cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni
ISSN : 14113732     EISSN : 25489097     DOI : 10.24036
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni is an international journal dedicated for the publication of scientific articles in language education, literature, and arts education. It was firstly published on March 2000 with ISSN 1411-3732 in 2007 by Faculty of Language Literature and Arts Universitas Negeri Padang. This journal had ever been changed into Jurnal Bahasa dan Seni during 2004-2013. In 2014 this journal is renamed as Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni applies open journal system (OJS) and peer-reviewed online journal in 2017 with Online ISSN 2548-9097.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
A TRAINING MODEL FOR INDONESIAN HIGH SCHOOL DEBATERS Delvi Wahyuni
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.698 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i2.8091

Abstract

This paper discusses a training model suitable for senior high school debaters in Indonesian context. This model is designed to address the difficulties which I have encountered in my years of training senior high school debaters and teachers in West Sumatera Province, Indonesia. One major problem which I have almost always confronted is students’ reluctance to speak despite their interest in debating. These students were afflicted with severe level of speaking anxiety which is hampering their willingness to debate. There are two reasons which prompt this high level of speaking anxiety: lack of background knowledge and language competence. Therefore, scaffolding is needed to deal with those problems. This model comprises of several steps, which are: Background Knowledge Building; Constructing Arguments For and Against a Motion; and Delivering the Arguments.MODEL PELATIHAN DEBAT BAGI PEDEBAT DI TINGKAT SMA DI DI INDONESIAAbstrakMakalah ini adalah pemaparan mengenai sebuah model pelatihan debat bahasa Inggris bagi pedebat tingkat SMA di Indonesia. Model ini dirancang berdasarkan pengalaman saya dalam pelaksaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di bidang bahasa Inggris selama tiga tahun belakangan ini. Permasalahan utama yang saya dihadapi oleh selama melakukan PKM di bidang debat adalah tingginya tingkat speaking anxiety yang dialami oleh Mitra (pedebat tingkat SMA). Akibatnya, kelancaran program PKM sering terganggu karena peserta pelatihan tidak mau berbicara dalam bahasa Inggris walaupun mereka menunjukkan minat yang besar kepada debat itu sendiri. Menurut pengamatan saya, ada dua hal yang menjadi pemicu hal tersebut, yaitu: kurangnya pengetahuan umum dan lemahnya kemahiran berbahasa yang menjadi media penyampaian argumen, yaitu bahasa Inggris. Untuk mengatasi masalah diatas, scaffolding diperlukan. Model pelatihan ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: Background Knowledge Building; Constructing Arguments For and Against a Motion; dan Delivering the Arguments.
An Analysis of the Written Grammatical Errors Produced by Freshment Students in English Essay Writing Hamzah .
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.714 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v13i1.3928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat taksonomi kesalahan gramatikal yang dibuat oleh mahasiswa di dalam menulis esei bahasa Inggris. Dua puluh esei yang dikerjakan mahasiswa baru  sebagai tugas mata kuliah Writing dijadikan sebagai sumber data penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima belas kelompok kesalahan gramatikal yang dibuat mahasiswa. Lima kelompok utama adalah kesalahan dalam pemilihan kata, kelompok verba, artikel,preposisi, pluralitas, dan ejaan, sedangkan kesalahan tata bahasa lain adalah kesesuaian subjek dan verba, susunan kata dalam kalimat, kesesuaian pronomina, penghilangan pronomina, penggunaan pronomina relativa, kopula, penanda kepunyaan, dan mekanik. Berdasarkan temuan tersebut, guru disarankan agar melakukan pengajaran yang lebih eksplisit tentang aspek gramatikal yang bermasalah tersebut. Di samping itu, guru juga perlu melakukan replikasi untuk melihat taksonomi kesalahan gramatikal yang dibuat oleh mahasiswa yang diajarnya. Kata kunci: kesalahan gramatikal, koreksi kesalahan, analisis kesalahan, antar bahas
Makna Simbolis Sumbang Duo Baleh dalam Seni Pertunjukan Wanita Minangkabau Fuji Astuti
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.735 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v12i2.3917

Abstract

The limitation of women’s opportunities in the activities of the performing arts in the past were opportunities associated with the regulation norms in the foundations of Minangkabau customs. Within the social order, Minangkabau custom placed a woman as a person having the autonomy known as Bundo Kanduang, a perfect woman that should be the model for her descendants, the light in the village, the one who can keep the beauty of the country. Because of this, the women’s participation was limited around Rumah Gadang. In Line with the development of the era, the improvement on formal and non-formal education makes the Minangkabau women aware their limitation to participate in the world of performance arts. Nowadays there is a great opportunity for the women to determine their own choices in the performance arts. This opportunity has resulted in the more dominant presence of woman in the Minangkabau performing arts. Particularly in the world of dancing, the initiators of dance creation art have produced the dances with both the masculine and feminine moves which can be performed by Minangkabau women in the world of performing arts. The most interesting thing is there is a widely open opportunity for the women make their own choices. However, all the movements and behaviors of the Minangkabau women should be based on the social norms that are set in the philosophy of sumbang duo baleh and Alua jo patuik Raso jo pareso. Raso dibao naiak, pareso dibawo turun. Keywords: symbolic meaning, sumbang duo baleh, performing arts
Pengembangan Materi Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah M. Zaim
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1928.281 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v2i2.6445

Abstract

Abstract: This article aims at describing the possibility of developing teaching materials for Junior and Senior High Schools based on the curriculum. Some considerations in developing teaching materials are analyzed and related to tirorirs of languog, learning. It v)as proposed that some learning sources can be activated in developing teaching materials needed.Key words: teaching materiqls, learning sources, curriculum
THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN TEACHING ENGLISH AT THE TENTH GRADE OF SENIOR HIGH SCHOOL 7 PADANG Diki Atmarizon; M. Zaim
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.205 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v17i1.8113

Abstract

This article aims to investigate the extent to which the implementation of Scientific Approach by English teacher who taught in tenth grade at SMAN 7 Padang. Researcher tries to see the implementation of Scientific Approach in teaching and learning process, assessment and problems faced by the English teachers in teaching and learning process using scientific approach in 2013 Curriculum. Kind of the research is descriptive method. Data of the research were taken from observation and interview. Direct observation were done to see the activities and assessments conducted by English teachers in the classroom. Then, the researchers interviewed the English teacher to know the extent to which the implementation of Scientific approach in teaching and learning processes related to observing, questioning, experimenting, associating, and communicating. Then, the problems in the teaching and learning process were identified. The results showed that 69% of the steps in the scientific approach implemented by the English teacher. However the English teachers only used 62% of assessments based on the 2013 curriculum. Atferwards, there were problems faced by English teachers in the learning process in each steps in the scientific approach in the aspect of 2013 Curriculum.Key Words: Implementation, Scientific Approach, Teaching English, 2013 CurriculumIMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA KELAS 10AbstrakArtikel bertujuan untuk menginvestigasi sejauh mana penerapan Pendekatan Saintifik oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas X SMAN 7 Padang. Peneliti mencoba untuk menemukan penerapan Pendekatan Saintifik dalam proses belajar dan mengajar, penilaian dan permasalahan dalam proses belajar dan mengajar dengan menggunakan Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Observasi langsung untuk melihat kegiatan dan penilaian yang dilakukan oleh guru Bahasa Inggris di dalam kelas. Kemudian, peneliti mengadakan wawancara dengan guru Bahasa Inggris untuk mengetahui sejauh mana penerapan Pendekatan Saintifik dalam proses belajar dan mengajar yang berkaitan dengan observing, questioning, experimenting, associating, and communicating. Kemudian, Permasalahan dalam proses belajar dan mengajar tersebut kemudian diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 69% tahap-tahap pendekatan saintifik diterapkan oleh guru Bahasa Inggris. Akan tetapi dalam penilaian guru Bahasa Inggris hanya menggunakan 62% jenis penilaian berdasarkan Kurikulum 2013. Lalu, dalam proses belajar mengajar terdapat permasalahan yang dihadapi guru Bahasa Inggris di setiap langkah – langkah pada pendekatan saintifik dalam aspek Kurikulum 2013.Kata Kunci: Implementation, Scientific Approach, Teaching English, 2013 Curriculum
ENHANCING THE STUDENTS' ABILITY IN USING MODALITY THROUGH SONG IN TEACHING GRAMMAR Siska Siska
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1644.641 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v19i2.9423

Abstract

The aim of this research is to describe the students’ ability in studying Grammar especially Modality by using song. Modality as the topic provided in Grammar I that the researcher taught in academic year 2016 and 2017 needed serious concern because the students got difficulties to make the sentences by using modality so that the level of students’ scores in every exercise was in the range of low ability. In this case, the researcher used some songs which contain the lyrics with modality pattern and function as the teaching tool to overcome the students’ problems. The design of this research was descriptive design by using quantitative data because the researcher gave the students some tests to know whether song could increase their abilities in using modality. Then, the researcher described the data gotten from modality tests without manipulations. The result of teaching process and tests indicated that the students got better understanding in using modality and their abilities were significantly improved. It is hoped that the result of this research can motivate and make the other researchers who get the same difficulties in teaching Grammar aware to use song as teaching tool to improve students’ ability in Grammar subject.MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN MODALITY MELALUI LAGU DALAM PENGAJARAN GRAMMARAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan mahasiswa  dalam mempelajari Grammar khususnya pada topik Modality dengan menggunakan lagu. Modality merupakan topik dalam mata kuliah Grammar yang diajarkan pada tahun ajaran 2016 dan 2017 yang sangat membutuhkan perhatian khusus karena mahasiswa mengalami kesulitan untuk membuat kalimat dengan menggunakan Modality sehingga tingkat kemampuan mahasiswa rendah pada setiap latihan yang berhubungan dengan Modality. Karena hal ini, peneliti menggunakan beberapa lagu yang terdari dari lirik- lirik dengan pola- pola dan fungsi Modality sebagai alat pengajaran untuk mengatasii masalah yang dihadapi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuantitatif data karena peneliti memberikan beberapa kali tes untuk mengetahui apakah lagu dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan Modality. Kemudian peneliti mendeskripsikan data yang diperoleh darii beberapa tes tanpa adanya manipulasi. Hasil dari proses pengajaran dengan menggunakan lagu dan tes menunjukan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih bagus dalam penggunaan Modality dan kemampuan merekapun sangat meningkat. Sangat diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memotivasi dan membuat penelitipeneliti lainnya yang mempunyai kesulitan yang sama dalam mengajar Grammar peduli untuk menggunakan lagu sebagai alat pengajaran agar dapat meningkatkan kemampuan Grammar mahasiswa.
Micro and Macro Language Inputs In Children Language Acquisition:A Case of Alifia’s First Language Acquisition Lely Refnita
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.69 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v12i1.633

Abstract

Artikel ini didasarkan pada sebuah penelitian dan dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana masukan bahasa mikro dan makro berkontribusi dan berpengaruh terhadap pemerolehan bahasa pertama anak. Subyek penelitian adalah seorang bocah bernama Alifia dan data yang disajikan di dalam artikel ini direkam dan dicatat sejak dia berusia 2 – 3,5 tahun. Data dikumpulkan melalui interaksi verbal langsung, perekaman, dan pencatatan. Menjelang Alfia berusia dua setengah tahun, masukan bahasa yang diberikan oleh anggota keluraga inti sangat menentukan bahasa pertama yang diperoleh si anak. Karena keluarga inti menggunakan bahasa Indonesia dengan si anak, maka anak tersebut juga merespon dengan bahasa Indonesia. Dengan kata lain, pada usia ini masukan bahasa mikro berkontribusi banyak terhadap pemerolehan bahasa pertama si anak. Ketika si anak sudah berusia tiga tahun dan bergaul dengan teman sebaya dan orang lain yang menggunakan bahasa Minangkabau, maka bahasa Indonesia si anak mulai bercampur dengan bahasa Minangkabau. Dia mulai menggunakan campur kode walaupun bahasa utamanya tetap bahasa Indonesia. Pada usia ini masukan bahasa makro memberikan kontribusi yang berarti terhadap perkembangan bahasa si anak. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa pertama anak dipengaruhi oleh masukan bahasa yang dia terima. Kata kunci: masukan bahasa mikro, masukan bahasa makro, pemerolehan bahasa pertama
Kepuitisan Sajak Mengantar Jenazah Karya Yaqin Saja Mislinatul Sakdiyah
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.154 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v14i1.3947

Abstract

Kepuitisan sebuah sajak dapat dicapai penyair dengan mengoptimalkan dan mengefek-tifkan unsur-unsur yang membangun sajak ketika menciptakannya. Dalam kesederhanaannya, sajak Mengantar Jenazah kar-ya Yaqin Saja termasuk sajak yang puitis dan menge-sankan. Artikel ini membahas bagaimana unsur-unsur sa-jak diguna-kan penyairnya untuk mencapai kepuitisan sajak tersebut. Berbagai unsur yang ada dalam sebuah sa-jak perlu dipahami sebagai satu kesatuan yang tak terpi-sahkan sehingga dapat mencapai totalitas makna. Kata kunci: kepuitisan, sajak atau puisi, unsur-unsur sajak, totalitas makna
DEVELOPING A MIND MAPPING ASSISTED INDONESIAN LANGUAGE LEARNING MODULE AS MATERIAL FOR WRITING PAPER AT GRADE XI SENIOR HIGH SCHOOLS Mina Syanti Lubis; Syahrul Ramadhan; Novia Juita
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.142 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v16i1.7598

Abstract

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBANTUAN PETA PIKIRAN PADA MATERI MENULIS MAKALAH SISWA KELAS XI SMA/MAAbstractThe aim of this research is to produce a module of Indonesian language learning material with mind mapping in writing paper ability which are valid, practice, and effective to be used by the XI grade students of SMA/MA. This research tends to research and development research by using 4-D model of development. Development activities are started by identification, design, and development. Data of this research belongs to quantitative that is got by assessment of valuator, Indonesian teacher, students, and the result of students in learning Indonesian. Based on the analysis and discussion of data, the writer gives many conclusions. First, validation of module of Indonesian language learning material with mind mapping in writing paper ability at the XI grade students of SMA Negeri 1 Batangtoru tends to very valid with 94,89. Second, practicability of the modul can be said as very practice with 81.71. Third, effectiveness of the module tends to very effective with 86,74 from students and completeness show the result of learning is good category or 76.85 (34 students from 39 students). Therefore, it can be concluded that the module which is developed can be used as learning material in the school, especially for the XI grade students of SMA Negeri 1 Batangtoru in writing paper ability.Key Words: learning module, mind map, writing paperAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul materi pembelajaran bahasa Indonesia berbantuan peta pikiran mengajar menulis makalah yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan oleh siswa kelas XI SMA/MA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan penelitian dengan menggunakan model pengembangan 4 dimensi. Kegiatan pengembangan dimulai dengan identifikasi, desain, dan pengembangan. Data penelitian ini termasuk kuantitatif yang didapat dengan penilaian penilai, guru bahasa Indonesia, siswa, dan hasil belajar siswa bahasa Indonesia. Berdasarkan analisis dan pembahasan data, penulis memberikan beberapa simpulan. Pertama, validasi modul materi pembelajaran bahasa Indonesia dengan pemetaan pikiran dalam kemampuan menulis kertas pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batangtoru cenderung sangat valid dengan 94,89. Kedua, kepraktisan modul bisa dikatakan sangat praktis dengan 81,71. Ketiga, keefektifan modul cenderung sangat efektif dengan 86,74 siswa dan kelengkapan menunjukkan hasil belajar adalah kategori baik atau 76,85 (34 siswa dari 39 siswa). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran di sekolah, khususnya bagi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batangtoru dalam menulis kemampuan menulis.Kata kunci: modul pembelajaran, mind map, writing paper
Kurikulum Pendidikan Seni Budaya yang Ideal bagi Peserta Didik di Masa Depan Ardipal Ardipal
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.173 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v11i1.69

Abstract

The purpose of education is to develop all the basic potentials possessed by the learners. To develop the potentials of learners, the professionalism of educators should be improved. Therefore, improvement of professional skills of educators should be directed to the standard of competency. Learning the art of the ideal culture should be in accordance with the demands of the curriculum. The curriculum should be equipped with a supplemental materials and textbooks that are relevant as a reference for art educators in carrying out the duties and responsibilities of his profession, so that learners can cope with the changes, expectation and challenges in the future.. Key words: Curriculum, ideal art and culture

Page 11 of 24 | Total Record : 237