Jurnal Medika Malahayati
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles
476 Documents
KAJIAN PUSTAKA: MEKANISME KEKURANGAN VITAMIN D DAN PENGARUHNYA PADA PENYAKIT DEGENERATIF
Indah Sapta Wardani;
Zanetha Mauly Ilawanda
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10426
Abstrak: Kajian Pustaka: Mekanisme Kekurangan Vitamin D Dan Pengaruhnya Pada Penyakit Degeneratif. Defisiensi vitamin D merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia yang sering ditemukan. Di negara dengan pajanan sinar matahari yang cukup, defisiensi vitamin D masih merupakan masalah kesehatan. Banyak faktor yang berkontribusi pada defisiensi vitamin D antara lain paparan sinar matahari dan tidak adekuatnya asupan nutrisi yang mengandung vitamin D. Defisiensi vitamin D dihubungkan dengan berbagai penyakit degeneratif seperti osteoporosis dan fraktur, penyakit kardiovaskular, dan diabetes melitus. Peran suplementasi vitamin D dalam makanan dan pemahaman mengenai pentingnya paparan sinar matahari diperlukan sebagai salah satu strategi untuk pencegahan dan tatalaksana terkait defisiensi vitamin D.
KAJIAN PUSTAKA : KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA SELAMA PANDEMI COVID-19
Christine Bella Putri Djatmiko;
Novita Indah Permatasari;
Daniel Ahmad Romero;
Ismalia Husna
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10625
Abstrak: Kajian Pustaka : Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Selama Pandemi COVID-19. Kesejahteraan psikologis merupakan pemaknaan seseorang terhadap diri dan kehidupannya bahwa ia telah mencapai hakikat terbaiknya sebagai manusia selama menjalani hidupnya. Pandemi COVID-19 yang terjadi di dunia memberi dampak serius di berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali bagi remaja. Temuan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kasus gangguan kesejahteraan psikologis pada remaja di berbagai negara selama pandemi. Remaja menjadi lebih rentan mengalami gangguan kesejahteraan psikologis selama masa pandemi ini sehingga diperlukan pemahaman dan penanganan yang tepat untuk meminimalisasi dampak yang ada. Selain itu, diperlukan juga penelitian lanjutan untuk memperoleh hasil yang lebih akurat terkait pemahaman dan penanganan gangguan kesejahteraan psikologis pada remaja selama pandemi COVID-19.
KORELASI TUBEX TF DENGAN ANGKA LEUKOSIT PADA PENDERITA DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA ACEH UTARA
Rizka Sofia;
Juwita Sahputri;
Natasya Venanda
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.9865
Abstrak: Tubex Tf Dan Hubungannya Dengan Angka Leukosit Pada Penderita Demam Tifoid Di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara. Demam tifoid masih merupakan penyakit endemik di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi salmonella typhi. Pemeriksaan Tubex TF merupakan salah satu uji serologi untuk mendeteksi demam tifoid akut. Terjadinya infeksi salmonella typhi pada penderita demam tifoid yang ditandai dengan meningkatnya derajat kepositifan Tubex TF akan mempengaruhi hasil hitung jumlah leukosit. Pada pemeriksaan darah rutin, terdapat gambaran berupa leukopenia, namun dapat pula terjadi jumlah leukosit normal atau leukositosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat kepositifan Tubex TF terhadap angka leukosit pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan bulan Desember 2022 melalui hasil rekam medik dengan jumlah sampel sebanyak 150 pasien dengan teknik pengambilan secara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perempuan dan usia 17-25 tahun lebih banyak terkena demam tifoid, dari hasil pemeriksaan Tubex TF positif 4-5 sebanyak 124 (82,7%) dan positif ≥6 sebanyak 26 (17,3%) orang, dan hasil dari angka leukosit ditemukan normal sebanyak 117 (78%) orang. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan bahwa nilai (p)<0,01) dan nilai correlation coefficient -0,430 yang menunjukkan keeratan hubungannya dalam kategori sedang dengan arah korelasi negatif. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat keeratan hubungan dalam kategori sedang antara derajat kepositifan Tubex TF terhadap angka leukosit pada pasien demam tifoid di RSUCM Aceh Utara.
GAYA HIDUP SEHAT DAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA MAHASISWA KEDOKTERAN
Asri Mutiara Putri
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10151
Abstrak: Gaya Hidup Sehat dan Subjective well being pada Mahasiswa Kedokteran. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh gaya hidup sehat, yaitu aktivitas fisik, kebiasaan makan, dan kualitas tidur terhadap subjective well being mahasiswa kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 150 mahasiswa kedokteran di Bandar Lampung. Data dalam penelitian diperoleh melalui 4 alat ukur yaitu College Student Subjective well being Questionnaire, Health Promoting Lifestyle Profile, Eating Habit Questionnaire, dan Pittsburgh Sleep Quality Index. Data dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dari ketiga variabel secara simultan terhadap subjective well being mahasiswa, namun secara parsial, hanya variabel aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang menunjukkan pengaruh signifikan, sedangkan variabel kualitas tidur tidak. Hasil analisis juga menunjukkan kebiasaan makan merupakan prediktor terkuat terhadap subjective well being mahasiswa kedokteran. Perguruan tinggi diharapkan dapat melakukan promosi untuk membentuk kebiasaan makan sehat dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa terhadap aktivitas fisik dalam rangka mencapai subjective well being yang lebih baik.
TUBERKULOSIS PARU DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 SETELAH MENYELESAIKAN TERAPI ANTI TUBERKULOSIS 9 BULAN: LAPORAN KASUS
Paulus Taufik;
Prima Belia Fathana
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10427
Abstrak : Tuberkulosis Paru Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 Setelah Menyelesaikan Terapi Anti Tuberkulosis 9 Bulan: Laporan Kasus. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar bakteri Mycobacterium tuberculosis menyerang paru-paru menyebabkan penyakit TB paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Lima dari 8 negara dengan insiden TB tertinggi termasuk di antara 10 negara dengan prevalensi DM tertinggi. Individu yang rentan menghirup Mycobacterium tuberculosis melalui aerosol. Diabetes Mellitus ditemukan meningkatkan risiko tertular TB hingga tiga kali lipat, Diabetes Mellitus berdampak buruk pada hasil pengobatan TB karena efek imunosupresif dari DM itu sendiri, interaksi obat-obat, efek samping dari obat-obatan, kepatuhan pengobatan yang kurang optimal, berkurangnya bioavailabilitas obat-obatan dan faktor-faktor lain. Penatalaksanaan diabetes melitus (DM) selama pengobatan tuberkulosis (TB) ditujukan untuk meningkatkan hasil pengobatan TB dan menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait DM. Laporan kasus ini menunjukan perbaikan klinis, kembalinya aktifitas fisik, meningkatnya berat badan dan meningkatnya kualitas hidup dari pasien yang menjalani pengobatan obat-anti tuberculosis pada pasien TB Paru dengan DM tipe 2 selama 9 bulan.
ANALISIS BEBAN KERJA RADIOGRAFER DIMASA PANDEMI COVID-19 DI RUANG ISOLASI COVID-19 RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN
Saleh Mursyid;
Muh Amirul Mukminin;
Hesti Andriyani Putri
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10106
Abstrak: Analisis Beban Kerja Radiografer Dimasa Pandemi Covid-19 Di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Coronavirus disease (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Bertambahnya angka positif COVID-19 dari hari ke hari membuat bertambahnya beban kerja para tenaga kesehatan, salah satunya adalah radiografer. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis beban kerja radiografer di masa pandemi COVID-19 di ruang isolasi COVID-19 RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada 10 Radiografer pada bulan April 2021. Total waktu kerja radiografer dalam seminggu adalah 41 jam. waktu kerja tersebut untuk yang mendapatkan 5x shift melebihi 1 jam dari Panduan Perlindungan Bagi Pekerja Di fasilitasi Pelayanan Kesehatan Dalam Masa Pandemi COVID – 19, PERDOKI 2020 yang menetapkan “40 jam seminggu dengan waktu kerja harian 7- 8 jam sehari dan tidak melebihi 12 jam”. Berdasarkan perhitungan beban kerja tenaga pegawai radiografer yang bertugas di ruang isolasi COVID-19 mendapatkan hasil 2.594, dibulatkan menjadi 3, yang berarti dalam 1 shift memerlukan 3 orang pegawai radiografer.
POLA PERESEPAN OBAT PADA PASIEN GASTRITIS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT IMANUEL BANDAR LAMPUNG
Annisa Primadiamanti;
Gusti Ayu Rai Saputri;
Surya Mega Utami;
Dwi Susanti
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.9404
Abstrak: Pola Peresepan Obat Pada Pasien Gatritis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Gastritis merupakan penyakit akibat proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat gastritis pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat non-analitik menggunakan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien penderita gastritis banyak didominasi oleh pasien dengan rentang usia 36-45 tahun yaitu 33% (27 pasien) dan banyak terjadi pada perempuan yaitu 54% (44 pasien), dilanjutkan dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 33% (27 pasien) dan dialami oleh pasien yang bekerja sebanyak 65% (53 pasien). Item obat dan golongan obat yang banyak digunakan adalah ppi yaitu 35% (29 item obat). Pada peresepan tunggal yang paling banyak digunakan adalah golongan antasida yaitu 17% (21 resep) dan kombinasi yang paling banyak digunakan adalah Antasida+PPI yaitu 19% (16 resep) dengan dosis yang disarankan dokter sesuai keluhan dan penyakit pasien serta aturan pakai untuk penderita gastritis paling dominan yaitu sebelum makan. Dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah tablet yaitu 53% (43 obat) dengan obat penyerta yang paling banyak digunakan adalah clindamycin yaitu 17% (14 obat).
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU PANDEMI COVID-19
Rully Fatriani
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10321
Abstrak : Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19. Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi terus membayangi setiap kehamilan di Indonesia. Dua faktor yang secara tidak langsung berkontribusi pada AKI yang tinggi yaitu masalah aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. Berbagai studi di negara berkembang telah banyak dilakukan untuk menentukan hubungan karakteristik ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care (ANC). Studi ini bertujuan mengamati hubungan antara karakteristik ibu hamil dengan kunjungan ANC di era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan retrospektif. Teknik purposive sampling digunakan untuk desain penelitian cross-sectional terhadap 111 ibu hamil trimester III yang berkunjung ke PMB dan wilayah kerja Puskesmas Kota Bandar Lampung dari bulan Maret hingga April 2023. Dokumentasi layanan ANC di fasilitas kesehatan yang relevan berfungsi sebagai sumber data. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status pekerjaan (ρ 0,001) dan tingkat pendidikan (ρ 0,002) dengan kunjungan ANC, sedangkan umur (ρ 0,732) dan paritas (ρ 0,673) tidak berhubungan dengan kunjungan ANC. Kesimpulan dari penelitian menemukan bahwa status pekerjaan dan tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan ANC di era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19. Ibu hamil yang bekerja 4,5 kali lebih mungkin untuk menyelesaikan kunjungan ANC secara penuh dibandingkan dengan yang tidak bekerja. Ibu hamil yang berpendidikan tinggi 3,7 kali lebih mungkin untuk menyelesaikan kunjungan ANC secara penuh dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah. Tenaga kesehatan diharapkan mencermati ibu hamil yang tidak bekerja dan ibu hamil berpendidikan rendah untuk memastikan kehamilannya diperiksakan sesuai dengan minimal enam kunjungan ANC yang ditetapkan di era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19.
LITERATURE REVIEW : THE EFFECTIVENESS OF AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE TO TREATMENT IN THE EMERGENCY DEPARTMENT
Daniel Ahmad Romero;
Novita Indah Permatasari;
Christine Bella Putri Djatmiko;
Handrian Rahman Purawijaya
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10626
Abstrak: Kajian Pustaka : Efektivitas Skala Australasian Triage Terhadap Perawatan di Departemen Kegawatdaruratan. Sebagai instrumen penilaian triase, Australasian Triage Scale (ATS) menampilkan validitas dan reliabilitas yang dapat diterima. Namun, kemampuannya dalam menilai kelompok triase yang lebih rendah terbatas. Studi mengungkapkan bahwa ATS berhasil menilai tingkat urgensi yang tepat untuk perawatan pasien, terbukti dengan waktu tunggu yang maksimal. Namun, penerapan durasi ini berbeda berdasarkan kategori triase. Alat triase belum terbukti efektif dalam menilai kriteria selain urgensi, seperti kompleksitas pasien dan alokasi sumber daya. Akibatnya, studi ini menunjukkan bahwa, sementara ATS secara akurat dan otentik mengkategorikan pasien berdasarkan karakter akutnya, ATS gagal menganalisis aspek-aspek seperti kompleksitas dan beban kerja di departemen gawat darurat (ED) secara efektif.
KAJIAN PUSTAKA : GEJALA SISA PADA PASIEN TUBERKULOSIS YANG TELAH MENYELESAIKAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS
Hetti Rusmini
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10603
Abstrak : Kajian Pustaka: Gejala Sisa Pada Pasien Tuberkulosis Yang Telah Menyelesaikan Obat Anti Tuberkulosis. Sekuel Tuberkulosis adalah gejala sisa pasca tuberkulosis yang terjadi pada pasien tuberkulosis (TB) yang telah menjalani pengobatan lengkap. Sekuel TB dapat ditandai dengan kelainan pada parenkim, saluran pernapasan, pleura/dinding dada, vaskular, dan mediastinum. Sekuel TB seringkali tidak terdiagnosis dan terabaikan selama 50 tahun terakhir, padahal prevalensinya relatif tinggi sehingga angka kejadian gejala sisa pasca tuberkulosis masih belum dapat dihitung secara pasti, namun diperkirakan terdapat 16-50% kasus di dunia. Gangguan saluran napas pada pasca TB berkaitan dengan respon imunologis pasien terhadap pengobatan TB. Penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa respon imun penjamu terhadap Mycobaterium tuberculosis berperan dalam kerusakan jaringan paru. Pengobatan saat ini yaitu pemberian bronkodilator untuk mengurangi gejala sesak napas.