cover
Contact Name
Arlan Kaharu
Contact Email
arlankaharu@ung.ac.id
Phone
+6281342423408
Journal Mail Official
srisutarni@ung.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. B. J. Habibie, Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JAMBURA Journal of Architecture
ISSN : 26545896     EISSN : 28088794     DOI : 10.37905
Jambura Journal of Architecture (JJoA) is a peer reviewed journal published biannual (Juni and Desember) by Architecture Departement, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Gorontalo. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, practitioners and architec for publishing the original research articles or review articles. JJoA is intended to be the journal for publishing of results of research on Architecture both empirical and normative study, especially in architecture issues. The various topics but not limited to, architecture theory, architecture design, architecture science, sustainable built environment, architectural history, material technology, Urban planning, Building structure, in the framework of architecture studies.
Articles 157 Documents
EFEKTIVITAS SISTEM WAYFINDING MALL BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG DI MANADO TOWN SQUARE, KOTA MANADO Sampul, Dafid S; Waani, Judy O; Wuisang, Chyntia E.V
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.33241

Abstract

Manado Town Square (Mantos) as a large-scale shopping center has a spatial complexity that has the potential to cause visitor disorientation, reduce navigation efficiency, and reduce the quality of the shopping experience. Wayfinding, as a spatial navigation system based on environmental elements, is crucial in improving the effectiveness of visitor orientation. This study is based on Gibson's wayfinding theory to understand how users receive and process spatial information based on the types of wayfinding systems. This study aims to evaluate the effectiveness of the wayfinding system in Mantos based on visitor perceptions in order to identify navigation barriers and optimize the existing wayfinding system. Qualitative research methods are used with field observation techniques to identify existing wayfinding elements and questionnaire surveys to measure visitor perceptions of the effectiveness of the navigation system. This approach was chosen because it is able to describe in depth the user experience and factors that influence spatial orientation. This study also found that new visitors took an average of 8–12 minutes longer to find their destination than regular visitors. This shows the real impact of the lack of effective navigation system on the efficiency of movement within the mall. This study shows the importance of integrating environmental graphic design in the design of large-scale public spaces. This research strengthens the understanding that spatial orientation is the result of complex interactions between humans and their environment, not simply a directional system.Manado Town Square (Mantos) sebagai pusat perbelanjaan skala besar memiliki kompleksitas tata ruang yang berpotensi menyebabkan disorientasi pengunjung, menurunkan efisiensi navigasi, serta mengurangi kualitas pengalaman berbelanja. Wayfinding, sebagai sistem navigasi spasial berbasis elemen lingkungan, menjadi krusial dalam meningkatkan efektivitas orientasi pengunjung. Penelitian ini berlandaskan teori wayfinding dari Gibson untuk memahami bagaimana pengguna menerima dan memproses informasi spasial berdasarkan jenis-jenis sistem wayfinding. Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem wayfinding di Mantos berdasarkan persepsi pengunjung guna mengidentifikasi hambatan navigasi serta optimalisasi sistem wayfinding yang ada. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan teknik observasi lapangan untuk mengidentifikasi elemen wayfinding eksisting serta survei kuisioner untuk mengukur persepsi pengunjung terhadap efektivitas sistem navigasi. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan secara mendalam pengalaman pengguna serta faktor-faktor yang memengaruhi orientasi spasial. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengunjung baru memerlukan waktu rata-rata 8–12 menit lebih lama untuk menemukan tujuan dibandingkan pengunjung tetap. Ini menunjukkan dampak nyata dari kurangnya efektivitas sistem navigasi terhadap efisiensi pergerakan di dalam mall. Studi ini menunjukkan pentingnya integrasi environmental graphic design dalam perancangan ruang publik skala besar. Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa orientasi spasial adalah hasil dari interaksi kompleks antara manusia dan lingkungannya, bukan sekadar sistem petunjuk arah.
IMPLEMENTASI PROJECT-BASED LEARNING DALAM DESAIN ARSITEKTUR SATU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KREATIFITAS MAHASISWA Ernawati, Ernawati; Yusuf, Frida Maryati
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.31815

