cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP)
ISSN : 23549513     EISSN : 26556367     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan ini memuat karya hasil penelitian, kajian teori pendidikan khususnya pembelajaran dan tulisan tentang pengembangan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran.Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Melalui Media Puzzle Pada Siswa Kelas II SDN Teguhan 02 Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018-2019 Yayuk Dwi Rahayu, S.Pd
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas II pada pelajaran Matematika materi Bangun Datar di SDN Teguhan 02. 2) Meningkatkan hasil belajar siswa kelas II pada pelajaran Matematika materi Bangun Datar di SDN Teguhan 02. 3) Meningkatkan performansi guru dalam mengajar Matematika kelas II materi Bangun Datar di SDN Teguhan 02. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas II SDN Teguhan 02 tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 21 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan pengamatan aktivitas belajar siswa serta performansi guru saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian siklus I menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar siswa sebesar 78,6 dengan persentase tuntas belajar klasikal sebesar 81%, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mencapai 67,9 dengan kriteria tinggi, dan performansi guru sebesar 85,42 dengan kategori A. Pada siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar siswa sebesar 85,8 dengan persentase tuntas belajar klasikal mencapai 100%, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 85,6 dengan kriteria sangat tinggi, dan nilai performansi guru mencapai 96,67 dengan kategori A. Hasil tersebut membuktikan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat diambil simpulan bahwa media puzzle terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, serta performansi guru. Saran yang peneliti berikan berkaitan dengan hasil penelitian yaitu sebaiknya guru harus lebih kreatif dan variatif dalam menyajikan media puzzle bangun datar, sehingga siswa selalu merasa tertarik dan ingin tahu puzzle apakah yang akan digunakan dalam pembelajaran.
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Materi Perubahan Keruangan Dan Interaksi Antarruang Di Indonesia Dan Negara-Negara Asean Melalui Penerapan Model Pembelajaran Numbered Head Together Pada Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pujer Semester 1 Tahun Dwi Hadi Setyantoro, S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah aktivitas dan hasil belajar siswa akan meningkatkan dengan menerapkan Model Pembelajaran tipe Numbered Head Together Pada Mata Pelajaran IPS di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pujer Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian adalah Penelitian tindakan kelas ini dengan tahapan masing-masing siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pujer Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan tes. Validitas data yang digunakan yaitu, teknik triangulasi data. Triangulasi data disini dengan membandingkan hasil tes dengan hasil observasi yang telah dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum Hasil belajar siswa kelas di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pujer Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam mata pelajaran IPS ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran tipe Head Together pada pembelajaran. Pada observasi awal aktivitas belajar menunjukkan peningkatan dari 13 siswa atau 46,43% yang dinyatakan tuntas, pada siklus I meningkat menjadi 19 siswa atau 67,86% , dan pada siklus II meningkat menjadi 92,86% atau 26 siswa yang dinyatakan meningkat aktivitas belajarnya. Rata-rata nilai hasil belajar pada kondisi awal sebesar 55,00 pada siklus I menjadi 66,07 dan pada siklus II menjadi 77,14, dengan ketuntasan belajar dari 6 siswa (21,43%) pada kondisi awal, meningkat menjadi 17 siswa (60,71%) pada siklus I dan pada siklus II menjadi 25 siswa (89,29%). Dari perolehan angka-angka di atas dapat disimpulan bahwa pada siklus II, proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil dan tuntas pada siklus II.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Siswa Kelas VIII-G SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017 Suminarsri, S.Pd., Retno
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran dan hasil pembelajaran kooperatif melalui metode Group Investigation dalam menggambar ilustrasi pada siswa kelas VIII-G SMP Negeri 4 Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Seni Budaya dan siswa kelas VIII-G SMP Negeri 4 Madiun. Penelitian difokuskan pada proses pembelajaran dengan metode Group Investigation pada siswa kelas VIII-G dengan materi menggambar ilustrasi. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menurut Matthew B. Milles dan Huberman. Keabsahan data diperoleh melalui teknik trianggulasi. Pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi pada kelas VIII-G SMP Negeri 4 Madiun selama 3x pertemuan menggunakan metode kooperatif tipe Group Investigation melalui 6 tahapan: pembentukan kelompok (grouping) terdiri dari 6 kelompok, perencanaan (planning) membuat sket ilustrasi sesuai dengan tema, pelaksanaan menggambar ilustrasi sampai finishing (investigation), menyiapkan laporan karya, mempresentasikan hasil karya, dan evaluasi karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran tipe Group Investigation cocok untuk diterapkan dalam materi menggambar ilustrasi di kelas VIII-G SMP Negeri 4 Madiun, dengan indikator bahwa siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran seni rupa dalam menggambar ilustrasi. Interaksi antar siswa terjalin, siswa bekerja sama dalam melaksanakan tugas dengan satu kelompoknya saling membantu satu sama lain dengan satu tujuan yang sama yakni pemecahan masalah mengenai tema. Secara keseluruhan hasil penilaian karya siswa dalam menggambar ilustrasi sudah baik dan mendapatkan nilai diatas nilai KKM yaitu 75. Siswa yang memperoleh nilai baik sebanyak 13 siswa, yang memperoleh nilai cukup sebanyak 11 siswa. Untuk penilaian kelompok, terdapat 4 kelompok berpredikat baik dan 2 kelompok berpredikat cukup. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran kooperatif Group Investigation menjadikan siswa aktif yang mana berdampak pada hasil belajar yang lebih baik.
Penerapan Metode Explicit Instruction Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Materi Perkembangbiakan Tumbuhan Pada Siswa Kelas VI SD Negeri Pelang Lor 2 Kecamatan Kedunggalar Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 Agus Sumaryana,S. Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah menerapkan metode explicit instruction untuk meningkatkan prestasi belajar IPA materi perkembangbiakan tumbuhan pada siswa kelas VI SD Negeri Pelang Lor 2 Kecamatan Kedunggalar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pelang Lor 2 Kecamatan Kedunggalar yang terletak di Desa Pelang Lor Kecamatan Kedunggalar. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yakni September sampai oktober 2018.Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD Negeri Pelang Lor 2 Kecamatan Kedunggalar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 9 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode explicit instruction telah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa yang diindikasikan angka ketuntasan mengalami kenaikan yakni ketuntasan mengalami kenaikan yakni jika pratindakan ketuntasan sebesar 44%, maka pada siklus I dari 9 siswa yang dinyatakan tuntas sebesar 56% dan pada siklus II menjadi sebesar 100%.Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa explicit instruction efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
Peningkatan Kemampuan Bercerita Dengan Media Buku Gambar Seri Siswa Kelompok B TK Dharma Wanita Purwosari Babadan Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018 Dra. Siti Zulaikah
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambar berseri merupakan sejumlah gambar yang menggambarkan suasanayang sedang diceritakan dan menunjukkan adanya kesinambungan antara gambar yang satu dengan lainnya, sedangkan gambar lepas merupakan gambar yang menunjukkan situasi ataupun tokoh dalam cerita yang dipilih untuk menggambarkan situasi-situasi tertentu, antara gambar satu dengan lainnya tidak menunjukkan kesinambungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran bercerita dengan menggunakan media buku gambar seri siswa kelompok B TK Dharma Wanita Purwosari Babadan Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018, Adakah peningkatan kemampuan bercerita melalui media buku gambar siswa kelompok kelompok B TK Dharma Wanita Purwosari Babadan Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018.” Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean atau rata-rata. Ada peningkatan kemampuan bercerita melalui media buku gambar seri siswa kelompok B TK Dharma Wanita Purwosari Babadan Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian pada siklus I dengan rata-rata 6.78 siklus II dengan rata-rata 8.09, dan siklus III dengan rata-rata 9.45. Peningkatan yang signifikan itu dapat dicapai karena kegiatan pembelajaran setiap siklusnya dibuat lebih menarik dan kreatif. Kegiatan pembelajaran yang menarik dan kreatif memudahkan anak-anak dalam penerapan media buku gambar seri. Peningkatan hasil prosentase yang terjadi pada tiga siklus tersebut membuktikan bahwa hipotesa yang berbunyi ada peningkatan kemampuan bercerita melalui media buku gambar seri siswa kelompok B TK Dharma Wanita Purwosari Babadan Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018 diterima.
Peningkatan Kreativitas Guru Dan Keterampilan Mengajar Melalui Supervisi Klinis Di KKG Gugus Permata Hati Kecamatan Rowokangkung Anik Hartatik,S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangkaian potret pembelajaran yang dilakukan KKG Gugus Permata Hati Kecamatan Rowokangkung dapat dimaknai bahwa persoalan mendasar yang perlu mendapatkan perhatian adalah peningkatan kreatifitas guru dan keterampilan mengajar agar guru-guru dapat mendesain aktivitas pembelajaran secara bermakna yang menempatkan peserta didik sebagai pengonsumsi gagasan. Kenyataan dilapangan masih jauh dari harapan atau belum sepenuhnya komponen itu dilaksanakan. Maka peneliti berupaya melakukan perbaikan dalam rangka peningkatan kreatifitas guru dan ketrampilan mengajar melalui kegiatan supervisi khususnya supervisi klinis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama dua siklus hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut ini. 1. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis. Berdasarkan hasil penilaian ketrampilan mengajar guru, diperoleh Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap kreativitas guru untuk meningkatkan ketrampilan mengajarnya terbukti dengan meningkatnya ketrampilan mengajar guru pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. 2. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis pada Siklus I sudah tampak hasil penilaian dalam kegiatan supervisi klinis pada kreativitas ketrampilan mengajar guru pada siklus I rata - rata yaitu 70 dengan katogore cukup. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal kegiatan pembelajaran melalui supervisi klinis belum tuntas, karena guru dalam kreatifitas ketrampilan memngajar yang memperoleh nilai >55 hanya sebesar 80% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. 3. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis pada Siklus II adanya peningkatan yang signifikan. Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa pada siklus II secara klasikal kegiatan pembelajaran melalui supervisi klinis sudah tuntas, karena guru dalam kreatifitas ketrampilan mengajar yang memperoleh nilai >55 sebesar 100% lebih besar dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.
Pengembangan Profesionalisme Melalui Teknik Supervisi Kartu Mandiri Untuk Menumbuhan Motivasi Guru TK Binaan Kecamatan Lumajang Tahun Pelajaran 2018/2019 Gamariah, S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari permasalahan yang dihadapi guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sampai pada pelaksanaan pembelajaran, maka pengawas TK membuat suatu terobosan untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. Tidak semua guru memiliki keberanian untuk mengakui kekurangan atau kelemahannya sebagai guru yang proesional. Kartu mandiri merupakan salah satu cara untuk membuat segala sesuatu menjadi transparan. Guru mampu menuangkan permasalahan kinerjanya pada kartu tersebut. Rumusan masalah yang dapat diidentifikasi adalah: 1.“Bagaimana teknik Supervisi Kartu Mandiri dapat menumbuhkan motivasi Guru TK Binaan Kecamatan Lumajang dalam mengembangkan profesionalisme tahun pelajaran 2018/2019?” 2.“Apakah penggunaan teknik Supervisi Kartu Mandiri yang dapat menumbuhkan motivasi Guru TK Binaan Kecamatan Lumajang dalam mengembangkan profesionalisme tahun pelajaran 2018/2019?” Pelaksanaan siklus I dari 15 orang guru yang terlibat, nilai rata-rata 70 untuk administrasi pembelajaran karena ada 2 orang guru yang mendapat nilai baik, 13 orang guru mendapat niali cukup, sedangkan untuk hasil pengamatan proses pembelajaran rata-rata 67 karena ada 4 guru yang mendapat nilai baik dan 11 guru masih mendapat nilai cukup. Dengan hasil yang masih kurang memuaskan maka diadakan siklus II. Dalam pelaksanaan siklus II dari 15 guru yang terlibat maka hasil rekapitulasi tentang motivasi guru dalam pengembangan profesionalisme diperoleh data, nilai rata-rata 77 untuk administrasi pembelajaran karena ada 1 orang guru yang mendapat nilai baik sekali, 7 orang guru mendapat niali baik, dan 6 orang guru mendapat nilai cukup sedangkan untuk pengamatan proses pembelajaran rata-rata 74 karena ada 3 guru yang mendapat nilai cukup dan 12 guru mendapat nilai baik. Maka pelaksanaan siklus II sudah berhasil tidak dilakukan lagi dengan siklus berikutnya.
Meningkatkan Kemampuan Guru Menyusun RPPH Melalui Pendekatan Supervisi Akademik Di KKG Gugus Permata Hati Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2018/2019 Surati, S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidik atau Guru adalah pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Setiap pendidik atau guru dalam mengajar diharuskan memiliki perangkat pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Setiap proses pasti selalu meliputi tiga kegiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2017/2018 di TK Binaan Kecamatan Rowokangkung, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan RPP. Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauhmana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Supervisi Akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hasil analisa RPPH memperlihatkan terjadinya peningkatan kualitas RPPH. Dimana kualitas pada siklus I dan siklus II meningkat dari 60% menjadi 80%. Dari sini pula terlihat bahwa jumlah guru yang mengumpulkan RPPH menjadi 100%.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Materi Siklus Makhluk Hidup Melalui Metode Bekerja Berpasangan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Jatigembol 2 Kedunggalar Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 Beni, S. Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini dalam pembelajaran IPA siswa hanya bisa menghafal konsep yang dipelajarinya, tetapi siswa kurang mampu untuk menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah dengan diterapkannya metode Bekerja Berpasangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi siklus makhluk hidup. Adapun Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar melalui metode Bekerja Berpasangan adalah membantu siswa dalam kegiatan belajar agar bisa berfikir secara cepat dan melatih ketelitian, kecerdasan serta kecermatan dengan waktu yang di tentukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siklus berdaur, yaitu siklus di ulangi jika tujuan yang dirumuskan belum dicapai secara optimal. Setiap siklus pembelajaran terdiri dari empat tahapan: (1) perencanaan, (2) Pelaksanaan,(3) Pengamatan (observastion), dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran IPA melalui penggunaan metode Bekerja Berpasangan ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa, pada setiap tindakan mengalami peningkatan yang cukup baik sehingga hasil belajar siswa meningkat yaitu pada siklus I Peserta didik yang tuntas mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 18 orang siswa atau sebanyak 59,4% sedangkan Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 17 orang siswa atau sebanyak 40,6%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan hasil belajar siswa yaitu sebanyak 27 siswa atau sebesar 89,1% tuntas dan sebanyak 8 siswa atau sebesar 9,9% belum tuntas. Dengan demikian, penggunaan metode Bekerja Berpasangan sangat menunjang terhadap hasil belajar siswa pada materi siklus makhluk hidup di kelas IV SD Negeri Jatigembol 2 KedunggalarTahunPelajaran 2018/2019.
Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Sejarah Materi Mengenal Manusia Purba Pada Siswa Kelas X-MIPA-2 SMA Negeri 1 Tenggarang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 Drs. Sudjoko
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Sejarah materi Mengenal Manusia Purba melalui Model Pembelajaran Make A Match pada siswa kelas X-MIPA-2 SMA Negeri 1 Tenggarang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research-CAR). Setiap siklus terdiri dari dari empat tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Siswa Kelas X-MIPA-2 SMA Negeri 1 Tenggarang. yang berjumlah 36 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik member chek dan triangulasi. Teknik Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Peningkatan aktivitas belajar dari kondisi awal sebanyak 20 siswa atau 55,56%, pada siklus I naik menjadi 28 siswa atau 77,78%, dan pada siklus II menjadi 36 siswa atau 100%. Kenyataan tersebut juga didukung oleh peningkatan hasil belajar siswa, dimana nilai rata-rata pada kondisi awal hanya 63,33 pada siklus I naik menjadi 75,83, dan pada siklus II menjadi 86,94, dengan tingkat ketuntasan belajar pada kondisi awal sebanyak 6 siswa atau 16,67%, pada siklus I menjadi 22 siswa atau 61,11%, dan pada siklus II menjadi 33 siswa atau 91,67%, dan masih ada 3 orang siswa (8,33%) yang belum tuntas, namun semua indikator dan kriteria keberhasilan proses perbaikan pembelajaran telah tercapai pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Sejarah materi Mengenal Manusia Purba pada siswa kelas X-MIPA-2 SMA Negeri 1 Tenggarang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020.