cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI DALAM INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA DI SMPIT MUTIARA CENDIKIA LUBUKLINGGAU Anton Supriadi; Kusen; Eka Apriani
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.567

Abstract

Kompetensi utama yang harus dimiliki guru agar pembelajaran yang dilakukan efektif dan minimalis adalah kompetensi pedagogik. Guru PAI harus belajar secara maksimal untuk menguasai kompetensi pedagogik ini secara teori dan praktik. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaruan dalam pemanfaatan hasil hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru PAI di SMPIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Penelitian ini yang menggunakan pendekatan kualitatif. subyek pendukung di dalam penelitian ini adalah Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum dan guru PAI. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi pedagogik guru PAI meliputi pertama, kemampuan guru PAI dalam memahami karakteristik siswa dilihat dari aspek fisik, moral, sosial, spiritual, kultural, intelektual dan emosional, kedua, kemampuan guru PAI dalam perancangan dan interaksi pembelajaran dengan diawali menyusun RPP serta PPT dan juga video terkait dengan materi pembelajaran, ketiga, kemampuan guru PAI dalam mengevaluasi hasil belajar keempat, kemampuan guru PAI mengembangkan potensi siswa. Inovasi pembelajaran berbasis multimedia di SMPIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau meliputi pembelajaran di kelas menggunakan media PPT dan video serta menggunakan alat infokus dalam menampilkan media pembelajaran di dalam kelas. Di sisi lain terdapat kendala dan manfaat dalam inovasi pembelajaran berbasis multimedia.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KETERAMPILAN KEAGAMAAN UNTUK MENINGKATKAN PENGAMALAN AGAMA SISWA DI MTsN SE WILAYAH PANTAI BARAT KABUPATEN MANDAILING NATAL Jureid; Muhammad Darwis Dasopang; Zainal Efendi Hasibuan
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.568

Abstract

Lembaga pendidikan berbasis agama, memang seyogiyanya mampu mendidik siswa menjadi sosok yang berkarakter Islam. Mampu memahami nilai- nilai keislaman menjadi tolak ukur keberhasilan siswa yang belajar di madrasah. Madrasah tsanawiyah setidaknya mampu membina keterampilan agama siswa untuk meningkatkan pengamalan agama siswa. Namun kenyataannya di lapangan masih jauh mengambang daripada harahapan, seperti yang ditemukan oleh penulis di MTsN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal. Sesuai dengan masalah yang ditemukan penulis di lapangan, maka peneliti merumuskan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana bentuk pembinaan keterampilan agama siswa di MTsN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal, strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan keterampilan agama untuk meningkatkan pengamalan agama siswa di MTsN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal, faktor apa saja yang mendukung dan menghambat guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan keterampilan agama untuk meningkatkan pengamalan agama siswa di MTsN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal. Supaya hasil penelitian dapat diperoleh sesuai dengan yang ada di lapngan, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif deskriptif, yaitu dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan penulis di lokasi penelitian yaitu: 1) Bentuk pembinaan keterampilan agama siswa di MTsN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal seperti pelaksanaan apel pagi, pembacaan do’a di awal dan diakhir pelajaran, dan melaksanakan shalat dhuhur berjama’ah, serta pembinaan keterampilan tajhizul mayit. 2) Strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan keterampilan agama untuk meningkatkan pengamalan agama siswa di MTsN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal yaitu strategi pembiasaan dan pemberian nasihat. 3) Faktor yang mendukung dan menghambat guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan keterampilan agama untuk meningkatkan pengamalan agama siswa dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Faktor Pendukung (a) Minat Siswa, (b) Kemampuan Siswa, dan (c) Partisipasi orangtua. Faktor Penghambat (a) Kepribadian siswa, dan (b) Fasilitas ibadah yang kurang memadai.
PELAKSANAAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS MENGAJAR GURU PAI DI MAN SE WILAYAH PANTAI BARAT KABUPATEN MANDAILING NATAL Henrisal Lubis; Muhammad Darwis Dasopang; Zainal Efendi Hasibuan
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.569