Abstract

Architecture, as a discipline encompassing art, engineering, and spatial design, requires an effective educational approach to develop the creativity of aspiring architects. This study aims to evaluate and implement a Project-Based Learning (PjBL) model to enhance the creativity of students in the Architecture Engineering program in the course of Architectural Design 1, focusing on realizing design and architectural techniques through real projects. The research employs Classroom Action Research (CAR), conducted from June to July 2024, involving four classes of students. Data were collected through pre-tests and post-tests measuring student responses to project-based learning. The findings indicate that students feel more creative when given tasks that engage them directly in the classroom to sharpen their skills and broaden their knowledge. The implementation of the PjBL model proves effective in enhancing students' creative achievements through activities such as creating shape simulations using materials that reflect their creativity and accurately analyzing spaces based on human activities and the facilities available in simple buildings. These findings underscore the importance of integrating the PjBL model into the architecture curriculum to facilitate the development of students' creativity and design skills
PERANCANGAN COWORKING SPACE DI KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MIDCENTURY MODERN Rahim, Juniar Putri salsabillah; Abdul, Nurnaningsih Nico; Djailani, Zuhriati A.
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.29578

Abstract

Coworking Space adalah konsep ruang kerja bersama yang memberikan fleksibilitas dalam penggunaan ruang, mendukung kolaborasi antarindividu dan kelompok. Ini merupakan alternatif ekonomis terhadap sewa ruang di gedung perkantoran, cocok bagi industri kreatif seperti startup, mahasiswa, dan pekerja freelance. Kehadirannya menawarkan fasilitas seperti High Speed Internet, perpustakaan, loker pribadi, printing, copy, dan mini kafe. Di Gorontalo, generasi muda dan orang dewasa aktif mencari ruang kerja di luar rumah untuk aktivitas belajar, bekerja, dan mencari suasana baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui studi lapangan, studi banding, dan wawancara langsung dengan narasumber. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), laporan, dan jurnal. Analisis data ini memberikan alternatif solusi yang digunakan untuk merumuskan konsep perancangan berdasarkan prinsip-prinsip perancangan yang didasarkan pada literatur dan studi banding. Rumusan konsep perancangan meliputi gaya arsitektur mid-century modern dengan fokus pada integrasi ruang dan fungsi yang fleksibel, bentuk geometri, pencahayaan alami optimal, kenyamanan pengguna, dan kesederhanaan dalam desain untuk kejelasan fungsi. Penggunaan material alami dan kombinasi kontras menjadi elemen penting dalam desain untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, efisien energi, dan produktif bagi pengguna. Hasil dari analisis metode penelitian menghasilkan desain Coworking Space yang mencerminkan gaya arsitektur mid-century modern dan memenuhi kebutuhan pengguna, terutama generasi muda, pelajar, freelancer, dan startup di Gorontalo. 
PERANCANGAN GORONTALO SHOPPING MALL (PENDEKATAN ARSITEKTUR BEHAVIOUR) Muchsin, Abdul Sidik; Idji, Berni; Mahanggi, Muhammad Rizal
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.30845

Abstract

Perubahan arus global yang sangat mempengaruhi keadaan perekonomian masyarakat dari tahun ke tahun kebutuhan masyarakat bertambah dengan pertumbuhan Provinsi Gorontalo Triwulan IV 2019 tercatat tumbuh sebesar 6,47% dan akhirnya mengakibatkan perubahan dalam berbagai hal. Yaitu lebih khususnya pada masyarakat Gorontalo yang dimana dari tahun ke tahun kebutuhan dan gaya hidup pada masyarakat ini dipicu oleh berbagai faktor antara lain adalah pengaruh perubahan gaya hidup (life style) masyarakat di era milenial ini. Maka untuk mendukung gaya hidup dan perekonomian di Provinsi Gorontalo ini dibutuhkan satu bangunan komersial ruang publik tertutup atau Shopping Mall yang dapat mewadahi kebutuhan gaya hidup masyarakat di era milenial ini dan menjadi opsi kedua Mall di Provinsi Gorontalo sehingga masyarakat dan para pendatang dari luar daerah akan semakin mudah dan memiliki opsi untuk tempat berhibur ataupun berbelanja. Metode yang digunakan dalam perancangan Gorontalo Shopping Mall ini adalah pengumpulan data, yaitu langkah awal mengumpulkan tentang isu faktual yang menjadi latar belakang pemilihan judul kemudian memperoleh data di lapangan melalui observasi dengan mengumpulkan data yang berada di lapangan melalui pengamatan, dan metode studi literatur yaitu mempelajari, memahami literatur dan pencarian sumber-sumber yang berkaitan dengan objek perancangan. Perancangan Gorontalo Shopping Mall ini diharapkan dapat menjadikan satu opsi lagi di Gorontalo sebagai tempat hiburan dan mencari kebutuhan untuk masyarakat Gorontalo dan pendatang dari luar daerah. Dan dengan konsep Arsitektur Behaviour ini diharpkan dapat mendukung perilaku dari pengunjung serta mewadahi kebutuhan dari penggunjung terhadap perancangan shopping mall ini agar pengunjung mendapatkan experience pada Gorontalo Shopping Mall ini.
PENERAPAN ARSITEKTUR REGIONALISME TERHADAP REDESAIN PASAR TERPADU DI KECAMATAN DENGILO, KABUPATEN POHUWATO Manggil, Muhammad Syauqi; Mahanggi, Muh Rizal; Tatura, Lydia Surijani
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.30827

Abstract

ABSTRACT. The Traditional market in Dengilo Subdistrict is a type D traditional market that operates only once a week and has only 100 traders. However, several issues are faced by this traditional market in Dengilo Subdistrict, such as circulation and parking, service areas like loading and unloading areas, inappropriate layout of stalls, utilities including drainage channels for seafood and meat vendors, limited availability of household necessities, and other fundamental issues. Therefore, there is a need for redesign of the market in Dengilo Subdistrict, different from the existing market, using an integrated system and following applicable standards to accommodate all trading and social activities of the surrounding community. The discussion method used in this design is divided into three stages: data collection using observation, comparison, and literature methods; analysis stage using descriptive methods; and design development stage using creative methods that refer to the results of existing analysis to create a measurable and directed design concept. The embodiment of this research is to obtain a design result of an integrated market with modern facilities and infrastructure to accommodate all trading and social activities of trader, buyers, and the surrounding community. It can serve as a basis for further development for researches with similar design object. Redesigning the integrated market in Dengilo Subdistrict aims to create a design that can improve the quality and function of the existing traditional market in the area. This design aims to provide more integrated, efficient, and representative facilities and spaces for traders and buyers while combining the concept of traditional and modern market in one area with a regionalism architectural approach .   ABSTRAK. Pasar tradisional yang terdapat di Kecamatan Dengilo merupakan pasar tradisional yang dengan tipe D yang hanya beroperasi 1 (satu) kali dalam 1 (satu) pekan dan hanya memiliki 100 pedagang. Akan tetapi ada beberapa permasalahan yang di miliki oleh pasar tradisional Kecamatan Dengilo ini, seperti halnya sirkulasi dan parkir, area service seperti area bongkar muat barang, tata letak los daganganyang tidak sesuai, utilitas yang meliputi saluran pembuangan pada bagian pedagang hasil laut dan daging-dagingan, terbatasnya ketersediaan kebutuhan rumah tangga yang dijual dan permasalahan dasar lainnya. Oleh karena itu, diperlukan adanya redesain pasar di Kecamatan Dengilo yang berbeda dari pasar yang telah ada sebelumnya dengan sistem terpadu dan sesuai dengan standar-standar yang berlaku, sehingga bisa mewadahi seluruh kegiatan jual beli maupun sosial masyarakat sekitar. Metode pembahasan yang digunakan dalam perancangan ini terbagi atas tiga yang meliputi tahap pengumpulan data menggunakan metode observasi, komparasi, dan literatur, tahap analisis menggunakan metode deskriptif dan tahap penyusunan desain menggunakan Metode kreatif yang mengacu pada hasil analisis eksisting untuk menciptakan sebuah konsep desain yang terukur dan terarah.Perwujudan dari penelitian ini untuk mendapatkan hasil perancangan pasar terpadu yang memiliki sarana dan prasana yang modern dan bisa mewadahi seluruh kegiatan jual-beli dan sosial pedagang, pembeli, maupun masyarakat sekitar dan dapat menjadi dasar yang dapat dikembangkan lebih dalam bagi para peneliti yang memiliki objek rancangan sejenis. Redesain Pasar Terpadu Di Kecamatan Dengilo adalah sebuah rancangan untuk meningkatkan kualitas dan fungsi pasar tradisional yang ada di wilayah tersebut dengan tujuan dari rancangan ini adalah untuk memberikan fasilitas dan ruang yang lebih terpadu, efisien, dan representatif bagi pedagang dan pembeli, serta menggabungkan konsep pasar tradisional dengan pasar modern dalam satu area dengan pendekatan arsitektur regionalisme.
RESORT DI PULAU SARONDE DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOWISATA (ECOTOURISM ARCHITECTURE) Muhlis, Abdul; Tatura, Lydia S; Mahanggi, Muhammad Rizal
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.29624

