cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Studi Fenomenologi Tentang Pengalaman Pasien Hipertensi Terhadap Perawatan Dirinya di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun 2017 Elvi Oktarina; Hayatunnupus Haqiqi; Esi Afrianti
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.674 KB) | DOI: 10.25077/njk.14.1.1-10.2018

Abstract

Hipertensi tidak terkontrol menyebabkan serangan jantung, pembesaran jantung, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dangan gguan kognitif.. Untuk pemantauan tekanan darah pada pasien hipertensi diperlukan strategi dalam pengontrolan tekanan darah. Pada pasien hipertensi untuk pengontrolan tekanan darah diperlukan kemampuan pasien dalam merawat dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman yang mendalam tentang pengalaman pasien hipertensi dalam melaksanakan perawatan dirinya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pemilihan partisipan diambil dengan cara purposive sampling sebanyak empat orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Collaizi’s. Dari hasil analisa data ditemukan delapan tema utama yaitu : (1) respon terhadap penyakit tekanan darah tinggi yang diderita (2) pengalam pertama hipertensi (3) melakukan kontrol (4) mengatasi dengan obat (5) menjaga kesehatan tubuh (6) perubahan pola makan (7) tidak merokok dan minum alkohol (8) dukungan keluarga. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan adanya kontribusi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan informasi dan pengetahuan pasien hipertensi terkait perawatan diri seperti olahraga ringan yang dapat dilakukan dirumah, pengendalian mengkonsumsi garam, makanan yang harus dikonsumsi dan makanan yang tidak boleh di konsumsi pada pasien dengan hipertensiKata kunci:  Perawatan Diri, Pasien Hipertensi
Hubungan Gambaran Diri Ibu Primigravida Dengan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Vetty Priscilla
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.415 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.1.54-66.2014

Abstract

Perubahan fisik merupakan salah satu perubahan yang dialami ibu pada masa kehamilan seperti terkait dengan gambaran diri yaitu bagaimana ibu memandang dirinya selama kehamilan. Jika ibu tidak beradaptasi terhadap perubahan ini maka akan berpengaruh terhadap perilaku ibu selanjutnya seperti pemberian ASI yang tidak segera. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan gambaran diri pada ibu primigravida dan pemberian inisiasi menyusui dini. Penelitian ini dilakukan pada 32 responden dengan mengunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Data diolah dengan mengunakan komputerisasi untuk melihat analisa univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa 90,6% ibu tidak melakukan inisiasi menyusui dini sedangkan 53,1% ibu mempunyai gambaran diri positif selama kehamilan. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan data bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gambaran diri dengan pemberian inisiasi menyusui dini dimana p = 0,001. Untuk peningkatan pemberian inisiasi menyusui dini diharapakan selama masa kehamilan ibudiberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI sesegera mungkin setelah melahirkan secara berkesinambungan
DINAMIKA KOMUNIKASI ANTAR PASANGAN Fitra Yeni
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.29 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.109-115.2013

Abstract

Komunikasi merupakan kemampuan seseorang untuk mengekspresikan perasaan mereka dan kemampuan untuk memahami orang lain. Komunikasi dan keintiman adalah dua hal yang sangat berhubungan karena komunikasi adalah kunci keintiman. Kurangnya keterampilan untuk melakukan komunikasi dengan pasangan  akan memiliki potensi besar untuk menimbulkan konflik perkawinan. Konflik perkawinan dapat menimbulkan ketidakbahagiaan, kekerasan dalam rumah, menurunkan produktivitas kerja dan lebih lanjut menimbulkan perceraian. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Partisipan (responden) dalam penelitian ini adalah pasangan suami-istri dan telah mempunyai anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para responden mempunyai gaya tersendiri dalam berkomunikasi dengan pasangan. Suami tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi dengan istri tetapi sebaliknya istri kurang puas berkomunikasi dengan suami karena latar belakang yang berbeda. Para responden telah melakukan usaha-usaha agar pasangan mengerti apa yang mereka inginkan, seperti membangun interaksi, menyamakan persepsi, memberikan reward dan punishment, bicara baik-baik, marah-marah dan “cuek” terhadap apa yang terjadi. Para responden menyebutkan bahwa komunikasi dapat mempengaruhi perkembangan keluarga baik positif maupun negatif
Penerapan Asuhan Keperawatan pada Klien Isolasi Sosial dengan Pendekatan Model Konseptual Hildegard E. Peplau dan Virginia Henderson Dewi Eka Putri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.1.75-83.2012

Abstract

: Isolasi sosial merupakan penurunan/ kehilangan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain akibat gangguan fungsi interpersonal. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan memberikan gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien isolasi sosial melalui terapi Social Skills Training (SST) dengan pendekatan teori keperawatan Peplau dan Henderson di RW 02 dan 08 Kelurahan Katulampa. Asuhan keperawatan diberikan pada 11 klien yang mengalami isolasi sosial namun hanya 8 orang yang mendapatkan SST. Klien yang mendapatkan SST mampu berinteraksi sosial dan membina hubungan interpersonal dengan orang lain. Asuhan keperawatan di komunitas membutuhkan  dukungan  dari keluarga dan masyarakat melalui Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) agar kemampuan sosialisasi klien membudaya. Pendekatan teori Peplau dan Henderson akan lebih memudahkan perawat dalam berinteraksi dengan klien isolasi sosial sehingga pemberian terapi SST lebih efektif
Kontribusi Karakteristik Individual Perawat terhadap Kenyamanan dan Kepuasan Pasien dalam interaksi pelayanan Keperawatan Syafrisar Meri Agritubella; Yulastri Arif; Esi Afriyanti
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.324 KB) | DOI: 10.25077/njk.13.1.15-33.2017

Abstract

Rendahnya mutu pelayanan keperawatan saat ini sejalan dengan rendahnya kepuasan dan kenyamanan pasien. Kepuasan dan kenyamanan pasien didapatkan dari penilaian individual terhadap interaksi yang dilakukan perawat selama pasien mendapatkan perawatan Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis kenyamanan dan kepuasan pasien dalam  proses interaksi  pelayanan keperawatan di RSUD Petala Bumi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik dengan sampel berjumlah 41 perawat pelaksana yang berada di Instalasi rawat inap. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa Sebagian besar perawat berada pada kelompok umur Dewasa Awal (26 – 35 tahun) dan  jenis kelamin perempuan. Lebih dari separuh perawat adalah DIII Keperawatan dan lama kerja kurang dari 5 tahun. Hasil penelitian kenyamanan pasien dalam proses interaksi lebih dari separuh berada pada kategori nyaman (52,03%), dan kepuasan pasien dalam proses interaksi lebih dari separuh pasien berada pada kategori puas (72,36%.). Analisis Bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara karakteristik lama kerja perawat pelaksana dengan kenyamanan dan kepuasan pasien dalam proses interaksi pelayanan keperawatan. Dapat disimpulkan bahwa lama lama kerja perawat berkontribusi terhadap kenyamanan dan kepuasan pasien dalam proses interaksi pelayanan keperawatan. Diharapkan manajemen rumah sakit mempertimbangkan faktor individu perawat sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kepuasan pasien di rumah sakit dan memberikan motivasi kepada perawat lama dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas. 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Menjelang Persalinan Pada Ibu Primigravida Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2012 Reska Handayani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.60-69.2015

Abstract

Kehamilan merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada wanita yang produktif, tetapi ketidaktahuan mereka akan perilaku-perilaku, informasi-informasi yang berkaitan dengan reproduksi akan menimbulkan kecemasan tersendiri. Di Indonesia terdapat 373.000.000 orang ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan ada sebanyak 107.000.000 orang (28,7%). Sedangkan seluruh populasi di pulau Sumatra terdapat 679.765 ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan 355.873 orang (52,3%) (Depkes RI, 2008). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan menjelang persalinan pada ibu primigravida trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2012.Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu primigravida yang datang melakukan pemeriksaan kehamilan pada bulan Januari - Maret 2012 di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang dengan jumlah populasi sebesar 177 orang, dan sampel sebanyak 64 orang, dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Waktu penelitian mulai dari bulan Maret-Juli 2012.Hasil penelitian didapatkan responden yang memiliki kecemasan sedang (70,3%), usia responden tidak beresiko (87,5%), pendidikan responden di kategori tinggi (82,8%), dukungan suami yang baik (71,9%), dukungan keluarga baik (76,6%). Setelah dilakukan uji statistik terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan tingkat kecemasan (p=0,000), pendidikan dengan tingkat kecemasan (p=0,005), dukungan suami dengan tingkat kecemasan (p=0,000), dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p=0,000).Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Puskesmas Lubuk Buaya agar lebih optimal, spesifik dan efisien dalam melakukan pelayanan dengan mengadakan penyuluhan tentang kehamilan dan persalinan untuk menekan angka kecemasan menjelang persalinan
Efektifitas Pemberian Terapi Pursed Lips Breathing Terhadap Status Oksigenasi Anak Dengan Pneumonia Yunita Muliasari; Iin Indrawati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.14.2.92-101.2018

Abstract

Latar belakang: Pneumonia merupakan penyakit terbanyak kedua yang menyebabkan kematian pada anak balita di dunia. Gejala yang muncul pada kasus pneumonia merupakan masalah pernapasan akut yang perlu ditangani dengan tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian terapi pursed lips breathing melalui aktivitas bermain tiup lidah terhadap status oksigenasi anak usia prasekolah yang mengalami pneumonia. Metode: teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling sebanyak 36 orang yang terdiri dari 18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara status oksigenasi sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan terapi tiupan lidah (PLB), yaitu p=0,045 terhadap frekuensi pernapasan (RR) dan p=0,037 terhadap saturasi oksigen. Rekomendasi: Hasil penelitian ini dapat menambah alternatif intervensi mandiri perawat dalam mengatasi pasien anak yang mengalami pneumonia ataupun dengan gangguan oksigenasi.Kata kunci: Pursed lips breathing (PLB), anak usia prasekolah, Pneumonia
DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK KILANGAN KOTA PADANG TAHUN 2011 Vetty Priscilla; Dwi Novrianda
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.336 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.2.%p.2014

Abstract

Dukungan suami merupakan indikator pendukung keberhasilan program pemberian ASI eksklusif. Untuk itu kesadaran suami agar mau melibatkan diri dalam hal pemberian dukungan kepada ibu selama proses pemberian ASI sejak awal kelahiran perlu ditingkatkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Kota Padang. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional study. Penelitian dari bulan Agustus 2010 sampai Juni 2011. Sampel diambil secara acak menggunakan teknik cluster sampling dengan jumlah sampel 82 orang ibu. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan logistic regression. Hasil penelitian diperoleh bahwa dukungan instrumental dan penilaian bernilai positif sedangkan dukungan emosional dan informasional bernilai negatif. Selanjutnya terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penilaian suami terhadap pemberian ASI eksklusif. Dukungan penilaian merupakan variabel yang paling tinggi kekuatan hubungannya terhadap pemberian ASI eksklusif (b=0.119). Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan memperluas sasaran promosi kesehatan yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif yang melibatkan suami sebagai sasaran
Hubungan Intake Cairan dengan Peningkatan Tekanan Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa fitri mailani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.346 KB) | DOI: 10.25077/njk.14.2.72-80.2018

Abstract

Intake cairan yang berlebih pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa akan menyebabkan komplikasi yang berujung kepada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intake cairan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rs. Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi, dengan sampel sebanyak 49 orang  yang diambil dengan teknik Total Sampling. Pengumpulan data dan Penelitian dilakukan pada bulan 15 Maret sampai 4 Juli 2018. Cara pengumpulan data dengan lembar observasi dan kuisioner. Analisis univariat dilakukan dengan menyajikan data dalam bentuk mean, standar deviasi,minimum,dan maksimum sedangkan analisis bivariat menggunakan uji korelasi dengan Rank Spearman’s. Hasil penelitian univariat peningkatan Tekanan Darah Sistole dari 49 pasien didapatkan nilai minimum adalah 0, dan nilai maksimum adalah 60, standar deviasi adalah 12.69, nilai mean 16,33. Sedangkan pada Tekanan Darah Diastole dari 49 pasien didapatkan nilai minimum adalah -20, dan nilai maksimum adalah 30. Rata-rata intake cairan nilai minimum 825,70, maksimum 2216,66, dan mean 882. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan intake cairan dengan tekanan darah sistole (p=0,032) dan ada hubungan antara intake cairan dengan tekanan darah diastole (p=0, 013 ). Diharapkan perawat lebih menjalankan pendidikan kesehatan tentang pemantauan intake cairan pasien pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa agar tidak terjadi masalah terhadap pembatasan asupan cairan.Kata Kunci : Hemodialisa, Intake cairan, Tekanan darah.
PENGALAMAN PASIEN HIPERTENSI PRIMER SUKU MINANG YANG MENJALANI PERAWATAN DI RUMAH -, Rina; -, Setiawan; Siregar, Cholina Trisna
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.12.2.49 - 67.2016

Abstract

Abstract Primary hypertension if not controlled properly at home will develop into secondary hypertension which may cause damage to the target organ. Primary hypertension is often called the "Silent Killer" because it has no early symptoms, patients often do not realize it and did not check into the health service thus increasing the incidence of hypertension, in general, increased prevalence of primary hypertension in West Sumatra province in which the majority of tribes Minang community. This study aims to dig deeper primary hypertension patients experience Minang tribe undergoing treatment at home. This type of research is descriptive phenomenology. The method used in this study using Colaizzi consisting of 7 steps. The number of participants in this study were 15 participants. Results of this study discusses the primary hypertension patients experience Minang tribe who undergo treatment at home. This study revealed six themes, namely; (1) Knowledge and understanding of hypertension, (2) Habit lived, the daily routine in the control of blood pressure at home, (3) feelings and beliefs on health, (4) barriers in controlling blood pressure at home, (5) external support in the control of blood pressure at home, and (6) reliance on the use of alternative therapies (naturally). Suggestions for patients with primary hypertension walking is a great exercise. This can be done each day, special training is not important, the important thing is regular exercise, regular physical activity can lower blood pressure by 5 to 10 mmHg. Keywords      : Hypertension Primer, Minang Tribe, control of blood pressure at home. Abstrak Hipertensi primer jika tidak dikendalikan dengan baik di rumah akan berkembang menjadi hipertensi sekunder yang dapat menimbulkan kerusakan pada organ target. Hipertensi primer sering disebut “Silent Killer” karena tidak memiliki gejala awal, pasien sering tidak menyadarinya dan tidak memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan sehingga meningkatkan angka kejadian hipertensi, pada umumnya prevalensi hipertensi primer meningkat di Provinsi Sumatera Barat pada masyarakat yang mayoritas bersuku Minang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam pengalaman pasien hipertensi primer suku Minang yang menjalani perawatan di rumah. jenis penelitian ini adalah fenomenologi deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Colaizzi yang terdiri dari 7 langkah. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 15 partisipan. Hasil penelitian ini membahas tentang pengalaman pasien hipertensi primer suku Minang yang menjalani perawatan di rumah. Penelitian ini mengungkapkan enam tema yaitu; (1) Pengetahuan dan pemahaman tentang hipertensi, (2) Kebiasaan yang dijalani, rutinitas sehari-hari dalam pengendalian tekanan darah di rumah, (3) Perasaan dan keyakinan terhadap kesehatan, (4) Hambatan dalam pengendalian tekanan darah di rumah, (5) Dukungan eksternal dalam pengendalian tekanan darah di rumah dan (6) Kepercayaan terhadap penggunaan terapi alternatif (alami). Saran bagi penderita hipertensi primer berjalan adalah latihan yang bagus. Hal ini dapat dilakukan setiap hari, latihan khusus tidak penting, yang terpenting adalah olahraga secara teratur, aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan tekanan darah dengan 5 sampai 10 mmHg. Kata Kunci   :  Hipertensi Primer, Suku Minang, Pengendalian tekanan darah di rumah