cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
HUBUNGAN ANTARA WORK ENGAGEMENT DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIORPADA KARYAWAN KONTRAK Dyah Ayu Handayani
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara work engagement dengan organizational citizenship behavior pada karyawan kontrak. Responden penelitian ini adalah karyawan yang berstatus kontrak sebanyak 133 orang dengan renang usia 20 - 39 tahun, penghitungan dilakukan dengan metode korelasi Product Moment Pearson, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan validitas isi yang menggunakan expert judgement dan melakukan aitem wording, teknik analisa data yang digunakan adalah program aplikasi SPSS versi 16.0 for windows. Pada skala Organizational Citizenship Behavior terdaoat 30 pernyataan dengan tipe aitem favorabel dan unfavorabel, pada skala Work Engagement terdapat 17 pernyataan dengan tipe aitem favorabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa korelasi yang positif antara work engagament dengan organizational citizenship behavior pada karyawan kontrak. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi work engagement maka akan semakin tinggi organizational citizenship behavior pada karyawan kontrak, dan begitupula sebaliknya semakin rendah work engagement maka semakin rendah pula organizational citizenship behavior pada karyawan kontrak.      Kata Kunci: Work Engagement, Organizational Citizenship Behavior, Karyawan Kontrak
PENGARUH IKLIM ORGANISASI, KEPUASAN KERJA, KETERLIBATAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. X Maizar Saputra; Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi, kepuasan kerja, dan keterlibatan kerja terhadap komitmen organisasi serta pengaruh iklim organisasi, kepuasan kerja, dan keterlibatan kerja secara bersama sama terhadap komitmen organisasi. Sampel terdiri 128  responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Setelah itu dilakukan uji daya diskriminasi, reliabilitas serta uji hipotesis menggunakan SPSS dengan Teknik Regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara iklim organisasi terhadap iklim organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. namun, tidak ditemukan pengaruh antara keterlibatan kerja terhadap komitmen organisasi. Terdapat pengaruh antara iklim organisasi, kepuasan kerja, keterlibatan kerja secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi sebesar 35,1%. Kata Kunci: Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja, Keterlibatan Kerja, Komitmen Organisasi
HUBUNGAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF TERHADAP MERCHANDISE LIVERPOOL PADA ANGGOTA SUPORTER KLUB SEPAKBOLA LIVERPOOL DI BEKASI Henky S. Pratama
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola di trasnformasikan oleh keseragaman pengaruh sosial dalam sepak bola. Keadaan tersebut menyebabkan sepak bola memberikan tatanan nilai baru sebagai representasi metafora yang meningkatkan pemahaman seseorang akan sebuah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan konformitas dengan perilaku konsumtif pada suporter klub sepakbola Liverpool di Bekasi agar dapat meminimalisir terjadinya pemborosan atau berperilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah supporter klub sepakbola Liverpool di Bekasi sebanyak 85 orang. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson (1-tailed) dengan bantuan SPSS 21.0, diketahui nilai koefisien korelasi sebesar (r)= 0,213 dengan nilai signifikan 0,025 (p<0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif. Skor negatif menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi adalah searah yang negatif, artinya semakin rendah skor konformitas, maka semakin rendah pula skor perilaku konsumtif. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima.            Kata Kunci: Konformitas, Perilaku Konsumtif, Suporter klub sepakbola Liverpool.
MODAL SOSIAL DAN CIVIC ENGAGEMENT PADA ANGGOTA ORMAS ISLAM Iqbal Nugraha; Matrissya Hermita
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i1.1920

Abstract

Ormas atau organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi. Keterlibatan anggota ormas Islam dalam berdemokrasi dan berkontribusi untuk lingkungan masyarakat hal ini dapat disebut sebagai civic engagement. Aktifitas civic engagement dapat ditingkatkan melalui modal sosial yaitu suatu kepercayaan (trust), saling pengertian (mutual understanding), dan nilai-nilai bersama (shared value) yang mengikat anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan adalah untuk menguji secara empirik hubungan antara modal sosial terhadap civic engagement pada anggota ormas Islam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0.616 (p < .05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif antara modal sosial dan civic engagement. Semakin tinggi modal sosial maka semakin tinggi pula civic engagement pada anggota ormas Islam, semakin rendah modal sosial maka semakin rendah pula civic engagement pada anggota ormas Islam.
PERBEDAAN PENGASUHAN BERKESADARAN PADA ORANG TUA MILENIAL Warda Lisa; Asagaya Astuti
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2018.v11i1.2074

Abstract

Menjadi orang tua memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam mendidik anak. Usia orang tua milenial, rata-rata berkisar usia 36 tahun kebawah. Sebagai orang tua di zaman ini, banyak masih mengacu terhadap nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tuanya dahulu, akan tetapi berbeda dalam penerapannya. Namun, dalam penerapannya belum tentu semudah dibayangkan, terlebih dua orang yang memberikan pengasuhan yaitu ayah dan ibu yang belum sama dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan pengasuhan berkesadaran antara ayah dan ibu era milineal. Metode penelitian dengan kuantitatif, dengan teknik sampling perposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 100 orang, karakteristik sampling ialah, orang tua (ayah atau ibu) memiliki anak usia (0-11 tahun), usia kelahiran sekitar tahun 1982 hingga 2000. Alat ukur yang digunakan adalah skala pengasuhan berkesadaran menurut Duncan, Coatsworth, dan Greenberg (2009) mendengarkan dengan penuh perhatian, penerimaan diri anak tanpa menghakimi, kesadaran emosi terhdap anak, pengaturan diri dalam pengasuhan, kasih sayang terhadap diri dan anak. Analisis data dilakukan dengan menggunadakan teknik uji beda (t-test) dengan bantuan program statisitik SPSS. Hasil dari penelitan ini menunjukkan nilai t = -0.843, dengan taraf signifikansi penelitian bernilai 0.075 (p > .05), yang artinya tidak terdapat perbedaan pengasuhan berkesadaran antara ayah dan ibu milenial.
KONTROL DIRI DAN PEMBELIAN IMPULSIF PAKAIAN PADA REMAJA PENGGEMAR K-POP Fitria Sari; Nita Sri Handayani
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i2.2442

Abstract

Pada saat ini informasi sangatlah mudah untuk didapatkan. Remaja yang menggemari K-pop akan sangat tertarik dengan cara berpakaian yang dipakai oleh boy band ataupun girl band yang remaja sukai. Tercatat sebanyak 57% fans K-pop berada pada usia remaja, dan tercatat pula peningkatan pembelian impulsif pakaian yang dilakukan oleh remaja sebesar 61%. Oleh karna itu perilaku yang di miliki oleh remaja harus di imbangi dengan kontrol diri pada remaja. Penelitian bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan kontrol diri dan pembelian impulsif pakaian pada remaja penggemar K-pop. Metode  dalam penelitian yaitu, metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Kemudian sampel dan populasi dalam penelitian ini adalah remaja penggemar K-pop di Bekasi, berjumlah sebanyak 160 responden dengan kriteria usia 12-22 tahun, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, sumber dana pembelian pakaian berasal dari uang orang tua atau sendiri. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa hipotesis diterima dengan nilai korelasi sebesar r = -0.724 (p < .05) yang berarti terdapat hubungan negatif antara kontrol diri dan pembelian impulsif pakaian pada remaja penggemar K-pop dalam penelitian ini. Hasil tersebut menunjukan bahwa semakin tinggi kontrol diri remaja penggemar K-pop maka semakin rendah pembelian impulsif pakaian ala K-pop.
PENGARUH POLA ASUH OTORITER TERHADAP KECERDASAN EMOSI PADA REMAJA MADYA Alvi Novianty
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang juga merupakan salah satu bagian kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan hidup manusia. Pada masa remaja terjadi perubahan dalam sistem kerja hormon, sehingga seseorang mengalami banyak perubahan dalam dirinya. Perubahan emosi dalam kaitannya dengan kecerdasan emosi dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah pola asuh orang tua yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh pola asuh otoriter terhadap kecerdasan emosi pada remaja madya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah 100 orang remaja madya, meliputi pria dan wanita. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pola asuh otoriter dan skala kecerdasan emosi. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis regresi linear sederhana. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yaitu ada pengaruh pola asuh otoriter terhadap kecerdasan emosi pada remaja madya. Berdasarkan hasil uji regresi diketahui bahwa kedua variable memiliki keeratan yang kuat dan diketahui bahwa pola asuh otoriter memiliki pengaruh sebesar 68,6% terhadap kecerdasan emosi. Diketahui juga bahwa remaja madya dalam penelitian ini memiliki tingkat pola asuh otoriter yang tergolong dalam kategori sedang dan kecerdasan emosi juga termasuk dalam kategori sedang.Kata Kunci : pola asuh otoriter, kecerdasan emosi, remaja madya
MEMAAFKAN (FORGIVENESS) DALAM KONFLIK HUBUNGAN PERSAHABATAN Catya Alentina
Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku memaafkan merupakan suatu bentuk manifestasi tindakan dan aset pribadi yang berharga untuk menyelesaikan konflik atau permasalahan di kalangan hubungan persahabatan. Mengembangkan perilaku memaafkan dapat mendatangkan banyak keuntungan bagi manusia, yaitu memberikan kesehatan baik psikis maupun fisik, memperbaiki hubungan dengan orang lain, memberikan perhatian terhadap kesejahteraan orang lain serta merupakan suatu bentuk tindakan moralitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimanakah gambaran tentang memaafkan (forgiveness) terhadap konflik pertemanan dan faktor alasan seseorang melakukan forgiveness terhadap konflik dalam pertemanan, serta bagaimana proses memaafkan (forgiveness) terhadap konflik pertemanan. Penelitian ini menggunakan salah satu bentuk metode kualitatif yaitu studi kasus, yang menggunakan wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang pria yang merupakan pelaku forgiveness dan satu significant other. Hasil penelitian menunjukkan subjek memiliki gambaran forgiveness yaitu memiliki hati yang besar. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memaafkan adalah subjek memberikan maaf pada seseorang karena ingin membangun hubungan sosial yang baik setelah adanya konflik. Untuk proses forgiveness  subjek memiliki sikap diam dan menjaga jarak dengan sahabatnya agar tidak terjadi konflik karena subjek membutuhkan waktu untuk melakukan forgiveness       Kata Kunci: Forgiveness, Konflik, Persahabatan.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PERSEPSI DISIPLIN KERJA KARYAWAN KPP PRATAMA KOTA BOGOR Laksmi M. Utami
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pimpinan dalam suatu perusahaan sangat menentukan dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Pemimpin biasanya memiliki beberapa cara untuk membuat karyawannya berhasil dalam suatu pekerjaan, tergantung dari kepemimpinan sang pemimpin itu, salah satunya adalah kepemimpinan transformasional. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan persepsi disiplin kerja pada karyawan KPP Pratama Kota Bogor. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 70 partisipan karyawan KPP Pratama kota Bogor. Analisis penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan hasil data tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan disiplin kerja.            Kata Kunci: kepemimpinan transformasional, persepsi disiplin kerja, dan karyawan KPP Pratama
FLOW EXPERIENCE DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Andhika Setya Pradana; Dona Eka Putri
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i1.1915

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan hal yang cukup umum terjadi di kalangan mahasiswa. Mahasiswa yang menganggap kemampuan yang dimiliki tidak seimbang dengan tantangan yang dirasakan pada suatu tugas cenderung melakukan prokrastinasi. Keseimbangan antara kemampuan yang diyakini dengan tantangan yang dirasakan merupakan salah satu dimensi dari flow experience. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan flow experience dan prokrastinasi pada mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 110 orang yang dipilih berdasarkan metode non probability jenis purposive sampling dengan karakteristik mahasiswa Universitas Gunadarma angkatan tahun 2014 dan sedang mengerjakan tugas akhir berbentuk skripsi. Untuk mengukur flow experience digunakan Flow State Scale-General dan untuk mengukur prokrastinasi akademik digunakan Academic Procrastination Scale. Hasil penelitian menunjukan bahwa hipotesis penelitian diterima, yakni ada hubungan yang sangat signifikan antara flow experience dengan prokrastinasi akademik dengan arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi flow experience, maka semakin rendah prokrastinasi akademik, dan sebaliknya, semakin rendah flow experience, maka semakin tinggi prokrastinasi akademik.

Page 8 of 43 | Total Record : 425