cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
MENGUAK SEMOLON HOT WATER FALL SEBAGAI DESTINASI POTENSIAL PARIWISATA DI KABUPATEN MALINAU INDRO SULISTYANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Pada tahun 2009, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Berbagai wisata alam berbasis sungai, air terjun dan hutan di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Malinau merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia yang potensial untuk dikelola dan dikembangkan. Tempat-tempat wisata di Kabupaten Malinau menjadi lebih kuat, dengan didukung oleh warisan budaya yang kaya yang mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis budaya lokal (Dayak) yang dituturkan di seluruh bagian wilayah Kabupaten Malinau. Tujuan dan sasaran dari penelitian Semolon Hot Water Fall ini pada dasarnya didedikasikan bagi upaya pelestarian lingkungan alam dari sumber air panas, sungai, dan air terjun bertingkat Semolon, dan dilain pihak tersusunnya kebijakan terwujudnya lingkungan binaan (pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata alam) yang mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan alaminya. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah Secara umum tujuan pendekatan perencanaan pengembangan pariwisata kawasan Semolon terdiri atas tercapainya pertumbuhan (growth), pemetaan (equity) dan keberlanjutan (sustainability) dimana konsep pendekatan perencanaan, mengacu pada pariwisata berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dimana manifestasi strategi implementasinya bisa ke dalam berbagai tingkatan, nasional regional atau pada level kawasan. Hasil yang didapatkan dari penelitian Semolon Hot Water Fall ini adalah rekomendasi dan kelayakan pengembangan wisata Semolon, berdasarkan kajian atas: kepariwisataan wilayah yang menggambarkan data potensi kepariwisataan yang ada di Kabupaten Malinau maupun Kawasan Wisata Semolon, Potensi lingkungan strategis baik secara internal maupun eksternal (lokal, nasional, regional maupun global) yang memiliki kaitan langsung maupun tak langsung terhadap pengembangan kepariwisataan Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Malinau, lebih khusus bagi Kawasan Wisata Semolon, kondisi dan kelayakan kepariwisataan daya tarik wisata Semolon, yang meliputi deskripsi dan analisis terhadap kondisi dan perkembangan komponen atau aspek-aspek pembangunan kepariwisataan dalam konteks kewilayahan. Kesimpulan dari kegiatan penelitian ini adalah dapat dikembangkannya Semolon Hot Water Fall, sebagai destinasipotensial kepariwisataandi Kabupaten Malinau berbasis Wisata Alam.
KAJIAN KEKUATAN PADA STRUKTUR BALOK GRID PERSEGI KUSDIMAN JOKO PRIYANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem struktur direncanakan sedemikian rupa agar struktur tersebut aman dan kuat saat menerima beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut, Beban yang bekerja pada sistem struktur adalah berat sendiri struktur, beban akibat hunian atau pemakaian struktur, pengaruh angin, dan semua jenis beban yang diasumsikan bekerja pada  suatu struktur. Struktur bangunan direncanakan tidak hannya aman dan kuat namun harus dipertimbangkan terhadap efisiensi biaya yang diperlukan. Agar hal tersebut dapat dicapai, maka pada praktek perencanaan struktur harus mempertimbangkan jenis struktur dan model struktur yang akan diterapkan. Sistem struktur grid terdiri dari elemen-elemen struktur satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan berpotongan saling tegak lurus atau berpotongan saling diagonal untuk membentuk satu kesatuan struktur yang saling memberikan perkuatan. Jenis struktur yang bisa diterapkan adalah struktur balok grid persegi, dimana  sistem kerjanya yang mendekati kenyataan praktek dilapangan. Struktur grid dapat dipakai pada bentangan yang cukup lebar, dan bentuknya dapat dibuat sesuai keinginan. Struktur grid mempunyai sifat utama mampu mendistribusi beban pada kedua arah secara seimbang dan mampu mendistribusi beban dan gaya-gaya dalam seperti halnya momen secara merata pada kedua arah bentangan.. Pada balok dengan ukuran yang sangat pendek dibandingkan dengan panjang bentangnya mempunyai kekuatan dan sifat kekakuan yang sangat kurang, sehingga  akan mengakibatkan adanya lendutan atau defleksi dari balok menjadi besar. Lendutan atau defleksi yang besar ini harus dicegah agar balok masih dapat berfungsi dan memberikan kenyamanan untuk berpijak bagi para penghuninya.
PERWUJUDAN SIMBOLISME SITIHINGGIL UTARA KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT (Analisis pada Aspek Arsitektur Secara Makro) RULLY RULLY
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitihinggil Utara (Lor) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu bagian wilayah Paseban Lor (Utara) pada Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dalam media budaya orang Jawa, simbolisme merupakan media untuk menguraikan atau menggambarkan sesuatu. Simbolisme dalam budaya Jawa sangat menonjol peranannya dalam religi, tradisi/adat istiadat dan ilmu pengetahuan. Aspek arsitektur adalah pandangan terhadap wujud arsitektur. Di dalam aspek fisik arsitektur antara lain terdiri dari :  tata bangunan, orientasi bangunan, denah, dinding dan bukaan, atap, sistem struktur, ornamen dan ragam hias, bahan bangunan yang digunakan, sumbu/axis. Dalam ungkapan fisik arsitektur hubungan ruang dibagi menjadi ruang di dalam ruang, ruang-ruang yang saling berkaitan, ruang-ruang yang bersebelahan, ruang-ruang yang dihubungkan oleh sebuah ruang bersama, Berdasarkan analisa konsep tata letak bangunan Sitihinggil Utara ditinjau dari aspek perancangan arsitekturnya aura magis pada Sitihinggil Utara terwujud pada orientasi bangunan-bangunannya yang menuju ke arah pusat (Bangsal Sewayana). Sehingga bangunan yang merupakan pusat orientasi tersebut mempunyai nilai kesakralan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan-bangunan yang lain disekitarnya. Hubungan ruang atau wilayah yang terdapat pada Sitihinggil Utara saling berkaitan, keraton menggambarkan proses perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan hidup dan menuju ke alam baka.
TATAGUNA LAHAN WADUK KEDUNGOMBO ( Studi tentang masalah Sosial Ekonomi dan Budaya ) SURYO HANDOYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Kedung Ombo adalah salah satu bangunan infratruktur hasil rekayasa Sarjana Teknik Sipil yang diharapkan dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia serta kelancaran sosial ekonomi masyarakat sekitar.  Sebagai waduk multi-fungsi telah memberikan konstribusi yang cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, maupun aspek lainnya, sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Namun dengan berjalannya waktu, muncul permasalahan baik yang menyangkut kondisi waduk, bendungan dan bangunan-bangunan pendukungnya serta permasalahan kawasan di sekitarnya. Permasalahan kondisi waduk dan bendungan tersebut antara lain adalah: sedimentasi yang tinggi sehingga mengurangi kapasitas waduk , semakin rusaknya DAS Kedung Ombo dan  banyaknya bangunan liar yang tidak terkendali yang dibangun di kawasan waduk, baik daerah pasang-surut maupun daerah sabuk hijau/green belt (Hasil kunjungan lapangan, Juli 2006). Disamping itu terjadi masalah lingkungan di kawasan ini antara lain: menurunnya kualitas air waduk, kekurangan air bersih bagi masyarakat sekitar waduk, sanitasi, penyaluran air buangan limbah ke waduk dan permasalahan konservasi yang menyangkut konservasi hutan, tanah, dan air.
POTENSI KOTA YANG MENDUKUNG PERKEMBANGAN KOTA KECAMATAN GALUR KULON PROGO DJOKO PRATIKTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan atau lingkungan perkotaan di Indonesia sangatlah pesat pada dasa warsa terakhir ini. Perkembangan tersebut tidak hanya didominir oleh kota-kota besar saja, akan tetapi sudah merambah pada wilayah pedesaan terutama pada tingkat kecamatan. Faktor utama yang menimbulkan perkembangan kota adalah perkembangan jumlah penduduk serta perkembangan teknologi informasi dalam dunia moderen saat ini. Kedua faktor perkembangan tersebut dapat merubah desa menjadi kota, kota kecil menjadi kota besar dan kota besar dapat menjadi kota metropolitan. Pengaruh informasi moderen melalui informasi elektronik yang lebih dikenal dengan internet merupakan pengaruh yang luar biasa terhadap sikap dan prilaku manusia yang hidup dalam suatu kawasan. Perubahan pola hidup moderen yang berpengaruh pada sikap dan prilaku manusia dalam suatu kawasan mengakibatkan perubahan kawasan atau pengembangan kawasan/lingkungan yang bisa berkembang secara fisik atau non fisik. Pengembangan fisik ini apabila dibiarkan berkembang secara alamiah dapat menimbulkan sejumlah permasalahan perkotaan. Desa Brosot yang merupakan ibukota kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogjakarta semula adalah sebuah desa kecil yang dalam perkembangannya berubah menjadi kota kecil pada tingkat kecamatan. Perubahan tingkatan perkotaan ini akan terus berlanjut dari waktu ke waktu dan apabila tidak dilakukan penataan akan berkembang menjadi kota yang tidak terarah yang berkembang secara alamiah dan akan menimbulkan sejumlah permasalahan perkotaan. Studi Perencanaan Rencana Teknis Ruang Kawasan (RTRK) Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Propinsi DIY yang dilakukan oleh penulis mempunyai tujuan dan manfaat: Menciptakan pola pemanfaatan ruang yang lebih terarah dengan kemudahan dalam pelaksanaan program pembangunan serta kemudahan bagi Pemerintah dalam mengambil kebijaksanaan pembangunan dan dijamin secara hukum. Potensi yang mendukung pengembangan suatu kota meliputi, kondisi gografis, geologis, topografi, perekonomian , industri dan perdagangan dan fasilitas kota yang ada seperti fasilitas perhubungan dan transportasi, serta infrastruktur yang dimiliki. Melalui kajian serta pemaparan tentang potensi pendukung dalam Rencana Teknis Ruang Kawasan diharapkan akan mendapat bahan atau data yang menentukan dalam penyusunan RTRK tersebut.
STUDI KEBERADAAN CITY WALK TERHADAP FUNGSI PERUNTUKAN (Study kasus City Walk Jl. Slamet Riyadi Surakarta) ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata ruang dan lingkungan hidup mengandung arti yang sangat luas karena kota yang baik merupakan kesatuan ruang yang direncanakan berdasarkan kebutuhan komponen penyusunan ruangnya, sehingga dapat menciptakan suasana kenyamanan dan kesehatan bagi warganya. penelitian ini dibatasi pada kemungkinan dampak yang ditimbulkan dengan keberadaannya city walk baik dampak positif maupun negatif terhadap fungsi dan peran dalam kaitannya penataan perkotaan Surakarta secara lebih luas. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengkaji Keberadaan city walk  terhadapfungsi dan peran dalam lingkungan perkotaan. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (Applied research).pendekatan kuantitatif dan fenomenologis, namun pendekatan fenomenologis ini merupakan pendekatan yang populer di dalam penelitian studi perilaku. Untuk penelitian ini digunakan pendekatan fenomenologi rasionalistik.Pengalih fungsian city walk menjadi tempat area PKL,parkir roda dua maupun empat, city walk yang seharusnya nyaman bagi difabel dan nondifabel justru akan terganggu dengan hadirnya kendaraan bermotor roda dua yang melewati untuk menghindari kemacetan di jalan utama, sehingga diperlukan penanganan yang cukup baik. Bagi pengguna yang tidak mengikuti tata tertip / aturan yang terkait dengan pemfungsian city walk perlu diberikan pengertian dan  sangsi.
EVALUASI HARGA PENAWARAN KONTRAKTOR (Studi Kasus: Pekerjaan proyek Bendung Tromo, Wonogiri) GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan pekerjaan konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada umumnya berjangka waktu pendek. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatas tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek dibedakan atas hubungan fungsional dan hubungan kerja. Dengan bnyaknya pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi maka potensi beda pendapat sangat besar sehingga dapat dikatakan bahwa proyek konstruksi mengandung persaingan atau perbedaan pendapat. Meskipun proyek  bukanlah sesuatu yang baru, namun mengelola kegiatan dengan menggunakan sistem evaluasi merupakan langkah yang relatif baik. Langkah ini ditandai dengan menerapkan suatu pendekatan, metode dan teknik tertentu pada pemikiran-pemikiran evalusi yang sebelumnya telah dikenal, dengan tujuan meneliti daya guna dan hasil guna sumber daya dalam rangka menghadapi kegiatan yang dinamis dan nonrutin, yaitu kegiatan kegiatan pekerjaan konstruksi/proyek. Untuk mengetahui teknik penawaran pekerjaan konstruksi/proyek maka akan diterapkan sistem evaluasi pada pekerjaan bendung Tromo Semagar di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan kegiatan pekerjaan konstruksi. Pada taraf pertama dipergunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek konstruksi, selanjutnya memiliki fungsi yang amat luas yaitu: mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pelaksanaan pekerjaan, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan pekerjaan. Analisa biaya adalah suatu cara dasar perhitungan harga satuan pekerjaan, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan dan upah kerja dengan harga bahan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan. Evalusi penawaran biaya yang dibutuhkan dalam pekerjaan bendung Tromo Semagar Sebesar Rp. 273,210,000.00
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU PADA PROSES PEMBANGUNAN STRUKTUR BETON GEDUNG RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) DI SURAKARTA HERMAN SUSILA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sasaran dalam pengelolaan proyek adalah terpenuhinya persyaratan mutu yang telah di rencanakan. Untuk memenuhi persyaratan tersebut maka proses pelaksanaan proyek menjadi sangat penting. Agar tercapai sasaran mutu yang telah ditetapkan maka diperlukan serangkaian tindakan sepanjang siklus proyek mulai dari perencanaan, pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian mutu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen mutu pada pelaksanaan pembangunan rumah susun sederhana sewa (RUSUNAWA) di Surakarta. Penelitian dibatasi hanya pada proses pelaksanaan struktur beton. Analisis dilakukan dengan meninjau dan mengkaji Surat Perjanjian Kerja, metode pelaksanaan dan survey dilapangan untuk mengetahui proses pelaksanaan pembangunan struktur beton pada gedung Rusunawa di Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sasaran mutu yang ditetapkan pada struktur beton pembangunan RUSUNAWA di Surakarta adalah mutu beton K -350, fc = 29.05 Mpa. Material yang dipakai dalam memproduksi komponen struktur beton pracetak ini mengikuti standar acuan yang terdapat dalam : ASTM, NI – 8, sistim join balok kolom sesuai dengan SNI – 03 – 1726 – 2002. Pengujian komponen struktur dilakukan di Laboratorium Struktur dan Konstruksi Bangunan Pusat Litbang Permukiman, Cileunyi Bandung. Untuk pengendalian mutu struktur beton pracetak didalam proses fabrikasi dan proses pelaksanaan telah dibuat prosedur proses fabrikasi dan juga prosedur pelaksanaan sehingga akan memperkecil kesalahan-kesalahan yang akan mengakibatkan kerugian.
PENATAAN KAWASAN WISATA ALAM SEBAGAI DESTINASI WISATA MINAT KHUSUS DI KABUPATEN MALINAU INDRO SULISTYANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki eksotisme keindahan alamnya adalah Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Malinau merupakan kabupaten terbesar di Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Berbagai pariwisata alam yang dimiliki oleh kabupaten Malinau, seperti Arus Liar yang ada di Sungai Tugu dan sungai Bahaowulu, Air Terjun Martin Bila, Air Panas Semolon, rumah adat asli dari masyarakat Malinau atau biasa di sebut Lamin Adat. Ada juga kuburan batu yang sudah ada beratus-ratus tahun lalu. Digelarnya berbagai event yang mampu mempromosikan potensi wisata Kabupaten Malinau diharapkan mampu memberi implikasi pada peningkatan pengunjung yang datang ke Kabupaten Malinau. Pada sisi lain sangat diperlukan adanya peningkatan dukungan dan perhatian dari Pemerintah Pusat terhadap kekayaan objek wisata alam dan budaya yang ada di Kabupaten Malinau potensi yang ada mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sehingga apabila dapat dieksplorasi dengan bijak, diharapkan akan banyak membawa keuntungan dan manfaat bagi masyarakat luas.
BEHAVIOR SETTING TOKO BUNGA DI JALUR PEDESTRIAN SOLO CITY WALK ( Studi Amatan: Perempatan Nonongan - Gapura Gladak Di Surakarta) TRI HARTANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya Pemerintah Kota Solo untuk meningkatkan aktivitas komersial di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi yaitu dengan membangun ruang publik berupajalurpedestrian, yang lebih dikenal dengan Solo City Walk.  Jalur pedestrian dengan lebar ± 6 m dan panjang 6-7km dibangun mulai tahun 2008. Sebagai publik space yang ada di kawasan ini jalur pedestrian yang luas menjadi lahan yang mengundang public interest untukmengembangkan aktivitas lain yang menjadi activity support (aktivitas pendukung) fungsikawasan. Jalur pedestrian Solo City Walk sepanjang perempatan Nonongan – gapura Gladak, di jalan Slamet Riyadi Surakarta, terjadi fenomena oleh aktivitas toko-toko yang ada di sepanjang segmen ini. Yaitu terjadinya pergeseran fungsi jalur pedestrian yang keperuntukan awalnya sebagai jalur pejalan kaki, pada periode waktu tertentu mengalami pergeseran fungsi sebagai ruang membuat karangan bunga oleh pemilik toko bunga yang ada di sepanjang jalur pedestrian tersebut. Fenomena ini juga ada indikasi menyebabkan terganggunya kenyamanan pengguna jalur pedestrian. Kondisi ini berlangsung sudah cukup lama, sehingga seolah-olah sudah terbentuk ruang (behavior setting) dengan fungsi terus menerus.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue