cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Global Conference Index
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Global Conferences Index (GCI) is an Open Access publication series dedicated to archiving conference proceedings dealing with all fundamental and applied research aspects related to education, social science, religion, psychology, law, economic, medicine and health and relevant science.GCI offers a wide range of services from the organization of the submission of conference proceedings to the worldwide dissemination of the conference papers. It provides an efficient archiving solution, ensuring maximum exposure and wide indexing of scientific conference proceedings.
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
Peran Antropologi dalam Konseling Lintas Budaya di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Firman Firman
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai permasalahan dialami masyarakat sebagai akibat dari perubahan sosial budaya, yang memerlukan konseling menggunakan pendekatan integratif dengan teori kultural dasar sebagai landasan memilih ide dan teknik konseling yang digunakan konselor dalam layanan konseling. Melalui tulisan ini menarik dikaji lebih lanjut bagaimana peran antropologi dalam konseling lintas budaya di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan hal sebagai berikut : (1) pengenalan keberbedaan klien dari latar budaya berbeda dianalisis dengan konsep-konsep dan teori kebudayaan sebagai salah satu kajian dalam antropologi, (2) pemahaman keberagaman budaya Masyarakat Ekonomi Asean menjadi peluang dalam pengembangan profesi konselor dengan kemampuan berorientasi multibudaya, baik secara teori maupun praktik, dan (3) konseling multikutural merupakan pendekatan integratif dengan teori kultural dasar sebagai landasan untuk memilih ide dan teknik konseling yang digunakan konselor.
Kepuasan Kerja; Harapan dan Tantangan Bagi Konselor Asmidir Ilyas
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the result of research, known that employees has job satisfaction level that is low enough in consequence of low job satisfaction level. Work satisfaction is one of important factor to gaining optimum work result. Target demand of working without support from characteristic condition will result overload work stress to the worker that in the end will making work stress disruption that impacted to work satisfaction. According to House (1981) in Deeter and Ramsey (1997), someone who has better social support so he will also better to reducing stress that occurs in their work. So that if a worker who has a higher social support so he could better in managing work stress that experienced and looking work stress with different way that able to giving a positive impact to the worker. This condition become the expection and apportunity by counselor profesion and sollution employed problem.
Konseling Multibudaya di Sekolah Erlamsyah Erlamsyah
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interactions between children or students of different cultural backgrounds gives their the opportunity to learn and share their cultural wealth of the nation, and the interaction of different cultures children can give rise to difficulties and conflicts when lacking awareness of multicultural; justify its own culture and ignore or deny other people's culture. Multicultural atmosphere in school in order to become wealth and is not a problem for students, schools need to develop multicultural awareness so that they can receive the child's own culture and respect for the culture of others, and can foster harmonious relations between different cultural. The schools will also need to provide service to children from different cultures in order to avoid various problems, and help them develop optimally in all the dimensions of their development. One of the services to help children of diverse cultures at the school is through a multicultural counseling services. Multicultural counseling services through the child helped develop awareness, respect the child against his own culture and culture of others, and learning the fundamental principles of cultural diversity. Supervising teacher or counselor needs to implement multicultural counseling to help children in order to avoid problems and to give them a chance of realizing the self development of optimally as individuals.This article discusses the multicultural counseling in schools. The focus of the discussion in this paper concerns the notion of culture, understanding multicultural counseling, multicultural counseling goals, awareness of multicultural counselor, a multicultural counselor competencies, multicultural counselors roles and efforts to increase awareness of multicutural counselor.
