cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dirgantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
PERKEMBANGAN MODEL PREDIKSI INDEKS K GEOMAGNET - Habirun; Titiek Setiawati; Yaya Karyanto
Jurnal Sains Dirgantara Vol 4, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.624 KB)

Abstract

Prediction model of daily K geomagnetic index was reconstructed based on K index pattern of 3-hourly data from Biak geomagnetic station during 1992. K index was observed according time sequence so that it is very complex, fluctuated, and without any pattern, due to stochastic properties. With such data, K index prediction model was analyzed based on the smoothing result by using a moving average of four data in time series analyzsis method through ARIMA (Auto Regressive Integrated Moving Average) model. The obtained prediction model of K index, from moving average of four data from the first 3 hours to the next eighth 3 hour, generally follow the ARIMA (2.0.0), ARIMA (2.0.1) and ARIMA (2.0.2) with very small error, less than 1((σ error than more 1) and the efficiency of 68.27%, 94.10% and 95.16%, respectively, during year 1996.
KORELASI OZON DAN BROMIN MONOKSIDA DI INDONESIA BERBASIS OBSERVASI SATELIT AURA-MLS [BROMINE MONOXIDE AND OZONE CORRELATION IN INDONESIA BASED ON AURA-MLS SATELLITE OBSERVATION] Novita Ambarsari; Ninong Komala; Waluyo Eko Cahyono
Jurnal Sains Dirgantara Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.95 KB)

Abstract

Microwave Limb Sounder (MLS) merupakan bagian dari Earth Observing System (EOS) ditempatkan pada satelit AURA NASA yang diluncurkan pada tanggal 15 Juli 2004 dan efektif menghasilkan hasil data pengamatan global dari September 2004 hingga saat ini. MLS mengukur profil vertikal ozon dan komponen kimia atmosfer dengan lebih akurat. Penentuan profil vertikal Bromin Monoksida (BrO) dan Ozon di Indonesia telah dilakukan berdasarkan pengamatan atmosfer dengan menggunakan instrumen Microwave Limb Sounder (MLS) pada satelit AURA. Data yang digunakan adalah data profil vertikal BrO dan Ozon di wilayah Indonesia (95 BT-145 BT, 6 LS-11 LU) selama tahun 2005-2010. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi bulanan profil ozon vertikal di Indonesia tahun 2005-2010 umumnya konstan di bawah 100 hPa dan meningkat pada rentang tekanan 100 hPa hingga 0,1 hPa (dari stratosfer bawah ke stratosfer atas) dan kemudian menurun lagi dengan nilai maksimum terjadi pada stratosfer tengah pada tekanan 10 hPa saat perbandingan campuran ozon maksimum antara 8.000-11.000 ppbv (8 sampai 11 ppmv). Ozon mencapai nilai minimum di troposfer pada ketinggian di atas 0,01 hPa. Konsentrasi BrO tertinggi terjadi pada tekanan 14 hPa dengan rentang konsentrasi 0,005-0,04 ppbv yang terjadi pada bulan Februari 2005-2010 dan puncak terendah terjadi pada bulan Mei 2005-2010 dengan konsentrasi 0,02 ppbv. Korelasi antara ozon dan BrO pada tekanan 14 hPa menunjukkan nilai -0.218. Korelasi negatif menunjukkan peningkatan konsentrasi BrO berhubungan dengan penurunan konsentrasi ozon di lapisan stratosfer di atas Indonesia. Kata kunci: MLS AURA, Bromine monoksida, Ozon, Korelasi
PENENTUAN INDEKS AKTIVITAS MATAHARI EKSTRIM HARIAN - Jiyo; Sri Suhartini
Jurnal Sains Dirgantara Vol 3, No.1 Desember (2005)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.396 KB)

Abstract

In this paper we discuss a method to determinated extreme solar activity index (ESAI) which refer to X-ray (SXR) flare. ESAI-index is calculated by using the simple methods with the inputs are intensity and duration of SXR- flare. From the case study of solar storm at middle January 2005, ESAI-index is better for showing the solar activities impact to ionosphere. However, it still need further study by adding more spatial and temporal data.
PENINGKATAN AKURASI PREDIKSI CURAH HUJAN BULANAN DIWILAYAH JAKARTA MENGGUNAKAN DATA TROPICAL RAINFALLMEASURING MISSION (TRMM) DAN DATA SINAR KOSMIKBERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN[ACCURACY ENHANCEMENT FOR PREDICTING MONTHLYRAINFALL IN JAKARTA REGION USING TROPICAL RAINFALLMEASURING MISSION (TRMM) AND COSMIC RAYS DATA BASEDON ARTIFICIAL NEURAL NETWORK] Jalu Tejo Nugroho; Safwan Hadi; Bayong Tjasyono HK
Jurnal Sains Dirgantara Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.381 KB)

Abstract

Telah diperoleh peningkatan akurasi prediksi curah hujan bulanan di wilayah Jakarta yang ditandai dengan peningkatan nilai koefisien korelasi data Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) hasil simulasi jaringan syaraf tiruan. Dengan melibatkan faktor sinar kosmik sebagai masukan jaringan, diperoleh peningkatan akurasi sampai dengan 7,2% yang dicapai saat prediksi lima bulan ke depan. Untuk prediksi tiga dan empat bulan ke depan peningkatan akurasi yang diperoleh sebesar 4,8%. Hasil ini melengkapi bukti adanya kontribusi sinar kosmik dalam mempengaruhi curah hujan di wilayah Jakarta.Kata kunci: Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), Jaringan syaraf tiruan, Sinar kosmik
Full Paper JSD Vol 13 No 2 Juni 2016 Redaksi Jurnal
Jurnal Sains Dirgantara Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2633.737 KB)

Abstract

Full Paper JSD Vol 13 No 2 Juni 2016
TELAAH AWAL KEUBAHAN SETENGAH SUMBU PANJANG AKIBAT EFEK YARKOVSKY PADA ASTEROID 3362 KHUFU (1984 QA) Endang Soegiartini; Suryadi Siregar
Jurnal Sains Dirgantara Vol 5, No 2 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4728.827 KB)

Abstract

Efek Yarkovsky adalah gaya non-gravitasional yang bekerja pada benda yang disebabkan oleh emisi anisotropik foton termal, yang memberi momentum bagi benda tersebut. Efek ini biasanya terjadi pada meteoroid atau asteroid berukuran kecil (dengan diameter 10 cm sampai 10 km). Tulisan ini mencoba meninjau efek Yarkovsky tersebut bagi asteroid 3362 Khufu (1984 QA) yang berdiameter 0.7 km, serta Bond-albedo 0.17. Efek Yarkovsky menyebabkan keubahan pada setengah sumbu panjang orbit, akibatnya eksentrisitas orbit juga berubah. Terjadinya perubahan pada elemen orbit memberikan peluang asteroid tersebut bergerak mendekati Bumi. Telaah ini menunjukkan amplitudo keubahan setengah sumbu panjang orbit terhadap waktu akibat komponen harian dan musiman, masing-masing maksimal adalah 1.3×10-5 m/detik dan -3.7×10-9 m/detik. Kata kunci: Efek Yarkovsky, Asteroid, Orbit.
PRAKIRAAN CURAH HUJAN DI WILAYAH SITU CILEUNCA KABUPATEN BANDUNG DENGAN METODE STATISTIK NON-LINEAR [RAINFALL PREDICTION OVER THE CILEUNCA LAKE AREA AT BANDUNG REGENCY WITH NON-LINEAR STATISTICAL METHOD] Dadang Subarna; M. Yanuar J. Purwanto; Kukuh Murtilaksono; - Wiweka-
Jurnal Sains Dirgantara Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.299 KB)

Abstract

Sebagai bagian dari Cekungan Bandung, Situ Cileunca memegang peranan penting dalam memasok sumber air baku untuk penduduk Kabupaten dan Kota Bandung. Curah hujan di area Situ Cileunca memperlihatkan bentuk fungsi distribusi probabilitas logaritmik normal yang tak simetris dengan kurtosis berharga negatif. Sesuai dengan karakteristik data maka metode analisis deret waktu linear dan non-linear yang sesuai telah diterapkan untuk mendapatkan nilai statistik deskriptif, probabilitas, pemodelan dan prakiraan ke depan berbasis data curah hujan bulanan dari tahun 1993 sampai 2011 di atas Situ Cileunca Kabupaten Bandung. Data curah hujan bulanan terdiri dari 230 data dengan koefisien variabilitas sebesar 78%, sedangkan untuk pemodelan digunakan 200 data dalam rangka memperoleh parameter non-linear optimal. Langkah pertama, dicari waktu tunda dari keseluruhan data yang diterapkan dengan menggunakan metode autokorelasi dan informasi mutual yang menghasilkan waktu tunda 2, lalu dicari dimensi embedding secara iterasi. Diperoleh dimensi embedding 23 dengan koefisien korelasi 0,6 yang merupakan nilai paling besar dari 30 dimensi embedding yang dicoba. Dimensi embedding 23 merupakan batas atas dari jumlah variabel bebas yang cukup untuk pemodelan dinamika curah hujan.Kata kunci: Curah hujan, Non-linear, Statistik, Situ Cileunca Waktu tunda, Dimensi embedding
KARAKTERISTIK PETIR DARI AWAN KE BUMI DAN HUBUNGANNYA DENGAN CURAH HUJAN Deni Septiadi; Safwan Hadi; Bayong Tjasyono
Jurnal Sains Dirgantara Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.863 KB)

Abstract

 This paper describes the relationship between CG (Cloud to Ground) lightning and the rainfall of Bandung and surrounding area. CG lightning data obtained by Lightning Detector that is able to track low frequency of radio signals from electrical processes lightning discharge which installed in Bandung Geophysics Station. For better resolution, data is limited within a radius of 10 km square of study area. Daily analysis during the year 2009 showed a strong relationships between CG and rainfall (r = 0,62 for CG+; r = 0,51 for CG- and r = 0,59 for total of CG). The electrification process dominated by CG- and the peak of CG occurs at MAM with the 43,6% total of CG and occurs at 15.00-17.00 LT. The mature stage occured after 13.00 LT. Keywords:Lightning, CG, Rainfall, Relationship
IDENTIFIKASI SINYAL PENGARUH VARIABILITAS AKTIVITAS MATAHARI TERHADAP CURAH HUJAN DI AREA ITERA ASTRONOMICAL OBSERVATORY (IAO), LAMPUNG Wirid Birastri
Jurnal Sains Dirgantara Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.3 KB) | DOI: 10.30536/j.jsd.2018.v16.a2930

Abstract

Serangkaian dengan kajian kelayakan wilayah pembangunan observatorium serta mendukung tahap awal pengembangan sistem deteksi Sudden Ionospheric Disturbance (SID) di situs ITERA Astronomical Observatory (IAO), pada penelitian ini akan dibahas identifikasi pengaruh variabilitas aktivitas matahari menggunakan parameter Flare Index (FI) dan Total Solar Irradiance (TSI) terhadap parameter curah hujan jangka panjang di wilayah kajian. Meskipun mekanisme pengaruh aktivitas matahari terhadap sistem iklim di Bumi masih belum jelas, analisis dekomposisi sinyal dianggap dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk mendeskripsikan korelasi antara keduanya. Dekomposisi Singular Spectrum Analysis (SSA) dari 30 tahun data curah hujan bulanan stasiun menunjukkan adanya kemiripan osilasi inter-annual dan interdecadal 22.5 tahun dengan FI dan TSI meskipun dengan magnitude yang lemah, yang mengindikasikan adanya respon curah hujan terhadap Hale cycle yang menggambarkan siklus medan magnetik matahari. Analisis korelasi rata-rata curah hujan tahunan GPCC dengan TSI, selama 110 tahun dari 1901-2010, dengan lag-time 1 tahun menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara keduanya, namun terdapat periode yang berkorelasi negatif pada 1920an hingga 1950. Lag-time antara respon hujan terhadap aktivitas matahari mengindikasikan adanya mekanisme lain yang menghubungkan kedua variabel ini, karena beberapa wilayah memberikan respon dengan waktu jeda yang berbeda-beda, sedangkan korelasi negatif pada beberapa penelitian diduga sebagai akibat respon iklim yang diakibatkan diantaranya oleh aktivitas vulkanik, instrusi partikel debu interstellar, dinamika atmosfer-laut, dan efek gas rumah kaca.
SOLAR WIND SPEED AND ULF Pc5 POWER AT LOW-LATITUDE AS PRECURSOR OF ELECTRON FLUX ENHANCEMENT DUE TO GEOEFFECTIVE CMEs IN 2015 TO 2017 Siska Filawati; Fitri Nuraeni
Jurnal Sains Dirgantara Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jsd.2018.v16.a3084

Abstract

Electron flux is one of the space weather parameters that needs to be monitored and predicted for the purpose of mitigating the negative effects of space weather. Solar storms caused by CME which will affect electron flux can be observed using spacebased and ground-based data. The spacebased data used is solar wind speed data from ACE satellite and electron flux from GOES 13 satellite. The groundbased data are magnetometer data from Biak and Parepare stations which will be calculated on Pc5 power values. Cross correlation method is used to determine the correlation of two equations as functions that influence each other as electron flux which is affected by solar wind speed and Pc5 power. The correlation value of the speed of solar wind with electron flux is higher than Pc5 power with electron flux. However, the maximum value of r power Pc5 with electron flux occurs before the maximum value of r solar wind speed with electron flux which means that Pc5 power is more effective as a precursor to electron flux enhancement.