cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
TANTANGAN MENYUSUI PADA IBU PEKERJA DI INDONESIA Tasya Khariena Akbar; Diana Mayasari; Khairun Nisa Berawi; Dian Isti Anggraini
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 4 (2022): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i4.8967

Abstract

Pertumbuhan yang pesat terjadi pada masa bayi, sehingga diperlukan nutrisi dengan gizi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan bayi yaitu ASI. Menyusui sangat penting untuk kelangsungan hidup anak dan mencegah anak dari ketidakcukupan gizi pada masa bayi. Pada tahun 2022 diperkirakan sekitar 44% bayi baru lahir diseluruh dunia diberikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan. Di Indonesia dari 2,3 juta bayi hanya 52,5% yang diberikan ASI eksklusif, angka tersebut menurun dari tahun 2019 yaitu sebesar 64,5%. Prevalensi pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja bahkan jauh lebih rendah lagi. Menurut RISKESDAS tahun 2012 pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja hanya sebesar 32%.Salah satu penyebab utama penurunan pemberian ASI pada bayi adalah institusi yang mempekerjakan perempuan tidak memberikan kesempatan untuk ibu menyusui, sehingga ibu pekerja memiliki tantangan tersendiri dalam menyusui. Tantangan menyusui yang dapat dihadapi oleh ibu pekerja di Indonesia antara lain kurangnya kepercayaan diri ibu, banyaknya waktu yang tersita karena pekerjaan, tempat bekerja yang tidak difasilitasi dengan ruang menyusui, masa cuti yang hanya sebentar, alat pendingin ASI atau alat pompa ASI tidak dapat digunakan secara optimal, ketidakyakinan dari  dalam diri ibu dalam memberikan ASI, hambatan yang muncul dari keluarga, pimpinan, dan rekan kerja, serta sikap dan pengetahuan ibu yang negatif terhadap ASI eksklusif.  Tantangan tersebut umumnya dihadapi oleh ibu pekerja dan membutuhkan solusi yang tepat agar tantangan yang muncul tidak menjadi hambatan dalam mewujudkan keberhasilan menyusui bagi ibu pekerja.
STROKE NON HEMORAGIK : LAPORAN KASUS Sahla Delia Azzahra; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9538

Abstract

Abstrak: Stroke non hemoragik. Stroke merupakan salah satu penyakit utama yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia dan penyebab utama ketiga kematian di Amerika Serikat, dengan jumlah kematian 90.000 wanita dan 60.000 pria setiap tahun. Di Indonesia, 8 dari 1000 orang menderita stroke. Stroke dibagi menjadi dua, yaitu stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Sebagian besar (80%) disebabkan oleh stroke non hemoragik. Stroke non hemoragik dapat disebabkan oleh trombus dan emboli. Memahami patofisiologi stroke non hemoragik akibat trombus penting dalam penatalaksanaan pasien, khususnya dalam memberikan terapi secara tepat.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Putri Ayu Sari; Annisa Primadiamanti; Martianus Perangin Angin
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9109

Abstract

Menurut badan kesehatan dunia atau World Heart Organization (WHO) memprediksi peningkatan jumlah orang terdiagnosa diabetes melitus tipe 2 di Indonesia meningkat berkisar 12.9 juta pada tahun 2000-2030. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien rawat inap DM tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di Rumah sakit Pertamina Bintang Amin periode tahun 2020-2021. Metode penelitian ini adalah non-eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif evaluatif retrospektif. Hasil penelitian pada 52 sampel diperoleh 40 (77%) adalah perempuan dan pasien usia 50-59 yaitu (48%). Terapi antidiabetes yang digunakan yaitu 3 golongan sulfonilurea jenis obat glimepiride 13 (18.84%) dan gliquidon 21 (30.43%), golongan biguanin jenis obat metformin 29 (40.03%), thiazolinedone jenis obat pioglitazone 6 (8.7%). Jenis obat antihipertensi yang digunakan untuk pasien DM tipe 2 yaitu golongan obat kanal kalsium jenis obat amlodipine sebanyak 42 (70%), kemudian golongan ACE Inhibitor jenis obat captopril sebanyak 9 (15%), lisinopril sebanyak 3 (6,67%), ramipril sebanyak 2 (5%) dan golongan Angiotensin Reseptor Blockers (ARB) jenis obat candesartan sebanyak 4 (8,33%). Evaluasi rasionalitas pada penelitian ini tepat diagnosis 96,16% , tepat obat 100%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat dosis 100%, dan tepat lama waktu dan cara pemberian 100%. Penggunaan obat antidiabetes pada pasien DM tipe-2 dengan komplikasi hipertensi di Rumah sakit pertamina Bintang Amin Bandar Lampung sebagian besar sudah rasional dengan persentase 99,45%.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA MENOPAUSE DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS DI PUSKESMAS RAJABASA INDAH Gilang Ramadhan Putra; Mala Kurniati; Selvia Anggraeni; Dwi Marlina
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9504

Abstract

Abstrak: Hubungan Pengetahuan dan Sikap Wanita Menopause dengan Perilaku Pencegahan Osteoporosis di Puskesmas Rajabasa Indah. Wanita memiliki risiko osteoporosis lebih tinggi dibanding laki-laki, hal ini dikarenakan wanita mengalami proses kehamilan dan menyusui serta penurunan hormon estrogen pada saat premenopause, menopause dan pasca menopause. Oleh karena itu pentingnya pengetahuan dan sikap pada wanita menopause terhadap osteoporosis karena masalah yang timbul pada masa menopause adalah keluhan yang mengganggu kualitas hidup dan penyakit yang timbul akibat defisiensi estrogen. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap wanita menopause dengan perilaku pencegahan osteoporosis. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 48 sampel keseluruhan. Pengambilan data dimulai pada bulan Oktober 2022-Februari 2023. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung. Datastatistik uji Chi-Square menggunakan SPSS 26. Pada penelitian di Puskesmas Rajabasa Indah didapatkan responden penelitian berjumlah 48 wanita menopause. Dimana terdapat rata-rata usia 55 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga (68,8%), dan yang belum pernah mendapatkan informasi (68.8%). Memiliki pengetahuan cukup(68.8%), Sikap cukup (39,6%), dan perilaku negatif (64.6%). Terdapat hubungan antara pengetahuan wanita menopause dengan perilaku pencegahan osteoporosis yang nilai p-value=0,028. Dan terdapat hubungan antara sikap Wanita menopause dengan perilaku pencegahan osteoporosis yang nilai p-value=0,022. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap wanita menopause di puskesmas Rajabasa indah dengan perilaku pencegahan osteoporosis.
OPTIMASI FORMULA GEL EKSTRAK MENTIMUN (Cucumis sativus) SEBAGAI PELEMBAB KULIT DENGAN VARIASI TRAGAKAN DAN Metil Ester Sulfonat (MES) Mayaranti Wilsya; Yeni Agustin
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9545

Abstract

Abstrak: Optimasi Formula Gel Ekstrak Mentimun (Cucumis sativus) Sebagai Pelembab Kulit Dengan Variasi Tragakan Dan MES Indonesia negara beriklim tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang musim yang dapat mengakibatkan kulit menjadi kering.Salah satu perawatan untuk menjaga kelembaban kulit adalah dengan menggunakan sediaan kosmetik berbahan dasar yang diperoleh dari alam yaitu mentimun yang memilki kandungan senyawa seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan variasi gelling agent tragakan dan Mes.penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji mutu gel yang meliputi organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan kelembaban. Pada penelitian ini dibuat formulasi gel dengan gelling agent tragakan dan MES dengan konsentrasi (4% dan 5%). Data yang diperoleh untuk uji organoleptis formula terbaik adalah formula dengan gelling agent tragakan.Pada uji pH dengan gelling agent tragakan 5 sedangkan gelling agent mes 6.Pada uji homogenitas semua formula menunjukkan susunan yang homogen. Pada uji daya sebar pada gelling agent tragakan memenuhi syarat daya sebar yang baik 5-7 cm. Pada uji daya lekat yang memenuhi persyaratan daya lekat yang baik 2-300 detik pada formula dengangelling agent tragakan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan formulasi gel dengan gelling agent tragakan dengan konsentrasi 4% lebih baik dijadikan sediaan gel dari pada gelling agent MES.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DI KLINIK UMMI HC KEDATON Aulia Eka Lestari; Nofita Nofita; Ardiyansyah Ardiyansyah
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9469

Abstract

Abstrak:ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DI KLINIK UMMI HC KEDATON. Kepuasan pasien dalam menerima Pelayan Informasi Obat (PIO) adalah hal yang sangat penting karena kepuasan pasien yang tinggi akan menggambarkan baik buruknya PIO yang diberika. Oleh sebab itu dilakukan Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Informasi Obat di Klinik Ummi HC Kedaton bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien  terhadap Pelayanan  Informasi Obat yang diberikan berdasarkan lima dimensi kepuasan yaitu Reliability (Keandalan), Assurance (Jaminan), Tangible (Penampilan), Emphaty (Empati), Responsivensess (Ketanggapan). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif  non ekperimental dengan model pendekatan Cross Sectional dengan metode yang paling terkenal untuk mengetahui kepuasan pelanggan yaitu Servqual (Service Quality). Penilaian terhadap kepuasan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner yang memuat 5 dimensi kepuasan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 pasien yang mendapatkan obat dan menerima PIO. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepuasan berdasarkan jenis kelamin perempuan (88,30%) dan laki-laki (83,43%), berdasarkan usia <18 tahun (96,21%), 18-25 tahun (92,46%), 26-45 tahun (89,96%), 46-65 tahun (91,48%), >65 tahun (81,81%). Berdasarkan pekerjaan swasta (90,24%), wiraswasta (89,81%), PNS (91,77%), dan lain-lain (93,01%). Berdasarkan pendidikan terakhir SMA (92,83%), D3 (88,18%), S1 (89,96%), dan lain-lain (100%). Analisis kuantitatif dengan Skala Likert menunjukan bahwa tingkat kepuasan berdasarkan dimensi Reliability (88,18%), dimensi Assurance (96,81%), dimensi Tangible  (99,68%), dimensi Emphaty (97%), dan dimensi Responsiveness (73,75%). Sehingga persentase rata-rata tingkat kepuasan pasien terhadap Pelayanan Informasi Obat (PIO) di Klinik Ummi HC Kedaton secara keseluruhan sebesar (91,08%) dengan kategori sangat puas.
NYERI KEPALA SEKUNDER ET CAUSA RHINOSINUSITIS : LAPORAN KASUS Fitriyani Fitriyani; Kevin Andhara
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9539

Abstract

Abstrak: Nyeri Kepala Sekunder ec Rhinosinusitis. Nyeri kepala adalah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada daerah kepala dengan batas bawah dari dagu sampai kedaerah belakang kepala (area oksipital dan sebagian daerah tengkuk) Telah dilaporkan satu kasus di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dengan keluhan nyeri kepala sekunder ec rhinosinusitis pada seorang perempuan  berusia 49 tahun yang ditegakkan diagnosisnya berdasarkan anamnesis didapatkan nyeri kepala dari dahi hingga leher. pemeriksaan fisik nyeri ketuk maskila dan pemeriksaan penunjang CT scan didapatkan Sinusitis maksilaris ringan kiri dan Deviasi septum nasalis ke kanan, diberikan penanganan pemberian obat dengan paracetamol.
ANAEMIA IN PREGNANCY: THE IMPACT ON MATERNAL AND FETAL HEALTH, INNOVATION, AND MANAGEMENT IN KEDUNGJATI PRIMARY HEALTH CARE Alexandria Firdaus Al-Farisy
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9626

Abstract

Anaemia is a common condition affecting a significant proportion of pregnant women worldwide, particularly in low- and middle-income countries. Anaemia is associated with adverse outcomes for both the mother and the developing fetus, including increased risk of preterm birth, low birth weight, and maternal mortality. Primary health care settings play a crucial role in the identification, management, and prevention of Anaemia in pregnant women. This review aims to provide an overview of the prevalence and impact of Anaemia on maternal and fetal health, as well as the current approaches to its management in primary health care settings. We conducted a comprehensive search of electronic databases for relevant studies published between 2010 and 2021, including systematic reviews, meta-analyses, and clinical practice guidelines. The results indicate that the prevalence of Anaemia in pregnancy varies widely depending on the population and the diagnostic criteria used, with rates ranging from 20% to 80%. Anaemia is associated with a range of adverse maternal and fetal outcomes, including increased risk of preterm birth, low birth weight, and maternal mortality. The management of Anaemia in primary health care settings involves a multifaceted approach, including iron and folic acid supplementation, dietary and lifestyle modifications, and close monitoring of maternal and fetal health. While the evidence base for the management of Anaemia in primary health care is relatively strong, there is a need for further research on the effectiveness and cost-effectiveness of interventions, as well as strategies to improve the identification and management of Anaemia in pregnant women.
ANALISIS KETEPATAN PENENTUAN KODE SEBAB DASAR KEMATIAN (UNDERLYING CAUSE OF DEATH) DI RSUD HAJI PROVINSI JAWA TIMUR Sabran Sabran; Lu&#039;aily Munawaroh; Ervina Rachmawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9726

Abstract

One of the professional standards that must be mastered by medical recorders is coding the underlying cause of death (UCOD) and using the Medical Mortality Data Sheet (MMDS). MMDS along with ICD 10 assisted by the Guidebook for Determining the Cause of Death Code According to ICD-10 is used to determine the diagnosis code for the underlying cause of death. The purpose of this study was to analyze the accuracy of determining the basic cause of death code at the East Java Province Hajj Hospital. This study used a descriptive type of retrospective approach with the subject of 2 coding officers and the object of death reports in February and 56 cause of death certificates. The percentage of accuracy of UCOD determination at the East Java Province Hajj Hospital in February 2023, amounted to 21.4% accurate, and 44.6% inaccurate, and 33.9% unfilled. From the percentage results, it is known that the accuracy of code determination is still low, this is because there is no standard coding operational procedure and the guidelines for MMDS table tools have not been used. To assist in determining the basic cause of death code, coding training and socialization on how to determine the basic cause of death code and the provision of the Medical Mortality Data System (MMDS) table are needed.Keywords : Underlying Cause of Death, certificate, MMDS 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSEPSI AKAN KEJADIAN PASCA IMUNISASI DENGAN KESEDIAAN MELAKSANAKAN VAKSINASI BOOSTER COVID-19 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS LAMPUNG Rasmi Zakiah Oktarlina; Letifa Rahmadani; Agustyas Tjiptaningrum; Novita Carolia
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i1.9689

Abstract

COVID-19 adalah penyakit yang yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sangat menular. World Health Organization (WHO) telah menetapkan penyakit COVID-19 sebagai pandemi global. Vaksinasi COVID-19 terdiri dari pemberian primer dan booster yang berperan untuk menanggulangi penyebaran penyakit ini. Penelitian analitik observasional dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan serta persepsi akan kejadian pasca imunisasi terhadap kesediaan melaksanakan vaksinasi booster COVID-19 pada mahasiswa Universitas Lampung. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner dan diolah dengan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan persepsi akan kejadian pasca imunisasi dengan kesediaan melaksanakan vaksinasi booster dengan nilai p 0.006 dan 0.001.