cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Hubungan Dukungan Sosialdengan Tingkat Kecemasan Narapidanadi Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Muaro Padang Tahun 2014 Dewi Eka Putri; Ira Erwina
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.635 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.2.118-135.2014

Abstract

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Kecemasan Narapidana Dilembaga Pemasyarakatan Klas II A Muaro Padang Tahun 2014.Status sebagai narapidana merupakan stressor yang berat dalam kehidupan, narapidana kehilangan kebebasan, kehilangan rasa aman dan nyaman, terpisah dari keluarga dan komunitas, adanya perubahan pada dukungan sosial yang diterima serta dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan yang terbatas, yang menyebabkan narapidana mengalami masalah kesehatan mental yaitu kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Muaro Padang tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 237 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari data demografi, tingkat kecemasan, dan dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48.5% narapidana mengalami kecemasan ringan, dan 52.3% narapidana mendapatkan dukungan sosial yang tinggi. Berdasarkan hasil uji korelasi spearman, diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Muaro Padang tahun 2014 dengan p= 0.000 dan r = -0.72 1, yang berarti terdapat korelasi kuat dengan arah negative, artinya semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah tingkat kecemasan atau sebaliknya. Disarankan untuk petugas Lapas, perawat, keluarga, dan rekan sesama narapidana untuk menjadi sumber dukungan sosial bagi narapidana sehingga dapat menurunkan kecemasan
Hubungan Faktor Individual, Sosial dan Pekerjaan dengan Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2013 Yulastri Arief
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.818 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.161-168.2013

Abstract

Ketidakpuasan karyawan dalam bekerja akan mengakibatkan suatu situasi yang tidak menguntungkan bagi organisasi maupun individual. Indikator ketidakpuasan kerja yang terlihat di IGD RS DR M Djamil adalah tingginya angka ketidakhadiran, meningkatnya angka kesakitan dan turn over serta masalah kedisiplinan kerja lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individual (minat dan sikap), faktor sosial (interaksi sesama perawat dan dengan atasan) dan faktor pekerjaan (kondidi kerja dan pengawasan) dengan kepuasan kerja perawat di ruangan IGD RS DR M Djamil Padang. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study dimana populasi dan sampelnya adalah seluruh perawat pelaksana di ruangan IGD RS DR M Djamil Padang yang berjumlah 45 orang. Untuk mengetahui hubungan antar variabel dilakukan uji chi square. Untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan dilakukan dengan uji regresi logistik.   Hasil uji statistik terdapat hubungan bermakna antara minat dengan kepuasan kerja (p=0,004), sikap dengan kepuasan kerja (p=0,003), interaksi karyawan dengan atasan dengan kepuasan kerja (p=0,000), pengawasan dengan kepuasan kerja (p=0,000), tidak terdapat hubungan bermakna antara interaksi sesama karyawan dengan kepuasan kerja (p=0,334), kondisi kerja dengan kepuasan kerja (p=0,727), sedangkan hasil uji regresi logistik didapatkan bahwa pengawasan adalah variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan kerja (p=0,002). Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan oleh manajerial keperawatan untuk dapat lebih meningkatkan kepuasan kerja perawat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan di IGD.
Faktor Risiko Terjadinya Osteoporosis Pada Wanita Menopause Renidayati -; Clara -; Sunardi -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.845 KB) | DOI: 10.25077/njk.7.2.130-135.2011

Abstract

Setiap dua hari dari 5 wanita di Indonesia memiliki resiko yang lebih besar mengalami osteoporosis. Dan ini ditemukan pada 85 % wanita yang sudah mengalami menopause selama 10 tahun. Beberapa factor resiko osteoporosis adalah jenis kelamin, ukuran tubuh, diet, aktifitas / latihan, merokok dan peminum alcohol. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko osteoporosis pada wanita menopause di kelurahan langgini wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kabupaten Kampar tahun 2010. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang, sampel penelitian adalah 51 wanita menopause. Pengolahan data dilakukan dengan analisa univariate dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan 33,3% responden mengalami osteoporosis, 33,3% responden memiliki badan kurus, 51% responden memiliki aktifitas rendah dari 54.9% responden memiliki diet yang buruk. Terdapat hubungan yang bermakna antara ukuran tubuh, aktifitas (latihan) dan diet dengan kejadian osteoporosis (p=0.000). disarankan kepeda pimpinan Puskesmas Bangkinang untuk mengeluarkan kebijakan rutin untuk wanita menopause dan unutk perawat dan bidan agak dapat memberikan pendidikan tentang pentingnya aktifitas (latihan) den meningkatkan diet bagi wanita menopause.
Perilaku Keluarga Terhadap Tindakan Pencegahan Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Health Belief Model Mery Lingga Anggraini; Jamal Siddiq
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.797 KB) | DOI: 10.25077/njk.13.1.60-69.2017

Abstract

AbstractDengue Haemorrhagic Fever is a disease such as disorders of the capillaries and the human blood clotting system caused by a viral infection. Until now, dengue fever is still a public health problem and a social and economic impacts. In the past year, the incidence of DHF work area Puskesmas Tanjung Paku In 2015 as many as 96 people. The purpose of this study is to describe the behavior of the family against Dengue preventive measures in RW 1 Kampung Jawa district of Tanjung Harapan Solok year 2016. The descriptive study was conducted in RW 1 Solok Kampung Jawa on June 1 to 14, 2016. the population in this study across the heads of family residing in Kampung Jawa RW 1 with a sampling technique total sampling at 55 people. Data were collected using a questionnaire with interviews and observations were then processed and analyzed. The results of the study, obtained the majority (69.1%) of respondents have the perception of vulnerability Good, Mostly (70.9%) of respondents perceive the severity Well, more than a majority (50.1%) of respondents perceive the benefits of Less Good, Mostly (72.7%) respondents perceive barriers good, Mostly (89.1%) of respondents do less well in Dengue prevention measures. Based on the results of the study are expected to be health workers in PHC Tanjung Paku specifically address the issue of dengue disease in order to educate especially the Head of the Family on the prevention of dengue in the home environment. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Prevention, Family behavior   
Hubungan Pendidikan Kesehatan dengan Kejadian Hiperbilirubinemia di Rumah Sakit. Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.314 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.1.32-36.2014

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah untuk mendapatkan gambaran hubungan pendidikan kesehatan terhadap kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir. Penelitian  ini menggunakan metode dekriptif analitik. Sampel penelitian  adalah ibu yang berkunjung ke Poliklinik Anak RSUP Dr.M.Djamil Padang, sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan kejadian hiperbilirubin. Penelitian ini merekomendasikan bahwa pendidikan kesehatan hendaknya diberikan pada ibu mulai dari saat antenatal.
Teknologi Elektronis Pengkajian Nyeri Kronis pada Anak-anak dan Remaja Dwi -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.826 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.1.49-56.2012

Abstract

Nyeri kronis pada anak-anak dan remaja merupakan permasalahan yang dapat mempengaruhi setiap aspek fungsi individu. Perubahan besar dalam kualitas hidup seorang anak berhubungan dengan nyeri kronis. Gangguan fungsi yang umumnya terjadi yaitu tidur, ketenagakerjaan, fungsi sosial dan kegiatan sehari-hari. Monitor terhadap nyeri kronis perlu menjadi perhatian bagi klinisi dalam memantau perjalanan nyeri sehingga dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang efektif. Nyeri merupakan hal yang subjektif dan perlu diutarakan oleh individu yang mengalami nyeri tersebut. Salah satu metode pengkajian nyeri kronis pada anak-anak dan remaja yang dapat diaplikasikan pada praktik klinis adalah penggunaan electronic pain diary yang menggabungkan kemajuan teknologi handheld hardware seperti ponsel pintar dan PDA dengan inovasi program software pengkajian nyeri yang telah terbukti indeks kualitasnya. Agar penggunaan aplikasi ini dapat diterapkan maka diperlukan perhatian pada aspek etika, aspek pendanaan perangkat dan pelatihan, aspek perubahan cara pandang tentang pentingnya memahami nyeri kronis pasien dalam rangka perubahan perilaku
EDUKASI SEKSUALITAS/REPRODUKSI ANAK PENYANDANG DISABILITAS PADA PEGAWAI PANTI SOSIAL MENUJU PROFESIONALITAS PELAYANAN Dwi novrianda; Hermalinda Hermalinda; Deswita Deswita
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.768 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.166-173.2016

Abstract

AbstractSocial Institution Bina Grahita Harapan Ibu (PSBGHI) is the only social institution in West Sumatra Province who provide social services and rehabilitation for people with mental disabilities. Persons with disabilities who are in the shelter are from various districts / cities in West Sumatra which amounted to 100 people. This orphanage is located in Kalumbuk, Padang City with an area of 5,007 m2. Since the implementation of regional autonomy, PSBGHI employees totaling 44 people either civil servants and honorarium received minimally training, seminars, even a refresher material. Partners in this IbM classified into 2 groups: 1) group of civil power as many as 24 people, with educational background is not a disability, and 2) a group of honorary staff of 20 people. Problems formulated partners namely the lack of knowledge about reproduction and sexuality in the development of persons with disabilities, reproductive problems / sexuality of persons with disabilities, and to tackle the problem. Results showed an increase understanding of sexuality and handling of sexuality problems encountered in children with disabilities. Therefore, the provision of material and playback video in the form of seminar is one alternative that can be given.Keywords : disability, seminars, PSBGHIAbstrakPanti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu (PSBGHI) merupakan satu-satunya panti sosial di Propinsi Sumatera Barat yang memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat mental (disabilitas). Penyandang disabilitas yang terdapat di panti ini berasal dari berbagai kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Barat yang berjumlah 100 orang. Panti ini berlokasi di Kalumbuk, Kota Padang dengan luas area 5.007 m2. Semenjak pemberlakuan otonomi daerah, pegawai PSBGHI yang berjumlah 44 orang baik PNs maupun honor sangat minim sekali memperoleh pelatihan, seminar, bahkan penyegaran materi. Mitra pada IbM ini diklasifikasikan atas 2 kelompok yaitu 1) kelompok tenaga PNS sebanyak 24 orang, dengan latar pendidikan bukan disabilitas, dan 2) kelompok tenaga honorer sebanyak 20 orang. Permasalahan mitra yang dirumuskan yaitu minimnya wawasan tentang perkembangan reproduksi dan seksualitas pada penyandang disabilitas, permasalahan reproduksi/seksualitas penyandang disabilitas, dan penanganan permasalahannya. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman tentang perkembangan seksualitas dan upaya penanganan permasalahan yang ditemui pada anak penyandang disabilitas. Oleh karena itu pemberian materi dan pemutaran video dalam bentuk seminar merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan.Kata kunci : disabilitas, seminar, PSBGHI
PENGARUH TEKNIK DISTRAKSI MENONTON KARTUN ANIMASI TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH SAAT PEMASANGAN INFUS DI INSTALASI RAWAT INAP ANAK RSUP DR.M. DJAMIL PADANG Rika Sarfika; Nova Yanti; Ruspita Winda
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.32-40.2015

Abstract

Pemasangan infus merupakan tindakan invasif yang menimbulkan nyeri pada anak. Salah satu teknik non farmakologi yang mudah, dapat dilakukan oleh perawat dan secara eoritis efektif untuk mengurangi nyeri saat tindakan invasive pada anak adalah distraksi menonton kartu nanimasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik distraksi menonton kartu nanimasi terhadap skala nyeri anak saat pemasangan infus. Pengumpulan data dilakukan dari bulan September - Oktober 2014 di RSUP DR.M.Djamil Padang, menggunakan desain quasyexperimental dengan pendekatant he posttest only with control group design. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 22 orang anak usia prasekolah (2-6 tahun), 11 orang kelompok eksperimen dan 11 orang kelompok kontrol. Nyeri saat pemasangan infus pada anak diukur secara lansung dengan Skala FLACC (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability). Analisa data dilakukan dengan uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan skala nyeri antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata skalan yeri yang signifikan (Pv<0,05) antara anak yang diberikan teknik distraksi menonton kartu nanimasi dengan anak yang tidak diberikan teknik distraksi saat dilakukan pemasanganinfus. Rekomendasi bagi perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk menggunakan menonton kartun animasi sebagai teknik non farmakologi ssaat pemasangan infus agar skala nyeri anak lebih rendah
Perbedaan Pengaruh Terapi Napas Dalam dan Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang Tahun 2012 lili Fajria
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.521 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.1.60-65.2013

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh lansia. Penatalaksanaan non farmakologi dapat dilakukan dengan terapi napas dalam dan terapi relaksasi otot progresif. Teknik napas dalam dapat merangsang keluarnya Oksida Nitrit yang dapat mendilatasi pembuluh darah sehingga tekanan darah dapat diturunkan. Terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan aktifitas saraf simpatis yang menyebabkan vasodilatasi vaskuler sehingga tekanan darah turun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh terapi napas dalam dan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan Non Equivalen Comparison Group Pretest-Posttest Design menggunakan uji t berpasangan, uji t tidak berpasangan dan uji Man-Whitney. Jumlah sampel sebanyak 30 responden tersebar 15 orang mendapat terapi napas dalam dan 15 orang mendapat terapi relaksasi otot progresif.Hasil menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah pada masing-masing kelompok dengan p=0,000 dan terdapat perbedaan penurunan tekanan darah antara kelompok terapi napas dalam dan terapi relaksasi otot progresif dengan p= 0,001 sistolik dan p=0,042. Pemberian terapi relaksasi otot progresif lebih baik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Disarankan untuk melakukan relaksasi otot progresif untuk penanganan hipertensi secara nonfarmakologis pada lansia dengan hipertensi. 
Pola Konsumsi Orang Dewasa Minangkabau dan Hubungannya Dengan Ukuran Lingkar Pinggang Susmiati -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.042 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.2.180-186.2012

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study dengan populasi adalah masyarakat dewasa (30-60 tahun) yang bertempat tinggal di kota Padang, sedangkan sampel diambil secara multistage sampling yaitu Bungus Teluk kabung) dan kecamatan Nanggalo sebanyak 54 orang. Data dikumpulkan dengan melakukan interview intake makanan dengan menggunakan Food Freguency Questionaires (FFQ) dan pengukuran antropometri (Berat badan , tinggi badan dan lingkar pinggang). Selanjutnya data dianalisa dengan uji korelasi Spearman. Pada penelitian ini didapatkan responden yang mepunyai lingkar pinggang abnormal/diatas rata-rata 29 orang (53,7 %) dan lingkar pinggang normal  sebanyak 25 orang (46,7%). Rata-rata asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat lebih tinggi pada responden dengan lingkar pinggang abnormal dibandingkan responden dengan lingkar pinggang normal  . Terdapat perbedaan yang signifikan antara  rata-rata tingkat konsumsi (energi, protein, lemak, karbohidrat dan serat)  antara responden lingkar pinggang normal dan abnormal. p < 0.05. Dengan uji korelasi pada masing-masing tingkat konsumsi (energi, protein,lemak, karbohidrat dan serat ) terhadap lingkar pinggang didapatkan semua tingkat konsumsi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan ukuran lingkar pingggang .p < 0,05. Dan hubungan yang paling kuat dengan tingkat  konsumsi energi dengan rho 0,719. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi,protein ,lemak, karbohidrat dan serat dengan ukuran lingkar pinggang. Dimana hubungannya positif artinya makin tinggi tingkat konsumsi makin tinggi ukuran lingkar pinggang.

Page 4 of 24 | Total Record : 237