Upaya Mengurangi Keterlambatan Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Kelas XII C 1 SMK Negeri 2 Padang Aida Mulyani
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bernama Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dalam Bimbingan dan Konseling (BK) lebih dikenal dengan nama Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian ini dilakukan karena banyak ditemui siswa yang sering terlambat datang ke sekolah. Oleh sebab itu guru BK mencoba mengurangi keterlambatan ini dengan melakukan layanan Bimbingan Kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku terlambat siswa datang ke sekolah kelas XII C 1 SMK Negeri 2 Padang melalui layanan bimbingan kelompok. Manfaat dari penelitian ini agar siswa yang terlambat dapat berkurang atau bahkan sampai tidak ada lagi siswa yang terlambat datang ke sekolah setiap harinya. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari subjek yang diteliti, yakni siswa kelas XII C 1. Peneliti sebagai instrumen utama sekaligus sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanan tindakan layanan dilakukan sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yakni: (a) perencanaan; (b) pelaksanaan; (3) observasi; (4) refleksi. Pada siklus pertama peneliti melaksanakan bimbingan kelompok sesuai dengan tahapan pada umumnya. Pada siklus II peneliti menggunakan video sebagai medianya dan pembahasan topik ditujukan kepada akibat yang ditimbulkan serta upaya untuk tidak terlambat ke sekolah. Terjadi pengurangan siswa yang terlambat datang ke sekolah dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Dari hasil penelitian disarankan kepada guru BK hendaknya mendata dan memantau siswa yang terlambat datang ke sekolah, karena masih ada guru BK yang bersikap acuh dengan ketidakdisiplinan siswa tersebut.
Bimbingan dan Konseling Berorientasi “Khalifah Fil Ardh” Neviyarni Neviyarni
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan dan konseling berorientasi Khalifah Fil Ardh (BK KFA) dibangun berdasarkan tujuan pendidikan dan konsep ajaran agama Islam yang mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia sebagai pemimpin untuk memelihara dan mengelola alam semesta sehingga tidak menimbulkan kerusakan di bumi ini. Pencapaian tujuan pendidikan sesuai dengan visi dan misi sekolah, memerlukan kurikulum, personalia, isi/materi layanan, fasilitas, prosedur pelaksanaan, kerjasama GBK/Konselor dengan Staf Sekolah Terkait (SST), evaluasi pelayanan BK, kriteria keberhasilan, dan dukungan sistem. BK KFA ini penting karena setiap manusia adalah pemimpin yang masing-masing akan diminta tanggung jawab kepemimpinannya, dan manusia sebagai hamba Allah senantiasa berupaya meraih kesempurnaan insani dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt. untuk mendapatkan ridhoNya. Dengan ridho Allah manusia akan memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, tujuan pendidikan dan juga tujuan BK di sekolah diarahkan pada mendidik dan membimbing siswa dalam mengembangkan perilaku KFA.
Acceptance and Commitment Therapy (ACT) Bagi Penderita Gangguan Stress Pasca Bencana Yessy Elita; Afifatus Sholihah; Syahriman Sahiel
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya. Bencana ini menimbulkan dampak psikologis yang sangat besar berupa trauma dan stress pada individu, keluarga dan masyarakat. Gangguan stress pasca trauma (PTSD) merupakan reaksi maladaptif yang berkelanjutan terhadap suatu pengalaman traumatis yang dapat diderita berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Kondisi demikian akan menurunkan kualitas hidup bagi penderitanya dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, salah satu penanganannya dengan menggunakan terapi ACT (acceptance and commitment therapy). Terapi ini merupakan terapi keperilakuan (behavioral) yang relatif baru dikembangkan dan digunakan untuk mengurangi perilaku menghindar atau melarikan diri dari pikiran-pikiran, emosi dan memori mengenai peristiwa- peristiwa yang traumatic. Perilaku menghindar ini kemudian digantikan dengan perilaku menerima peristiwa traumatis dan membuat komitmen untuk mengubah/ memperbaiki perilaku sesuai dengan tujuan-tujuan hidup klien. Tujuan akhr dari terapi ACT tidak hanya sekedar menghilangkan gejala-gejala trauma akan tetapi meningkatkan kualitas hidup klien di masa mendatang. Adapun tujuan artikel penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai terapi ACT (Acceptance and Commitent Therapy), dan manfaatnya bagi penderita gangguan stress pasca bencana.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa dan Peran Konselor Sekolah Yulidar Yulidar; Khairani Khairani
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper begins from the observation of the reality experienced by the majority of students, shows a variety of problems that hamper the development of their potential. The problems which include, incapacity to communicate, hesitant in answering the teacher's questions, reluctant to ask questions, overall mengganbarkan lack of confidence of students. This condition has become a stimulus to study the issue further in the form of a simple discussion include; understanding of self- confidence, individual characteristics that have the confidence, the formation of self-confidence, and the role of the school counselor.
