cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015)" : 11 Documents clear
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN ORANG HIV/AIDS (ODHA) DALAM MENDAPATKAN DUKUNGAN KELUARGA DI YAYASAN LANTERA MINANGKABAU SUPPORT PADANG Reny Prima Gusti; Muthia Farlina; Alfitri -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.22-31.2015

Abstract

:Menjadi ODHA merupakan suatu hal yang berat dalam hidup, dalam menghadapi kondisi ini ODHAsangat membutuhkan dukungan keluarga sebagai dukungan utama untuk mengatasi berbagai permasalahan yangkompleks mengenai kondisi penyakit, tekanan psikologi maupun stigma dan diskriminasi. Tidak semua ODHAmendapatkan dukungan yang dibutuhkannya. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi, memahami sertamengambarkan pengalaman orang dengan HIV/AIDS dalam mendapatkan dukungan keluarga. Desain penelitiankualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada 5partisipan di Yayasan Lantera Minangkabau Support Padang. Analisa data menggunakan teknik Collaizi. Hasilpenelitian ditemukan tujuh tema yaitu orang dengan HIV/AIDS memiliki respon menolak didiagnosisHIV/AIDS dan respon menerima terhadap diagnosis HIV/AIDS. Keluarga memiliki respon menolak saatmengetahui anggota keluarganya terdiagnosis HIV/AIDS dan respon menerima terhadap diagnosis HIV/AIDS.Dukungan keluarga yang dibutuhkan,yang diterima ODHA serta dukungan keluarga yang diterima berdasarkankebutuhan ODHA. Dukungan keluarga yang dibutuhkan ODHA berupa dukungan emosional, dukunganinstrumental dan informasional. Dukungan keluarga yang paling dibutuhkan ODHA adalah dukungan emosionalberupa perhatian, dorongan semangat, kasih sayang dan kedamaian. Empat partisipan menyatakan mendapatkandukungan keluarga sesuai dengan yang dibutuhkannya dan satu partisipan menyatakan belum mendapatkandukungan keluarga yang optimal sesuai dengan yang dibutuhkannya karena belum siapnya partisipanmemberitahukan status HIV kepada anggota keluarga yang lain terkait faktor resiko dan kondisi kesehatankeluarga. Berdasarkan hasil tema tersebut keluarga diharapkan memberikan dukungan yang penuh empati,menerima dan memahami kondisi ODHA serta memiliki informasi yang benar tentang penyakit HIV/AIDS
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBATPASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ. PROF. DR. HB. SAANIN PADANG Ira Erwina
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.70-76.2015

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa dengan jumlah yang terbanyak jika dibandingkan dengan gangguan jiwa lainnya. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tingginya angka kekambuhan pada pasien skizofrenia. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan berobat adalah efek obat yang diminum, dosis obat, lama pengobatan dan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat. Penelitian dilakukan di RSJ. Prof. Dr. Hb. Saanin Padang, denganjumlah responden sebanyak 75 orang, desain cross sectional, data diambil menggunakan kuisioner. Hasil didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara efek samping obat dan dosis obat dengan kepatuhan berobat pasien, dan tidak ada hubungan yang bermakna (p > 0,05) antara lama pengobatan dan biaya pengobatan dengan kepatuhan berobat pasien. Faktor yang paling berpengaruh adalah dosis obat. Disarankan untuk perawat agar selalu memonitor pasien dalam minum obat dan bagi pasien agar selalu mengkomunikasi efek yang dirasakan selama mengkonsumsi obat.
PENGARUH TEKNIK DISTRAKSI MENONTON KARTUN ANIMASI TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH SAAT PEMASANGAN INFUS DI INSTALASI RAWAT INAP ANAK RSUP DR.M. DJAMIL PADANG Rika Sarfika; Nova Yanti; Ruspita Winda
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.32-40.2015

Abstract

Pemasangan infus merupakan tindakan invasif yang menimbulkan nyeri pada anak. Salah satu teknik non farmakologi yang mudah, dapat dilakukan oleh perawat dan secara eoritis efektif untuk mengurangi nyeri saat tindakan invasive pada anak adalah distraksi menonton kartu nanimasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik distraksi menonton kartu nanimasi terhadap skala nyeri anak saat pemasangan infus. Pengumpulan data dilakukan dari bulan September - Oktober 2014 di RSUP DR.M.Djamil Padang, menggunakan desain quasyexperimental dengan pendekatant he posttest only with control group design. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 22 orang anak usia prasekolah (2-6 tahun), 11 orang kelompok eksperimen dan 11 orang kelompok kontrol. Nyeri saat pemasangan infus pada anak diukur secara lansung dengan Skala FLACC (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability). Analisa data dilakukan dengan uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan skala nyeri antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata skalan yeri yang signifikan (Pv<0,05) antara anak yang diberikan teknik distraksi menonton kartu nanimasi dengan anak yang tidak diberikan teknik distraksi saat dilakukan pemasanganinfus. Rekomendasi bagi perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk menggunakan menonton kartun animasi sebagai teknik non farmakologi ssaat pemasangan infus agar skala nyeri anak lebih rendah
PIJAT TERAPEUTIK SEBAGAI EVIDENCE BASED PRACTICE PADA PASIEN KANKER UNTUK MENGURANGI DISTRESS Rika Fatmadona
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.77-84.2015

Abstract

Terapi pijat, merupakan terapi komplementer yang paling banyak dan aman digunakan. Masalah psikologis sebagai dampak dari gangguan fisik banyak terjadi pada pasien penyakit kronis, terutama kanker.  Tujuan penulisan ini adalah memaparkan aplikasi pijat terapeutik untuk mengurangi distress sebagai suatu Evidence Based Nursing (EBN). Metode penulisan ini berupa case study pelaksanaan EBN dilakukan di ruang rawat inap Teratai RS Kanker Dharmais, Jakarta, selama 2 minggu, dalam rentang waktu tanggal 16 April hingga 9 Mei 2014. Pijatan dilakukan selama 3 kali seminggu, 20 menit, dalam 2 minggu, sehingga masing-masing pasien mendapatkan 6 sesi pijat terapeutik.  Partisipan dalam penerapan EBN ini semuanya perempuan, dengan rentang usia 27 th-58 th, dengan 4 orang ca mammae, 1 orang ca cervix, 1 orang ca ovarium, 1 orang ca thyroid, 1 orang LNH. Setelah dilakukan sesi pijat terpeutik sesuai dengan metode Ahles, et al, (1999), didapatkan sesi pijat terapeutik mampu menurunkan cemas pasien, dilihat dari penurunan skor ESAS cemas, mampu merilekskan pasien. Ke-4 pasien yang menjalani terapi pijat pada hari pertama, didapatkan keluhan cemas sedang 2 orang, cemas berat 2 orang pada akhir sesi pasien tidak didapatkan cemas lagi. Respon pasien setelah menjalani sesi melaporkan badannya lebih segar dan tidurnya lebih nyenyak. Pada pasien yang mengeluhkan nyeri hebat dengan pemberian pijat terapeutik yang sebelumnya telah diberikan analgesik, dan teknik relaksasi, diketahui dengan pemberian pijat terapeutik walaupun belum mampu menurunkan  nyeri secara drastis, pasien dapat beradaptasi dengan nyerinya, koping pasien lebih konstruktif
KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS: SYSTEMATIC REVIEW Fitri Mailani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.1-8.2015

Abstract

Kualitas hidup yang baik menjadi salah satu indikator keberhasilan terapi hemodialisis yang dilakukan. Tujuan sistematic review ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode yang digunakan yaitu electronic data base dari jurnal yang telah dipublikasikan melalui ProQuest, CINAHL, dan Springerlink. Hasil review dari 15 jurnal yang telah dipilih menyatakan bahwa kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis lebih buruk dibanding individu pada umumnya. Instrument penelitian yang paling banyak digunakan adalah Kidney Disease Quality Of Life Short Form 36 (KDQOL SF 36) (n=11). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis adalah faktor sosial demografi seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, status pekerjaan atau status ekonomi. Faktor lainnya depresi, beratnya/stage penyakit ginjal, adanya penyakit penyerta, lamanya menjalani hemodialisis, tidak patuh terhadap pengobatan, indeks masa tubuh yang tinggi, dukungan sosial, adekuasi hemodialisis, dan interdialityc weight gain (IDWG), urine output, dan nilai hemoglobin. Kesimpulan, penilaian kualitas hidup sangat penting dilakukan, dan pemilihan instrumen yang tepat akan mempengaruhi hasil penilaian kualitas hidup yang lebih objektif. Perlunya pendekatan kolaborasi tim untuk meningkat kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI MENGGUNAKAN METODE MENTORING TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Yanti Puspita Sari; Lora Desi Mulyanti; Tuti Oktriani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.41-49.2015

Abstract

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan yang dimuat dalam SKDI2012 menunjukkan bahwa tingkat pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi masih sangat rendah.Konsekuensi dari rendahnya pengetahuan dan pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi adalahmudahnya remaja mengalami masalah yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi dan seksual. Penelitianini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi dengan metode mentoring terhadappengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Tempat penelitian dilakukan di SMP N 4 Palembayang. Jenispenelitian kuantitatif dengan disain Pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi padapenelitian ini seluruh siswa/siswi kelas VII dan VIII SMP N 4 Palembayan dengan menggunakan teknikpengambilan sampel multistage random sampling. Jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 15 orang.Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Paired T Test. Hasil uji statistik menyeluruh nilai p = 0,000(p<0,05). Berdasakan hasil besarnya nilai p yang diperoleh maka disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikanantara pendidikan kesehatan reproduksi menggunakan mentoring terhadap pengetahuan kesehatan reproduksipada remaja.Selanjutnya perlu dikembangkan suatu penelitian untuk menemukan suatu prototype modelpendidikan kesehatan reproduksi remaja yang tersusun dengan lebih baik
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANGAN RAWAT INAP RSUD DR. RASIDIN PADANG Indri Ramadhani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.%p.2015

Abstract

data pencapaian kinerja RSUD dr. Rasidin Padang menunjukkan indikator pelayanan rawat inap di RSUD dr. Rasidin Padang belum sesuai dengan standar ideal yang ditetapkan oleh Depkes. Salah satunya bisa dilihat dari tingkat pemanfaatan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pada tahun 2013 sebesar 29,50 %, sedangkan standar ideal Depkes adalah 60% – 85%. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang tahun 2014. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik yang pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di ruangan rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang dari bulan Desember 2013 sampai Juli 2014. Semua populasi dijadikan sampel yang berjumlah 40 orang. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan Chi-Square. Hasil penelitian bivariat didapatkan hubungan antara motivasi kebutuhan fisiologi (p=0,012) , kebutuhan keamanan (p=0,001), kebutuhan sosial (p=0,008), kebutuhan penghargaan (p=0,010), dan kebutuhan aktualisasi diri (p=0,001) dengan kinerja perawat pelaksana. Disarankan bagi pimpinan rumah sakit untuk mengoptimalkan motivasi perawat pelaksana sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana di RSUD dr. Rasidin Padang.
PROFIL STATUS GIZI ANAK BATITA (DI BAWAH 3 TAHUN) DITINJAU DARI BERAT BADAN/TINGGI BADAN DI KELURAHAN PADANG BESI KOTA PADANG Dwi Novrianda
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.9-13.2015

Abstract

Masalah gizi merupakan masalah yang penting yang perlu diperhatikan pada anak batita karena kelompok yang paling rawan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil status gizi batita (1-3 tahun) ditinjau dari BB/TB di Kelurahan Padang Besi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif.. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2010 sampai April 2011. Jumlah sampel sebanyak 109 orang ibu dan diambil secara proporsional random sampling. Analisa data dilakukan secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,2 % status gizi batita normal dan 12,8 % status gizi kurus. Diharapkan petugas kesehatan yang ada di Puskesmas untuk lebih meningkatkan frekuensi promosi kesehatan seperti penyuluhan tentang status gizi batita agar pengetahuan, sikap dan tindakan ibu tentang gizi menjadi lebih baik, dan pentingnya monitoring status gizi batita ke Puskesmas
POTENSI KEDELAI SEBAGAI NUTRISIUNTUK PENCEGAHAN NEFROPATI DIABETES PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Putri Dafriani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.50-59.2015

Abstract

Diabetes Melitus merupakan empat dari lima penyebab kematian di negara maju. Kecenderungan ini melebar ke negara berkembang dan negara industri baru. Nefropati diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes yang menjadi penyebab utama penyakit gagal ginjal tahap akhir. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk membahas pengaruh genistein  kedelai dalam menangani nefropati diabetes.Genistein kedelai merupakan salah satu isoflavon  memiliki banyak manfaat terutama dalam pencegahan nefropati diabetes. Inflamasi adalah salah satu teori yang mendasari terjadinya nefropati diabetes. Genistein dapat menghambat terjadinya proses inflamasi karena hiperglikemi.Kedelai dapat digunakan sebagai nutrisi bagi penderita diabetes sehingga dapat mencegah terjadinya nefropati diabetes. 
PENENTUAN DURASI PEMBERIAN LOW-MOLECULAR-WEIGHT HEPARIN SECARA SUBKUTAN PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT UNTUK MENGURANGI KEJADIAN DAN LUAS Emil Huraini; Dwi Novrianda
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.14-21.2015

Abstract

: Penggunaan Low-Molecular-WeightHeparin(LMWH) secara subkutan telah direkomendasikan pada penatalaksanaan Sindroma Koroner Akut. Namun efek samping pemberian LMWH berupa memar terlihat pada 20,6 % sampai 88,9 % (de Campos, da Silva, Beck, Secoli & de Melo Lima, 2013). Perlu diketahui durasi terbaik penyuntikan LMWH secara subkutan yang dapat diaplikasikan dengan kejadian dan luas memar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan kejadian dan luas memar setelah 48 jam pada lokasi penyuntikan LMWHsecara subkutan pada pemberian dengan durasi 10 detik dengan durasi 20 detik. Penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan posttest only Equivalen control group design ini dilakukan di Pusat Jantung Regional RS Dr M Djamil Padang. Sampel adalah 35 orang penderita Sindroma Koroner Akut yang mendapat terapi LMWH. Variabel independen adalah penyuntikan LMWH secara subkutan dengan durasi 10 detik dan dengan durasi 20 detik sedangkan variabel dependen adalah kejadian dan luas memar pada area penyuntikan LMWH secara subkutan setelah 48 jam. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan dengan menggunakan uji Mann-Whithney. Derajat kemaknaan secara statistic ditetapkan pada nilai p=0,05.Hasil penelitian menunjukkan 54,29% responden dengan durasi penyuntikan 10 detik mengalami memar (2,86% mengalami memar besar) dibandingkan dengan 28,57% responden dengan penyuntikan 20 detik mengalami memar (2,86% mengalami memar besar). Terdapat perbedaan bermakna kejadian dan luas memar pada kedua kelompok (p=0,013). Durasi injeksi 20 detik dapat mengurangi kejadian dan luas memar pada penyuntikan LMWH secara subkutan

Page 1 of 2 | Total Record : 11