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini fokus pada Pelaksanaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam Meningkatkan Kreativitas Mengajar Guru Pai Di MAN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal. Pada teorinya dengan adanya forum MGMP dapat membina guru yang profesional dan kreativitas, namun kenyataanya masih jauh dari apa yang diharapkan, karena masih banyak guru PAI yang monoton dalam mengajar. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti merumuskan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana pelaksanaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) guru PAI di MAN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal, bagaimana kreativitas mengajar guru PAI di MAN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal, dan bagaimana dampak pelaksanaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dalam meningkatkan kreativitas guru PAI di MAN Se Wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal Untuk menemukan hasil penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif deskriptif, yaitu dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) guru PAI dapat terlaksana dengan baik, yakni dengan waktu yang telah disepakati bersama, dan kadang bisa terlaksana tanpa jadwal yang ditentukan, dikarenakan adanya hal-hal yang harus dituntaskan. Jadwal pelaksanaan yang telah disepakati, yaitu pada awal ajaran baru, menjelang ujian tengah dan akhir semester, dan juga pada moment-moment yang terkait dengan pendidikan guru PAI. Kreativitas mengajar guru PAI berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan yaitu: a) kreativitas dalam mengembangkan strategi, c) Kreativitas dalam memilih dan menggunakan media.Dampak pelaksanaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dalam meningkatkan kreativitas guru PAI di berdasarkan hasil penelitian yaitu a) Mampu mengidentifikasi masalah dan cara memecahkan masalah yang ditemui dalam proses belajar mengajar, b) Pelaksanaan MGMP guru pendidikan agama mampu meningkatkan kompetensi mengajar, dan juga kreativitas mengajar.
PENGUATAN KECERDASAN PERSPEKTIF BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL (ANTROPOLOGIS) Isnaini Septemiarti; Syukron Dasyah
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.570

Abstract

Kondisi keberagaman masyarakat dan budaya Indonesia, secara positif menggambarkan kekayaan potensi sebuah masyarakat yang pluralis, namun secara negatif orang merasa tidak nyaman karena tidak saling mengenal budaya orang lain. Setiap etnik atau ras cenderung mempunyai semangat dan ideologi yang etnosentris, yang menyatakan bahwa kelompoknya lebih superior daripada kelompok etnik atau ras lain. Terjadinya tidak saling mengenal identitas budaya orang lain, bisa mendorong meningkatnya prasangka terhadap orang lain, berupa sikap antipati yang didasarkan pada kesalahan generalisasi yang diekspresikan sebagai perasaan. Prasangka juga diarahkan kepada sebuah kelompok secara keseluruhan, atau kepada seseorang hanya karena itu adalah anggota kelompok tertentu. Dengan demikian, bentuk prasangka memiliki potensi dalam mengkambinghitamkan orang lain melalui stereotipe, diskriminasi dan penciptaan jarak sosial. Maka tidaklah heran apabila para masyarakat yang plural hidup dengan keberagaman budaya, dimana setiap perbedaan dapat menimbulkan dampak positif dan juga negatif.
KOMPETENSI SUPERVISI MANAJERIALPENGAWAS DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KEPALA MADRASAH ALIYAH Sumirah; Ely Surayya
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.571

Abstract

Penelitian ini mengambil lokasi di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kota Jambi. Pemilihan setting ini didasarkan atas pertimbangan bahwa sekolah ini masih menghadapi satu permasalahan yaitu belum maksimalnya peran pengawas dalam meningkatkan fungsi kepala madrasah. Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan sudut pandang pendidikan. Temuan dari penelitian berdasarkan data yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa kempetensi supervisi manajerial pengawas dalam meningkatkan fungsi kepala madrasah masih belum maksimal. Hal ini disebabkan pengawas dalam membuat perencanaan pengawasan belum berorientasi pada pengawasan pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pengawas telah berupaya meningkatkan kemampuan konsep, ketrampilan manusiawi dan kemampuan teknis kepala madrasah. Akan tetapi, untuk kompetensi manajerial sendiri, pengawas mengungkapkan bahwa memang belum ada peningkatan secara berkesinambungan. Penelitian ini merekeomendasikan kepada kementrian agama melalui bagian terkait untuk melakukan peningkatan kompetensi manajerial pengawas dan kepala madrasah melalui berbagai kegiatan yang berkelanjutan. Selain itu pentingnya perencanaan pengawasan dengan tindaklanjut dan analisis temuan pada supervisi sebelumnya
Ilmu Tafsir Memahami Konsep Dasar dan Lingkup Kajian Pendidikan Islam Ali Imron
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i2.587

Abstract

Pengoptimalan sarana pendidikan dan pembelajaran tersebut dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan cara mendidik Rasul SAW terhadap para sahabat- nya, sehingga menghasilkan bentuk pendidikan yang relijius, ramah lingkungan, penghargaan terhadap prestasi, perlindungan terhadap yang lemah dan kerja bersama dalam keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. Tujuan pendidikan dalam Al-Quran adalah untuk membentuk pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang berbentuk jasmaniah maupun rohaniah, menumbuh suburkan hubungan harmonis setiap pribadi dengan Allah, dan menjalin komunikasi yang baik dengan sesama manusia dan dengan alam semesta. Secara operasional, fungsi pendidikan dapat dilihat dari dua bentuk; pertama alat untuk memperluas, memelihara, dan menghubungkan tingkat-tingkat kebudayaan, nilai-nilai tradisi dan sosial serta ide-ide masyarakat dan nasional. Kedua alat untuk mengadakan perubahan inovasi dan perkembangan.
Manajemen Pendidikan Islam pada Era Revolusi Industri 4.0 Di MAN 2 Kota Jambi Ambo Fera Afrizal
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i2.588

Abstract

Era revolusi industry (RI) 4.0 dan selanjutnya 75% pekerjaan melibatkan kemampuan sains, teknologi, teknik dan matematika, internet of things, pembelajaran sepanjang hayat. Revolusi berbasis Cyber Physical System,gabungan antara domain digital, fisik, dan biologi. Lebih dari 55 % organisasi menyatakan bahwa digital talent gap semakin lebar. Indonesia perlu meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja dengan teknologi digital. Semakin pentingnya kecakapan sosial (social skills) dalam bekerja. Metode penelitian dalam penelitian kualitatif ini adalah studi pustaka yang di awali dari peneliti itu sendiri, adapun penelitian lainnya adalah berupa pengumpulan data terhadap naskah dengan alat kamera atau foto copy, dan kartu data untuk membantu peneliti dalam mengklarifikasi data yang telah didapatkan di lapangan. Dalam penelitian ini yaitu verbal simbolik terhadap naskah-naskah yang belum dianalisis dengan alat bantu baik kamera maupun foto copy. Masalah lain yang menghambat perkembangan pendidikan Islam, sebagaimana yang disebutkan di atas adalah minimnya pemikiran kreatif, inovatif, dan kritis yang dilontarkan oleh praktisi pendidikan Islam dan para pakar terhadap isu-isu aktual yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Para praktisi dan pakar pendidikan Islam lebih sibuk memikirkan perbedaan-perbedaan yang terjadi antara lembaga pendidikan satu dengan lembaga pendidikan yang lainnya, dari pada memikirkan tentang isu-isu krusial yang berkembang. Belum nampak ide-ide kreatif, inovatif, dan kritis yang dimunculkan oleh pemikir pendidikan Islam untuk kemajuan pendidikan Islam itu sendiri.
Konsep Dasar Kepemimpinan dalam Islam M. Arfah Arfah
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i2.589

Abstract

seluruh makhluk yang berada di dalamnyamemimpin dunia danKepemimpinan dalam Islam pun bukan untuk kelompok kecil, tetapi. Artinya, setiap manusia lahir dan memegang amanah kepemimpinan, untuk mengajak pada kebaikan dan tidak berbuat kerusakan. Pemimpin adalah orang yang patuh dan lurus, (terhadap regulasi) dan tidak ingkar terhadap hal yang sudah disetujui bersama. Pada konteks Islam berarti patuh dan taat pada Al-Quran dan Hadist sebagai referensi utama. Selain itu, pemimpin juga harus mencintai yang dipimpinnya dan membawa mereka pada kebaikan dan keselamatan. Pemimpin dalam hal ini tidak menjerumuskan, tetapi membawa pada jalan keselamatan bersama. Kepemimpinan dalam Islam pun bukan untuk kelompok kecil, tetapi memimpin dunia dan seluruh makhluk yang berada di dalamnya. Artinya, setiap manusia lahir dan memegang amanah kepemimpinan, untuk mengajak pada kebaikan dan tidak berbuat kerusakan.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Materi Ayo Bertauhid dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Timur Solichin
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i2.590

Abstract

Model pembelajaran yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Teams Games Tournaments (TGT) adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif dengan menggunakan permainan akademik?. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam model pembelajaran memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Bentuk permainan akademik akan menimbulkan persaingan dalam diri siswa, seingga akan mendorong siswa lebih memahami materi untuk memengkan permainan. Dengan cara permainan akademik seperti ini, siswa akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Selama proses pembelajaran tersebut tidak selamanya guru memperoleh keberhasilan, banyak permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru. Salah satu penyebabnya yaitu kesalahan dalam penggunaan media maupun penggunaan model/metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi pembelajaran. Dampak yang terjadi akibat hal tersebut sangat terlihat dari reaksi siswa yang mayoritas tidak aktif saat proses pembelajaran maupun hasil belajar siswa yang jauh dari kriteria ketuntasan yang diharapkan. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan model pembelajaran yang dirasa dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas X MIA. MAN 1 Tanjung Jabung Timur.
Strategi Lembaga Pendidikan Pesantren Darul Mursyid dalam Pemberdayaan Ekonomi Ummat di Kabupaten Tapanuli Selatan Sri Jumiati; Zulhimma; Rukiah; Zainal Efendi Hasibuan
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i2.591

Abstract

Pesantren tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Bahkan pesantren berdiri atas kehendak dan kebutuhan masyarakat. Maka dimanapun pesantren didirikan akan memberikan dampak bagi masyarakat disekitarnya. Baik dari segi pendidikan, pengetahuan dan pengamalan agama dan peningkatan ekonomi masyarakat (umat). Maka tidak bisa dipungkiri, semakin maju pesantrennya maka masyarakat disekitarnya juga akan semakin sejahtera. Sebagai Lembaga Pendidikan Keagamaan, disamping membangun Ahlakul Karimah untuk Generasi Muda, Pesantren Darul Mursyid juga menjadi Lembaga Pemberdayaan Ummat dan turut serta dalam pembangunan perekonomian masyarakat, walaupun dalam skala kecil. Adapun sumber dana yang digunakan untuk pemberdayaan perkonomian ini diperoleh dari usaha yang dikelola pesantren, keuntungan oprasional Pesantren, zakat Profesi guru karyawan Pesantren, infaq yang dikumpulkan setiap hari jum?at oleh seluruh warga Pondok Pesantren Darul Mursyidi dan juga infaq hari ulang tahun warga Pesantren Darul Mursyid.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai beriku; Bagaimana Strategi pesantren Darul Mursyid dalam pemberdayaan ekonomi ummat di Kabupaten Tapanuli Selatan? Bagaimana dampak pemberdayaan ekonomi ummat kepada masyrakat dan pendidikan di Pesantren Darul Mursyid Tapanuli Selatan dan Apa saja Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pesantren Darul Mursyid dalam pemberdayaan ekonomi ummat di Kabupaten Tapanuli Selatan ?, dan. tujuan penelitian ini antara lain: untuk Mengetahui Bagaimana Strategi pesantren Darul Mursyid dalam pemberdayaan ekonomi ummat di Kabupaten Tapanuli Selatan? Bagaimana dampak pemberdayaan ekonomi ummat kepada masyrakat dan pendidikan di Pesantren Darul Mursyid Tapanuli Selatan dan Apa saja Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat Pesantren Darul Mursyid dalam pemberdayaan ekonomi ummat Kabupaten Tapanuli Selatan, untuk Mengetahui Strategi pesantren Darul Mursyid dalam pemberdayaan ekonomi ummat di Kabupaten Tapanuli Selatan, dan untuk mengetahui dampak pemberdayaan ekonomi ummat kepada masyarakat dan Pendidikan Pesantren Darul Mursyid Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan field Research dengan menggunakan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bertumpu pada data-data yang diperoleh dari lapangan yang kemudian dianalisis. Metode kualitatif digunakan untuk menghasilkan grounded theory, yaitu yang muncul dari data bukan hipotesis-hipotesis dalam metode kualitatif. Atas dasar itu, penelitian bersifat genarating theory bukan hypotesis testing, sehingga teory yang dihasilkan berupa teori subtantifDari hasil penelitian ini, dapat dilihat secara nyata bahwa Pesantren Modern Darul Mursyid telah melaksanakan program pemberdayaan ekonomi ummat yang sangat mendominasi dari pesantren lain sehingga pesantren ini adalah pesantren yang konsisten dalam mencetak prestasi dalam hal Pendidikan dan melaksanakan pemberdayaan ekonomi ummat. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bukti kepedulian pihak pesantren dalam mengembangkan ekonomi umat yang lebih baik. Karena kegiatan ini memiliki hal yang positif yang dapat secara langsung dirasakan masyarakat.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue