cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
APPROACH: Jurnal Teknologi Penerbangan
ISSN : 25488090     EISSN : 25488104     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Approach-Jurnal Teknologi Penerbangan diharapkan mampu memberikan pendidikan dan pengetahuan bagi masyarakat terutama khususnya taruna dan civitas akademika Politeknik Penerbangan Surabaya serta masyarakat umum, sehingga lebih melek teknologi dan kritis dalam menyikapi perkembangan dunia penerbangan saat ini.
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
RANCANG BANGUN SOLAR TRACKING SYSTEM SEBAGAI MEDIA PENGOPTIMALAN PENYERAPAN ENERGI MATAHARI BERBASIS INTERNET OF THINGS DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Wira Ardanna; Slamet Hariyadi; Wasito Utomo
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solar cell merupakan sebuah pembangkit energi alternatif yang bersumber dari cahaya matahari sebagai sumber utamanya. Diberbagai bandara di Indonesia pemasangan solar cell masih bersifat statis atau hanya menghadap pada sumbu yang sama. Sehingga penyerapan energi di solar cell tersebut masih belum maksimal. Dari permasalahan tersebut maka di dalam penelitian ini akan dibuat sebuah sistem otomatis solar tracking system berbasis internet of thing yang nantinya solar cell tersebut dapat mengikuti arah cahaya matahari dan dapat dimonitoring dari jarak jauh baik itu arus dan tegangan yang dihasilkan pada solar cell tersebut. Didalam penelitian ini Arduino merupakan sebagai kontrol dari pergerakan solar cell. Sensor yang digunakan untuk menangkap cahaya mengunakan sensor LDR yang nantinya akan menangkap arah cahaya yang diterima. Metode untuk tampilan hasil monitoring menggunakan visual basic yang akan ditampilkan di komputer atau personal computer Dari penelitian yang dilakukan, solar cell yang menggunakan pengerak menunjukkan hasil yang lebih maksimal daripada solar cell tanpa pengerak. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan peningkatan arus sebesar 0,53 V dan peningkatan tegangan sebesar 5,45 Ma dari sebelum menggunakan penggerak pada solar cell.
ANALISIS KEBUTUHAN LUAS DAN DESAIN PERKERASAN AREA PARKIR KENDARAAN DI BANDAR UDARA BETOAMBARI BAUBAU Asfuad Dwi Putra
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Betoambari Baubau merupakan Bandar Udara yang dikelola oleh UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) dibawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Bandar Udara Betoambari memegang peranan yang sangat penting dalam pergerakan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat karena merupakan satu-satunya Bandar Udara yang ada di pulau Buton, Sulawesi Tenggara.Selama 5 tahun terakhir jumlah penumpang dari tahun 2014 sampai tahun 2018 juga meningkat dari 94.955 ribu penumpang pada tahun 2014 menjadi 268.331 ribu penumpang pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan analisa regresi liner bertujuan untuk mengetahui perkembangan jumlah penumpang pada tahun 2030 di Bandar Udara Betoambari Baubau dan mengetahui kebutuhan luas pelataran parkir kendaraan pada tahun rencana berdasarkan data jumlah pergerakan penumpang. Dari data diperoleh kapasitas pelataran area parkir kendaraan eksisting dan dilakukan perhitungan kebutuhan luas dan desain perkerasan area parkir kendaraan hingga 10 tahun ke depan (forecasting).Hasil dari penelitian ini adalah kebutuhan luas dan desain perkerasan area parkir kendaraan pada tahun rencana (2030) didapatkan luas 20.650 m2 untuk pelataran area parkir kendaraan dengan kapasitas 803 kendaraan roda 4 dan 66 kendaraan roda 2, dan juga desain perkerasan serta desain layout area parkir kendaraan.
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN INSPEKSI DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUWATA TARAKAN – KALIMANTAN UTARA Fadi Risman
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Juwata terletak di kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Bandar Udara ini dikelola oleh Kementrian Perhubungan. Bandar Udara Juwata di Kategorikan Sebagai Bandar Udara Internasional dan diklasifikasikan sebagia Bandar Udara Kelas I Utama, memiliki panjang landas pacu berdimensi 2250 meter x 45 meter. Frekuensi penerbangan Bandar Udara Juwata ± 60 pergerakan pesawat udara, hal ini dianggap perlu dilakukan peningkata keamanan dan keselamatan penerbangan pada Bandar Udara Juwata. Saat ini, Bandar Udara Juwata belum memiliki Jalan Inspeksi (inspection road) yang sangat berperan penting dalam pengecekan keadaan fasilitas bandar udara. Oleh karena itu, perlunya pembangunan jalan inspeksi pada Bandar Udara Juwata. Tugas akhir ini disusun guna menyampaikan bagaimana merencanakan Jalan Inspeksi (inspection road), struktur perkerasan, desain geometri jalan, dan rencana anggaran biaya pelaksanaan dengan mengacu pada regulasi nasional yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dalam menentukan struktur perkerasan dibuat menggunakan metode analisa komponen, dalam perancangan analisa pekerjaan dan analisa harga satuan menggunakan harga satuan pokok kegiatan bidang ke PU an Provinsi Kalimantan Utara tahun anggaran 2019. Dari hasil analisa dan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh panjang jalan inspeksi 1,9 km, tebal total perkerasan jalan inspeksi sebesar 35 cm, dengan tebal lapisan sub base course 10 cm, base course 20 cm, dan surface course 5 cm.
ANALISA AREA KAWASAN KESELAMATAN OPERASI PENERBANGAN (KKOP) AKIBAT PERUBAHAN PANJANG RUNWAY PADA BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD KAHARUDDIN SUMBAWA BESAR Monicha Saraswati; Linda Winiasri; Safitri Nur Wulandari
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin dengan klasifikasi Bandar Udara Non Instrument 3C dimana peraturan yang harus dijalankan adalah bangunan pada radius 4 kilometer dari landasan pacu tinggi maksimal 45 meter dan di radius 15 kilometer tinggi maksimal 150 meter. Penerapan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) tidak berarti melarang pembagunan pendirian bangunan, namun hanya membatasi ketinggian sebuah bangunan. Berdasarkan peraturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Undang-Undang Nomor.1 Tahun 2009 tentang penerbangan, Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di wilayah tersebut kurang memenuhi syarat dikarenakan terdapat 67 titik penghalang dengan klasifikasi yang berbeda serta penambahan 4 titik penghalang dengan berbeda klasifikasi akibat perubahan panjang landas pacu 150 m dan menjadi 71 titik obstacle. Oleh sebab itu kawasan ini perlu dilakukan analisa yakni dengan pemotongan penghalang. Pengerjaan penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dengan deskirptif, dan diskusi. Penulis menyusun tugas akhir untuk memberi informasi dan solusi mengenai evaluasi Kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) mengacu pada mengacu pada metode yang digunakan dalam standar Annex 14, Volume 1, Aerodrome Design and Operations Second Condition, July 1995 dan KP 326 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis dan Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil – Bagian 139 (Manual Of Standard CASR-PART 139) Volume 1 Bandar Udara (AERODROME). Penulis telah membuat gambar kkop pada autocad serta perhitungan penghalang tersebut.
PERENCANAAN PERPANJANGAN LANDASAN PACU UNTUK OPTIMALISASI PESAWAT TIPE B 737 – 800 DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SUPADIO PONTIANAK Mohamad Irsyad Abrori; Linda Winiasri; Safitri Nur Wulandari
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak memiliki landasan pacu dengan panjang 2.250 meter dan lebar 45 meter dengan perkerasan lentur, dengan panjang landasan pacu eksisting, pesawat B 737-800 tidak dapat beroperasi dengan beban maksimal, sehingga harus mengurangi beban pesawat agar dapat beroperasi di landasan pacu tersebut. Penelitian ini disusun agar dapat mengetahui dan merencanakan kebutuhan panjang landasan optimal, merencanakan ketebalan dan kekuatan serta rencana anggaran biaya yang digunakan dalam pekerjaan perpanjangan landasan pacu di bandara tersebut. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini mengacu pada regulasi nasional maupun internasional dan telah ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) maupun FAA (Federation Aviation Administation), sedangkan untuk menentukan rencana anggaran biaya digunakan pedoman analisa harga satuan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Hasil dari perencanaan ini diperoleh bahwa kebutuhan penjang landas pacu adalah sepanjang 2.600 m, ketebalan struktur landas pacu yang direncanakan adalah 142 cm dengan nilai kekuatan PCN sebesar 75, dan biaya pelaksanaan yang diperoleh dari perhitungan RAB untuk perpanjangan landas pacu sebesar Rp 37,842,657,000.00.
RANCANGAN MONITORING SISTEM DETEKSI DAN PERINGATAN NYALA API TERPADU BERBASIS IoT PADA EQUIPMENT ROOM DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Aninda Nurita Afrianti; Achmad Setiyo Prabowo; Supriyanto Supriyanto
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tugas akhir ini, prototipe pendeteksi kebakaran akan didesain dengan hasil output yang dihasilkan berupa notifikasi pesan yang masuk melalui aplikasi Telegram. Hasil tersebut diperoleh dari proses pengambilan gambar melalui webcam dan di deeteksi oleh ketiga sensor yaitu sensor api, sensor suhu, sensor asap kemudian diolah menggunakan Arduino uno. Dengan begitu notifikasi akan masuk melalui Telegram berupa teks dan gambar. Data yang di tangkap oleh Webcam dan sensor dikirim melalui aplikasi IoT dan user harus terhubung dengan internet dengan begitu user dapat menerima data tersebut melalui aplikasi Telegram.
ANALISIS UMUR FATIK RANGKA PENYANGGA AILERON FLIGHT CONTROL SIMULATOR BERKAPASITAS 101KG DI PT MMF Ready Kresna Nanda Suprapto
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the fatigue life of the aileron flight control simulator support frame using the finite element method. Design and calculation of frame fatigue life using Solidworks 2020 software. In this study, 3 design variables were used, namely: Initial, New, and Alternative. While the material used in this study using ASTM A500. The simulation results of the initial, new and alternative design aileron support frames using ASTM A36 material have a minimum fatigue life of 1.41 x 105, 6.50 x 106, and 1.00 x 107  cycles, respectively. While the Initial, New and Alternative designs with ASTM A500 material have a minimum fatigue life of 1.04 x 104, 3.71 x 104, and 1.00 x 107 cycles
PENGARUH PERSENTASE KATALIS TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT BERMATRIK RESIN POLYESTER Ade Sieva Perwara
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Composite is a combination of two or more materials so as to provide better properties than the constituent materials. The composite was made using 90% Yukalac C-108 B Justus Polyester Resin, with a mixture of 1%, 2% and 3% MEPOXE catalyst, and the fiber used was fiberglass with 10% woven fiber orientation, and dried at room temperature for 1x24 hours. When the specimen is completely dry, the specimen will be shaped according to the specified standard, for the tensile test specimen it is made according to the ASTM D638 standard while the impact test specimen is according to the ASTM A370 standard. The tensile test showed that the highest average tensile strength was obtained from the percentage of 3% catalyst, and the highest average strain was from the percentage of 2% catalyst. In the impact test, the highest average fracture resistance and ductility values were obtained from specimens with a catalyst percentage of 3%, and the lowest was 1%.
PERENCANAAN RUNWAY END SAFETY AREA DI THRESHOLD 30 BANDAR UDARA TRUNOJOYO SUMENEP Adelia Pramitasari
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trunojoyo Airport which is located on Jl. Raya Trunojoyo Airport No. 01, Sumenep, East Java which has important functions for transportation, tourism, economy and trade. Sumenep Airport needs to meet aviation safety standards in accordance with the rules of Annex 14, ICAO (Indonesian Civil Aviation Organization) and KP 326 of 2019. In order to create optimal flight security and safety, one of the things that needs to be fulfilled is the existence of a Runway End Safety Area (RESA) that is in accordance with aspects of operational feasibility. This plan takes into account operational feasibility assessments such as dimensions, slope and surface condition of the RESA. To form a RESA slope in accordance with existing regulations, it is necessary to use cut and fill work with the manual method and use software called PCLP which is supported by Microsoft Excel and AutoCAD applications. In planning the RESA threshold 30 at Trunojoyo Airport, it will be planned with a size of 90 x 60 meters. As well as the slope that is in accordance with regulations and meets operational feasibility, namely the transverse slope with a percentage of 2.5% and the percentage of longitudinal slope of 0.8%. In the cut and fill work, it is possible to obtain an excavation volume of 11,077,0502 m3 with a planned budget of Rp 1,253,562,000
DESAIN ANTENA MIKROSTRIP RECTANGULAR UNTUK APLIKASI RADAR ALTIMETER Dhimas Annas Saputro
Approach : Jurnal Teknologi Penerbangan Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenna is one of the vital components in a transmitter or receiver. Antennas work by transmitting and receiving electromagnetic waves to and from the air. Microstrip antenna is one type of antenna that is currently often applied in several equipment as an alternative antenna and antenna innovation due to the easy and cheap fabrication process. A radar altimeter is a device used to measure the altitude or vertical distance from an airplane to the ground or to the sea level. Antenna is an important component in a radar altimeter which functions to transmit radio waves and receive radio waves either at the same frequency or in a frequency range. In this study, a rectangular microstrip antenna for radar altimeter was designed that operates at a working frequency of 4200 - 4300 GHz using the CST Studio Suite 2019 software as a form of alternative antenna learning media at a frequency of 4200 - 4300 GHz and is expected to have a VSWR ≤2 parameter value. and the return loss value ≤ 10 dB