Konselor Sekolah Layak Anak dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Afnibar Afnibar
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi konselor sekolah dari waktu ke waktu semakin penting dalam membantu peserta didik dalam menjalani perkembangan positif dirinya. Kota Padang merupakan kota yang memperoleh penghargaan sebagai kota layak anak, dan pemerintah melalui programnya selalu berupaya untuk menjaga label tersebut. Sekolah sebagai salah satu lembaga yang melayani anak dari aspek pendidikan tentunya perlu mendapat perhatian terhadap tumbuh kembang anak yang memenuhi kriteria layak anak. Seiring dengan itu, muncul tantangan baru yaitu berlakunya kesepakatan perdagangan bebas, yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan sekolah diharapkan mempersiapkan peserta didik menghadapi gelombang perubahan tersebut. Konselor sekolah sesuai dengan perannya diharapkan memberikan pelayanan layak anak dan sesuai tuntutan MEA. Pembahasan dalam makalah ini secara khusus diuraikan konsep sekolah layak anak, tantangan dan peluang MEA dalam pendidikan dan peran konselor dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan perubahan yang terjadi. Dengan demikian melalui tulisan ini dapat dirumuskan konselor layak anak dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, untuk di sekolah/madrasah.
Pengembangan Perilaku Prososial Siswa Melalui Pelayanan Bimbingan dan Konseling Rezki Hariko
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap siswa berpotensi untuk bersikap dan bertingkah laku dengan baik dan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan sosial. Berbagai bentuk pola tingkah laku positif pada siswa lebih lanjut dikembangkan melalui proses pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah. Salah satu tingkah laku positif yang perlu dikembangkan guna mencapai penyesuaian sosial yang baik yakninya tingkah laku prososial; istilah yang diciptakan oleh para ilmuwan sosial sebagai lawan kata anti sosial. Aspek ini mencakup berbagai tindakan yang dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan terhadap satu atau lebih orang lain selain diri individu yang membantu. Berbagai hasil penelitian mengungkapkan bahwa eksistensi perilaku prososial pada individu berkorelasi positif dengan kesehatan dan aktifitas fisik, peningkatan minat dan hasil belajar, serta berhubungan negatif dengan sejumlah perilaku antisosial, perilaku menyimpang dan emosi negatif. Terkait dengan hal tersebut, bimbingan dan konseling sebagai salah satu bagian integral dari proses pendidikan memiliki peran yang sangat signifikan dalam membantu siswa mengembangkan perilaku prososial. Upaya mewujudkan perilaku prososial tersebut dapat diselenggarakan guru BK/konselor melalui berbagai jenis dan format layanan, dengan mengembangkan motif-motif yang melandasinya; empathic concern dan moral reasoning.
Efektivitas Penerapan Konseling Rational Emotive Behavior Therpy (REBT) untuk Menghilangkan Kecemasan pada Klien I Wayan Dharmayana; Rita Sinthia; Vira Afriyati
Seminar Konseling 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kajian tentang pengaruh konseling REBT dalam mengatasi kecemasan. Kecemasan dapat terjadi pada setiap individu.Seseorang yang menderita kecemasan selalu merasa khawatir dan selalu bereaksi berlebihan. Keluhan fisik yang lazim terjadi antara lain adalah tidak tenang, tidur terganggu, kelelahan, sakit kepala, dan jantung berdebar-debar. Individu terus menerus mengkhawatirkan segala macam masalah yang mungkin terjadi dan sulit sekali berkonsentrasi atau mengambil keputusan. Konseling untuk dapat meminimalisir bahkan menghilangkan perasaan cemas yang berlebihan menjadi sangat penting. Kecemasan dilatarbelakangi oleh pemikiran yang irasional cenderung menimbulkan gangguan. Konseling REBT adalah suatu pendekatan konseling yang menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan emosi, kognisi dan tingkahlaku, dengan merubah cara pandang klien yang semula irasional menjadi rasional. Tujuan REBT memperbaiki dan mengubah segala pemikiran yang irasional dan tidak logis menjadi rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan dirinya. Beberapa hasil penelitian secara konsisten menegaskan bahwa Konseling REBT mempunyai pengaruh dalam mengurangi kecemasan yang ditunjukkan dengan adanya perubahan pola pikir klien menjadi rasional, sehingga perasaan dan tingkahlaku klien dapat berkembang dengan baik dan optimal.

Page 6 of 33 | Total Record : 329


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue