cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
ANALISIS DEREPLIKASI UNTUK IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIBAKTERI SPONGE Axinella sp. DARI PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA Hedi Indra Januar; Cherie Motti; Dianne Tapiolas; Anthony D. Wright
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v4i1.439

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa antibakteri pada Axinella sp. yang diambil dari kepulauan Karimunjawa dengan metode dereplikasi menggunakan LCMS (Liquid Chromatography Mass Spectrometer) dan FT-MS (Fourier Transfer Mass Spectrometer). Data pola spektra massa dan LC-MS menunjukkan adanya tiga senyawa terbrominasi yang mungkin memiliki bioakfivitas antibakteri. Analisis massa akurat (limit kesalahan di bawah 20 ppm) menggunakan FT-MS menemukan bahwa ketiga senyawa tersebut memliki monosotop negatif (M-H) pada m/z 321,9931 [senyawa (a)]; m/z 383,9089 [senyawa (b)]; dan m/z 385,9249 [senyawa (c)]. Analisis komposisi kimia dari besaran massa tersebut yang menggunakan Elemental Composition Calculator menemukan bahwa komposisi kimia dari ketiga senyawa tersebut adalah C11H10N5O2Br (a), C11H9N5Br2 (b) dan C11H11Br2N5O (c). Penelusuran struktur kima yang didasarkan pada komposisi tersebut di database MarinLit 2008 (Database struktur kimia senyawa-senyawa dari biota laut) menemukan bahwa ketiga senyawa tersebut merupakan hymeniadisine (a), 3-bromohymenialdiside (b), dan dibromophakelin (c).
Desain Sespan Berpendingin Untuk Pedagang Ikan Keliling Tri Nugroho Widianto; Bakti Berlyanto Sedayu
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i1.246

Abstract

Penelitian untuk mendapatkan desain sespan berpendingin untuk pedagang ikan keliling telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan desain sespan berpendingin untuk  pedagang ikan keliling, yang diharapkan dapat mempertahankan mutu ikan segar selama transportasi. Tahapan desain dilakukan dengan menentukan kriteria desain, penentuan konsep desain, analisis desain, pembuatan alat dan uji kinerja. Sespan  berpendingin untuk pedagang ikan keliling terdiri dari peti insulasi, sistem pendingin dan penghubung peti ke sepeda motor. Uji kinerja dilakukan dengan mengamati suhu ruang peti dalam kondisi kosong, suhu ikan selama transportasi, penentuan nilai Coefficient of Performance (COP), serta pengamatan mutu ikan sebelum dan setelah transportasi. Hasil uji performansi alat dalam kondisi kosong selama 2,5 jam menunjukkan bahwa suhu ruang peti mencapai -17,6 °C. Sespan berpendingin dapat mempertahankan suhu ikan antara 1,0–2,4 °C selama transportasi. Nilai organoleptik ikan sebelum dan setelah transportasi adalah 7,13 dan 7,1. Sedangkan angka TPC ikan sebelum dan setelah transportasi adalah 1,6  x 103 dan 2,2 x 103 koloni/g. Nilai TPC dan organoleptik ikan setelah transportasi memenuhi standar mutu ikan segar, hal ini menunjukkan bahwa peti ikan segar berpendingin dapat mempertahankan mutu ikan segar selama proses penjualan ikan secara eceran. Nilai COP sespan berpendingin sebesar 0,44.
Evaluasi Mutu Tuna Loin Segar untuk Sashimi yang Diolah di atas Perahu selama Penanganan dan Distribusinya di Ambon Theresia Dwi Suryaningrum; Diah Ikasari; Hasta Octavini
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v12i2.329