Abstract

Pulau Saronde, yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara, merupakan destinasi wisata yang memiliki keindahan alam laut, pantai berpasir putih, dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, potensi besar ini belum diimbangi dengan fasilitas yang memadai dan desain yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah resort di Pulau Saronde dengan pendekatan ekowisata, guna mendukung pariwisata berbasis alam sekaligus melestarikan ekosistem pulau. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur, analisis tapak, dan wawancara dengan pemangku kepentingan lokal untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan kawasan. Konsep perancangan resort berfokus pada prinsip-prinsip ekowisata, seperti penggunaan material lokal dan ramah lingkungan, pengelolaan energi yang efisien, konservasi air, dan perlindungan terhadap habitat pesisir. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ekowisata pada resort di Pulau Saronde dapat memberikan pengalaman wisata yang berkelanjutan sekaligus menjaga keaslian lingkungan pulau. hasil rancangan diSemua elemen ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran pengunjung tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan mendukung partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata. Hasil laporan perancangan resort berbasis ekowisata di Pulau Saronde memberikan solusi terhadap tantangan pariwisata yang berkelanjutan
PERANCANGAN APARTEMEN MILENIAL DI KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Bulumungo, Natasya; Dunggio, Moh. Faisal; Idji, Berni
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.30718

Abstract

Permasalahan utama dalam memilih sebuah rumah adalah lokasi yang tidak strategis, akses yang kurang bagus, harga bangunan yang terlalu mahal, dan kurangnya fasilitas pendukung di sekitar perumahan. Apalagi tingginya mobilitas kehidupan saat ini, membuat tinggal di area kota menjadi suatu keharusan dan pilihan utama yang wajib dilakukan. Seiring berjalannya waktu, kota di Gorontalo akan mengalami perkembangan dan kebutuhan tempat tinggal juga akan meningkat. Namun, akan terjadi keterbatasan lahan karena meningkatnya juga infrastruktur dan angka urbanisasi di kota. Berdasarkan hasil survei minat masyarakat terhadap pembangunan apartemen di Kota Gorontalo, terdapat 40,7 % responden tertarik bahkan 30,4 % sangat tertarik untuk tinggal di apartemen, dengan alasan strategi lokasinya yaitu berada di pusat kota karena kegiatan sehari-hari mereka ingin di daerah kota. Responden yang tertarik pada apartemen ini didominasi oleh generasi yang berkarakter Milenial. Maka pendekatan Arsitektur Modern pada desain menjadi solusi bagi generasi berkarakter milenial yang hidup serba modern. Metode yang digunakan dalam perancangan Apartemen ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengumpulan data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data sekunder melalui studi literatur dan studi banding. Data-data tersebut dianalisis secara deskriptif menjadi sebuah konsep perancangan yang dapat ditransformasikan melalui eksplorasi desain menjadi perancangan Apartemen Milenial di Kota Gorontalo. Perancangan Apartemen Milenial di Kota Gorontalo diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan lahan di kawasan kota, sekaligus solusi bagi masyarakat yang menginginkan hunian di lokasi strategis dengan menerapkan tema arsitektur modern sebagai konsep hunian yang mengutamakan kecerdasan, kepraktisan, dan penggunaan teknologi bangunan pintar.
RANCANGAN DESAIN GREEN EXCITING ACTIVITY DAN PUBLIC EDUCATION: PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI DI DOLAT RAYAT Nasution, Faiqoh Anggreini; Abdilllah, Wahyu
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.30875

Abstract

Keberlanjutan lingkungan hidup menjadi isu global yang semakin mendesak akibat eksploitasi sumber daya alam dan degradasi lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem adalah arsitektur ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain aktivitas ramah lingkungan yang menarik dan mengembangkan strategi edukasi publik berbasis arsitektur ekologis di Dolat Rayat, Kabupaten Karo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis tematik berdasarkan tahapan Miles Huberman. Data dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi hasil untuk merancang konsep desain yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green Exciting Activity dapat menjadi strategi edukasi yang efektif dengan memanfaatkan aktivitas berbasis lingkungan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Rencana desain yang diterapkan meliputi penggunaan material ramah lingkungan (bambu dan batu kali), sistem energi terbarukan (panel surya), dan strategi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Fasilitas yang dirancang meliputi pusat edukasi publik, restoran zero waste, pasar buah berkelanjutan, dan area relaksasi ekologis. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi konsep arsitektur ekologis dalam perancangan ruang publik tidak hanya memberikan kontribusi bagi keberlanjutan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan. Dengan perancangan yang berbasis pada keberlanjutan, inklusif, dan interaktif, kawasan Dolat Rayat berpotensi menjadi model pendidikan lingkungan yang dapat diterapkan di berbagai kawasan lainnya.
PENGARUH SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP KINERJA TERMAL RUMAH TINGGAL DI SURABAYA Gamalia, Auditha Nurul; Basuki, Kristina Ningtyas; Famachyuddin, Vivi Amalia
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.30977

Abstract

Langgam arsitektur memberikan pengaruh pada bentuk dan penggunaan elemen desain pada bangunan. Dari sudut pandang arsitektural, fasad merupakan komponen penting dalam perwajahan bangunan yang menunjukan nilai estetika dan ekspresi arsitekturalnya.  Hunian di Indonesia pada saat ini dibangun dengan berbagai langgam yang berbeda. Perbedaan elemen arsitektur pada selubung bangunan memberikan ekspresi langgam yang berbeda-beda pada masing-masing rumah tinggal yang juga mempengaruhi kinerja termal bangunan dan kenyamanan penggunanya. Simulasi design builder dilakukan pada bentukan bangunan dibatasi dengan tiga Langgam Arsitektur yaitu tropis, minimalis, dan modern yang memiliki luasan yang sama yaitu 110 m2. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rumah tinggal minimalis dengan atap datar memiliki suhu/temperatur sepanjang hari yang lebih tinggi dibandingkan rumah tinggal modern dan tropis serta kelembaban yang cukup rendah.
INTEGRASI RUANG PULAU KARAMPUANG DI KABUPATEN MAMUJU Cahyani, Cahyani -; Permata, Nike Dyah; Mustakima, Dui Buana; Nugroho, Isti; Hikmah, Nurul
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.31038

Abstract

Karampuang Island is one of the leading marine tourism destinations in Mamuju Regency, possessing significant potential for sustainable tourism development. However, limited road infrastructure and transportation accessibility pose major challenges in spatial integration between Karampuang Island and Mamuju City. This study aims to analyze road space integration in supporting connectivity and sustainable tourism development on Karampuang Island. The research employs a qualitative descriptive approach with spatial planning analysis, transportation infrastructure assessment, and coastal area management policy review. The findings indicate that connectivity between Karampuang Island and Mamuju City remains limited due to inadequate transportation routes and a lack of supporting infrastructure facilities. Enhancing the quality and quantity of land and sea transportation routes, sustainable spatial planning, and integrative policies in coastal area management are essential to improving regional connectivity. Furthermore, the development of environmentally friendly road infrastructure tailored to tourist needs can support the advancement of Karampuang Island as a marine tourism destination that is better integrated with Mamuju City. Thus, optimizing road space integration not only improves accessibility but also contributes to local economic growth and coastal ecosystem sustainability.