cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Efektivitas Pemberian Mobilisasi Dini terhadap Tonus Otot, Kekuatan Otot, dan Kemampuan Motorik Fungsional Pasien Hemiparise Paska Stroke Iskemik Reny Prima Gusty
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.171 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.2.%p.2012

Abstract

Dampak terbanyak dari stroke adalah timbulnya kelemahan pada anggota gerak yang dapat menyebabkan  menurunnya produktivitas dan kemampuan ekonomi masyarakat. Rehabilitasi dini dibutuhkan untuk mengurangi kelemahan yang terjadi dengan  cara melakukan mobilisasi dini paska serangan stroke akut. Tujuan penelitian untuk melihat efektivitas pemberian mobilisasi dini terhadap kekuatan otot, tonus otot, kemampuan motorik fungsional pada hemiparese paska stroke  iskemik. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest group. Subjek penelitian ini pasien hemiparese pasca stroke iskemik yang disebar di dua kelompok yaitu kelompok pertama diberi latihan mobilisasi 2x/hari berjumlah 10 orang dan kelompok kedua  3x/hari berjumlah 10 orang. Latihan dimulai pada hari ke 2 paska serangan stroke sampai hari ke 5. Analisa menggunakan uji t berpasangan dan tidak berpasangan dengan derajat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian didapatkan adanya peningkatan pada tonus otot,kekuatan otot,kemampuan fungsional motorik pada kedua kelompok dengan masing- masing kelompok nilai  p=0,000. Didapatkan  peningkatan lebih baik pada tonus otot, kekuatan otot (bahu,siku,pergelangan tangan,paha,lutut,pergelangan kaki) dan kemampuan motorik fungsional kelompok yang mendapat terapi 3x/hari daripada 2x/hari dengan nilai kemaknaan kekuatan otot pada bahu p= 0,016;  otot siku dengan p=0,037; otot pergelangan tangan p=0,042; otot lutut p=0,004 dan otot pergelangan kaki p=0,050.  peningkatan kemampuan miring ke sisi yang sehat p= 0,000; peningkatan kemampuan telentang ke duduk  p=0,000; menjaga keseimbangan duduk  p=0,007; dan kemampuan duduk ke berdiri dengan p=0,007. Saran agar terapi latihan mobilisasi dini dijadikan sebagai intervensi keperawatan mandiri bagi perawat yang dapat dilakukan sebanyak 2x/hari maupun 3x/hari sehingga dapat membantu mempercepat masa pemulihan kelemahan dan mencegah komplikasi lanjut.
Pengalaman Keluarga dalam Merawat Penderita Gangguan Jiwa yang Menjalani Pengobatan di Bukittinggi: Hermeneutic Phenomenology Study del fatma wati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.436 KB) | DOI: 10.25077/njk.14.1.38-45.2018

Abstract

Gangguan jiwa salah satu penyakit yang prevalensinya semakin meningkat tiap tahunnya. Dari penderita Gangguan Jiwa kekambuhan pasien gangguan jiwa   diakibatkan karena ketidak patuhan dalam berobat, kurangnya dukungan keluarga dan kondisi kehidupan yang rentan akan peningkatan stress dan tekanan. Keluarga pasien menyatakan butuh biaya besar untuk berobat sehingga tidak rutin dibawa ke poli jiwa RSAM. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengalaman keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa yang  menjalani pengobatan di Bukittinggi. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Study Hermeneutic Fenomenology. Jumlah partisispan 8 orang diambil dengan teknik purposive sesuai kriteria penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, dan catatan lapangan.Tahapan dalam analisis data study fenomenology hermeneutic: membaca wawancara,meringkas koding, menganalisis transkrip, kembali ke teks partisipan, membandingkan dan membedakan, menidentifikasi pola, integrasi tema (menurut Huszeel dalam Diekelmann,Allen,1989). Penelitian ini menghasilkan dua tema (1) Pengobatan alternative (2) Beban Ekonomi. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi khususnya bagi keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa agar meningkatkan dukungan bagi penderita gangguan jiwa dalam merawat sehingga bisa mandiri berada dirumah.Keyword: Gangguan Jiwa, Pengalaman Keluarga, Pegobatan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DISTRESS EMOSIONAL PADA CAREGIVER PEREMPUAN DENGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA Ira Erwina; Reni Prima Gusty; Monalisa -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.736 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.2.28 - 37.2012

Abstract

Caring for mental patients can be done by families and health professionals. The family is the closest to patients with mental disorders, referred as caregiver. Caregiver always give support for patient care. Caring for patients with mental disorders will make caregivers vulnerable to emotional problems such as anxiety, depression and worries. The purpose of this study was to determine the emotional distress experienced by female caregiver and the characteristics and its relationship with mental patients. Design of this research is analytic survey with purposive sampling technique. The total sample of 86 respondents, data were collected using questionnaires. The results of the data obtained and tested using correlation analysis. The result is women caregivers for experiencing emotional distress is 7.73 (77.3%), and there is a relationship between the family situation (caregiver relationship and supervision) to emotional distress, and there is no relationship between the characteristics of caregivers and the characteristics of mental disorder patients with emotional distress. Advised the caregiver to seek information and to improve the ability to solve problems.
Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Tingkat Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.798 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.%p.2013