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu tuna loin segar untuk sashimi yang diolah di atas perahu oleh nelayan skala kecil di kota Ambon. Pengamatan dilakukan terhadap mutu tuna loin segar saat didaratkan, dikemas dan ketika tiba di tempat pengiriman, yang meliputi suhu pusat, pH, TVB, Angka Lempeng Total (ALT), serta sifat sensorinya. Pengamatan juga dilakukan terhadap kondisi sanitasi, sarana dan prasarana yang digunakan dengan menggunakan metode swab terhadap  cemaran mikroba yang meliputi ALT, E. coli dan Salmonella. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi implementasi Good Manufacturing Practice (GMP) dengan menilai sarana dan prasarana berdasarkan persyaratan teknik dalam KEPMEN No. 52A/KEPMEN/2013. Hasil penelitian menunjukkan suhu pusat loin berkisar antara 10,58 -16,53 oC, jauh di atas suhu untuk tuna sashimi yaitu maksimal 4,4 oC. Kandungan TVB tuna loin yang didaratkan berkisar antara 13,6-14,04 mgN%, yang mengindikasikan bahwa tuna loin tergolong segar. Secara sensori, panelis mengidentifikasi adanya lapisan pelangi tipis pada permukaan loin segar yang menunjukkan ikan mengalami stres sebelum dimatikan. Pengiriman loin segar keluar kota Ambon berpengaruh terhadap penurunan mutu sensori serta peningkatan jumlah ALT. Tuna loin yang didaratkan di pos pendaratan  terlebih dahulu menyebabkan terjadinya penurunan nilai sensori  dan peningkatan jumlah ALT yang lebih cepat, namun demikian tuna loin masih tetap tergolong segar ketika sampai di tempat pengiriman. Hasil swab pada kapal, miniplant dan es yang digunakan menunjukkan jumlah bakteri berkisar antara 105-106 koloni/g, mengindikasikan kondisi sanitasi yang kurang terjaga. Hasil evaluasi terhadap implementasi GMP pada miniplant yang digunakan menunjukkan hanya 59% kriteria memenuhi persyaratan yang ditetapkan.   Evaluation of Fresh Tuna Loin Quality for Sashimi Processed on Boat during Handling and Distribution in AmbonAbstractStudy aimed to evaluate fresh tuna loin quality for sashimi processed on boat by small scale fishermen in Ambon. Observation was conducted on the quality of fresh tuna loin during landing, packaging, and final delivery point, for central temperature, pH, TVB, total plate count (TPC) and sensory properties. Observation was also done on the sanitation condition of facilities and equipments used in tuna loin processing by using swab method on the parameter of microorganism contaminant such as Total Plate Count (TPC), E coli and Salmonella. At final stage, evaluation of Good Manufacturing Practice (GMP) implementation was done by assessing several criteria of facilities and equipments based on technical requirements stated in KEPMEN no 52A/KEPMEN/2013. The results showed that the central temperature of loin ranged between 10.56 -16.53 oC, far above the temperature for tuna sashimi i.e 4.4 oC. TVB content of tuna loin was ranging from 13.6 to 14.04mgN%, indicating that the loin were still fresh. Based on sensory evaluation, the panelists identified the presence of thin rainbow layer on the loin’s surface, indicating that the fish experienced stress before died. Delivery process of fresh tuna loin out of Ambon city affected to the decrease of sensory scores as well as the increase of total plate count (TPC) values. Tuna loin which was firstly landed in landing post resulted the decrease of sensory scores and increase of bacterial content, however, the loin was still categorized as fresh for sashimi when arrived at the delivery point. Results of swab test on inner boat’s surface, miniplant and ice crushed used in processing stage showed that they contained bacteria ranged from 105-106 colonies/g, indicating less maintained sanitary conditions. Evaluation on the GMP implementation of the miniplant showed that only 59% criteria met the required GMP.
PROSES RECOVERY DAN PEMEKATAN BAHAN PENYEDAP DARI LIMBAH CAIR PENGOLAHAN RAJUNGAN DENGAN OSMOSIS BALIK Uju Uju; Bustami Ibrahim; Wini Trilaksani; Tati Nurhayati; Ninik Purbosari
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v4i2.450

Abstract

Recovery dan pemekatan bahan penyedap dari limbah cair pengolahan rajungan dilakukan dengan membran osmosis balik. Tekanan transmembran (transmembrane pressure) dan suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap fluks permeat (flux permeate). Semakin tinggi suhu maka fluks permeat akan semakin meningkat, sedangkan kenaikan tekanan transmembran hanya dapat meningkatkan fluks pada tekanan kurang dari 7.16 kPa. Sementara itu nilai rejeksi protein selama recovery tidak signifikan dipengaruhi oleh parameter operasi tekanan transmembran, suhu, dan pH. Selama pemekatan berlangsung, fluks mengalami penurunan secara eksponensial. Pada faktor konsentrasi 2,75 dihasilkan konsentrat protein 79% dan Non Protein Nitrogen (NPN) 12%. Kadar asam-asam amino bahan dapat ditingkatkan 2-23 kali dari semula, bahkan asam amino arginin dan sistin yang awaInya tidak terdeteksi pada akhir proses pemekatan terdeteksi masing-masing dengan kadar 0,036 dan 0,025% (b/v).
Preface JPBKP Vol 11 no 1 Preface Preface
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.328

Abstract

Sitotoksisitas dan Induksi Apoptosis Ekstrak Etanol Teripang Holothuria atra Jaeger, 1833 pada beberapa Sel Kanker Ernie Halimatushadyah; Muhammad Da’i; Muhammad Nursid
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v13i2.536

Abstract

AbstrakTeripang Holothuria atra merupakan biota laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia yang termasuk dalam filum Echinodermata dan berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sitotoksisitas dan induksi apoptosis ekstrak etanol teripang H. atra secara in vitro terhadap beberapa sel lestari. Pengujian sitotoksisitas dilakukan dengan metode MTT (3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyl tetrazolium bromide) menggunakan sel HeLa, T47D, WiDr dan sel normal Vero, sedangkan uji induksi apoptosis dilakukan terhadap sel dengan hasil uji sitotoksisitas terbaik menggunakan metode flowcytometry dan double staining. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol  teripang H. atra mampu menghambat pertumbuhan sel kanker HeLa, T47D dan WiDr. Nilai IC50 ekstrak H. atra terhadap ketiga sel tersebut masing-masing sebesar 41,06±4,21; 20,89±1,55; 26,50±4,43 µg/ml tetapi esktrak tersebut memiliki sitotoksisitas  yang lebih rendah terhadap sel Vero (IC50 sebesar 128,00). Analisis flowcytometry dan double staining pada sel T47D memperlihatkan bahwa ekstrak etanol teripang H. atra mampu menginduksi apoptosis pada sel tersebut. Cytotoxicity and Apoptosis Induction of Ethanol Extract Holothuria atra Jaeger, 1833 on Cancer CellsAbstractHolothuria atra is the marine organism found in Indonesian waters which is included in the phylum of Echinodermata and has the potential as an anticancer. This research aims to determine the cytotoxicity and apoptosis induction of ethanol extract of sea cucumber  H.  atra in vitro on cancer cell lines. This cytotoxicity test was conducted by MTT (3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyl tetrazolium bromide) assay using HeLa, T47D, and WiDr cancer cell lines while apoptosis induction test was conducted on cell which had the best cytotoxicity result by flowcytometry and double staining. The results showed that ethanol extract of H. atra was able to inhibit the growth of HeLa, T47D and WiDr cell lines with IC50 of 41,06±4,21; 20,89±1,55; 26,50±4,43 µg/ml respectively, however, the extract had lower cytotoxicity to normal Vero cells. Flowcytometry and double staining analysis showed that ethanol extract of sea cucumber H.  atra was able to induce apoptosis in T47D cell.
Cover Belakang JPBKP Vol. 11 No. 2 Back Cover JPBKP
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i2.340

Abstract

Residu Logam Berat pada Ikan dan Kualitas Lingkungan Perairan Muara Sungai Barito Kalimantan Selatan Dwiyitno dwiyitno; Nugroho Aji; Ninoek Indriati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.19

Abstract

ABSTRAKPenelitian evaluasi kandungan residu logam berat pada ikan dan lingkungan perairan telah dilakukan di muara Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Parameter yang diamati meliputi residu logam berat (Hg, Cd, Cu, dan Pb) pada ikan, air, dan sedimen. Di samping itu juga dilakukan analisis kualitas air yang meliputi suhu, kecerahan, pH, salinitas, DO, BOD, dan COD serta unsur hara yang terdiri atas amonia, nitrit, nitrat, sulfit, dan fosfat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada bulan April dan September 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat (Hg, Cd, Cu, dan Pb) pada ikan dari perairan muara S. Barito belum melewati ambang batas yang diijinkan, sehingga masih aman untuk dikonsumsi. Namundemikian pada ikan haruan (Ophiocephalus striatus), tingkat konsumsinya harus mendapat perhatian karena kandungan logam berat Hg-nya sudah cukup tinggi. Secara umum, kandungan logam berat pada air dan sedimen muara S. Barito pada stasiun-stasiun yang diteliti masih di bawah ambang batas yang diijinkan, kecuali kandungan Cd air pada bulan September. Kualitas perairan muara S. Barito secara umum masih cukup baik, kecuali kandungan COD dan amonia pada beberapa stasiun.
Penggunaan Arang Untuk Mengurangi Kadar Histamin Ikan Pindang Tongkol Batik (Euthynnus Affinis). Subaryono Subaryono; Farida Ariyani; Dwiyitno Dwiyitno
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i3.369

Abstract

Penelitian penambahan arang pada proses pemindangan ikan tongkol batik (Euthynnus affinis) untuk menurunkan kadar histamin sudah dilakukan. Bahan baku Yang digunakan dibiarkan semalam pada suhu kamar untuk meningkatkan kadar histaminnya. Konsentrasi arang Yang ditambahkan dalam proses pemindangan sebesar 1, 3 dan 5% dari bobot ikan. Parameter Yang diamati meliputi kadar air, kadar histamin, kadar TVB, organoleptik, jumlah bakteri pembentuk histamin, kadar protein dan kadar lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 5% arang dalam proses pemindangan dapat menurunkan kadar histamin pindang dari 140,5 mg/ 100g bahan menjadi 88,6 mg/100 g bahan. Perlakuan ini juga menurunkan angka TV8 produk dari 34,4 mgN/100g bahan menjadi 28,0 mgN/100g bahan pada penambahan 5% arang. Selain itu perlakuan penambahan arang pada konsentrasi 3% atau lebih dapat meningkatkan nilai penampakan dan mampu menghilangkan rasa gatal Yang diakibatkan oleh keberadaan histamin pada produk.
Rancang Bangun dan Ujicoba Mesin Pemisah Daging Ikan Berdaya Listrik Rendah Bakti Berlyanto Sedayu; I Made Susi Erawan; Bagus Sediadi Bandol Utomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v8i2.43

Abstract

Rancang bangun mesin pemisah daging ikan (fish bone separator) berdaya listrik rendah telah dikembangkan untuk mendapatkan mesin yang aplikatif untuk pengolahan ikan skala kecil-menengah. Mesin didesain lebih sederhana serta dibuat dengan ukuran yang lebih kecil dari produk komersial sejenis dan digerakkan dengan motor bertenaga maksimum 1 HP. Mesin dirancang berdasarkan mekanisme kerja silinder berpori yang berputar. Sabuk penekan yang menghimpit ikan pada permukaan silinder mengelilingi sekitar setengah perimeter silinder berpori, sedangkan setengah permukaan lainnya berfungsi untuk pemasukan bahan (ikan) dan scrapping permukaan silinder. Kecepatan antara sabuk penekan dan permukaan silinder sedikit berbeda untuk menghasilkan gesekan pada proses pemisahan. Profil mesin, prinsip kerja, serta perbandingan performansinya dengan mesin komersial sejenis dipaparkan secara deskriptif dalam tulisan ini. Hasil uji performansi mesin pemisah daging ikan dengan menggunakan ikan kuniran (Upenephelus sulphureus) menunjukkan bahwa kapasitas dan kecepatan kerja mesin yang lebih rendah dibandingkan mesin komersial, mampu menghasilkan rendemen dan mutu daging lumat yang lebih baik.

Page 6 of 41 | Total Record : 403


Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue