cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Hubungan Fungsi Pengarahan Kepala Ruangan Dengan Motivasi Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Mira Susanti; Leni Merdawati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.64 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.%p.2013

Abstract

Fungsi pengarahan kepala ruangan yang optimal berdampak pada motivasi kerja perawat pelaksana. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan fungsi pengarahan kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang tahun 2013. Disain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang yang berjumlah 75 orang. Pengumpulan data dilakukan secara angket dengan menggunakan kuesioner. Analisis univariat dengan statistic deskriptif berupa distribusi frekwensi dan presentase serta analisis bivariat dengan pengujian chi-square. Hasil univariat penelitian yaitu lebih dari separuh responden 56% memiliki motivasi kerja yang rendah, 57,3% mempersepsikan fungsi motivasi kepala ruangan kurang baik. 53,3% mempersepsikan fungsi supervisi kepala ruangan baik. 50,7% mempersepsikan fungsi komunikasi kepala ruangan kurang baik, 54,7% mempersepsikan fungsi kepemimpinan kepala ruangan kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi motivasi dengan motivasi kerja (p=0,038) Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi supervisi dengan motivasi kerja (p=0,022). Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi komunikasi dengan motivasi kerja (p=0,050). Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi kepemimpinan dengan motivasi kerja (p=0,034). Saran bagi RSI Ibnu Sina Padang agar dapat membuat kebijakan dalam meningkatkan kemampuan manajemen kepala ruangan untuk meningkatkan motivasi kerja perawat pelaksana. 
Efektifitas Edukasi Tentang Jajanan Sehat Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Siswa Overweight Firnaliza Rizona; Karolin Adhisty; Fuji Rahmawati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.38 KB) | DOI: 10.25077/njk.15.1.1-13.2019

Abstract

AbstractOverweight on children can result an obesity. Obesity on children have become a global problem which should be handled immediately. One of the precipitation of overweight is food intake thatis unhealthy snacking. The method for increasing the knowledge and attitude of school aged children is health education. Peer could influencing the children habit in consuming snacking, so that group discussion can give impact on health education process. This research aim was to know the efektivity of education through Focus Group Discussion (FGD) to overweihght children’s knowledge and attitude about healthy snacking. This research was used approach of quasi experiment with one group pre-posttest design. The number of respondent was 50 overweight student divided become five group. Sample election used purposive sampling and FGD process conducted twice meeting. Data collected by using quessioner on pretest and posttest. The statistic result with Wilcoxon test showed that there were effectiveness of education with the differences of knowledge value and attitude value pre and post FGD  with p value =0,000. Education concerning healthy snacking with group discussion can improve the value of knowledge and attitude school aged children with overweight for comprehending about healthy snacking.Key word : attitude, education, healthy snacking, knowledge, overweight.AbstrakOverweight pada anak dapat mengakibatkan obesitas. Obesitas pada anak telah menjadi masalah global yang harus ditangani segera. Salah satu faktor pencetus kelebihan berat badan adalah asupan makanan yaitu jajanan tidak sehat. Metode untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pada anak sekolah yaitu pendidikan kesehatan. Teman sebaya mampu mempengaruhi kebiasaan anak dalam mengkonsumsi jajanan, sehingga diskusi kelompok dapat memberikan dampak saat proses pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi melalui Focus Group Discussion (FGD) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap anak overweight tentang jajanan sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment dengan one grup pre-posttest design. Jumlah responden sebanyak 50 siswa overweight yang dibagi menjadi lima kelompok. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dan pelaksanaan FGD dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pada pretest dan posttest. Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat efektivitas edukasi dengan adanya perbedaan nilai pengetahuan dan sikap sebelum dengan sesudah dilakukan FGD dengan nilai p=0,000. Edukasi mengenai jajanan sehat dengan diskusi berkelompok dapat meningkatkan nilai pengetahuan dan sikap anak sekolah overweight untuk memahami tentang jajanan sehat Kata Kunci: edukasi, jajanan sehat, overweight, pengetahuan, sikap.
UPAYA KONSERVASI PADA NEONATUS DENGAN NON-NUTRITIVE SUCKING DAN PIJAT EKSTREMITAS Halimah Halimah
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.372 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.82 - 91.2016

Abstract

Abstract Pain is a discomfort sensational that felt by hospitalized neonates. The study use case study design of four babies who hospitalized in perinatology unit in RSAB Harapan Kita and Cipto Mangunkusumo hospital. The purpose of this case study is to analyze the fulfill comfort of neonates with NNS and extremities massage based on Levine Conservation Model application. The results is decrease neonates pain score with PIPP (Premature Infant Pain Profile), decrease in oxygen saturation changes, and heart rate changes in infants with invasive procedures. Although the fourth baby, no changes in pain scores with massage intervention extremities. Application of Levine Conservation Model in infants acute pain support for energy conservation, structural integrity, personal integrity, and social integrity. The study of pain management for neonates need to always be developed for support neonatal growth and development optimally. Keywords     :    fulfill of comfort, neonates, Non-nutritive Sucking, extremities massage, Levine Conservation Model Abstrak Nyeri merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami bayi yang dirawat di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada 4 orang bayi yang dirawat di ruang perinatologi RSAB Harapan Kita dan RS Cipto Mangunkusumo. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis pemenuhan rasa nyaman neonatus dengan NNS dan pijat ekstremitas berdasarkan penerapan Model Konservasi Levine. Hasilnya terjadi peningkatan rasa nyaman bayi dengan NNS atau pijat ekstremitas yang diobervasi melalui kecenderungan penurunan skor nyeri dengan PIPP (Premature Infant Pain Profile), penurunan perubahan nilai saturasi oksigen, dan perubahan frekuensi nadi pada bayi yang dilakukan prosedur invasif. Meski pada bayi keempat tidak terjadi perubahan skor nyeri dengan intervensi pijat ekstremitas. Penerapan Model Konservasi Levine pada masalah nyeri akut yang dialami bayi mendukung untuk konservasi energi, integritas struktur, integritas personal, dan integritas sosial. Studi tentang manajemen nyeri neonatus penting selalu dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan neonatus secara optimal. Kata kunci   :    pemenuhan rasa nyaman, neonatus, Non-nutritive Sucking, pijat ekstremitas, Model Konservasi Levine
KARAKTERISTIK PERAWAT DAN PERILAKU KESELAMATAN KERJA PERAWAT di RSUD DEPOK Zifriyanthi Minanda Putri; Hanny Handayani; Efy Afifah
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.8.2.%p.2012

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi tempat yang berbahaya dan berisiko tinggi untuk keselamatan kerja. Tenaga keperawatan yang bekerja secara berkesinambungan memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit secara terus menerus selama 24 jam setiap hari berisiko mengalami penyakit dan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik perawat dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Desain penelitian ini adalah deskriptif  dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan pelatihan dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Rumah sakit diharapkan memberikan  kesempatan yang lebih luas kepada perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi  serta menyelenggarakan  sosialisasi dan pelatihan secara berkala terkait keselamatan kerja perawat dalam upaya meningkatkan perilaku keselamatan kerja perawat.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI ZIKIR TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU PRIMIGRAVIDA Lili Fajria
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.973 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.2.%p.2014

Abstract

Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis dan intensitas yang dirasakan berbeda-beda. Relaksasi zikir merupakan salah satu terapi non farmakologis yang berkaitan dengan religius, mudah dilakukan, hemat biaya dan secara teoritis efektif untuk mengontrol nyeri persalinan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi relaksasi zikir terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida. Pengumpulan data dilakukan dari bulan juli-agustus 2013 di wilayah kerja Puskesmas Pauh Padang dimana menggunakan desain true experiment dengan pendekatan posttest only control group. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 20 orang dimana 10 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol. Nyeri persalinan diukur secara langsung dengan menggunakan skala nyeri Visual Analag Scale (VAS). Analisa data dilakukan dengan uji mann-whitney untuk menilai perbedaan nyeri antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata intensitas nyeri kelompok eksperimen adalah 4,40 dan rata-rata intensitas nyeri kelompok kontrol adalah 7,10. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat pengaruh terapi relaksasi zikir terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida. Rekomendasi untuk perawat dan tenaga kesehatan lainnya agar menggunakan relaksasi zikir sebagai teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri saat ibu bersalin
KAJIAN FAKTOR ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PENDOKUMENTASIANASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PARIAMAN DEWI MURNI
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.2.%p.2015

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam asuhan keperawatan yang berguna bagi pasien, perawat dan tim serta tanggung jawab perawat. Dokumentasi yang efektif menjamin kesinambungan pelayanan, menghemat waktu, dan meminimalisasi resiko kesalahan. Pelaksanaan dokumentasi keperawatan sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui, memantau dan menyimpulkan suatu pelayanan asuhan keperawatan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit. Data menunjukkan pendokumentasian asuhan keperawatan masih rendah (49,5%), dengan ketentuan RSUD Pariaman mengunakan asuhan keperawatan adalah 65% sedangkan, menurut Depkes 80%. Kinerja Perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan dipengaruhi oleh faktor organisasi (Kepemimpinan kepala ruangan, imbalan, supervisi dan pembinaan). Tujuan penelitian ini untuk melihat factor organisasi yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di RSUD Pariaman. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di RSUD Pariaman dengan jumlah sampel 89 orang, dengan teknik pengambilan sampel Simpel random sampling. Instrument yang digunakan angket. Hasil uji statistik bivariat chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepemimpinan (p = 0,000), imbalan (p = 0,005), supervisi (p = 0,000) dan pembinaan (p = 0,003). Rekomendasi bagi Direktur RSUD Pariaman untuk meningkatkan supervisi di setiap ruangan, kepemimpinan, imbalan dan pembinaan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan kepada perawat pelaksana.   
Fatigue dan Aktivitas Fisik pada Pasien Pasca Infark Miokard Dian Novita Putri; Emil Huriani; Esi Afriyanti
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.676 KB) | DOI: 10.25077/njk.14.2.64-71.2018

Abstract

Post myocardial infarction patient commonly performs mild physical activity. Physical activity is known to reduce the risk of acute myocardial infarction. More than half of post myocardial infarction patient experienced fatigue, thus becoming a barrier to physical activity. The purpose of this study was to determine the relationship of fatigue with physical activity in patients after myocardial infarction. Study design was quantitative with correlation method and cross-sectional approach. Sample was of 97 patients who experienced previous myocardial infarction. The data were collected using the Multidimensional Fatigue Inventory-20 questionnaire and the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) questionnaire. The univariate analysis was presented with frequency distribution and bivariat tables using the Spearman test. The results showed that there was a significant relationship between fatigue and physical activity (p = 0,000). This means that patients with high fatigue are at risk of having decreased physical activity. Therefore, it is expected that there will be intervention and information provided by health workers to the family to motivate patients to be able to move without difficulties.
KARAKTERISTIK PERAWAT DAN PERILAKU KESELAMATAN KERJA PERAWAT DI RSUD DEPOK Putri, Zifriyanthi Minanda; Handiyani, Hanny; Afifah, Efy
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.12.2.%p.2016

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi tempat yang berbahaya dan berisiko tinggi untuk keselamatan kerja. Tenaga keperawatan yang bekerja secara berkesinambungan memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit secara terus menerus selama 24 jam setiap hari berisiko mengalami penyakit dan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik perawat dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan pelatihan dengan perilaku keselamatan kerja perawat. Rumah sakit diharapkan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan secara berkala terkait keselamatan kerja perawat dalam upaya meningkatkan perilaku keselamatan kerja perawat
Hubungan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Konsep Diri Pada Remaja di SMPN 7 Pariaman Deswita -; Atih Rahayuningsih
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.9.2.%p.2013

Abstract

Konsep diri dapat dipengaruhi oleh setiap perubahan yang terjadi dalam kesehatan fisik, proses matang dari kematangan, perkembangan, dan sosiokultural. Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan terbanyak yang dialami remaja. Kebersihan diri salah satunya kebersihan gigi dan mulut dapat mempengaruhi konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan konsep diri pada remaja di SMPN 7 Pariaman. Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah responden 80 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian didapatkan 66,3% remaja yang memiliki gigi dan mulut yang tidak sehat, 72,5% memiliki konsep diri positif. Hasil analisis mengunakan komputer menunjukan adanya hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan konsep diri pada remaja di SMPN 7 Pariaman dengan arah positif, kekuatan korelasi sedang, dan signifikan (r= 0,408; p= 0,000). Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada institusi pelayanan yang terkait agar membuat suatu kebijakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara berkala serta memberikan informasi dalam ruang lingkup kesehatan gigi dan mulut serta dampaknya dengan cara mengunjungi sekolah secara langsung.
PERILAKU KELURGA TERHADAP TINDAKAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL Mery Lingga Anggraini
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.641 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.92-100.2016

Abstract

 Abstract Dengue Haemorrhagic Fever is a disease such as disorders of the capillaries and the human blood clotting system caused by a viral infection. Until now, dengue fever is still a public health problem and a social and economic impacts. In the past year, the incidence of DHF work area Puskesmas Tanjung Paku In 2015 as many as 96 people. The purpose of this study is to describe the behavior of the family against Dengue preventive measures in RW 1 Kampung Jawa district of Tanjung Harapan Solok year 2016. The descriptive study was conducted in RW 1 Solok Kampung Jawa on June 1 to 14, 2016. the population in this study across the heads of family residing in Kampung Jawa RW 1 with a sampling technique total sampling at 55 people. Data were collected using a questionnaire with interviews and observations were then processed and analyzed. The results of the study, obtained the majority (69.1%) of respondents have the perception of vulnerability Good, Mostly (70.9%) of respondents perceive the severity Well, more than a majority (50.1%) of respondents perceive the benefits of Less Good, Mostly (72.7%) respondents perceive barriers good, Mostly (89.1%) of respondents do less well in Dengue prevention measures. Based on the results of the study are expected to be health workers in PHC Tanjung Paku specifically address the issue of dengue disease in order to educate especially the Head of the Family on the prevention of dengue in the home environment. Keywords      :    Dengue Hemorrhagic Fever, Prevention, Family behavior Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berupa gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah manusia yang diakibatkan oleh infeksi virus. Sampai saat ini DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak ekonomi yaitu mahalnya biaya pengobatan maupun dampak sosial berupa kematian. Pada satu tahun terakhir, angka kejadian DBD wilayah kerja puskesmas Tanjung Paku Tahun 2015 sebanyak 96 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku keluarga terhadap tindakan pencegahan Demam Berdarah Dengue di RW 1 Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif dilaksanakan di RW 1 Kelurahan Kampung Jawa kota Solok pada tanggal 1-14 Juni 2016. Populasi dalam penelitian ini seluruh Kepala Keluarga yang berada di RW 1 Kelurahan Kampung Jawa dengan teknik pengambilan sampel secara Total sampling dengan jumlah 55 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan wawancara dan observasi kemudian diolah dan dianalisis. Hasil penelitian, didapatkan sebagian besar (69,1 %) responden mempunyai persepsi kerentanan Baik, Sebagian Besar (70,9 %) responden mempunyai persepsi keparahan Baik, lebih dari sebagian (50,1 %) responden mempunyai persepsi manfaat Kurang Baik, Sebagian Besar (72,7 %) reponden mempunyai persepsi hambatan Baik, Sebagian Besar (89,1 %) responden Kurang baik dalam melakukan tindakan pencegahan Demam Berdarah. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan agar petugas kesehatan di Puskesmas Tanjung Paku khususnya yang menangani masalah penyakit DBD agar dapat memberikan penyuluhan khususnya pada Kepala Keluarga tentang pencegahan DBD di lingkungan rumah. Kata Kunci   :    Demam Berdarah Dengue, Pencegahan, Perilaku keluarga