cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
RECCURENT THYROTOXIC HYPOKALEMIC PERIODIC PARALYSIS: LAPORAN KASUS I Gusti Lanang Rama Dwi Suputra; I Dewa Putu Gede Wedha Asmara
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9393

Abstract

Thyrotoxic Hypokalemic Periodic Paralysis merupakan suatu kondisi langka yang ditandai dengan penurunan kadar kalium darah dan kelumpuhan otot akut akibat hipertiroidisme. Kondisi ini dapat disertai aritmia hingga gagal nafas yang berpotensi mengancam nyawa, serta memiliki angka kekambuhan yang tinggi. Dilaporkan laki-laki berusia 54 tahun datang dengan keluhan lemah pada kedua kaki. Riwayat keluhan yang sama terjadi pada 4 bulan dan 6 bulan yang lalu. Riwayat hipertiroid sejak 20 tahun yang lalu dan tidak terkontrol. Teraba nodul di regio tiroid kanan dan kiri, berbatas tegas, kenyal, ikut bergerak saat menelan dan tidak nyeri. Indeks Wayne: 9, Free Thyroxine (FT4): 29.87pmol/L, Thyroid Stimulating Hormone (TsHs): <0.005 uIU/ml dan kalium 2.4 mmol/L. Pemberian terapi dengan drip KCl 50 meq, propranolol 10mg setiap 8 jam, dan prophytiorurasil 100mg setiap 8 jam. Gejala tirotoksikosis seringkali tidak muncul sehingga menuntut ketajaman klinisi untuk mendiagnosis secara dini. Terapi suplementasi kalium secara dini dapat memulihkan paralisis serta mencegah komplikasi lebih berat. Dengan demikian, penting untuk mengetahui manifestasi klinis, patogenesis, tatalaksana, pencegahan dan komplikasi fatalnya.
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI PUSKESMAS RANTAU TIJANG TANGGAMUS Cecilia Intan Pratiwi; Ade Maria Ulfa; Satria Wijaya
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9499

Abstract

Abstrak : Rasionalitas Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Bpjs Di Puskesmas Rantau Tijang Tanggamus Tahun 2022, Skripsi, Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Bandar Lampung.Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling umum dan sering dijumpai di masyarakat. Hipertensi adalah keadaan saat tekanan darah mengalami peningkatan diatas normal atau mencapai 140/90mmHg. Seiring dengan bertambahnya jumlah penderita hipertensi, penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk mencapai kesehatan yang berkualitas. Pemerintah RI menyelenggarakan jaminan sosial kesehatan berupa BPJS Kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif non eksperimental. Pengambilan data secara retrospektif di Puskesmas Rantau Tijang Tanggamus periode Oktober – Desember 2023 menggunakan guideline JNC 8. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bahwa hasil penelitian ini rasional dapat disimpulkan obat hipertensi yang paling banyak digunakan ialah golongan ACEI sebanyak  36 pasien (51%). Pasien hipertensi yang memiliki penyakit penyerta sebanyak 31 pasien (44%). Penggunaan obat hipertensi BPJS sudah rasional dengan hasil tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (97,1%) dan tepat diagnosis (100%).
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN POLI PENYAKIT DALAM TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Sherin Malinda; Martianus Perangin Angin; Annisa Primadiamanti
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9464

Abstract

Abstract: Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Poli Penyakit Dalam Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung, Skripsi, Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Kepuasan adalah tanggapan pelanggan atau pengguna jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan yang mampu memuaskan setiap pengguna jasa kesehatan kepada pengguna layanan kesehatan sebagai customer sesuai kode etik dan standar pelayanan profesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien poli penyakit dalam terhadap pelayanan farmasi yang diukur menggunakan lima dimensi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian pada tingkat kepuasan pasien poli penyakit dalam terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin kategori puas paling tinggi pada dimensi empati (Empaty) dengan nilai 79,8%. Selanjutnya pada bukti langsung (Tangible) 79,5%, dimensi keandalan (Reliability) 78,3%, dan dimensi jaminan (Assurance) 77%. Sedangkan tingkat kepuasan paling rendah pada dimensi ketanggapan (Responsiveness) dengan nilai 73,1%. Terdapat hubungan usia dan golongan dengan kepuasan pasien, tidak ada hubungan antara jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan kepuasan pasien poli penyakit dalam di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN AKTIVITAS FISIK ANAK TERHADAP STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 TAHUN DI SD NEGERI 1 SRENGSEM Cindi Cantika Viyani; Yesi Nurmalasari; Festy Ladyani Mustofa; Dessy Hermawan
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10421

