cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Isolasi dan Identifikasi Kapang dari Ikan Pindang Irma Hermana; Arifah Kusmarwati; Yusma Yennie
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v13i1.492

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kapang yang diisolasi dari produk ikan pindang. Pengambilan sampel dilakukan di enam lokasi, yaitu Jakarta, Bogor, Pelabuhan Ratu, Bandung, Cirebon, dan Semarang. Isolasi kapang dilakukan dengan metode pengenceran bertingkat, sedangkan identifikasi kapang dilakukan secara morfologi dan molekuler berdasarkan data sekuen nukleotida dari daerah ITS rDNA. Sebagai data dukung, terhadap ikan pindang juga dilakukan analisis kadar garam dan nilai aktivitas air (aw).  Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar garam sampel ikan pindang berkisar antara 1,20-7,78% dengan aw 0,91-0,98. Sebanyak 119 isolat kapang berhasil diisolasi dari 30 sampel ikan pindang. Isolat-isolat tersebut termasuk ke dalam tujuh marga dan 16 spesies yaitu Aspergillus flavus, A. fumigatus, A. niger, A. ochraceus, A. oryzae, A. sydowii, A. terreus, Cladosporium allicinum, Eurotium chevalieri, Fusarium graminearum, F. cerealis, Loweporus sp., Penicillium citrinum, P. chermesinum, P. chrysogenum, dan Syncephalastrum racemosum. Terdapat enam jenis kapang yang dominan yaitu P. chermesinum (80%), diikuti oleh P. citrinum (73%), A. fumigatus (56,6%), A. flavus (53,3%), A. niger (46,7%), dan E.chevalieri (26,7%).  Tidak ada hubungan antara jenis kapang yang tumbuh dengan jenis ikan pindang, nilai aw maupun kadar garam; namun pertumbuhan kapang berkaitan dengan kadar garam. Kadar garam ikan pindang yang lebih rendah menyebabkan pertumbuhan kapang yang lebih banyak. Isolation and Identification of Fungi from Boiled Salted FishAbstractThis study aimed to determine fungal species isolated from boiled salted fish. Sampling was conducted from six locations, i.e. Jakarta, Bogor, Pelabuhan Ratu, Bandung, Cirebon, and Semarang. Isolation of fungi was carried out by serial dilution method, and the fungal identification was conducted using combination of morphology and molecular analyses based on ITS rDNA sequence data. As the support data, salt content and water activity (aw) of boiled salted fish were examined. The result showed that salt content of boiled salted fish samples ranged from 1.20 to 7.78% with aw of 0.91-0.98. A total of 119 isolates from 30 boiled salted fish samples were obtained.These isolates belong to seven genera and 16 species as follow: Aspergillus  flavus,  A.  fumigatus, A.  niger,  A.  ochraceus,  A. oryzae,  A.  sydowii,  A. terreus, Cladosporium  allicinum, Eurotium  chevalieri, Fusarium  graminearum,  F.  cerealis,  Loweporus sp.,  Penicillium  citrinum,  P.  chermesinum,  P. chrysogenum, and  Syncephalastrum  racemosum. Six species, namely,  P.  chermesinum (80%),  P. citrinum (73%), A. fumigatus (56.6%), A. flavus (53.3%), A. niger (46.7%), and E. chevalieri (26.7%) were determined as dominant species. There was no correlation between fungi species isolated and species of boiled salted fish, aw or salt content. However, lower salt content of boiled salted fish caused high growth of fungi.
Penapisan dan Optimasi Pertumbuhan Bakteri Laut yang Berpotensi sebagai Hidrokarbonoklastik PAH Fenotiazin Yetti, Elvi; Thontowi, Ahmad; Yopi, Yopi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i2.297

Abstract

Fenotiazin merupakan senyawa dari kelompok hidrokarbon aromatik polisiklik atau polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang terkandung di dalam minyak mentah. Fenotiazin bersifat persisten dan mudah terbakar di lingkungan. Selain itu fenotiazin juga menyebabkan iritasi kulit, hepatitis, dan anemia terhadap manusia. Bakteri laut memiliki kemampuan untuk mendegradasi senyawa PAH. Tujuan penelitian ini adalah menyelek si bakteri laut yang berpotensi sebagai hidrokarbonoklastik fenotiazin dan melakukan optimasi konsentrasi fenotiazin untuk studi biodegradasinya. Seleksi isolat dilakukan pada media padat dengan metoda sublimasi dan media cair dengan uji pertumbuhan. Hasil seleksi awal dengan metoda sublimasi menunjukkan 32 isolat sebagai kandidat bakteri pendegradasi fenotiazin. Isolat-isolat ini dikelompokkan menjadi 3 kelompok berdasarkan indikatornya dalam seleksi dengan media padat yaitu isolat yang dapat mengubah warna media, membentuk zona bening, dan isolat yang memiliki kemampuan keduanya. Seleksi dengan menggunakan uji pertumbuhan menunjukkan bahwa isolat LBF-1-0057 yang teridentifikasi sebagai Pseudomonas aeruginosa strain MCCB102 dan isolat LBF-1-0126 memiliki pertumbuhan terbaik dari kelompok isolat yang mengubah warna media. Isolat LBF-1-0102 yang teridentifikasi sebagai Pseudomonas balerica BerOc6 dan isolat LBF-1-0133 yang teridentifikasi sebagai P. aeruginosa ATCC10145 merupakan isolat terbaik dari kelompok zona bening, sedangkan isolat LBF-1-0115 adalah isolat dengan pertumbuhan tertinggi di kelompok berindikator keduanya. Konsentrasi optimum fenotiazin untuk P. aeruginosa strain MCCB102, P. aeruginosa ATCC10145, dan isolat LBF-1-0115 adalah 500 ppm; sedangkan 250 ppm merupakan konsentrasi optimum untuk isolat LBF-1-0126 dan P. balerica BerOc6.
Penghambatan Enzim L-Histidine Decarboxylase dari Bakteri Pembentuk Histamin Menggunakan Asam Benzoat Heruwati, Endang Sri; Mangunwardoyo, Wibowo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.14

Abstract

ABSTRAKStudi tentang penghambatan enzim L-Histidine Decarboxylase (HDC) menggunakan asambenzoat telah dilakukan. Dalam percobaan ini, enzim HDC diproduksi dari isolat A4, yangdiidentifikasi sebagai Enterobacter sp. Asam benzoat pada konsentrasi 10, 15, 20, 25, dan 30mM ditambahkan pada ekstrak enzim kasar dan perubahan aktivitas enzim diamati. Hasilpercobaan menunjukkan bahwa semua perlakuan konsentrasi asam benzoat dapat menghambataktivitas enzim HDC, namun penghambatan tertinggi dicapai pada perlakuan 15 mM, denganaktivitas sebesar 0,17 U. Penghambatan aktivitas enzim optimum pada penambahan 15 mMasam benzoat adalah pada suhu 40oC dan pH 6,0. Penambahan ion Fe2+memberikanpenghambatan yang lebih tinggi dibandingkan ion logam lain. Hasil aplikasi perendaman ikantongkol lisong (Euthynnus affinis) dalam larutan asam benzoat 0,1% selama 30 menitmenunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri penghasilhistamin maupun produksi histaminnya, sementara tidak terlihat pengaruh terhadap kadar airmaupun pH ikan.
Aplikasi Campuran Alginat Dari Sargassum Crassifolium Dan Gum Sebagai Pengental Textile Printing Subaryono, Subaryono; Tazwir, Tazwir; Husni, Amir; Ustadi, Ustadi; Pranoto, Yudi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i2.225

