berusaha mencari cara untuk mengatur ketersediaan air, salah satunya adalah dengan membangun waduk. Agar waduk dapat selalu memberikan layanan yang  sesuai dengan yang direncanakan maka dibutuhkan pemeliharaan yang baik pada setiap aspek. Salah satu waduk yang berfungsi sebagai penampung air untuk keperluan  irigasi adalah waduk Cengklik yang berada di Kabupaten Boyolali Propinsi  Jawa Tengah. Umur waduk sekarang ini telah mencapai 89 tahun. Walaupun volume tampungannyu berkurang karena adanya sedimentasi tapi menurut pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa laju sedimen waduk relatif kecil. Pengelolaan lahan  di kawasan DAS Waduk Cengklik yang baik, membantu mengurangi masuknya sedimen ke waduk sehingga tidak menjadi kendala operasional waduk.
FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) TERHADAP DESAIN PASAR TERBAN YOGJAKARTA DJOKO PRATIKTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesan kumuh, kotor,sumpeg dan semrawut adalah kondisi yang tercermin disuasana  Pasar Tradisional pada umumnya pasar-pasar yang ada di Indonesia. Kondisi suasana yang demikian ini akibat dari kegiatan jual beli dari para pengguna pasar yang padat  pengunjung dengan fasilitas bangunan yang tidak memadai Lebih lanjut suasana yang terjadi seperti ini dapat menjadikan para pengunjung pasar menjadi panas/gerah bahkan kemungkinan bisa terjadi bahwa beberapa pengunjung dapat mengalami depresi jiwa atau stress. Kalau susana sudah menimbulkan dampak sepeerti itu maka pembangunan kembali atau renovasi pasar tidak bisa ditunda lagi. Didalam proses renovasi pasar tradisonal solusi untuk menghindarkan suasana kegiatan pasar tersebut yaitu dengan merancang suatu pasar disamping penataan fisik bangunan yang menyangkut arsitektural maupun stuktur konstruksinya, untuk dapat menampung baik pedagang sebagai penjual maupun pengunjung sebagai pembelinya, dalam suasana yang nyaman maka diperlukan suatu penataan ruang non fisik bangunan yaitu penataan Ruang Terbuka Hijau yang menunjang kenyamanan bagi para pengguna pasar dalam melaksanakan aktivitas kegiatannya. Desain Revitalisasii Pembangunan Pasar Terban Yogjakarta merupakan salah satu contoh kasus Pasar Tradisional yang oleh konsultan perencananya didesain sedemikian rupa dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau yang cukup luas untuk dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di pasar-pasar tradisional. Ruang Terbuka Hijau adalah sebuah taman yang fungsinya untuk menambah kenyamanan bagi pengunjung untuk berbelanja. Tulisan ini akan membahas lebih dalam tentang Fungsi Ruang Tata Hijau pada desain Pasar Terban Yogjakarta .
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA (Studi Kasus Simpang Tiga Jl. Raya Solo - Sragen - Gambiran) DIAN ARUMNINGSIH DIAH PURNAMAWANTI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya pertumbuhan penduduk dan  meningkatnya arus lalu lintas dapat membuat permasalahan simpang semakin komplek dan rumit demikian juga yang terjadi di Simpang Tiga Jl.Raya Solo-Sragen – Gambiran. Untuk menilai kemampuan approach dalam melayani arus lalu lintas salah satunya adalah DS (Degree of Saturatetion /derajat kejenuhan). Apabila nilai DS > 0,85 berarti sudah berada dalam keadaan mendekati lewat jenuh (over saturate) sehingga diperlukan cara untuk menurunkan nilai derajat kejenuhan. Cara yang dipilih untuk menurunkan nilai DS adalah dengan mengganti/merubah waktu siklus pada persimpangan, DS dihitung kembali dengan waktu siklus  yang telah dirubah sampai nilai DS ≤ 0,85 setelah itu diperiksa perhitungannya dengan menghitung tundaan dan panjang antrian di persimpangan. Metode pengumpulan data adalah metode survei lapangan yang berfungsi sebagai data primer dibantu dengan data sekunder yang berupa peta wilayah penelitian dan jumlah penduduk kota Sragen. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan metode dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia tahun 1997. Dalam hal validasi data menggunakan ketentuan-ketentuan yang ada dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia tahun 1997. Hasil analisis bahwa siklus di Simpang Tiga Jl. Raya Solo - Sragen - Gambiran , sudah tidak efektif karena approach Barat dan Selatan nilai DS>0,85. Sedang perubahan waktu siklus dari 96 detik menjadi 98 detik menghasilkan nilai DS ≤0,85. Sehingga waktu siklus sebesar 98 detik layak untuk digunakan di Simpang Tiga Jl. Raya Solo-Sragen – Gambiran.
TINJAUAN MANAJEMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor kunci dalam pengembangan jasa pekerjaan konstruksi nasional adalah peningkatan kemampuan usaha, terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, serta peningkatan peran masyarakat secara aktif dan mandiri dalam melaksanakan kedua upaya tersebut. Sedangkan peningkatan kemampuan usaha ditopang oleh peningkatan profesionalisme dan peningkatan efisiensi usaha. Sehingga terwujudnya tertib penyelenggaraan  pekerjaan konstruksi dapat dicapai antara lain melalui pemenuhan hak dan kewajiban, sekaligus adanya kesetaraan kedudukan para pihak terkait. Azas kemitraan yang saling menguntungkanpun dapat diwujudkan secara erat dalam satu kesatuan yang efisien dan efektif antar  penyedia jasa pekerjaan konstruksi.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue