cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Ekstraksi Gelatin dari Kulit Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) secara Proses Asam. Rosmawaty Peranginangin; Nurul Haq; Widodo Farid Ma'ruf; Arham Rusli
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i3.376

Abstract

Ekstraksi gelatin dari kulit ikan patin (Pangasius hypopthalmus) telah dilakukan dengan perlakuan perendaman kulit dalam asam sitrat dalam berbagai pH yaitu.‑ 2, 3 dan 4 dengan variasi lama perendaman 12, 24 dan 36 jam. Kulit kemudian dicuci sampai pH netral dan gelatin diekstraksi pada suhu 70 dan 90 derajad Celcius selama 2 jam. Filtrat dikeringkan dalam oven suhu 50 derajad Celcius selama 36‑48 jam sehingga diperoleh lembaran gelatin. Penentuan perlakuan yang terbaik untuk ekstraksi gelatin dipilih berdasarkan rendemen, viskositas, kekuatan gel dan pH gelatin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman dalam asam sitrat pH 3 selama 12 jam, suhu ekstraksi 90 derajad Celcius selama 2 jam memberikan hasil yang terbaik yang diperlihatkan dari rendemen 9,36%, viskositas 10,1 cps, kekuatan gel 202,55 bloom dan pH 6,7.
Aplikasi Gum Arab dan Dekstrin sebagai Bahan Pengikat Protein Ekstrak Kepala Udang Arif Rahman Hakim; Anies Chamidah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v8i1.52

Abstract

Telah dilakukan penelitian aplikasi gum arab dan dekstrin sebagai pengikat protein terlarut dari ekstrak kepala udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan proporsi terbaik dari penambahan gum arab dan dekstrin pada pembuatan bubuk protein sebagai bahan suplementasi nutrisi. Gum arab dan dekstrin yang ditambahkan ialah sebanyak 8% (b/v), dengan empat perlakuan proporsi yang berbeda yaitu 1:0,5; 1:1,75; 1:3; dan 1:4,25. Parameter yang diamati untuk mengetahui sifat fisika dan kimia hasil ekstraksi meliputi kadar nitrogen terlarut, kadar nitrogen amino, kadar nitrogen non protein, kadar protein kasar, kadar air, kelarutan, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah penambahan gum arab dan dekstrin dengan perbandingan 1:0,5. Produk memiliki kadar nitrogen terlarut 0,55%, kadar nitrogen amino 2,35%, kadar nitrogen non protein 2,62%, kadar protein kasar 33,20%, kadar air 5,67%, kelarutan 99,15% dan rendemen 5,04%. Produk ini memenuhi kebutuhan jenis asam amino yang disyaratkan ada pada pangan anak usia 10–14 tahun yang di tetapkan oleh FAO. Produk ini juga memiliki sifat kelarutan yang bagus sebagai bubuk karena kelarutannya diatas 95%.
Preface JPBKP Vol. 12 No. 1 Preface Preface
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v12i1.386

Abstract

Isolasi Senyawa Sitotoksik dari Spons Laut Petrosia sp. Dian Handayani; Mega Yulia; Yohanes Allen; Nicole J. de. Voogd
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.70

Abstract

Penelitian tentang kandungan senyawa kimia spon laut Petrosia sp. yang berasal dari Sumatera Barat telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas sitotoksis senyawa kimia tersebut. Isolasi dilakukan dengan menggunakan metoda kromatografi kolom dan rekristalisasi. Uji aktivitas sitotoksis senyawa hasil isolasi dilakukan menggunakan metoda “Brine Shrimp Lethality Test”. Penelitian ini menghasilkan satu senyawa golongan triterpenoid dengan nilai LC50 124,99 ppm.
Ekstraksi dan Uji Aktivitas Fukoidan dari Rumput Laut Coklat (Sargassum crassifolium) sebagai Antikoagulan Ellya Sinurat; Rosmawaty Peranginangin; Endang Saefudin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v6i2.405

Abstract

Fukoidan merupakan polisakarida sulfat yang mengandung L-fukosa dan sulfat. Fukoidan diperoleh dari hasil ekstraksi rumput laut coklat Sargassum crassifolium yang berasal dari Binuangeun, Banten. Fukoidan diekstrak dari rumput laut kering menggunakan HCl 0,1N dan diendapkan dengan menggunakan CaCl2 selanjutnya dimurnikan dengan kromatografi kolom mengunakan resin Sephadex A-25 dan diperoleh rendemen 0,87%. Karakterisasi fukoidan dilakukan melalui uji penentuan berat molekul, kandungan sulf at, penentuan monosakarida penyusun fukoidan, dan uji aktivitas antikoagulan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa fukoidan memiliki berat molekul 7,71 x 104 Dalton, kadar sulfat tertinggi sebesar 8,55 ppm, monosakarida penyusun berupa fukosa dan galaktosa dengan rasio mol 1,0 : 1,5. H asil uji bioaktivitas sebagai antikoagulan pada plasma darah manusia secara in vitro dilihat dari perpanjangan nilai APTT menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol dengan darah yang mengandung fukoidan pada konsentras i 100 µg/mL (berbeda 25 detik). Hal ini mengindikasikan bahwa fukoidan berpotensi sebagai antikoagulan.
Penggunaan Tepung Rumput Laut Eucheuma cottonii pada Pembuatan Beras Analog dari Tepung Modified Cassava Flour (MOCAF) Agusman Agusman; Siti Nurbaity Kartika Apriani; Murdinah Murdinah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i1.94

Abstract

Penelitian penggunaan tepung rumput laut Eucheuma cottoni pada pembuatan beras analog dari tepung modified cassava flour (mocaf) menggunakan teknologi granulasi telah dilakukan. Tepung rumput laut yang ditambahkan pada pembuatan beras analog adalah 0, 3, 5, dan 7% dari berat tepung mocaf. Beras analog yang dihasilkan diamati karakteristik mutunya yang meliputi rendemen, sensori, densitas kamba, derajat putih, komposisi proksimat, serat pangan, dan iodium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung rumput laut tidak berpengaruh terhadap densitas kamba dan komposisi proksimat beras analog tetapi berpengaruh pada derajat putih, rendemen, serat pangan, dan iodium. Berdasarkan uji kesukaan (hedonik), beras analog yang dibuat dari tepung mocaf dengan tepung rumput laut sebesar 5% lebih disukai panelis dibandingkan dengan perlakuan lain. Karakteristik beras analog yang dihasilkan memiliki rendemen 99%, densitas kamba 0,57 g/ml, derajat putih 17,70%, kadar air 8,76%, kadar abu 1,96%, kadar protein 0,86%, lemak 0,15%, serat pangan 49,76%, dan iodium 24,98 µg/g. Beras analog berbentuk silinder berukuran panjang 3–5 mm dan belum menyerupai bentuk beras.
Kandungan Logam Berat Pada Ikan, Air Dan Sedimen Di Waduk Saguling Jawa Barat Jovita Tri Murtini; Novalia Rachmawati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i2.459

Abstract

Telah dilakukan penelitian kandungan logam berat pada ikan, air dan sedimen di Waduk Saguling, Jawa Barat pada bulan Mei, Agustus dan Nopember 2005. Pengambilan contoh dilakukan pada enam lokasi, yaitu satu lokasi di aliran air masuk, 4 lokasi di daerah Karamba Jaring Apung dan 1 lokasi di aliran air keluar dari waduk. Contoh yang diambil meliputi ikan, air dan sedimen, sedang analisis logam berat yang dilakukan meliputi Hg, Cd, Cu dan Pb. Disamping itu juga dilakukan analisis terhadap kondisi fisik air yaitu pH, suhu dan kecerahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada ikan di Waduk Saguling adalah, Hg antara 0,35‑48,44 ppb, Cd antara 1,89‑66,57 ppb, Cu antara 0,29‑247,40 ppb dan Pb sekitar 1,60­40,32 ppb. Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimum yang diijinkan. Akan tetapi kandungan logam berat Hg dan Cd dalam air pada beberapa titik telah melebihi ambang batas, sedangkan Pb dan Cu masih di bawah ambang batas. Kandungan logam berat dalam semua contoh sedimen secara keseluruhan masih di bawah ambang batas yang diijinkan.
Isolasi dan Elusidasi Struktur Kimia Antimikroba yang Dihasilkan Oleh Aktinomisetes Laut Rofiq Sunaryanto; Bambang Marwoto Irawadi; Tun Tedja Irawadi; Zainal Alim Mas’ud; Liesbetini Hartoto
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i1.422

Abstract

Isolasi senyawa aktif dari aktinomisetes laut yang memiliki aktivitas antimikroba telah dilakukan. Isolasi aktinomisetes dilakukan dengan pengenceran dan praperlakuan sampel dengan cara pemanasan dan pengasaman. Sampel diambil dari sedimen laut di 6 titik lokasi Pantai Anyer, Banten. Dari total 29 isolat yang diperoleh, isolat A32 merupakan isolat terpilih untuk penelitian lebih lanjut. Isolat A32 memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus ATCC25923 dan Candida albican BIOMCC00122. Elusidasi struktur kimia menggunakan ESI-LCMS, 1 HNMR, dan COSY menunjukkan bahwa senyawa aktif tersebut memiliki bobot molekul 501,2 g/mol dan rumus molekul C26H35N3O7. Diduga senyawa ini termasuk dalam golongan makrolakton virginiamycin yaitu Madumycin I.
Karakteristik Udang Kupas Vannamei dengan Penambahan Edible Coating Berbahan Kitosan dan Ekstrak Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) Selama Penyimpanan Ema Hastarini; Indah Rosulva; Yadi Haryadi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i2.110

Abstract

Penggunaan edible coating merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melindungi udang dari kerusakan selama penyimpanan, memperpanjang masa penyimpanan dan menjaga kualitas produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi edible coating dari campuran kitosan dan ekstrak lindur (Bruguiera gymnorrhiza) dalam mempertahankan mutu udang vannamei kupas selama penyimpanan pada suhu dingin. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi bahan edible coating yaitu sebesar 0 dan 1% untuk kitosan dan 0, 1, dan 2% untuk ekstrak lindur serta kombinasi antara keduanya. Parameter yang diuji dalam penelitian ini meliputi TVB, TPC, pH, dan warna selama penyimpanan 1, 4, dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kitosan 0%; lindur 2% mampu menghambat aktivitas bakteri,TVB, TPC, pH, dan warna udang vannamei kupas selama 1 minggu penyimpanan pada suhu 10 °C secara signifikan. Dengan demikian, ekstrak lindur dapat menjadi alternatif bahan antibakteri dan efektif sebagai pengawet alami pada udang vannamei kupas.
Pengaruh Alkalinisasi Selulosa terhadap Produksi Sodium Karboksimetil Selulosa. Jamal Basmal; Dina Andhita; Sediarso Sediarso
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.477

Abstract

           Penelitian pemanfaatan limbah pengolahan rumput laut sebagai bahan dasar untuk pembuatan sodium karboksimetil selulosa telah dilakukan. Limbah pengolahan rumput laut Gracilaria verucosa terlebih dahulu diekstrak selulosanya melalui proses pemanasan dalam larutan NaOH 40% (b/v) pada suhu 1000C selama 3 jam. Selulosa yang diperoleh kemudian direndam dalam larutan NaOH 30%, 40%, 50%, dan 60% selama 4 jam pada suhu kainar. Rasio sefulosa : larutan NaOH adalah 1:20 (b/v). Proses eterifikasi dilakukan pada suhu 600C selama 2 jam. Nilai sodium karboksimetil selulosa (Na‑CMC) terbaik ditemukan pada perlakuan alkalinisasi selulosa menggunakan larutan NaOH 40% ditinjau dari kandungan Na dalam Na­CMC sebesar 8,8%, kelarutan membutuhkan 24,8 ml air untuk melarutkan 1 g Na‑CMC, kekentalan 35 cPs, kadar air 9,9%, derajat substitusi 0,8, kadar abu 1,6%, kadar abu tak larut asam 0,2% dengan hasil 82,6%.

Page 5 of 41 | Total Record : 403


Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue