cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP)
ISSN : 23549513     EISSN : 26556367     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan ini memuat karya hasil penelitian, kajian teori pendidikan khususnya pembelajaran dan tulisan tentang pengembangan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran.Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SMA Negeri 2 Sidoarjo H.F.A. Nurseno
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 3 (2020): Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil observasi di lapangan khususnya di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sidoarjo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMA Negeri 1 Sidoarjo melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi.
Meningkatkan Ketrampilan Menebali Huruf Melalui Metode Pembimbingan Kelompok Pada Anak TK B TK Pertiwi Ngepeh Loceret Nganjuk Tahun 2018 Juminah, S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 3 (2020): Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa kelas B/TK B dalam menebali hurup : (1) siswa kurang latihan; (2) kemampuan guru yang kurang dalam penyampaian materi; (3) sistem kegiatan belajar mengajar yang monoton dan kurang menarik, sehingga siswa bosan.Pembelajaran dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Pembimbingan Kelompok, siswa akan lebih terpancing dan mudah untuk berlatih dalam menebali hurup. Penggunaan metode Pembimbingan Kelompok merupakan sarana mempermudah siswa dalam memahami materi ajar agar tidak mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dengan Penggunaan Metode Pembimbingan Kelompok, peneliti yakin bahwa pembelajaran akan berjalan lancar, memudahkan siswa untuk menebali hurup untuk mengenalkan hurup. Berdasarkan hasil penelitian selama dua siklus didapat kesimpulan bahwa: (1) Kemampuan/ketrampilan menebali hurup anak TK B,TK Pertiwi Ngepeh Loceret Nganjuk tahun2018 setelah pembelajaran menggunakan Metode Pembimbingan Kelompok persentase keberhasilannya dapat mencapai 90%; (2) Dalam kegiatan pembelajaran dengan Metode Pembimbingan Kelompok , sebagian besar siswa terlibat aktif bekerja sama / bergotong royong (dalam diskusi dengan kelompoknya) dalam proses kegiatan latihan menebali hurup bersama; dan (3) Aktivitas guru dalam pembelajaran sangat tinggi/sangat antusias.
Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Melalui Metode Contextual Teaching And Learning Pada Siswa Kelas IX-E SMP Negeri 4 Ponorogo Tahun Pelajaran 2016/2017 Ninik Irianti, S.Pd
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 3 (2020): Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode ceramah lebih mendominasi selama proses pembelajaran, sehingga guru dalam pendekatan pembelajaran berorientasi terpusat pada dirinya sendiri. Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan sebagai metode tradisional, karena sejak dahulu metode ini sudah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Kelemahan metode ceramah adalah: 1) kegiatan pembelajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata), 2) anak didik yang lebih tanggap dari sisi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya akan lebih cepat menerimanya, 3) bila terlalu lama akan membosankan, 4) sukar mengontrol sejauh mana perolehan belajar anak didik dan, 5) menyebabkan anak didik pasif (Jamal Ma’murAsmani : 201 2: 32-33). Hal tersebut mengakibatkan hasil ulangan harian siswa sangat rendah dari 32 siswahanya7 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (60) sedangkan 25 siswa yang lainnya mendapat nilai dibawah KKM (60). Permasalahan hasil ulangan harian siswa yang tidak berhasil peneliti akan merubah metode pembelajaran yang menarik bagi siswa. Metode yang menarik dengan melibatkan siswa langsung dapat menggairahkan minat siswa untuk terus belajar PKn, metode tersebut adalah Contextual Teaching and Learning. Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Contextual Teaching and Learning disingkat dengan metode CTL. Hasil penelitian dari siklus I dansiklus II dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Metode Contextual Teaching and Learning pada pelajaran PKn, hasil belajar pada siswa dapat ditingkatkan.
Peningkatan Kemampuan Menulis Surat Pembaca Dengan Kalimat Efektif Menggunakan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah Siswa Kelas IX.E SMP Negeri 6 Ponorogo Tahun Pelajaran 2014/2015 Ninik Purwati, S.Pd
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 3 (2020): Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis masalah di kelas IX.E SMP Negeri 6 Ponorogo dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar penulisan surat pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research / CAR). Lokasi penelitian yang dipilih adalah kelas IX.E, SMP Negeri 6 Ponorogo dengan jumlah siswa 32 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara, dan prosedur tes teks tertulis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran penulisan surat pembaca kelas IX.E SMP Negeri 6 Ponorogo. Adapun tujuan PTK ini dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan pembelajaran menulis puisi bebas sesuai dengan persyaratan yang tertuang dalam bahasa Indonesia. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni : 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan Metode Pembelajaran berbasis masalah. Dari hasil pengamatan motivasi dan prestasi belajar siswa menunjukkan metode ini dapat meningkatkan motivasi siswa, yang semula sebelum melaksanakan metode ini motivasi siswa dalam pembelajaran menulis surat masih rendah, tetapi melalui penerapan metode pembelajaranberbasis masalah motivasi siswa dapat meningkat hingga mencapai 81% pada siklus ketiga, dan dari hasil prestasi belajar siswa sebelum menerapkan metode hanya 60,6% dengan kriteria penilaian C dapat meningkat secara bertahap. Hal ini dapat ditunjukkan dengan peningkatan rata – rata hasil prestasi siswa, mulai dari hasil prestasi belajar siswa pada siklus 1 menjadi 68 dengan kriteria kriteria C, kemudian meningkat lagi pada siklus 2 menjadi 78,38 dan pada siklus 3 menjadi 84,25.
Meningkatkan Prestasi Belajar Kimia Materi Pokok Struktur Atom Dan Tabel Periodik Melalui Model Kooperatif Tipe TGT Pada Siswa Kelas X A2 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 Mohamad Abdul Rokhman, S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 3 (2020): Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMA Negeri 4 Pasuruan ternyata hasil belajar kimia siswa kelas X A2 SMA Negeri 4 Pasuruan masih rendah yaitu nilai rata-rata untuk materi pokok struktur atom dan tabel periodik dari jumlah siswa 36 dengan ketuntasan klasikal 39% atau 14 siswa dan siswa yang tidak tuntas 57% atau 22 siswa dengan rata-rata nilai 61. Rendahnya hasil belajar kimia di kelas X A2 SMA Negeri 4 Pasuruan tersebut menunjukkan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep kimia. Hal ini disebabkan karena pembelajaran didominasi dengan metode ceramah yang berpusat pada guru. Guru lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sebagai pemberi pengetahuan bagi siswa. Akibatnya siswa memiliki banyak pengetahuan tetapi tidak dilatih untuk menemukan pengetahuan dan konsep, sehingga siswa cenderung lebih cepat bosan dalam mengikuti pelajaran yang berdampak pada rendahnya hasil belajar. Berdasarkan penelitian hasil penilian afektif siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 76 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100% pada siklus II mendapat nilai rata rata 78 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100%. Hasil penilian kognetif siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 71 dengan prosentase ketuntasan sebanyak 78% pada siklus II mendapat nilai rata rata 73 dengan prosentase ketuntasan sebanyak 89%. Hasil penilian psikomotor siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 76 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100% pada siklus II mendapat nilai rata rata 78 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100%. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa Model Kooperatif Tipe TGT memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II) yaitu masing-masing 78% dan 89% .pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.
Peningkatan Hasil Belajar Sosiologi Materi Pokok Pembentukan Kelompok Sosial Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas XI IPS 4 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018 Dra. Wiwik Mujiharti
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 3 (2020): Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ulangan harian materi pembentukan kelompok sosial menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Rata-rata kelas hanya mencapai nilai 64 meskipun nilai tersebut belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan yaitu 65. Namun siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM 14 anak atau 40% dan yang tuntas hanya 21 anak atau 60% dari seluruh siswa kelas XI IPS4 yang berjumlah 35 Anak Untuk meningkatkan pengusaan siswa terhadap materi ajar tersebut, kami melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Diduga sumber permasalahan yang terkait dengan rendahnya hasil belajar sosiologi pada materi pembentukan kelompok sosialdi SMA Negeri 4 Pasuruan ini, dapat kami kemukakan sebagai berikut : 1. Siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan, karena proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, akibatnya siswa bersifat pasif. 2. Kurang siapnya siswa untuk menerima pelajaran sosiologi pada materi Pembentukan kelompok sosial diduga anggapan siswa pada pelajaran sosiologi merupakan pelajaran yang membosankan dan menghafal. 3. Metode dan teknik yang kurang tepat sehingga kurang menarik bagi siswa. Hasil ulangan siswa antara siklus 1 dan 2 Hasil tes formatif siklus 1 masih banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) di bawah 65. Yaitu dari 35 siswa yang tuntas hanya 74% atau sebanyak 26 siswa yang tuntas sedangkan 26% masih belum tuntas belajar atau sebanyak 9 siswa, untuk siklus 2 sebanyak 33 siswa yang tuntas belajar atau sebanyak 94% siswa yang tuntas belajar.
Peningkatan Hasil Belajar Menyayangi Lingkungan Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Metode Smart Learning Siswa Kelas III SDN Wilangan Kecamatan Sambit Siti Marpungah, S.Pd.I
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 3 (2020): Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan kenyataan yang ada, hasil belajar siswa Kelas III dalam hal menguasai kompetensi dasar Menampilkan perilaku penyayang terhadap lingkungan dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor hanya mencapai 54,55. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 54,55% atau 12 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 3 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam standar kompetensi Menampilkan perilaku penyayang terhadap lingkungan melalui strategi pembelajaran SMaRT Learning pada siswa Kelas III, SDN Wilangan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan model pembelajaran SMaRT Learning dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada standar kompetensi Menampilkan perilaku penyayang terhadap lingkungan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,86; siklus II 75,27; dan siklus III 82,82. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 68,18%, siklus II 81,82%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Peningkatan Keterampilan Mempraktikkan Teknik Dasar Lari Jarak Pendek 100 Meter Dengan Menggunakan Metode Progresif Pada Siswa Kelas VII D SMP Negeri 1 Kecamatan Siman Sukat, S.Pd, M.Or
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 3 (2020): Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan khususnya pada kompetensi dasar mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek sangat rendah, yakni hanya 62,50% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 60,63. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Metode Progresif dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa berprestasi dalam kompetensi dasar mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek melalui Metode Progresif pada siswa Kelas VII D SMP Negeri 1 Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Metode Progresif dalam meningkatkan prestasi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan kompetensi dasar mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,46; siklus II 74,58, dan siklus III 83,54. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 83,33%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100,00%.
Peranan Metode Demonstrasi Dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Dalam Meningkatkan Minat Dan Prestasi Belajar Terhadap Mata Pelajaran IPA Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN 2 Siwalan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2013/2014 Mulyono, S.Pd.M.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan pada bulan September 2013 di kelas VI SDN 2 Siwalan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, kegiatan belajar mengajar yang guru lakukan sudah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Namun kenyataan di lapangan dalam kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru, sebagian besar aktivitas pembelajaran dilakukan oleh guru, dan metode pembelajarannya hanya dengan ceramah yang diselingi dengan tanya jawab tentang materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini berdampak pada hasil belajar IPA siswa yang masih terbilang kurang maksimal, dimana rata-rata kelasnya hanya 68,25. Salah satu upaya penanaman sifat ilmiah adalah dengan memberikan peluang bagi siswa untuk mencoba atau praktek sendiri. Dengan demikian akan memotivasi siswa untuk mempelajari pelajaran IPA. Memperhatikan gejala-gajala ini, sebagai guru yang ikut berperan dalam proses pembelajaran, peneliti berusaha mencari cara untuk meningkatkan minat dan prestasi siswa belajar konsep IPA. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan kondisi siswa, menurut peneliti merupakan salah satu cara untuk meningkatkan minat siswa. Peneliti mencoba menerapkan metode demonstrasi, karena metode ini telah dikembangkan di negara-negara maju, menjadi pilihan penulis untuk menjawab problem ini karena model pembelajaran dengan metode Demonstrasi mengarahkan pembelajaran dan sesuai dengan karakter pembelajaran IPA yang bukan menekankan pada hasil belajar tetapi juga proses imliah dan sikap ilmiah. Serelah penulis melaksanakan penelitian ini maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pengajaran yang penulis atau guru laksanakan dengan metode demonstrasi terhadap mata pelajaran IPA pada siswa kelas VI dapat meningkat, adapun peningkatan dapat dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian siklus 1 : 60,71 dan pada siklus 2 meningkat menjadi : 79,28.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Dan Hasil Belajar Matematika Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat Dan Pecahan Melalui Penerapan Guided Discovery Learning (Penemuan Terbimbing) Pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019 Kusumastuti, S.Pd., Sri
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 8 No 1 (2021): Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pembelajaran matematika di Kelas Kelas VII-A SMP Negeri 4 Madiun adalah kemampuan pemahaman matematika siswa rendah sehingga hasil belajar siswa belum memenuhi kategori ketuntasan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan keaktifan siswa, kemampuan pemahaman belajar siswa dan hasil belajar siswa melalui penerapan metode Guided Discovery Learning (Penemuan Terbimbing). Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman dan hasil belajar matematika materi operasi hitung bilangan bulat dan pecahan pada siswa kelas VII-A SMP Negeri 4 Madiun tahun pelajaran 2018/2019 melalui penerapan metode Guided Discovery Learning (Penemuan Terbimbing). Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek Penelitian adalah VII-A SMP Negeri 4 Madiun tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode tes dan dokumentasi. Dalam menganalisa data digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa siklus I memperoleh skor rata-rata 10,65 dengan kategori cukup, meningkat menjadi 15,00 pada siklus II dengan kategori baik. Peningkatan kemampuan pemahaman matematika pada siklus I diperoleh presentase rata-rata siswa sebesar 65,45% dengan kategori cukup meningkat menjadi 77% dengan kategori baik. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikal mencapai 63,3% meningkat menjadi 80% pada siklus II.

Page 11 of 20 | Total Record : 192