cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP)
ISSN : 23549513     EISSN : 26556367     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan ini memuat karya hasil penelitian, kajian teori pendidikan khususnya pembelajaran dan tulisan tentang pengembangan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran.Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Proses Perumusan Pancasila Melalui Penerapan Metode Belajar Pintar Siswa Kelas VI SDN 2 Karanggebang Kecamatan Jetis Slamet Slamet
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 1 (2020): Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.605 KB)

Abstract

Data yang diperoleh dari daftar nilai diketahui bahwa minat belajar Pendidikan Kewarganegaraan sangat rendah, sekitar 70% mendapat nilai dibawah 75. Hal ini ditengarai karena metode pembelajaran yang kurang bervariasi, model pembelajaran yang konvensional dan rendahnya motivasi belajar terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan karena kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Belajar PINTAR dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara dan memenuhi standar ketuntasan minimal 75%. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan kompetensi dasar Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara melalui Penerapan Metode Belajar PINTAR pada siswa Kelas VI SDN 2 Karanggebang Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran Belajar PINTAR dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan materi ajar Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara ini ditandai adanya peningkatan mean score, yakni : pada siklus I 73,33; siklus II 78,33; dan siklus III 86,67. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 50,00%, siklus II menjadi 83,33%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Mengidentifikasi Sifat-Sifat Kubus, Balok, Prisma Dan Limas Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS) Siswa Kelas VIII SLB Negeri Sampang Suwadi Suwadi
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 1 (2020): Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.222 KB)

Abstract

Matematika dianggap mata pelajaran yang mudah sehingga anak cenderung merasa bisa dan sudah menguasai. Tetapi kenyataannya begitu menghadapi soal-soal ujian atau ulangan, banyak siswa yang tidak bisa mengerjakan sesuai dengan aturan atau kaidah penerapan Matematika yang baik dan benar. Apalagi jika kondisi ini didukung adanya penerapan model dan metode pembelajaran yang kurang tepat yang mengakibatkan iklim pembelajaran kurang kondusif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan penguasaan konsep Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Matematika melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawasan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Matematika khususnya Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 72,50, siklus II 75,00, dan siklus III 83,75. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 50,00%, siklus II 75,00% dan siklus III 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Lembaga-Lembaga Negara Pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing Siswa Kelas VI B SLB Negeri Sampang Tatang Irwanto
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 1 (2020): Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.554 KB)

Abstract

Banyak perhatian khusus diarahkan kepada perkembangan dan kemajuan pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil angket sebelum penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa akan belajar jika diberi tugas oleh guru. Siswa belum mampu mengambil makna dari belajar, kemauan ssiwa untuk mengembangkan kreativitasnya masih rendah, kegiatan belajar siswa masih tergantung pada guru. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tentang Sistem Pemerintahan Republik Indonesia melalui strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing pada siswa Kelas VI B, SLB Negeri Sampang Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing dalam meningkatkan hasil belajar tentang Sistem Pemerintahan Republik Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 74,17; siklus II 78,33; dan siklus III 84,17. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 66,67%, siklus II 83,33%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
“Shopping Di Pasar Bersama Via Vallen” (Best Practice) Mardiningsih, S.Pd, Marlita
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 1 (2020): Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.992 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman materi pasar kelas VII SMP Negeri 4 Madiun serta menganalisis proses hasil audio visual pada kegiatan di pasar. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Best Practice. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A-D SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 120 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah instrumen saat tugas pengamatan dan instrumen saat presentasi untuk mengetahui tingkat pemahaman materi pasar pada kelas VII. Hasil Best Practice menunjukkan bahwa Shopping di pasar bersama Via Vallen merupakan praktik terbaik untuk pembelajaran materi pasar karena siswa bisa terlibat langsung pengamatan kegiatan di pasar tradisional dan modern menggunakan smartphone.
Meningkatkan Prestasi Beajar IPA Melalui Discovery Learning (Pembelajaran Yang Mengembangkan Hasil Penemuan Peserta Didik) Pada Siswa Kelas IX-D Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Drs. Jul Trisatnaweka
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 2 (2020): Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.815 KB)

Abstract

Dengan Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) pada sikus I dari hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpukan secara rata-rata hasi prestasi belajar siswa menunjukkan 66,59 dengan prosentase sebesar 67%. Hal ini masih rendah dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka kegiatan peneitian ini perlu diadakan penelitian pada siklus II dan masih dinyatakan beum berhasil. Pada sikus II dari hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 75,55 dengan prosentase sebesar 76%. Hal ini masih rendah dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka kegiatan penelitian ini perlu diadakan penelitian pada siklus II dan masih dinyatakan belum berhasil. Pada sikus III hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata-rata hasi prestasi belajar siswa menunjukkan 86,78 dengan prosentase sebesar 87%. Hal ini diatas dari SKBM yang teah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka kegiatan penelitian ini tidak perlu diadakan penelitian pada siklus berikutnya dan dinyatakan berhasil
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Penggunaan Media Komputer Program Animasi Pada Siswa Kelas IX-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Sri Mulyani, S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 2 (2020): Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.155 KB)

Abstract

Pada siklus I dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 64,6. Hal ini masih berada dibawah SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 21 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 52,5% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 19 anak dengan prosentase sebesar 47,5%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus II. Dan pada siklus II memiliki nilai rata-rata sebesar 73,5. Hal ini masih berada di bahwa SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 10% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45%. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45%. Mak dari hasil prestasi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus III. Dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 76,5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 10% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 10 anak dengan prosentase sebesar 25%. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 22 anak dengan prosentase sebesar 55%. Serta siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 4 anak dengan prosentase sebesar 10%. Maka dari hasil belajar tersebut memenuhi SKBM yang ditentukan, maka tidak perlu diadakan kegiatan siklus berikutnya.
Mengoptimalkan Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Seni Rupa Melalui Pendekatan Emotional Aktivities Approach Learning Kelas IX-C Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018 Marhenyantoro, S.Pd. SH. MM
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 2 (2020): Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.774 KB)

Abstract

Melalui pelaksanaan Emotional Activities Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang Mengembangkan Minat dan Perhatian Peserta Didik) sebagai fasilitator dan dinamisator kelas diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari data yang didapatkan dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa pada siklus awal siswa yang baik keaktifannya secara rata-rata menunjukkan bahwa siswa yang baik keativannya secara rata-rata menujukkan 7,89 (8%). Dan yang menunjukkan cukup aktif secar rata-rata diperoleh 31,57 (32%). Sedangkan yang kurang aktif pada penyajian materi pelajaran Pendidikan Seni Rupa sebesar 60,52 (61%). Dan pada Siklus II ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang baik keaktivannya secara rata-rata menunjukkan 18,42 (18%). Dan yang menunjukkan cukup aktif secara rata-rata diperoleh 63,15 (63%). Sedangkan yang kurang aktif pada penyajian materi pelajaran Pendidikan Seni Rupa sebesar 18,4 (18%), maka dari hasil pengamatan antar kelompok dapat dikategorikan berhasil atau dapat diterima. Dari daftar nilai siswa disimpulkan hasil prestasi siswa pada Siklus I menunjukkan nilai secara rata-rata 54,73 (55%) pada awal tes, dan diakhir tes menunjukkan rata-rata sebesar 60,62 (61%) dan pada Siklus II diawal tes secara rata-rata yang diperoleh menunjukkan 66,06 (66%). Sehingga secara garis besar hasil prestasi belajar siswa pada siklus I mengalami kenaikan dari tes awal dan akhir sebanyak 5,89 (6%) dan pada siklus II sebesar 2,2 (2%). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Emotional Activities Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang Mengembangkan Minat dan Perhatian Peserta Didik) dapat meningkatkan hasil nilai siswa.
Meningkatkan Prestasi Hasil Pelajaran IPA Terpadu Pokok Bahasan Memahami Sistem Dalam Kehidupan Tumbuhan Pada Siswa Kelas IX-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi Pada Tahun Pelajaran 2019/2020 Dengan Metode Teknik Jigsaw Sri Sunarti, S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 2 (2020): Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.775 KB)

Abstract

Beberapa alasan peneliti mengembangkan teknik Jigsaw pada pembelajaran mata Pelajaran IPA Terpadu disebebkan karena di dalam kurikulum mata Pelajaran IPA Terpadu dapat membantu siswa untuk ; (1) menjalani kehidupan sehari – hari secara efektif, (2) memahami dunianya dan hal – hal yang mempengaruhinya, (3) memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, fleksibel dan inovatif, (4) mengembangkan pengertian tentang konsep – konsep Fisika/IPA, (5) menilai dan menggunakan produk teknologi, (6) memahami bahwa karir dalam sains dan teknologi cocok bagi pria dan wanita, (7) membuat penelitian tentang isu – isu yang berkenaan dengan lingkungan sosial dan buatan, (8) bertanggung jawab terhadap perbaikan kualitas lingkungan, (9) memberikan pemecahan pada dilema moral sehubungan dengan isu – isu sains dan teknologi, dan (10) menyiapkan diri untuk studi pada tingkatan yang lebih lanjut. Terbukti bahwa pada tahap awal penelitian hasil belajar siswa adalah : 2 siswa mendapat skor 58; 3 siswa mendapat skor 61; 3 siswa mendapat skor 63; 7 siswa mendapat skor 64; 4 siswa mendapat skor 66; dan 3 siswa mendapat skor 67. Skor rata-rata 63,69. Dengan prosentase 63,69%. Dan pada akhir pelaksanaan penerapan metode jigsaw yaitu pada siklus terakhir siklus 4 hasil belajar siswa adalah : 4 siswa mendapat skor 84; 7 siswa mendapat skor 85; 4 siswa mendapat skor 86; 5 siswa mendapat skor 87; dan 2 siswa mendapat skor 88. Skor rata-rata 85,73. Dengan prosentase 86%. Peningkatan prestasi belajar siswa ini menunjukkan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh strategi belajar yang diberikan guru. Bagaimana guru dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar, maka strategi yang cocok harus diterapkan oleh guru tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dapat baik bila strategi yang diberikan oleh guru belajarnya juga baik.
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pkn Materi Pemerintahan Pusat Dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Picture And Picture Pada Siswa Kelas VI Di SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Didik Didik
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 2 (2020): Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.519 KB)

Abstract

Keberhasilan anak dalam pembelajaran merupakan harapan setiap guru dan orang tua. Untuk dapat mewujudkan harapan itu, orang tua dan guru perlu memahami anak sebagai manusia seutuhnya yang menjadi tanggung jawabnya. Perbaikan pembelajaran ini bertujuan untuk : Meningkatkan Aktivitas Belajar PKn Materi Pemerintahan Pusat Dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Picture And Picture Pada Siswa Kelas VI Semester I Di SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018?. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan yang diadopsi dari model Hopkins yaitu model yang menggunakan prosedur kerja yang dipandang sebagai suatu spiral yang terdiri dari empat fase (Tim Pelatih Proyek PGSM, 1999:8). Keempat fase tersebut meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penerapan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan Aktivitas belajar Mata Pelajaran PKn Kelas VI Semester I Di SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini ditunjukkan adanya kualifikasi siswa dalam belajar yang meningkat setiap siklusnya. Hal ini ditunjukkan adanya kualifikasi siswa dalam belajar yang meningkat setiap siklusnya; Hasil belajar siswa meningkat setelah diterapkan Metode Pembelajaran Picture And Picture pada materi Pemerintahan Pusat dengan prosentase ketuntasan sebesar 58 % pada siklus I, namun ada peningkatan pada siklus II menjadi 87%
Peningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Tentang Ketenagakerjaan Melalui Model Discovery Learning Siswa Kelas XI IPS3 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 Efita Yeni, S.Pd.
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 7 No 2 (2020): Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.344 KB)

Abstract

Hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi masih rendah, khususnya siswa kelas XI IPS3. Pada hasil penilaian harian pada materi pembelajaran Ketenagakerjaan semester 1, tahun pelajaran 2018/2019 di SMA Negeri 4 Pasuruan, yang memuat materi Ketenagakerjaan terlihat bahwa, dari 35 Siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM 65 sebanyak 23 orang atau sebanyak 66%, belum tuntas, siswa yang mendapatkan nilai di atas atau sama dengan 65 sebanyak 12 orang atau sebanyak 34% yang tuntas. Di kelas XI IPS3, SMA Negeri 4 Pasuruan, selain masalah hasil belajar yang masih rendah, terdapat pula kendala dalam proses pembelajaran, contohnya selama proses pembelajaran berlangsung hanya sedikit siswa yang berani bertanya kepada guru, hanya sedikit siswa yang berani mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru kecuali ditunjuk oleh guru, saat pembelajaran berlangsung.. Model pembelajaran Discovery Learning Model pembelajaran penemuan (discovery learning) diartikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi ketika siswa tidak disajikan informasi secara langsung tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasikan pemahaman mengenai informasi tersebut secara mandiri. Siswa dilatih untuk terbiasa menjadi seorang yang saintis (ilmuan).Hasil penilaian harian siswa pada siklus I ini banyak siswa yang belum tuntas dari 35 Siswa hanya ada 72% siswa yang mendapat nilai antara 70-90 atau sebanyak 25 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (65) dan dinyatakan tuntas, sedangkan 28% siswa mendapat nilai diantara 50-60 atau sebanyak 10 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (65) dan dinyatakan tidak tuntas, sedangkan hasil penilaian harian siklus II menyatakan bahwa dari 35 Siswa presentase ketuntasan adalah 91% siswa yang mendapat nilai di atas KKM (65) atau sebanyak 32 siswa yang mendapat nilai diantara 70-100 dan dinyatakan tuntas sedangkan 9% siswa mendapat dinilai dibawah KKM (65) atau sebanyak 3 siswa yang mendapat nilai 60 dan dinyatakan tidak tuntas.

Page 9 of 20 | Total Record : 192