cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Nagari Abai Siat Wilayah Kerja Puskesmas Koto Besar Kabupaten Dharmasraya Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.361 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.1.75-90.2014

Abstract

Masa balita disebut dengan masa keemasan.Hal ini disebabkan karena anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan yang pesat.Berdasarkan hal tersebut maka sangat diperlukan perhatian yang optimal terhadap status gizi anak pada saat itu.Status gizi dapat dipengaruhi oleh pola makan, penyakit infeksi, pengetahuan ibu, status ekonomi, budaya, pelayanan kesehatan, produksi pangan dan kebersihan lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita adapun faktor-faktor tersebut yaitu: pola makan, penyakit infeksi, tingkat pengetahuan ibu, status ekonomi, pelayanan kesehatan dan  budaya. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study.Penelitianini menggunakan teknik proporsional random sampling dengan 196 responden yaitu ibu-ibu balita.Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 1-20 April 2013.Pengumpulan data menggunakan kusioner dari masing-masing variabel dengan seluruhnya terdapat 28 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p=0,000) antara pola makan, tingkat pengetahuan ibu, penyakit infeksi, status ekonomi dan budaya dengan status gizi balita. Hasil penelitian ini menyarankan kepada ibu-ibu balita agar senantiasa meningkatkan pengetahuannya tentang gizi bagi keluarga dan balita melalui berbagai media maupun dengan mengikuti penyuluhan kesehatan dan bagi petugas kesehatan agar terus meningkatkan kinerja dalam mengatasi permasalahan kesehatan terutama masalah gizi balita.
Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Tingkat Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Deswita Deswita
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.798 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.116-126.2013

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi kejiwaan yang penuh dengan kekhawatiran akan apa yang mungkin terjadi. Menjelang hari-hari terakhir sebelum melahirkan, seorang calon ibu sering kali dilanda kecemasan menghadapi masa persalinan. Kecemasan menimbulkan dampak secara fisik maupun psikis pada janin, ibu dan proses persalinan yang dijalani nantinya. Salah satu penatalaksanaan secara non farmakologi adalah terapi murotal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan. Jenis penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 12 orang ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan pengumpulan data dilakukan pada tanggal 4 Mei sampai 18 Mei 2013. Analisa data menggunakan wilcoxon dan hasil penelitian membuktikan ada pengaruh terapi murotal terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan pada ibu trimester ketiga p = 0,007 (p<0,05). Terapi murotal efektif menurunkan tingkat kecemasan menghadapi persalinan ibu hamil trimester ketiga. Disarankan kepada institusi pelayanan kesehatan untuk dapat memberikan alternatif terapi seperti terapi murotal untuk membantu mengurangi kecemasan menghadapi persalinan.
Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi Dalam Implementasi Evidence-Base Practice Titan Legita
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.142 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.1.84-97.2012

Abstract

Perawat memiliki tanggung jawab dalam memberikan perawatan terbaik untuk pasien mereka. Memberikan perawatan didasarkan tidak hanya pada pengalaman klinis tetapi juga pada hasil temuan keperawatan untuk mengeksplorasi intervensi keperawatan terbaik bagi pasien sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Melalui konsep praktik berbasis bukti, temuan penelitian dapat mempengaruhi perawat dalam pengambilan keputusan klinis. Oleh karena itu, perawat harus tahu konsep secara benar dan memiliki sikap positif serta siap dalam menerapkan praktik berbasis bukti. Tujuan dari studi  ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap dan persiapan perawat klinis dalam konsep aplikasi berbasis bukti. Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan kuesioner kepada 66 perawat klinis di rumah sakit umum di Pontianak. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahuan perawat pada konsep praktik berbasis bukti adalah sangat rendah . Selain itu, mereka pada dasarnya tidak memiliki cukup persiapan dalam hal pengetahuan dan kebiasaan dalam melakukan penelitian dan membaca penelitian yang  sangat penting dalam mendukung pelaksanaan implementasi. Lebih dari setengah dari perawat memiliki sikap positif terhadap praktek berbasis bukti . Temuan dalam studi  ini adalah penting untuk pendidikan keperawatan dan praktek keperawatan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk pasien .
Tingkat Pengetahuan Perawat Dan Penerapan Ventilator Associated Pneumonia Bundle Di Ruang Perawatan Intensif Sri Idawaty; Emil Huriani; Reni Prima Gusti
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.879 KB) | DOI: 10.25077/njk.13.1.34-41.2017

Abstract

Menurut Laporan Kinerja Mutu dan Manfaat Bagi Masyarakat Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) pada tahun 2014 ditemukan angka Infeksi Ventilator Associated Pneumonia (VAP) 18,17%, dan dalam  enam bulan terakhir terdapat sebanyak  85,1%  pasien di ICU yang menggunakan Ventilasi Mekanik (ventilator). Protap yang tersedia belum sesuai dengan VAP bundle. Ditemukan perawat yang tidak konsisten dalam menerapkan intervensi keperawatan untuk pencegahan VAP dan ketidaktahuan perawat dalam penerapan VAP Bundle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dengan Penerapan VAP Bundle di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diolah secara deskriptif dan dengan menggunakan chi-squared test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (60%) perawat memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Hampir seluruh (93,3%) perawat sesuai melakukan penerapan VAP Bundle. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan penerapan VAP Bundle (p<0.05). Disarankan kepada pihak rumah sakit dapat memberikan variasi pelatihan lanjut atau khusus tentang keperawatan kritis termasuk desiminasi jurnal terutama tindakan ventilasi mekanik sehingga perawat dapat menambah wawasan pengetahuan ilmu-ilmu terbaru sehingga dapat menambah kualitas perawat. Bagi manajemen ruangan agar dapat menetapkan VAP Bundle sebagai prosedur operasional standar sehingga diterapkan secara konsisten oleh para perawat dalam mencegahnya VAP.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBATPASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ. PROF. DR. HB. SAANIN PADANG Ira Erwina
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.70-76.2015

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa dengan jumlah yang terbanyak jika dibandingkan dengan gangguan jiwa lainnya. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tingginya angka kekambuhan pada pasien skizofrenia. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan berobat adalah efek obat yang diminum, dosis obat, lama pengobatan dan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat. Penelitian dilakukan di RSJ. Prof. Dr. Hb. Saanin Padang, denganjumlah responden sebanyak 75 orang, desain cross sectional, data diambil menggunakan kuisioner. Hasil didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara efek samping obat dan dosis obat dengan kepatuhan berobat pasien, dan tidak ada hubungan yang bermakna (p > 0,05) antara lama pengobatan dan biaya pengobatan dengan kepatuhan berobat pasien. Faktor yang paling berpengaruh adalah dosis obat. Disarankan untuk perawat agar selalu memonitor pasien dalam minum obat dan bagi pasien agar selalu mengkomunikasi efek yang dirasakan selama mengkonsumsi obat.
Efektifitas Terapi Senam Stroke Terhadap Perbaikan Kemampuan Fungsional Pasien Paska Stroke Reny Prima Gusty
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.1.7-15.2012

Abstract

: Senam stroke merupakan terapi fisik rutin dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil Padang guna meningkatkan kemampuan fungsional pasien paska stroke. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas terapi senam stroke 2x seminggu dan 3 x seminggu selama 4 minggu guna meningkatkan kemampuan fungsional pasien pasca stroke. Rancangan penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan non random pretest-posttest tanpa kontrol. Sampel penelitian 22 orang responden yang mengalami stroke iskemia. Instrumen pengumpulan data  adalah lembaran pengukuran kemampuan fungsional yang berpedoman pada skala Indeks Barthel. Analisa data  menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk, uji t berpasangan dan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi senam stroke dapat meningkatkan kemampuan fungsional pasien paska stroke dengan rerata peningkatan pada senam stroke 2x dan 3x seminggu adalah 9,636 (p=0,000) dan 10,909 (p=0,000). Akan tetapi, perbedaan peningkatan kemampuan fungsional antara kedua kelompok partisipan tersebut secara statistik tidak signifikan (p value = 0,198). Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar manajemen RSUP DR. M. Djamil Padang membuat panduan untuk terapi ini dalam bentuk SOP, dan frekwensi terapi senam stroke tersebut dilakukan 3x seminggu agar perbaikan optimum kemampuan fungsional dapat dirasakan oleh pasien yang mengikuti terapi ini.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DISTRESS EMOSIONAL PADA CAREGIVER PEREMPUAN DENGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA ira Erwina; reni prima gusty; Monalisa -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.45 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.28-37.2016

Abstract

Abstract                                                                                                                 Caring for mental patients can be done by families and health professionals. The family is the closest to patients with mental disorders, referred as caregiver. Caregiver always give support for patient care. Caring for patients with mental disorders will make caregivers vulnerable to emotional problems such as anxiety, depression and worries. The purpose of this study was to determine the emotional distress experienced by female caregiver and the characteristics and its relationship with mental patients. Design of this research is analytic survey with purposive sampling technique. The total sample of 86 respondents, data were collected using questionnaires. The results of the data obtained and tested using correlation analysis. The result is women caregivers for experiencing emotional distress is 7.73 (77.3%), and there is a relationship between the family situation (caregiver relationship and supervision) to emotional distress, and there is no relationship between the characteristics of caregivers and the characteristics of mental disorder patients with emotional distress. Advised the caregiver to seek information and to improve the ability to solve problems. Keywords      : caregiver, women, emotional distress, mental disorders Abstrak Merawat pasien gangguan jiwa bisa dilakukan oleh keluarga dan tenaga kesehatan. Keluarga adalah orang yang terdekat dengan pasien dengan gangguan jiwa, yang disebut dengan istilah caregiver. Caregiver selalu memberikan support dan dukungan selama merawat pasien. Merawat pasien dengan gangguan jiwa akan membuat caregiver rentan terhadap masalah emosional seperti cemas, depresi dan kekhawatiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distress emosional yang dialami caregiver perempuan dan hubungannya dengan karakteristik caregiver dan pasien gangguan jiwa. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 86 orang, data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Hasil data diperoleh dan diuji menggunakan analisis korelasi. Hasilnya adalah caregiver perempuan mengalami distress emosional sebesar 7,73 (77,3%), dan terdapat hubungan antara situasi keluarga (hubungan caregiver dan pengawasan) terhadap distress emosional, dan tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden dan karakteristik pasien gangguan jiwa dengan distress emosional. Disarankan pada caregiver untuk mencari informasi dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi masalah. Kata kunci   : caregiver, perempuan, distress emosional, gangguan jiwa
Penerapan Terapi Social Skills Training Pada Klien Isolasi Sosial dengan Pendekatan Teori Dorothy E. Johnson Behavioral System Model di Kelurahan Balumbang Jaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor sutejo -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.168 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.1.18-24.2013

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa setiap tahun mengalami peningkatan cukup signifikan. Program intervensi yang dapat dilakukan tidak hanya berfokus di rumah sakit namun juga dilingkungan masyarakat dalam bentuk kesehatan jiwa masyarakat. Karya ilmiah akhir ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi social skills training pada klien isolasi sosial terhadap kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain melalui pendekatan teori Behavioral System Model. Jumlah klien yang dikelola sebanyak 13 klien dari 38 klien gangguan jiwa. Hasil yang diperoleh yaitu klien mampu menunjukkan peningkatan keterampilan berkomunikasi secara verbal maupun non verbal serta mampu melakukan interaksi dengan orang lain yang berada disekitarnya. Rekomendasi hasil karya ilmiah ini adalah perawat memiliki kompetensi pelaksanaan terapi social skills training pada klien isolasi sosial dan perlunya perawat spesialis jiwa di area komunitas
Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Prematur di RSUP. Dr. M. Djamil Padang Wedya Wahyu; Eliza Anas
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.862 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.2.129-137.2012

Abstract

Prematuritas merupakan penyumbang angka kematian bayi yang cukup tinggi. Prematuritas adalah bayi lahir dengan masa kehamilan < 37 minggu dan berat badan sesuai dengan masa gestasi tersebut atau disebut juga neonatus kurang bulan. Bayi prematur sering mengalami masalah akibat berat badan rendah. Diperlukan stimulasi yang dapat membantu dalam meningkatkan berat badan bayi prematur.  Salah satu tindakan non invansif yang menyokong peningkatan berat badan adalah terapi pijat. Pijat atau massage menurut  American Association of Massage Therapy (AMTA)  didefinisikan  sebagai manipulasi pada jaringan lunak yang dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau tubuh untuk memegang, menggerakkan, dan atau memberikan penekanan pada tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi pijat terhadap kenaikan  berat badan bayi prematur di RSUP dr. M. Djamil Padang.  Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai April 2012 terhadap 18 bayi prematur stabil. Penelitian ini menggunakan rancangan pre experimental one group pretest-posttest. Pengukuran ini dilakukan dengan mencatat berat badan bayi sebelum dilakukan terapi pijat dan berat badan setelah 5 hari berturut-turut dilakukan terapi pijat. Hasil uji statistik yang digunakan adalah T-Test dependent (paired t-test). Hasil uji statistik dengan analisa bivariat menunjukkan terdapat perubahan berat badan yang bermakna (p=0,000). Hal ini berarti bahwa terapi pijat berpengaruh dalam meningkatkan berat badan bayi prematur
DESKRIPSI FAKTOR – FAKTOR KECEMASAN ORANG TUA PADA ANAK PRE OPERASI DI RUANG BEDAH ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Musymiratul Fauziah,; Dwi Novrianda; Hermalinda -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.285 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.116-130.2016

Abstract

Abstract Anxiety is the emotional response of preoperative most frequently reported in pre operative children, with a prevalence of up to 60% (Akdag et al, 2014). Preoperative anxiety is also felt by the parents of pre operative children. This study aimed to describe the anxiety factors of parent in pre operative children in the pediatric surgery room RSUP Dr. M. Djamil Padang. Type of research was quantitative research with cross sectional study. The sampling technique used accidental sampling with 30 samples. This research held from June 20 to July 30, 2016. Data were analyzed using univariate analysis. Analysis results showed that more than half (53,3%) of respondents were late adulthood, more than half (66,7%) of respondents were mothers, more than half (66,7%) of respondents had a high education, more than half (53,3%) of respondents did not work, more than half (53,3%) of respondents had low knowledge, more than half (56,7%) of respondents had personality type B, more than half (53,3%) of respondents received high support from family members, more than half of respondents received (53,3%) high support form nurses, and average anxiety of respondents was 15,6 and it showed moderate anxiety. Suggested to the nurses in pediatric surgery room to increase the information support like counseling face to face with the parents during the child is in preoperative period, so that can increase the knowledge of parents. Keywords      :    anxiety, children, parent, pre-operative Abstrak  Kecemasan merupakan respon emosional peri operatif yang paling sering dilaporkan anak pre operasi, dengan prevalensi hingga 60% (Akdag et al, 2014). Kecemasan pre operasi juga dirasakan orang tua pada anak yang akan dioperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor kecemasan orang tua pada anak pre operasi di ruang bedah anak RSUP Dr.M.Djamil Padang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Waktu pengumpulan data dilakukan 20 Juni-30 Juli 2016. Analisis data menggunakan persentase. Hasil analisis menunjukkan lebih dari separuh (53,3%) responden berada pada kelompok umur dewasa akhir, lebih dari separuh responden (66,7%) berjenis kelamin perempuan atau Ibu, lebih dari separuh responden (66,7%) memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, lebih dari separuh (53,3%) responden tidak bekerja, lebih dari separuh (53,3%) responden memiliki pengetahuan rendah, lebih dari separuh (56,7%) responden memiliki tipe kepribadian B, lebih dari separuh (53,3%) responden menerima dukungan anggota keluarga yang tinggi, lebih dari separuh (53,3%) responden menerima dukungan perawat yang tinggi, dan rata-rata kecemasan adalah 15,67, yaitu kecemasan sedang. Diharapkan kepada perawat ruang bedah anak untuk meningkatkan dukungan informasi berupa konseling face to face kepada orang tua selama anak berada dalam fase pre operasi, sehingga menambah pengetahuan orang tua. Kata Kunci         :              anak, kecemasan, orang tua, preoperasi

Page 3 of 24 | Total Record : 237