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi kejiwaan yang penuh dengan kekhawatiran akan apa yang mungkin terjadi. Menjelang hari-hari terakhir sebelum melahirkan, seorang calon ibu sering kali dilanda kecemasan menghadapi masa persalinan. Kecemasan menimbulkan dampak secara fisik maupun psikis pada janin, ibu dan proses persalinan yang dijalani nantinya. Salah satu penatalaksanaan secara non farmakologi adalah terapi murotal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan. Jenis penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 12 orang ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan pengumpulan data dilakukan pada tanggal 4 Mei sampai 18 Mei 2013. Analisa data menggunakan wilcoxon dan hasil penelitian membuktikan ada pengaruh terapi murotal terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan pada ibu trimester ketiga p = 0,007 (p<0,05). Terapi murotal efektif menurunkan tingkat kecemasan menghadapi persalinan ibu hamil trimester ketiga. Disarankan kepada institusi pelayanan kesehatan untuk dapat memberikan alternatif terapi seperti terapi murotal untuk membantu mengurangi kecemasan menghadapi persalinan.
Stress Pada Mahasiswa Keperawatan Dan Strategi Koping Yang Digunakan Rika Sarfika
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.408 KB) | DOI: 10.25077/njk.14.2.81-91.2018

Abstract

The background: students in the first year lecture is the subject of that are vulnerable are subjected to stress .Response the stress not adequat and occurring in a long period of time can cause depression and even could lead to the action of suicide .Coping positive will lead to adaptation good .The purpose of this research is to find relations between the level of stress with strategy coping . Methods: sample in this research is a student nursing faculty nursing unand the first level and the level of class two english-language internasioanl (KBI), class a regular program are fulfilled, and the class regular program incongruous as much as a 122 people. Data collected with guide interview by using a questionnaire Perceived Stress Scale-14 ( PSS-14 ) and questionnaires adolescent coping orientation for the problem of experiences ( acope ) .Measurements conducted simultaneously on student each class .In an analysis of data by using chi-square analysis . Results: the research results show as many as 63.7 % respectively students that experienced stress was on strategy coping that focuses on emotion , the rest of 36,3 % his use strategy coping focuses on the problem. Test results chi-square show there is meaningful relations between stress with strategy coping (Pv = 0,011 ) . Conclusions: it is suggested that students capable of adapting to stresor by means of mensubstitusikannya into a challenges positive so the university students can remain productive without having to down to stress experienced. Password: stress, coping strategy, problems, emotion, students nursing
GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI POLIKLINIK BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013 Arif, Yulastri; Yusra, Aini; Herawati, Novi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.12.2.77 - 81.2016

Abstract

Abstract Breast cancer cause various psychological symptoms as a result of changes in body shape, uncertainty about the future, and the impact of recurrence of breast cancer treatment. As a result, many patients don’t adhere to treatment. Negative self-concept is a response that is maladaptive adjustment. According to WHO the incidence increased every year, 6.25 million people in 2002. The aim of research to describe the concept of self-breast cancer patients at the Clinic Surgical Hospital Dr M Djamil Padang 2013. This research is descriptive, at the Polyclinic Hospital Surgery Dr. M Djamil Padang. Population is all of breast cancer patients who visited the Polyclinic Surgery amounted to 234 people. Accidental sampling as many as 49 people. Data were collected in July 2013 using a questionnaire and analyzed by univariate. Results of the study the majority (57.1%) of respondents have a positive body image. Most (57.1%) of respondents have a negative self ideal. General (75.5%) of respondents have a negative self-esteem. Most (53.1%) of respondents have a negative self-identity and most (51%) of respondents have a negative self role. Surgery Clinic nurses are expected to be able to conduct assessments of physiological stressors, self-concept in patients with breast cancer by providing health education and motivate patients to seek treatment until complete. As well as the need for cognitive therapy given by a nurse specialist mental patients with breast cancer to improve their quality of life. Keyword        : cancer, breast cancer, self-concept ABSTRAK Kanker payudara menimbulkan berbagai macam gejala psikologis sebagai akibat perubahan bentuk tubuh, ketidakpastian tentang masa depan, kekambuhan serta dampak pengobatan kanker payudara. Akibatnya banyak pasien yang tidak patuh terhadap pengobatannya. Konsep diri yang negatif merupakan respon penyesuaian yang maladaptif. Menurut WHO setiap tahun kejadiannya meningkat, 6,25 juta orang pada tahun 2002. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien kanker payudara di Poliklinik Bedah RSUP Dr M Djamil Padang pada tahun 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif, di Poliklinik Bedah RSUP Dr. M Djamil Padang. Populasi adalah semua pasien kanker payudara yang berkunjung ke Poliklinik Bedah berjumlah 234 orang. Pengambilan sampel secara Accidental Sampling sejumlah 49 orang. Data dikumpulkan pada Juli 2013 menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian sebagian besar (57,1%) responden memiliki citra tubuh positif. Sebagian besar (57,1%) responden memiliki ideal diri negatif. Umumnya (75,5%) responden memiliki harga diri negatif. Sebagian besar (53,1%) responden memiliki identitas diri negative dan sebagian besar (51%) responden memiliki peran diri negatif. Diharapkan perawat Poliklinik Bedah dapat melakukan pengkajian stresor fisiologis, konsep diri pada pasien kanker payudara dengan memberikan pendidikan kesehatan dan memotivasi pasien untuk berobat sampai tuntas. Serta perlunya diberikan terapi kognitif oleh perawat spesialis jiwa bagi pasien dengan kanker payudara untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci   : kanker, kanker payudara, konsep diri
KARAKTERISTIK PERAWAT DAN PERILAKU KESELAMATAN KERJA PERAWAT di RSUD DEPOK Zifriyanthi Minanda Putri; Hanny Handayani; Efy Afifah
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.%p.2012

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi tempat yang berbahaya dan berisiko tinggi untuk keselamatan kerja. Tenaga keperawatan yang bekerja secara berkesinambungan memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit secara terus menerus selama 24 jam setiap hari berisiko mengalami penyakit dan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik perawat dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Desain penelitian ini adalah deskriptif  dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan pelatihan dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Rumah sakit diharapkan memberikan  kesempatan yang lebih luas kepada perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi  serta menyelenggarakan  sosialisasi dan pelatihan secara berkala terkait keselamatan kerja perawat dalam upaya meningkatkan perilaku keselamatan kerja perawat.
KARAKTERISTIK PERAWAT DAN PERILAKU KESELAMATAN KERJA PERAWAT di RSUD DEPOK Zifriyanthi Minanda Putri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.2.%p.2015

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi tempat yang berbahaya dan berisiko tinggi untuk keselamatan kerja. Tenaga keperawatan yang bekerja secara berkesinambungan memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit secara terus menerus selama 24 jam setiap hari berisiko mengalami penyakit dan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik perawat dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Desain penelitian ini adalah deskriptif  dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan pelatihan dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Rumah sakit diharapkan memberikan  kesempatan yang lebih luas kepada perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi  serta menyelenggarakan  sosialisasi dan pelatihan secara berkala terkait keselamatan kerja perawat dalam upaya meningkatkan perilaku keselamatan kerja perawat.
Kompetensi Perawat Dan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan di Rawat Jalan Imelda Rahmayunia Kartika
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.232 KB) | DOI: 10.25077/njk.14.1.46-54.2018

Abstract

AbstrakDalam konsep model interaksi perawat-pasien, terdapat salah satu indikatornya adalah kompetensi perawat. Kompetensi ini menjadi bagian penting yang harus diperhatikan perawat dalam melakukan perawatan pada pasien, demi tercapainya kepuasan pasien. Pasien rawat jalan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi masih menyatakan kurang puas dengan interaksi perawat dalam melakukan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kompetensi perawat dengan kepuasan pasien pada pelayanan keperawatan di rawat jalan. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 295 orang pasien rawat jalan diambil secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah modifikasi dari PSNCS (Patient Satisfaction with Nursing Care Scale) dan NSNS (Newcastle Satisfacton to Nursing Scale). Analisa data menggunakan Korelasi Spearman. Kepuasan pasien berada pada level menengah (Mean= 33 pada skor 12 – 60). Kompetensi perawat didapatkan (Mean= 12,39). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kompetensi perawat dengan kepuasan pasien (p value = 0,0001). Hal ini menunujukkan semakin tinggi kompetensi yang dimiliki oleh seorang perawat di rawat jalan, maka akan semakin tinggi kepuasan pasien pada pelayanan keperawatan yang diberikan. Diharapkan perawat dapat meningkatkan kompetensi dalam melakukan pelayanan keperawatan, sehingga secara umum mutu pelayanan keperawatan dapat meningkat. Kata Kunci : kompetensi perawat, kepuasan pasien rawat jalan, pelayanan keperawatan
PENURUNAN STRES FISIK DAN PSIKOSOSIAL PASIEN PRE-OPERASI BEDAH ONKOLOGI MELALUI MEDITASI TERAPI DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG -, Renidayati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.12.2.38 - 47.2016

Abstract

Generally, the patients will undergo the surgery will feel stress, both physical and psychological stress (anxiety). It is very dangerous because of the high heart rate and blood pressure will aggravate cardiovascular system. This study aimed to determine "The Decrease Of The Physical and Psychosocial Stress For Pre Onclogy Surgery Patients" at one hospital in Padang. The study used "Quasi-experimental pre-post test without control group" design with the intervention of meditation therapy. These samples included 44 people.Sampling bThese samples included 44 people.The sampling used by way purpusive sampling. The testing differences in average decline of physical and psychosocial stress in the intervention group and the control group is T test. The results showed an average decline of physical and psychosocial stress after meditation more in the intervention group compared with the control group. The conclusion significantly meditation therapy can reduce physical and psychosocial stress in patients withpreoperative oncology surgical. It needs to be applied as a therapy nursing meditation therapy in treating preoperative patients at least once a day for 30 minutes.