Abstract

Abstrak: Hubungan Pengetahuan Ibu dan Aktivitas Fisik Anak Terhadap Status Gizi Anak Usia 6-12 Tahun di SD Negeri 1 Srengsem. Status gizi adalah keadaan tubuh yang terjadi akibat konsumsi makanan atau ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi. Kekurangan dan kelebihan gizi dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi status gizi yaitu pengetahuan ibu dan aktivitas fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan aktivitas fisik anak terhadap status gizi anak usia 6-12 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa di SD Negeri 1 Srengsem yang berusia 6-12 tahun. Sampel yang digunakan berjumlah 225 siswa yang dipilih dengan metode statified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan anak serta pengisian kuisioner. Uji statistik dengan menggunakan uji spearman. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dan status gizi anak usia 6-12 tahun di SD Negeri 1 Srengsem dengan nilai ρ value 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,475, artinya tingkat kekuatan hubungan cukup. Hasil uji statistik juga menunjukan terdapat hubungan antara aktivitas fisik anak danstatus gizi anak usia 6-12 tahun di SD Negeri 1 Srengsem dengan nilai ρ value 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,267 artinya tingkat kekuatan hubungan cukup. Status gizi anak dipengaruhi oleh pengetahuan Ibu dan aktivitas fisik anak. Sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan Ibu tentang gizi serta penjelasan ke anak untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik daripada bermain gadget. 
PENGARUH PEMBERIAN TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOPATOLOGI JANTUNG TIKUS PUTIH JANTAN GALUR Sprague dawley YANG DIPAPAR UAP ROKOK ELEKTRONIK Ina Rendayu; Susanti Susanti; Ayu Darma Putri
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.9569

Abstract

Abstrak: Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Kerusakan Struktur Histopatologi Jantung Tikus Putih Jantan Galur Sprague Dawley yang Dipapar Uap Rokok ElektronikZat yang terkandung dalam rokok elektrik tetap memiliki efek merugikan bagi organ tubuh (termasuk jantung) melalui pembentukan radikal bebas. Salah satu tanaman yang memiliki efek antioksidan adalah teh hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak teh hijau terhadap struktur histopatologi jantung tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang di papar uap rokok elektrik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan metode rancangan eksperimen sungguhan. Tiga puluh ekor tikus dibagi dalam enam kelompok (kontrol negatif dengan pemberian akuades (K1), kontrol positif dengan pemberian uap rokok elektrik (K2) dan uap rokok konvensional (K3), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak teh hijau 50 mg/kg BB (P1), 100 mg/kg BB (P2) dan 200 mg/kg BB (P3)). Hasil penelitian menunjukkan kerusakan struktur miokardium tikus putih akibat paparan uap rokok elektrik hampir sama dengan rokok konvensional. Pemberian ekstrak teh hijau tidak berpengaruh terhadap struktur histopatologi jantung tikus putih yang diberikan paparan uap rokok elektrik. Tidak terdapat pengaruh pemberian ekstrak teh hijau terhadap struktur histopatologi jantung tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang diberikan paparan uap rokok elektrik.
POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN KLINIK ALHAFA MEDIKA KOTA AGUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Annisa Primadiamanti; Fira Marisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10608

Abstract

Abstrak. Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Klinik Alhafa Medika Kota Agung. Hipertensi ialah kondisi dimana terdapat gangguan pada sistem peredaran darah tubuh yang ditandai oleh adanya naiknya tekanan darah yang jauh tinggi dari nilai normal dengan angka lebih dari 140 / 90 mm/Hg. Penggunaan obat dalam terapi hipertensi bertujuan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas dengan cara yang nyaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui obat hipertensi apa sajakah yang diresepkan oleh dokter di Klinik Alhafa Medika dan Untuk mengetahui pola peresepan obat hipertensi rawat jalan di Klinik Alhafa Medika Kota Agung pada periode Januari – Maret 2021. Metode Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien penderita hipertensi banyak didominasi oleh pasien dengan rentang usia 41-50 dan 51-60 sebanyak 31% (25 pasien) dan banyak terjadi pada perempuan sebesar 60% (48 pasien). Obat yang banyak digunakan adalah amlodipin yang termasuk golongan CCB sebanyak 81% (65 item obat). Pola peresepan yang paling banyak digunakan adalah pola peresepan tunggal sebanyak 91% (73 resep).
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Nescyaulia Agusti Pusparida; Tutik Tutik; Putri Amalia
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.9935

Abstract

Abstrak: Perbandingan Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Daun Kersen (Muntingia calabura L.). Daun Kersen merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di daerah tropis namun masih sedikit yang memanfaatkan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan dari metode ekstraksi maserasi dan ultrasonik ekstrak etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L.). Ekstraksi daun kersen dilakukan dengan metode maserasi dan ultrasonik dengan menggunakan pelarut etil asetat. Ekstrak kental etil asetat daun kersen diuji skrining fitokimia dan diukur kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan. Hasil ekstrak etil asetat daun kersen dengan metode ekstraksi maserasi dan ultrasonik memiliki kadar fenolik total sebesar 540,416 mgGAE/g dan 531,250 mgGAE/g. Kadar fenolik total ekstrak etil asetat daun kersen dari metode maserasi dan ultrasonik memiliki perbedaan yang signifikan. Ekstrak etil asetat daun kersen dengan metode ekstraksi maserasi dan ultrasonik memiliki kadar aktivitas antioksidan sebesar 3,629 ppm dan 58,571 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat daun kersen dari metode ekstraksi maserasi dan ultrasonik memiliki perbedaan yang signifikan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OSCE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2019 Upik Pebriyani; Nopi Sani; Mirna Lisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10422

Abstract

Abstrak : Kecemasan merupakan hal yang berhubungan erat dengan menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik. Kecemasan dapat terjadi saat akan melaksanakan berbagai macam ujian, seperti pada ujian OSCE yang dilaksanakan oleh mahasiswa kedokteran. Sebagai Mahasiswa yang akan melakukan suatu ujian, ada di suatu lingkup sosial seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan pertemanan. Pada lingkup ini seseorang akan mendapat dukungan sosial yang dapat membantu penyelesaain masalah yang sedang dihadapinya dan dapat memberinya dampak positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE pada mahasiswa kedokteran fakultas umum universitas malahayati angkatan 2019. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah  analitik observasional retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran malahayati angkatan 2019 yang mengikuti OSCE saat penelitian berlangsung dan memenuhi kriteria insklusi. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji kolerasi Rank Spearman. Hasil yang didapat pada penelitian ini, yaitu didapatkan sebanyak 96 responden dengan distribusi frekuensi usia responden paling banyak berusia 21 tahun sebanyak 49 responden (60,5%) dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 44 respoden (57,9%) dan laki – laki sebanyak 38 (39,5%). Diketahui distribusi frekuensi dukungan sosial yang baik sebanyak 70 responden (72,9%). Diketahui distribusi tingkat kecemasan paling banyak adalah kecemasan ringan yaitu 78 responden (81,2%) Berdasarkan hasil uji kolerasi spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat kecemasan, dengan p atau p-value sebesar 0,000
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANJUT USIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA DWI KARYA MUSTIKA Ringgo Alfarisi; Putri Amsa Tiara Diksa; Aswan Jhonet; Achmad Farich
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.9825

Abstract

Abstrak : Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Tekanan Darah Pada Lanjut Usia Penderita Hipertensi di Desa Dwi Karya Mustika. Penyakit terbanyak pada usia lanjut berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 adalah hipertensi. dengan prevalensi 45,9% pada usia 55-64 tahun, 57,6% pada usia 65,74% dan 63,8% pada usia 75 tahun. Kesadaran penderita hipertensi untuk minum obat masih rendah. Adanya ketidakpatuhan pasien hipertensi dalam minum obat dapat memberikan efek negatif yang sangat besar, seperti munculnya komplikasi. Salah satu faktor pemicu peningkatan tekanan darah adalah IMT (Indeks Massa Tubuh). Penurunan berat badan harus dilakukan pada penderita hipertensi dengan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dan indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi di posyandu lansia Amanah, Desa Dwi Karya Mustika, Kecamatan Mesuji Timur, Provinsi Lampung, berjumlah sebanyak 82 orang. Cara pengambilan sampel penelitian yang digunakan adalah total sampling sehingga didapatkan sampel 82 orang. Data kepatuhan mengkonsumsi obat didapatkan melalui wawancara. Data IMT dan tekanan darah, didapatkan melalui pengukuran langsung terhadap sampel penelitian. Analisis hubungan antar variable penelitian dilakukan menggunakan uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi (p value < 0,05). Selain itu, juga didapatkan terdapat hubungan IMT dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di posyandu lansia Amanah, Desa Dwi Karya Mustika, Kecamatan Mesuji Timur Tahun 2023 (p value< 0,05).
HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2020 Yuni Savira; Esteria Marhayuni; Slamet Widodo; Sri Maria Puji Lestrari
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10120

Abstract

Abstrak : Hubungan Manajemen Waktu dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2020. Mahasiswa kedokteran mengalami stres akademik lebih berat dibandingkan mahasiswa jurusan lain dikarenakan banyaknya kegiatan di program studi yang terdiri atas kuliah pengantar, kuliah penunjang, praktikum, skills lab, tutorial, ujian blok, Objective Structured Clinical Examination (OSCE), dan ujian akhir. Mahasiswa kedokteran juga cendrung memiliki beban tugas yang lebih banyak dibandingkan program studi lain. Selain itu transisi metode pembelajaran dari online ke offline cendrung menciptakan tekanan (stressor) yang signifikan pada mahasiswa. Stres akademik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, salah satunya dipengaruhi oleh manajemen waktu. Mengetahui hubungan manajemen waktu dengan tingkat stres akademik pada mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional, alat ukur kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MMSQ) dan Skala manajemen waktu, serta pengambilan sampel dengan teknik probability sampling. Didapatkan hasil penelitian dari responden sebanyak 89 mahasiswa dengan tingkat stres akademik terbanyak dalam kategori sedang yang berjumlah 46 mahasiswa (51,7%) dan tingkat manajemen waktu terbanyak pada kategori cukup dan buruk yang masing-masing memiliki jumlah yang sama yaitu berjumlah 35 mahasiswa (39,3%). Analisis statistik menggunakan uji pearson menunjukan p=value sebesar 0,612 (p > 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,55. Tidak terdapat hubungan signifikan antara manajemen waktu dengan stress akademik pada mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2020.