cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Efektivitas Pemberian Mobilisasi Dini terhadap Tonus Otot, Kekuatan Otot, dan Kemampuan Motorik Fungsional Pasien Hemiparise Paska Stroke Iskemik Reny Prima Gusty
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.171 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.1.41-48.2012

Abstract

Dampak terbanyak dari stroke adalah timbulnya kelemahan pada anggota gerak yang dapat menyebabkan  menurunnya produktivitas dan kemampuan ekonomi masyarakat. Rehabilitasi dini dibutuhkan untuk mengurangi kelemahan yang terjadi dengan  cara melakukan mobilisasi dini paska serangan stroke akut. Tujuan penelitian untuk melihat efektivitas pemberian mobilisasi dini terhadap kekuatan otot, tonus otot, kemampuan motorik fungsional pada hemiparese paska stroke  iskemik. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest group. Subjek penelitian ini pasien hemiparese pasca stroke iskemik yang disebar di dua kelompok yaitu kelompok pertama diberi latihan mobilisasi 2x/hari berjumlah 10 orang dan kelompok kedua  3x/hari berjumlah 10 orang. Latihan dimulai pada hari ke 2 paska serangan stroke sampai hari ke 5. Analisa menggunakan uji t berpasangan dan tidak berpasangan dengan derajat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian didapatkan adanya peningkatan pada tonus otot,kekuatan otot,kemampuan fungsional motorik pada kedua kelompok dengan masing- masing kelompok nilai  p=0,000. Didapatkan  peningkatan lebih baik pada tonus otot, kekuatan otot (bahu,siku,pergelangan tangan,paha,lutut,pergelangan kaki) dan kemampuan motorik fungsional kelompok yang mendapat terapi 3x/hari daripada 2x/hari dengan nilai kemaknaan kekuatan otot pada bahu p= 0,016;  otot siku dengan p=0,037; otot pergelangan tangan p=0,042; otot lutut p=0,004 dan otot pergelangan kaki p=0,050.  peningkatan kemampuan miring ke sisi yang sehat p= 0,000; peningkatan kemampuan telentang ke duduk  p=0,000; menjaga keseimbangan duduk  p=0,007; dan kemampuan duduk ke berdiri dengan p=0,007. Saran agar terapi latihan mobilisasi dini dijadikan sebagai intervensi keperawatan mandiri bagi perawat yang dapat dilakukan sebanyak 2x/hari maupun 3x/hari sehingga dapat membantu mempercepat masa pemulihan kelemahan dan mencegah komplikasi lanjut.
GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI POLIKLINIK BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013 Yulastri -; Aini Yusrab,; Novi Herawatic
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.92 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.76-80.2016

Abstract

Abstract Breast cancer cause various psychological symptoms as a result of changes in body shape, uncertainty about the future, and the impact of recurrence of breast cancer treatment. As a result, many patients don’t adhere to treatment. Negative self-concept is a response that is maladaptive adjustment. According to WHO the incidence increased every year, 6.25 million people in 2002. The aim of research to describe the concept of self-breast cancer patients at the Clinic Surgical Hospital Dr M Djamil Padang 2013. This research is descriptive, at the Polyclinic Hospital Surgery Dr. M Djamil Padang. Population is all of breast cancer patients who visited the Polyclinic Surgery amounted to 234 people. Accidental sampling as many as 49 people. Data were collected in July 2013 using a questionnaire and analyzed by univariate. Results of the study the majority (57.1%) of respondents have a positive body image. Most (57.1%) of respondents have a negative self ideal. General (75.5%) of respondents have a negative self-esteem. Most (53.1%) of respondents have a negative self-identity and most (51%) of respondents have a negative self role. Surgery Clinic nurses are expected to be able to conduct assessments of physiological stressors, self-concept in patients with breast cancer by providing health education and motivate patients to seek treatment until complete. As well as the need for cognitive therapy given by a nurse specialist mental patients with breast cancer to improve their quality of life. Keyword        : cancer, breast cancer, self-concept ABSTRAK Kanker payudara menimbulkan berbagai macam gejala psikologis sebagai akibat perubahan bentuk tubuh, ketidakpastian tentang masa depan, kekambuhan serta dampak pengobatan kanker payudara. Akibatnya banyak pasien yang tidak patuh terhadap pengobatannya. Konsep diri yang negatif merupakan respon penyesuaian yang maladaptif. Menurut WHO setiap tahun kejadiannya meningkat, 6,25 juta orang pada tahun 2002. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien kanker payudara di Poliklinik Bedah RSUP Dr M Djamil Padang pada tahun 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif, di Poliklinik Bedah RSUP Dr. M Djamil Padang. Populasi adalah semua pasien kanker payudara yang berkunjung ke Poliklinik Bedah berjumlah 234 orang. Pengambilan sampel secara Accidental Sampling sejumlah 49 orang. Data dikumpulkan pada Juli 2013 menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian sebagian besar (57,1%) responden memiliki citra tubuh positif. Sebagian besar (57,1%) responden memiliki ideal diri negatif. Umumnya (75,5%) responden memiliki harga diri negatif. Sebagian besar (53,1%) responden memiliki identitas diri negative dan sebagian besar (51%) responden memiliki peran diri negatif. Diharapkan perawat Poliklinik Bedah dapat melakukan pengkajian stresor fisiologis, konsep diri pada pasien kanker payudara dengan memberikan pendidikan kesehatan dan memotivasi pasien untuk berobat sampai tuntas. Serta perlunya diberikan terapi kognitif oleh perawat spesialis jiwa bagi pasien dengan kanker payudara untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci   : kanker, kanker payudara, konsep diri
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN ORANG HIV/AIDS (ODHA) DALAM MENDAPATKAN DUKUNGAN KELUARGA DI YAYASAN LANTERA MINANGKABAU SUPPORT PADANG Reny Prima Gusti; Muthia Farlina; Alfitri -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.22-31.2015

Abstract

:Menjadi ODHA merupakan suatu hal yang berat dalam hidup, dalam menghadapi kondisi ini ODHAsangat membutuhkan dukungan keluarga sebagai dukungan utama untuk mengatasi berbagai permasalahan yangkompleks mengenai kondisi penyakit, tekanan psikologi maupun stigma dan diskriminasi. Tidak semua ODHAmendapatkan dukungan yang dibutuhkannya. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi, memahami sertamengambarkan pengalaman orang dengan HIV/AIDS dalam mendapatkan dukungan keluarga. Desain penelitiankualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada 5partisipan di Yayasan Lantera Minangkabau Support Padang. Analisa data menggunakan teknik Collaizi. Hasilpenelitian ditemukan tujuh tema yaitu orang dengan HIV/AIDS memiliki respon menolak didiagnosisHIV/AIDS dan respon menerima terhadap diagnosis HIV/AIDS. Keluarga memiliki respon menolak saatmengetahui anggota keluarganya terdiagnosis HIV/AIDS dan respon menerima terhadap diagnosis HIV/AIDS.Dukungan keluarga yang dibutuhkan,yang diterima ODHA serta dukungan keluarga yang diterima berdasarkankebutuhan ODHA. Dukungan keluarga yang dibutuhkan ODHA berupa dukungan emosional, dukunganinstrumental dan informasional. Dukungan keluarga yang paling dibutuhkan ODHA adalah dukungan emosionalberupa perhatian, dorongan semangat, kasih sayang dan kedamaian. Empat partisipan menyatakan mendapatkandukungan keluarga sesuai dengan yang dibutuhkannya dan satu partisipan menyatakan belum mendapatkandukungan keluarga yang optimal sesuai dengan yang dibutuhkannya karena belum siapnya partisipanmemberitahukan status HIV kepada anggota keluarga yang lain terkait faktor resiko dan kondisi kesehatankeluarga. Berdasarkan hasil tema tersebut keluarga diharapkan memberikan dukungan yang penuh empati,menerima dan memahami kondisi ODHA serta memiliki informasi yang benar tentang penyakit HIV/AIDS
Pengaruh Pemberian Buah Pepaya Terhadap Nafsu Makan Anak Berumur 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji lili Fajria
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.303 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.1.45-59.2013

Abstract

Nafsu adalah keinginan atau dorongan untuk makan karena kelaparan . Gangguan nafsu makan sering dialami oleh balita . Mereka sering makanan pemilih dan mudah terkena penyakit menular sehingga mengalami kekurangan gizi . Untuk alasan ini, perlu upaya untuk mengatasi gangguan makan untuk balita melalui terapi bergizi yang kaya akan vitamin , mineral dan dapat membuat sistem pencernaan lebih baik . Pepaya kaya akan gizi yang dapat meningkatkan nafsu makan balita. Mengetahui pengaruh 1 buah pepaya perhari secara teratur selama `1 bulan terhadap nafsu makan anak balita di  wilayah kerja Puskesmas Kuranji Padang. Untuk sampel penelitian ini memiliki 20 balita yang turun berat badan selama satu bulan terakhir. Penelitian ini telah dilakukan sejak 4 Februari hingga 5 Maret 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif  dengan pendekatan Quasi eksperimental one group pretest - posttest design tanpa kelompok kontrol. Berat balita diukur dengan menggunakan skala digital . Penulis menerapkan uji T -pair untuk uji statistik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan besar dalam nafsu makan balita, terlihat melalui skala berat balita setelah intervensi ( = 0,000 o ). Berdasarkan hasil penelitian , penulis menyarankan puskesmas Kuranji untuk mempromosikan masyarakat untuk mengkonsumsi 1 buah pepaya per hari sebagai terapi bergizi bagi balita yang mengalami gangguan nafsu makan .
Pengaruh Pengawas Minum Obat Tablet Fe Pada Ibu Hamil Yang Anemia Terhadap Kenaikan Hb di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luar Kab. Agam Wedya Wahyu; Tut Wuri Handayani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.466 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.2.169-179.2012

Abstract

Anemia  masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada ibu hamil di Indonesia. Penyebab paling umum dari anemia pada ibu hamil adalah kekurangan zat besi,dampak kekurangan zat besi pada wanita hamil dapat diamati dari angka kesakitan dan kematian janin, serta peningkatan resiko terjadinya berat badan lahir rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengawas minum obat tablet Fe pada ibu hamil yang anemia  terhadap kenaikan Hb di Wilayah kerja Puskesmas Padang Luar Kabupaten Agam Tahun 2012. Penelitian ini mengunakan desain quasi – eksprimen dengan mengunakan pendekatan “Non –randomized control group pretest – postest design”. Teknik pengambilan sampel total sampling yaitu dengan jumlah sampel 50  orang yang dibagi dua kelompok, 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi melibatkan keluarga sebagai pengawas minum obat tablet Fe sedang pada kelompok kontrol tanpa  pengawas minum obat tablet Fe. Teknik analisa yang digunakan untuk kelompok intervensi dan kontrol yaitu mengunakan uji Wilkolson.Hasil uji stasistk kelompok intervensi dan kontrol didapatkan nilai p= 0,00 (<0,05). Maka dari hasil penelitian ini terdapat pengaruh pengawas minum obat pada ibu hamil yang anemia terhadap kenaikan Hb. Maka dapat disimpulkan kerterlibatan keluarga dalam pengawas minum obat tablet Fe dapat meningkatkan kepatuhaan ibu dalam mengkonsumsinya sehingga dapat menaikan Hb dan menurunkan angka kejadian anemia
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lubuk indri Ramadini; Elda Risma
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.032 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.174-192.2016

Abstract

Abstract Puskesmas Lubuk Buaya is the first order of Puskesmas which is the highest rate of anemia incidence in pregnant women in 2014 that is 25,1% from 22 Puskesmas in Padang city. This is due to the low level of public knowledge about anemia. The type of descriptive analytic study with cross sectional study design, the population in this study amounted to 93 people, sampling technique total sampling, so the number of samples in this study as many as 93 samples. Data collection techniques were conducted by questionnaire. Data were obtained by univariate and bivariate analysis with chi-square statistic test presented in cross-table form with 95% degree of confidence. The results of this study were (58,1%) of respondents experiencing anemia, (54,8%) respondents lack chronic energy, (51,6%) respondent have low knowledge level, (24,7) respondent have high risk parity, 54.8%) gestational distance is risky. The chi-square bivariate findings were found to have a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia (p = 0.004), there was a significant association between knowledge level and anemia (p = 0.018), there was a significant relationship between parity and the incidence of anemia ( P = 0.043), and there was a significant relationship between the gestational distance and the incidence of anemia (p = 0.001). Based on the results of the above analysis, suggested to health workers, especially nurses at health centers to improve counseling and services in providing information to pregnant women about anemia kejadia during pregnancy. Keywords      :  anemia, nutritional status, level of knowledge, Parity, Distance Pregnancy Abstrak Puskesmas Lubuk Buaya merupakan urutan pertama Puskesmas yang paling tinggi angka kejadian anemia pada ibu hamil tahun 2014 yaitu 25,1%  dari 22 Puskesmas dikota Padang. Hal ini terjadi karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang anemia. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study, populasi dalam penelitian ini berjumlah 93 orang, teknik pengambilan sampel total sampling, jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 93 sample. Teknik pengumpulan data dilakukan secara kuesioner. Data diperoleh dengan analisa secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square disajikan dalam bentuk tabel silang dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini didapatkan ( 58,1% ) responden yang mengalami anemia, ( 54,8% ) responden kurang energi kronis, ( 51,6% ) respondent memiliki tingkat pengetahuan rendah, ( 24,7 ) responden memiliki paritas berisiko tinggi, ( 54,8% ) jarak kehamilan adalah berisiko. Hasil temuan bivariat uji chi- square di dapatkan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian anemia ( p= 0,004 ), terdapat hubugan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan anemia ( p= 0,018 ), terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian anemia ( p= 0,043 ), dan terdapat hubungan yang bermakna antara jarak kehamilan dengan kejadian anemia ( p= 0,001). Berdasarkan hasil analisa diatas,di sarankan kepada petugas kesehatan khususnya tenaga perawat di puskesmas agar meningkatkan penyuluhan dan pelayanan dalam memberikan informasi terhadap ibu hamil tentang kejadia anemia sewaktu hamil. Kata Kunci         : Kejadian Anemia, Status Gizi, Tingkat pengetahuan, Paritas, Jarak Kehamilan
Pemberian Latihan Rentang Gerak Terhadap Fleksibilitas Sendi Anggota Gerak Bawah Pasien Fraktur Femur Terpasang Fiksasi Interna Di RSUP. Dr. M. Djamil Padang Reny Prima Gusty
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.262 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.2.176-196.2014

Abstract

Gangguan fleksibilitas sendi anggota gerak bawah merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien fraktur femur pasca operasi pemasangan fiksasi interna. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan ini dintaranya adalah melakukan latihan rentang geraksendi sedini mungkin. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian latihan rentang gerak terhadap kelenturan sendianggota gerak bawah pada pasien fraktur femur terpasang fiksasi interna. Rancangan penelitian menggunakanQuasy Eksperiment dengan pendekatan Posttest Only Control Group. Sampel adalah pasien fraktur femur post fiksasi interna hari ke dua sebanyak 20 responden, dibagi dalam dua kelompok yaitu 10 responden mendapat latihan rentang gerak (eksperimen) dan 10 responden melakukan latihan rentang gerak tidak sesuai aturan penelitian (kontrol). Instrument menggunakan goniometer. Perlakuan Latihan gerak dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari selama 5 hari dengan durasi 15 menit. Data dianalisa dengan uji statistik Mann Whitney.Hasil penelitian pada kelompok eksperimen didapatkan rata-rata kelenturan sendi setelah diberikan latihan rentang gerak yaitu fleksi sendi panggul 68,5 derajat, fleksi sendi lutut 61 derajat, dorsofleksi pergelangan kaki 12,5 derajat dan plantarfleksi pergelangan kaki 47 derajat,sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan rata-rata fleksi sendi panggul 45,5 derajat, fleksi sendi lutut 15,5 derajat, dorsofleksi  1,5 derajat dan plantarfleksi 33,5 derajat. Berdasarkan uji statistik Mann Whitney didapatkan p=0,000 <0,05 yang menunjukkanada perbedaan derajat kelenturan sendi pada kelompok eksperimen dibanding dengan kelompok kontrol. Kesimpulan lebih besar peningkatan derajat kelenturan sendi pada kelompok eksperimen dibanding dengan kelompok kontrol. Disarankan lakukan latihan gerak sendi post operasi fiksasi hari kedua (sedini mungakin) sehingga dapat mencegah terjadinya kekakuan pada sendi pada pasien fraktur femur terpasang fiksasi interna. 
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Senam Nifas Terhadap Pengetahuan Primipara Tentang Senam Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Vetty Priscilla; Wedya Wahyu
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.723 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.197-202.2013

Abstract

: Senam nifas merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan setelah persalinan, Salah satu tujuannya untuk mencegah komplikasi pada waktu nifas. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu setelah persalinan terutama primipara tentang senam nifas adalah melalui pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan senam nifas terhadap pengetahuan primipara tentang senam nifas di wilayah kerja Puskesmas Lubuk buaya padang tahun 2013. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre-posttest design, dengan jumlah sampel 19 orang primipara. Pengambilan data dimulai dari 23 Februari sampai 22 Maret dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dengan menggunakan instrument kuosioner.Analisa data menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa  primipara yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak (10,5%) sebelum diberikan pendidikan kesehatan, setelah diberikan pendidikan kesehatan senam nifas primipara yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak (84,2%), hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan senam nifas terhadap pengetahuan (p=0,000). Saran bagi puskesmas untuk dapat menjadikan senam nifas sebagai program rutin sebagai upaya pemulihan kesehatan ibu pasca persalinan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecendrungan Turnover Perawat di Rumah Sakit Islam “Ibnu Sina” Yarsi Sumbar Bukittinggi Reny Prima Gusty; Yulastri Arief
Ners Jurnal Keperawatan Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.508 KB) | DOI: 10.25077/njk.7.2.156-160.2011

Abstract

Turnover yang tinggi merupakan masalah dalam pengelolaan sumber daya manusia di rumah sakit. Angka turnover perawat di Rumah Sakit Islam "Ibnu Sina" Yarsi Sumbar Bukittinggi tiap tahun cenderung naik, data tahun 2009 dan 2010 adalah 21,3% dan 24,3%. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kecendrungan turnover perawat di Rumah Sakit Islam "Ibnu Sina" Yarsi Sumbar Bukittinggi. Jenis penelitian ini deskriptik analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel berjumlah 75 orang. Pengambilan data mengunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 54,7% perawat memiliki kecendrungan turnover, terdapat hubungan  antara faktor eksternal yaitu ketersediaan lapangan kerja di institusi lain dengan kecendrungan turnover (p-value 0.039) dan tidak ada hubungan antara faktor internal organisasi (ukuran organisasi, kepemimpinan, kompensasi,  kepuasan kerja, pengembangan karir, bobot pekerjaan,  sentralisasi dan faktor individu karyawan ) dengan kecendrungan turnover. Untuk mengurangi turnover perawat diperlukan  perhatian pimpinan rumah sakit dalam  kajian ulang tentang program – program yang dapat mengurangi turnover perawat antara lain perbaikan  kepemimpinan dalam keperawatan, program pengembangan karir dan upaya dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat.
Hubungan Kondisi Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Filariasis di Muaro Putuih Wilayah Kerja Puskesmas Tiku Kabupaten Agam Weni Sartiwi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.14.1.11-18.2018

Abstract

Filariasis merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh cacing filarial yang hidup dalam kelenjar limfe dan darah manusia. Hal terpenting yang harus dilakukan yaitu menurunkan angka kejadian filariasis yang dipengaruhi oleh lingkungan dan perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian filariasis di Muaro Putuih Wilayah Kerja Puskesmas Tiku Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh KK yang ada di Desa Muaro Putuih Wilayah Kerja Puskesmas Tiku Kabupaten Agam yang berjumlah 100 KK dengan sampel 50 KK. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Februari s/d 2 Maret 2016. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik pengolahan data yaitu editing, coding, entry, dan cleaning. Analisa univariat dan bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian bahwa lebih dari separuh responden (54%) kondisi lingkungan beresiko, lebih dari separuh responden (54%) perilaku tidak baik, lebih dari separuh responden (58%) tidak menderita filariasis. Terdapat hubungan antara kondisi lingkungan dan kejadian filariasis (p=0,000), terdapat hubungan antara perilaku dan kejadian filariasis (p=0,017). Diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit filariasis.

Page 2 of 24 | Total Record : 237