cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
KESIAPAN MENIKAH DAN KESIAPAN MENJADI ORANGTUA PADA INDIVIDU AWAL DEWASA Sri Widyawati; Martha Kurnia Asih; Retno Ristiasih Utami
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6057

Abstract

Salah satu tugas perkembangan individu awal dewasa adalah memasuki gerbang pernikahan dan selanjutnya menjadi orangtua. Kompleksitas situasi yang akan dihadapi sebagai orangtua-baru memerlukan ketangguhan tersendiri. Momen bahagia memiliki anak seringkali juga menjadi momen krisis dalam kehidupan perkawinan karena terjadi berbagai perubahan mendasar dalam kehidupan individu yang menuntut penyesuaian. Individu yang memiliki kesiapan menjalani peran baru berpeluang lebih besar untuk berhasil dalam peran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kesiapan menikah dan kesiapan menjadi orangtua pada individu awal dewasa. Subjek penelitian berjumlah 219 orang individu awal dewasa diperoleh melalui convenience sampling. Analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Pearson’s product moment. Analisis data menghasilkan koefisien korelasi rxy = 0.346 dengan p = 0.000 (p < 0.01) yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kesiapan menikah dengan kesiapan menjadi orangtua. Semakin tinggi tingkat kesiapan menikah pada individu, maka akan semakin tinggi kesiapannya untuk menjadi orangtua
SUBJECTIVE WELL BEING SEBAGAI PREDIKTOR ONLINE DISINHIBITION EFFECT PADA MAHASISWA Heliany Kiswantomo; Kristin Rahmani; Dinta N. Aliifah
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6249

Abstract

Pandemi COVID-19 memaksa orang untuk lebih banyak melakukan aktivitasnya secara daring. Online disinhibition effect (ODE) adalah menurunnya hambatan psikologis selama interaksi dengan orang lain dalam lingkungan sosial secara daring. ODE memiliki dua dimensi, yaitu benign dan toxic online disinhibition. Salah satu faktor yang memengaruhi ODE adalah subjective wellbeing (SWB). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana SWB dapat memprediksi ODE. Sebanyak 227 mahasiswa menjadi sasaran responden penelitian ini. Rancangan penelitian menggunakan desain korelasional. Alat ukur yang dipergunakan untuk mengukur SWB adalah Satisfaction with Life Scale and Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), dan untuk mengukur ODE adalah online disinhibition scale (ODS). Teknik analisis statistik yang digunakan adalah regresi sederhana untuk menghitung besarnya kontribusi SWB terhadap ODE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap komponen SWB tidak berkontribusi signifikan terhadap benign maupun toxic online disinhibition. Simpulan penelitian ini adalah SWB bukan merupakan prediktor langsung terhadap ODE. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah meneliti mediator yang mungkin memengaruhi ODE, seperti regulasi emosi, trait kepribadian dan tingkat keparahan kondisi pandemi.
IKLAN INSTAGRAM ADS DAN SELEBGRAM ENDORSEMENT: MANAKAH YANG LEBIH EFEKTIF MEMPENGARUHI MOTIVASI KONSUMEN? Billah Ahsanul Karima; Aprillia M. Rosdiana; Panji C. Ramadhan
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6472

Abstract

Instagram merupakan salah satu e-commerce yang digunakan untuk kegiatan jual beli dengan mudah. Mayoritas dari konsumen melakukan pembelian dengan pertimbangan yang didapat dari media sosial dan mempengaruhi konsumen mulai dari proses pencarian informasi hingga melakukan kegiatan pembelian. Para pelaku bisnis diharuskan bisa menentukan jenis iklan yang efektif untuk meningkatkan motivasi konsumen agar bisnis tetap bisa berjalan dengan semestinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat efektivitas dari kedua iklan dan hubungannya dengan motivasi konsumen. Perhitungan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pengikut akun @_ughgurl dan pernah melihat iklan yang ditampilkan dari akun tersebut kemudian dihitung menggunakan rumus Lemeshow dan David yang menghasilkan 100 responden. Skala yang digunakan yakni EPIC Model dan skala motivasi konsumen. Metode yang digunakan yakni menghitung dua pengaruh variabel yang kemudian membandingkan hasilnya. Penilitian ini menunjukkan bahwa iklan melalui selebgram endorsement dan Instagram ads sangat efektif digunakan, ditunjukkan dengan skor EPIC rate 3.337 untuk selebgram endorsement dan 3.425 untuk instagram ads. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa efektivitas kedua iklan berpengaruh signifikan terhadap motivasi konsumen, ditunjukkan dengan nilai R2 63.4% pada selebgram endorsement lalu 61.6% pada Instagram ads.
PERBEDAAN KECEMASAN MEMILIH PASANGAN HIDUP PADA DEWASA AWAL BERDASARKAN DEMOGRAFI Negresti Pebyamoriski; Minarni Minarni; Musawwir Musawwir
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6036

Abstract

Kecemasan memilih pasangan hidup adalah ketakutan dan kekhawatiran yang dialami setiap individu dalam mencari dan memilih pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan serta sebagai tempat berbagi dan dapat memenuhi kebutuhan biologis maupun psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kecemasan memilih pasangan hidup pada dewasa awal berdasarkan faktor-faktor demografi (jenis kelamin, usia, suku, agama, asal daerah, tingkat pendidikan, dan pekerjaan). Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 1012 orang (420 laki-laki, 592 perempuan) yang berusia 20-40 tahun dan belum menikah dari berbagai daerah di Indonesia. Pengumpulan data menggunakan skala kecemasan memilih pasangan hidup dengan nilai reliabilitas 0.812. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji beda mean dengan teknik independent t-test dan One-way Annova. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kecemasan memilih pasangan hidup pada dewasa awal berdasarkan demografi jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan. Hasil lainnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kecemasan memilih pasangan hidup pada dewasa awal berdasarkan demografi suku, agama, asal daerah, dan pekerjaan. Perbedaan nilai kecemasan memilih pasangan hidup berdasarkan demografi menunjukkan tingkatan yang berbeda-beda.
EDITORIAL: PERTAMBAHAN USIA DAN GRADASI ISU YANG MENYERTAINYA Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.7373

Abstract

Jurnal Psikologi Edisi Desember 2022 ini memuat 15 naskah dari berbagai latar belakang tema tulisan dan asal penulis. Secara umum, terdapat dua tema besar yang cukup mencolok dalam edisi Desember 2022 ini, yaitu permasalahan sosial dan akademis pada remaja dan mahasiswa, kemudian permasalahan perkembangan di kelompok dewasa awal. Isu relasi sosial yang terkait identitas diri kemudian bertransisi menjadi isu-isu perkembangan seperti perihal pemilihan pasangan, dan pengasuhan anak. Sementara itu tema minor yang ada terkait dengan tema menarik di bidang pendidikan terkait guru dan siswa.
APAKAH ORANG YANG RELIGIUS DAN RENDAH HATI LEBIH TOLERAN DALAM BERAGAMA? PENGARUH RELIGIUSITAS DAN INTELECTUAL HUMILITY TERHADAP RELIGIOUS TOLERANCE PADA MAHASISWA Hioe Ricky Yohanes; Livia Yuliawati
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6158

Abstract

Banyak kelompok intoleran di Indonesia yang melakukan tindakan pelanggaran-pelanggaran hukum dan terorisme yang mendasarkan perilakunya pada ajaran agama. Tidak jarang kelompok anti toleran tersebut berasal dari masyarakat yang memiliki intelektual tinggi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dari religiusitas dan kerendahan hati intelektual terhadap sikap toleransi beragama pada mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, serta menggunakan survei penilaian diri sendiri untuk mengambil data. Responden penelitian ini berjumlah 95 orang mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Indonesia dan terbagi dalam 7 agama atau aliran kepercayaan. Hasil penelitian menemukan bahwa kerendahan hati intelektual dan religiusitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap religious tolerance masing-masing sebesar 24.5% dan 9.7%. Kerendahan hati intelektual diprediksi mempengaruhi toleransi beragama karena adanya konsep yang serupa, yakni untuk menghormati adanya perbedaan dengan orang lain serta terbuka dengan adanya perbedaan, sementara religiusitas memiliki pengaruh terhadap religious tolerance diprediksi dikarenakan secara umum agama di Indonesia mengajarkan mengenai nilai-nilai kebajikan seperti toleransi terhadap perbedaan dan sesama.
APAKAH ADVERSITY QUOTIENT TERKAIT DENGAN QUARTER-LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL? Jihan Nabila; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6971

Abstract

Perkembangan manusia merupakan hal yang sangat panjang, di mana setiap tahapnya memiliki kompleksitasnya tersendiri. Perubahan serta adaptasi yang dialami dewasa awal dapat memicu kecemasan dan menimbulkan masa krisis seperempat abad atau yang lebih dikenal dengan quarter-life crisis. Quarter-life crisis yang dihadapi dapat dipengaruhi oleh salah satu faktor, yaitu adversity quotient. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara adversity quotient dengan quarter-life crisis pada dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Terdapat 125 partisipan dalam penelitian ini yang merupakan dewasa awal dengan rentang usia 18-25 tahun. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui ada hubungan negatif antara adversity quotient dengan quarter-life crisis pada dewasa awal. Semakin tinggi adversity quotientnya maka semakin rendah quarter-life crisis. Sebaliknya, semakin rendah adversity quotientnya maka semakin tinggi quarter-life crisis yang dirasakan. Selain itu, diketaui juga adversity quotient yang dimiliki subjek masuk dalam kategori tinggi dengan quarter-life crisis yang sedang.
PENGASUHAN PENUH PERHATIAN DAN STRES PENGASUHAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK USIA 2-6 TAHUN Litasya Febe Harianto; Ellen Theresia
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.5382

Abstract

Pengasuhan terhadap anak usia 2-6 tahun dapat menjadi tugas yang melelahkan sekaligus membahagiakan orang tua. Berbagai kondisi dalam diri baik ayah maupun ibu sebagai pengasuh dapat mengakibatkan perasaan lelah yang berkepanjangan sehingga mereka mengalami stres pengasuhan. Pengasuhan penuh perhatian dapat membuat kondisi orang tua lebih stabil dalam menghadapi tantangan dalam tugas pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kontribusi pengasuhan penuh perhatian terhadap stres pengasuhan pada orang tua yang mengasuh anak usia 2-6 tahun. Data diperoleh melalui 2 alat ukur, yaitu mindfulness in parenting questionnaire (MIPQ) dan parental stress scale (PSS). Responden adalah 206 orang ayah atau ibu yang memiliki anak usia 2-6 tahun yang diperoleh melalui accidental sampling dengan kriteria terlibat dalam pengasuhan anak. Teknik statistik uji regresi linear sederhana digunakan untuk menguji seberapa besar peran pengasuhan penuh perhatian terhadap stres pengasuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan penuh perhatian berkontribusi signifikan secara simultan terhadap stres pengasuhan sebesar 22.9%. Diikuti oleh aspek mindful discipline dalam pengasuhan penuh kesadaran memiliki kontribusi paling besar terhadap parenting stress. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk meneliti status sosial ekonomi, jumlah anak, pendapatan, karakteristik anak, kepuasan pernikahan, lamanya pernikahan dan dukungan social sebagai mediator terhadap stress pengasuhan.
Front Matter Jurnal Psikologi Vol. 15 No.2, Desember 2022 Editorial Jurnal Psikologi
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERSONALITY TRAITS DAN ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA PROFESI PSIKOLOGI Amanda Adiguna; Lie Fun Fun
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.5196

Abstract

Pada awalnya, burnout dialami oleh service workers seperti dokter, suster, dan psikolog tetapi burnout juga dapat dialami oleh mahasiswa/i yang berada di bidang health care. Ciri kepribadian individu dapat melatarbelakangi terjadinya burnout. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi personality traits terhadap academic burnout pada mahasiswa Magister Profesi Psikologi. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dan melibatkan 210 partisipan. Data diolah menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil pengolahan data menunjukkan conscientiousness dan neuroticism berkontribusi secara signifikan terhadap academic burnout. Hasil juga menunjukkan bahwa dimensi conscientiousness memiliki kontribusi secara signifikan paling besar (31.3%) terhadap academic burnout pada mahasiswa magister Profesi Psikologi di Bandung dan dimensi neuroticism memiliki kontribusi secara signifikan sebesar 15.7% terhadap academic burnout pada mahasiswa magister Profesi Psikologi di Bandung. Bedasarkan hasil tersebut, mahasiswa yang cenderung mengerjakan pekerjaan dengan penuh kehati-hatian, kedisiplinan, dan penuh kendali memiliki tingkat burnout yang paling besar.