Abstract

Penelitian aplikasi campuran alginat dari Sargassum crassifolium dan gum untuk meningkatkan viskositas alginat sebagai pengental pada textile printing telah dilakukan. Viskositas campuran alginat dengan guar gum, gum arab, dan locust bean gum diamati pada penyimpanan selama 8 jam. Produk terbaik diujikan sebagai pengental pada textile printing. Campuran alginat dengan guar gum pada perbandingan 90:10 dan 80:20 meningkatkan viskositas dan stabilitas alginat selama penyimpanan. Campuran alginat dengan gum arab dan locust bean gum akan menurunkan viskositas alginat sehingga tidak sesuai untuk aplikasi textile printing. Aplikasi campuran alginat dengan guar gum 90:10 dan 80:20 sebagai pengental pada tekstil printing menghasilkan produk akhir yang setara dengan pengental komersial manutex. 
Karakteristik Edible Film dari Komposit Alginat, Gluten dan Lilin Lebah (Beeswax) Murdinah, Murdinah; Darmawan, Muhamad; Fransiska, Dina
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i1.30

Abstract

ABSTRAKPenelitian pembuatan edible film dari komposit alginat, gluten dan lilin lebah telah dilakukan. Pada percobaan ini dilakukan variasi rasio kompositnya (alginat : gluten : lilin lebah) masingmasing (A) : 1 : 1 : 1; (B) : 1 : 1: 2; (C) : 1 : 2 : 1 dan (D) : 2 : 1 : 1. Karakteristik edible film yang diamati adalah sifat fisik (ketebalan, kuat tarik, persen pemanjangan dan laju transmisi uap air), kadar air, dan pengujian organoleptik (warna, penampakan dan tekstur). Dari hasil penelitian diketahui bahwa komposit edible film tidak berpengaruh terhadap kadar air, ketebalan, dan kuat tarik tetapi berpengaruh nyata terhadap persen pemanjangan dan laju transmisi uap airnya. Pada ujiorganoleptik, variasi rasio komposit tidak berpengaruh nyata terhadap warna, penampakan dan tekstur.
Kandungan Gizi Gonad dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Cangkang Bulu Babi (Diadema setosum) Hadinoto, Sugeng; Sukaryono, Ignacius Dhani; Siahay, Yessy
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v12i1.281

Abstract

AbstrakDiadema setosum merupakan salah satu jenis bulu babi yang mempunyai nilai ekonomis. Bagian tubuh yang dikonsumsi adalah gonadnya. Organisme ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan bergizi karena gonadnya mengandung asam amino, vitamin B kompleks, vitamin A, mineral, asam lemak omega-3, dan omega-6. Cangkang bulu babi diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi gonad bulu babi (D. setosum)  dan aktivitas antibakteri ekstrak cangkang bulu babi (D. setosum). Sampel gonad D. setosum berasal dari perairan desa Liang, Waai dan perairan desa Sila Kabupaten Maluku Tengah sedangkan cangkang yang diekstrak diambil dari bulu babi asal desa Sila. Kandungan gizi gonad bulu babi ditentukan melalui analisis proksimat dengan metode AOAC, sedangkan aktivitas anti bakteri diuji terhadap ekstrak metanol, etil asetat dan khloroform cangkang bulu babi dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gonad D. setosum dari ketiga lokasi penelitian tersebut berturut-turut mengandung air  (72,24±0,02; 71,95±0,05 dan  77,56±0,02)%; abu  (11,7±0,09 dan 11,32±0,04)%bk; lemak (3,21±0,20; 3,49±0,12 dan 10,51±0,07)%bk; protein (44,8±0,36; 47,66±0,21 dan 64,93±0,96)%bk. Ekstrak cangkang memberikan efek antibakteri terhadap Eschericia coli, Salmonella sp. dan Bacillus cereus dengan zona hambat terhadap masing-masing bakteri dari ekstrak dengan pelarut metanol, yaitu : (1,84±0,05 mm; 1,84±0,03 mm dan 2,65±0,02 mm); pelarut etil asetat, yaitu (14,18±0,02 mm; 1,65±0,03 mm dan 14,49±0,03 mm); dan pelarut kloroform (0,64±0,08 mm; 8,98±0,03 mm dan 3,77±0,14 mm).  Nutrition Content of Sea Urchin (Diadema setosum) Gonad and Antibacteria Activities of its Shell ExtractsAbstractDiadema setosum is one species of sea urchins that have economic value. The body part of sea urchins that is commonly consumed is its gonad. This organism can be used as a source of nutritious food because it contains amino acids, vitamin B complex, vitamin A, minerals, omega3 and omega-6 fatty acids. The shell of sea urchins also known as an antibacterial agent. This study aims to determine the nutritional content of D. setosum gonad and antibacterial activity of D. setosum shells extract. The sample of D. setosum gonad was collected from Liang, Waai and Sila Village waters in Central Maluku Regency. Whereas, the shells was derived from the sea urchin from Sila Village. The nutritional contents of sea urchin gonad were determined by a proximate analysis with AOAC method. The antibacterial activity was tested against methanol, ethyl acetate and chloroform extract of sea urchin shell through agar diffusion method. The results showed that the gonad of D. setosum from the three study sites contained of water content (72.24±0.02; 71.95±0.05 and 77.56±0.02)%, ashes (11.7±0.09; 7.34± 0.14 and 11.32±0.04)% db, lipid (3.21±0.20; 3.49±0.12 and 10.51±0.07)% db and protein ( 44.8 ± 0.36; 47.66 ± 0.21 and 64.93 ± 0.96)%db. The shell extract showed the antibacterial effect against Escherichia coli, Salmonella sp. and Bacillus cereus the inhibition zone of each tested bacterial was different, as shown in methanol extract (1.84±0.05 mm; 1.84±0.03 mm and 2.65±0.02 mm), ethyl acetate extract (14.18±0.02 mm; 1.65±0.03 mm and 14.49±0.03 mm) and chloroform extract (0.64±0.08 mm; 8.98±0.03 mm and 3.77±0.14 mm).
Ekstrak Sargassum sp. sebagai Antioksidan dalam Sistem Emulsi Minyak Ikan selama Penyimpanan pada Suhu Kamar Budhiyanti, Siti Ari; Husni, Amir
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v8i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak etanolik alga cokelat Sargassum sp. terhadap daya simpan minyak ikan selama penyimpanan pada suhu kamar. Pengaruh penambahan ekstrak etanolik alga cokelat Sargassum sp. dilihat dari parameter uji aktivitas antioksidan (metode DPPH), diena terkonjugasi, angka peroksida, angka anisidin, dan angka Totoks (Total Oksidasi). Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan (kontrol; dengan ekstrak 0,5%; ekstrak 1%; ekstrak 1,5%; ekstrak 2%) dengan tiga ulangan. Preparasi sampel dilakukan dengan mencampurkan minyak ikan dengan ekstrak etanolik Sargassum sp. menggunakan sistem emulsi. Sistem emulsi ini terdiri dari air (97%), minyak ikan (3%), tween 20 (0,3% dari volume air), dan ekstrak etanolik Sargassum sp. (0; 0,5; 1; 1,5; dan 2% dari volume air yang ditambahkan). Masing-masing emulsi minyak ikan ini dimasukkan ke dalam tabung konikel yang terang (tidak gelap), disimpan dalam inkubator pada suhu kamar (30  4 °C) dan diamati selama 38 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 1% ekstrak etanolik Sargassum sp. merupakan perlakuan terpilih karena merupakan konsentrasi terendah yang dapat menghambat kerusakan oksidatif yang terjadi selama penyimpanan. Berdasarkan nilai angka peroksida, p-anisidin dan totoks pada akhir masa simpan minyak ikan (38 hari) dengan nilai angka peroksida sebesar 0,44 meq/kg minyak, angka p-anisidin 10,18% dan angka TOTOKS sebesar 11,07 pada pengamatan hari ke-38.
Pengaruh Waktu Pengempaan Terhadap Karakteristik Papan Partikel Dari Limbah Padat Pengolahan Gracilaria Sp Fithriani, Diini; Nugroho, Tri; Basmal, Jamal
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i2.395

Abstract

Penelitian pemanfaatan limbah padat rumput laut (Gracilaria sp) sebagai bahan baku untuk pembuatan papan partikel telah dilakukan. Empat perlakuan waktu pengempaan digunakan untuk mengetahui optimasi proses. Perlakuan waktu pengempaan tersebut adalah 0, 5, 10 dan 25 menit pada suhu 150ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengempaan yang optimum adalah 0 menit terhitung sejak suhu tercapai 150ºC, yang menghasilkan kerapatan 0,09 g/cm3, kadar air 2,5%, daya serap air 14,9%, pengembangan linier pada 2 jam 0,2% dan pada 24 jam 0,5%, pengembangan tebal pada 2 jam 0,8% dan pada 24 jam 1,9%, modulus patah 154 kg/cm2, modulus elastisitas 14804,32 kg/cm2 dan kekuatan rekat internal 6 kg /cm2.
Pengolahan Bakto Agar dari Rumput Laut Merah (Rhodymenia ciliata) dengan Pra Perlakuan Alkali Darmawan, Muhamad
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.83

Abstract

Penelitian pengolahan bakto agar dari rumput laut merah (Rhodymenia ciliata) dengan pra perlakuan alkali telah dilakukan untuk melihat pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu pra perlakuan alkali terhadap mutu bakto agar yang dihasilkan. Konsentrasi NaOH yang ditambahkan adalah 5, 6 dan 7% dan waktu pra perlakuan alkali yang digunakan adalah 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar sulfat dan kekuatan gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi NaOH dan waktu pra perlakuan alkali memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, kadar sulfat dan kekuatan gel bakto agar, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan abu. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan konsentrasi NaOH 7% dan waktu pra perlakuan 60 menit dengan rendemen 14,32%, kadar air 13,12%, kadar abu 4,99%, kadar sulfat 1,90% dan kekuatan gel 748,5 g/cm2.
Produksi Senyawa Bioaktif dari Aspergillus ustus MFW 26-08 yang Berasosiasi dengan Spons Laut dalam Berbagai Media Pratitis, Asri; Patantis, Gintung; Mangunwardoyo, Wibowo; Chasanah, Ekowati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i2.411

Abstract

Penggunaan mikroba sebagai sumber senyawa bioaktif memiliki beberapa kelebihan di antaranya mempersingkat waktu produksi dan menghindari pemanfaatan sumberdaya laut secara berlebih. Penelitian terdahulu menghasilkan beberapa isolat mikroba yang berpotensi sebagai penghasil senyawa bioaktif, di antaranya adalah isolat kapang MFW 26-08. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi pertumbuhan isolat kapang MFW 26-08 dan produksi senyawa bioaktif yang disekresikan oleh kapang tersebut. Optimasi dilakukan dengan menggunakan 3 jenis media: Malt Extract Broth (MEB), Glucose Peptone Yeast (GPY), dan Minimal Fungal Media(MFM); serta waktu kultivasi 2, 4, 6, 8, dan 10 minggu. Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak kasar kapang MFW 26-08 hasil kultivasi 2 minggu dalam medium MFM, pada konsentrasi 30 µg/mL, mampu menghambat 89% pertumbuhan sel kanker payudara T47D. Sedangkan pada konsentrasi 100 µg/mL ekstrak kapang yang dikultivasi dalam medium MEB selama 6 minggu, mampu menghambat pembentukan radikal bebas sampai 56%. Hasil identifikasi berdasarkan sifat-sifat morfologi dan molekuler menggunakan 18S rRNA, ITS1, dan ITS4 menunjukkan bahwa isolat MFW 26-08 memiliki kemiripan dengan Aspergillus ustussebesar 99%

Page 8 of 41 | Total Record : 403


Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue