cover
Contact Name
Arlan Kaharu
Contact Email
arlankaharu@ung.ac.id
Phone
+6281342423408
Journal Mail Official
srisutarni@ung.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. B. J. Habibie, Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JAMBURA Journal of Architecture
ISSN : 26545896     EISSN : 28088794     DOI : 10.37905
Jambura Journal of Architecture (JJoA) is a peer reviewed journal published biannual (Juni and Desember) by Architecture Departement, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Gorontalo. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, practitioners and architec for publishing the original research articles or review articles. JJoA is intended to be the journal for publishing of results of research on Architecture both empirical and normative study, especially in architecture issues. The various topics but not limited to, architecture theory, architecture design, architecture science, sustainable built environment, architectural history, material technology, Urban planning, Building structure, in the framework of architecture studies.
Articles 157 Documents
PERANCANGAN BOOK CENTRE DI KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Chintya Sumendong; Kalih Trumansyahjaya; Nurnaningsih Nico Abdul
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.20759

Abstract

ABSTRACT. In general, the province of Gorontalo is classified as an area with a low level of reading interest, as observed from the data of the reading literacy activity index. It occupied 10th out of the 25 provinces with the lowest ranks. The lack of visitors at the events organized by the Sahabat Pulau Gorontalo community, which offers around 200 books, indicates a low reading interest among the people of Gorontalo, with a maximum of only 30 visitors. In addition, to improve their reading interest, there is a need for a platform that facilitates book reading, purchasing, borrowing, and book discussions. This design aims to create a Book Centre that aligns with the community's lifestyle as book users and promotes reading enjoyment while maintaining scholarly ethics. This encourages people to read not only out of necessity but also for pleasure. This study employed deductive analysis, which involves identifying the main problem and examining specific aspects of the Book Centre. The research resulted in the creation of a Book Centre building that accommodates and provides facilities for reading, purchasing, and borrowing books. The design follows a modern architectural approach, with a unique and dynamic shape inspired by someone reading a book while relaxing. This asymmetrical structure aims to attract the interest of readers in the community. The interior layout is both educational and recreational, catering to the lifestyle of all users. Keywords: Gorontalo, Book Centre, Modern Architecture. ABSTRAK.  Provinsi Gorontalo secara umum tergolong dalam wilayah yang memiliki tingkat minat baca dalam kategori rendah dilihat dari data indeks aktifitas literasi membaca, dari 25 provinsi terendah, provinsi Gorontalo berada pada urutan ke 10 dari 25 p rovinsi terendah. Minat baca masyarakat Gorontalo dapat dilihat dari kurangnya pengunjung pada kegiatan yang diadakan oleh komunitas Sahabat Pulau Gorontalo, komunitas ini menyediakan sekitar 200 buah buku, dan pengujung yang ada berjumlah paling banyak 30 pengunjung, untuk meningkatkan minat baca masyarakat Gorontalo diperlukannya suatu yang mewadahi kegiatan membaca buku, membeli buku, meminjam buku maupun bedah buku.Perancangan ini bertujuan untuk membuat suatu wadah yaitu Book Centre dengan menunjang gaya hidup masyarakat sebagai pengguna objek dan dengan tetap menjunjung tinggi etika keilmuan yang menjadi kerangka utama kegiatannya, sehingga masyarakat tidak hanya membaca buku ketika membutuhkan sesuatu, tetapi juga ditunjang dengan kesenangan membaca buku. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode analisa deduktif, yaitu metode penelusuran pokok masalah yang kemudian dijabarkan pada hal-hal spesifik yang berkaitan dengan Book Centre.Hasil penelitian ini berupa bangunan Book Centre yang mewadahi serta menyediakan fasilitas bagi masyarakat dalam membaca, membeli, dan meminjam buku dengan menggunakan pendekatan Arsitektur modern, dimana desain Book Center mengutamakan tampilan bangunan yang mengadaptasi bentuk seseorang yang sedang membaca buku seraya duduk santai, adaptasi bentuk ini merupakan bentuk tak beraturan yang menghasilkan bangunan berbentuk asimetris dan dinamis  sehingga dapat menarik minat baca masyartakat, selain itu  penataaan yang edukatif dan rekreatif yang dipadukan untuk menunjang gaya hidup semua kalangan sebagai pengguna. Kata kunci: Gorontalo, Book Centre, Arsitektur Modern.
EVALUASI PURNA HUNI ASPEK FUNGSI DI RUANG KELAS PERSIAPAN SLB YPAC MANADO syafriyani, Syafriyani; Rahmayanti, Rahmayanti; Mutmainnah, Nur; Saputra, Wahyu
JAMBURA Journal of Architecture Vol 6, No 1 (2024): JJoA : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i2.24697

Abstract

Ruang Kelas merupakan suatu ruang yang dirancang untuk memenuhi suatu fungsi dan tujuan tertentu. Fungsi ruang kelas khusus siswa berkebutuhan khusus sebagai tempat belajar, praktek, dan bermain. Ruang kelas persiapan sebagai setting yang telah dikelola dan diatur oleh organisasi Sekolah Luar Biasa YPAC Manado sehingga pemakai menyesuikan diri dengan kondisi ruang maupun perabot yang ada.  Evaluasi pada aspek fungsi berkaitan dengan faktor manusia (antropometri), hal ini sejalan dengan tujuannya yaitu untuk meninjau performa kinerja aspek fungsi di ruang kelas persiapan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode komparatif kuantitatif. Data dikumpulkan berupa kuesioner dan pengukuran dilapangan yang dikomparasikan dengan standar perabot sekolah berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 32 Tahun 2011.Hasil performa yang didapatkan ukuran perabot tidak nyaman berdasarkan antropometri karena melebihi jangkauan tangan siswa sehingga diperlukan rekomendasi desain yang sesuai dengan standar dan kenyamanan siwa berkebutuhan khusus.  
PONDOK PESANTREN MODERN DARUL MADINAH WONOSARI KABUPATEN BOALEMO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS Hendriyo Mokodompit; Nurnaningsih Nico Abdul; Elvie Fatmah Mokodongan
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.20715

Abstract

ABSTRACTIslamic boarding schools are religious institutions that provide education, teaching, and promote the development and dissemination of Islam. An Islamic boarding school is basically a traditional Islamic education hostel where students live and study together under the guidance of one or more teachers, known as a Kyai. The goals to be achieved at Islamic boarding schools are as follows: 1. To develop Islamic boarding school designs that cater to the needs of the space users. 2. To realize the design of Islamic boarding schools using a Tropical Architecture approach. These goals aim to review the specific aspects of the Islamic boarding schools through an architectural study, which will be presented in the form of a physical design, including: 1. Selection of an appropriate site location. 2. Determination of space requirements, room sizes, and the concept of inter-room relationships based on the users' activities at Islamic boarding schools. 3. Incorporation of the Tropical Architecture approach into the physical appearance of the building. 4. Structuring circulation and environment in an ideal building. This integration is marked by the system, curriculum, and general sciences, which are integral to Islamic boarding school teaching. In other words, modern Islamic boarding schools are educational and updated in certain aspects to suit the school system. Modern Islamic boarding schools not only organize sorongan religious lessons but also formal education activities, both the general categories (kindergarten, elementary, middle school, high school and vocational school) and Islamic religious categories (RA, MI, MTs, MA, MAK). It can be said that modern Islamic boarding schools adhere to an education system adopted from the modern education system. Additionally, the material studied is a combination of religious and general knowledge. ABSTRAK Pondok pesantren adalah lembaga keagamaan, yang memberikan pendidikan dan pengajaran serta mengembangkan dan menyebarkan agama Islam. Sebuah pondok pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional dimana  siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan seorang atau lebih dari seorang guru yang dikenal dengan sebutan seorang Kyai. Tujuan yang ingin dicapai pada Pondok Pesantren yaitu : 1. Untuk meghasilkan desain Pondok Pesantren sesuai dengan kebutuhan ruang pengguna. 2. Untuk mewujudkan desain Pondok Pesantren  dengan pendekatan Arsitektur Tropis. Sasaran yang dicapai yaitu meninjau hal-hal yang spesifik dari Pondok Pesantren dalam kajian arsitektur yang akan dituangkan dalam bentuk rancangan fisik: 1. Lokasi tapak yang memadai. 2. Kebutuhan ruang, besaran ruang, dan konsep hubungan antar ruang berdasarkan aktivitas pengguna di Pondok  Pesantren. 3. Penampilan fisik bangunan dengan  pendekatan Arsitektur Tropis. 4. Penataan sirkulasi dan lingkungan pada bangunan  yang ideal. Perpaduan ini ditandai dengan sistem, kurikulum serta ilmu- ilmu umum yang menjadi bagian integral pengajaran pesantren. Dengan kata lain, pesantren modern merupakan pendidikan pesantren yang diperbarui pada segi-segi tertentu untuk disesuaikan dengan sistem sekolah. Pesantren modern tidak hanya menyelenggarakan pengajian sorongan namun juga  menyelenggarakan kegiatan pendidikan formal, baik itu jalur umum (TK, SD, SMP, SMA dan SMK) maupun jalur berciri khas agama Islam (RA, MI, MTs, MA, MAK). Bisa dikatakan pesantren modern menganut sistem pendidikan yang diadopsi dari sistem pendidikan modern dan materi yang dipelajari merupakan kombinasi antara  ilmu agama dan umum.
PENERAPAN SMART FUTURISTIC PADA PERANCANGAN APARTEMEN DI KOTA GORONTALO Jasmine, Karenina Sarah; Mokodongan, Elvie Fatmah; Trumansyahjaya, Kalih
JAMBURA Journal of Architecture Vol 6, No 1 (2024): JJoA : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v6i1.23832

Abstract

Angka urbanisasi yang kian bertambah menjadi salah satu alasan perubahan atas salah satu aspek yakni aspek demografi, yang terjadi dampak meningkatnya jumlah penduduk di suatu kota. Hal tersebut menyebabkan semakin banyaknya kebutuhan akan tempat tinggal yang sangat penting bagi setiap orang. Dampak urbanisasi juga berpengaruh pada lahan di suatu kota. Kota Gorontalo kini menjadi pusat perekonomian di provinsi Gorontalo, membuat banyak migrasi yang datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan/berdagang dan membuat kota ini mengalami peningkatan infrastruktur yang menyebabkan lahan semakin sedikit. Pembangunan hunian vertikal seperti apartemen, dengan mengoptimalkan lahan yang semakin terbatas menjadi salah satu solusi untuk masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang nyaman serta efisien. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan sebuah hunian apartemen dengan bangunan bertingkat sedang yang mencapai kurang lebih 6-8 lantai yang memformulasikan bangunan pintar dengan menggunakan teknologi dan berkelanjutan mengikuti era modern disetiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data deskriptif dan analisis faktor. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui cara pemilihan lahan yang cocok untuk membangun apartemen dan untuk mengetahui penerapan teknologi canggih di sebuah bangunan, sedangkan analisis faktor digunakan untuk mencari faktor apa saja yang mempengaruhi kecocokannya lahan untuk dibangun apartemen, penggunaan teknologi canggih yang dipilih dalam suatu apartemen. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan/desain hunian apartemen dengan pendekatan smart futuristic, dengan penggunaan teknologi canggih pada bangunan pintar serta model bangunan yang berkelanjutan mengikuti perkembangan zaman. Angka urbanisasi yang kian bertambah menjadi salah satu alasan perubahan atas salah satu aspek yakni aspek demografi, yang terjadi dampak meningkatnya jumlah penduduk di suatu kota. Hal tersebut menyebabkan semakin banyaknya kebutuhan akan tempat tinggal yang sangat penting bagi setiap orang. Dampak urbanisasi juga berpengaruh pada lahan di suatu kota. Kota Gorontalo kini menjadi pusat perekonomian di provinsi Gorontalo, membuat banyak migrasi yang datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan/berdagang dan membuat kota ini mengalami peningkatan infrastruktur yang menyebabkan lahan semakin sedikit. Pembangunan hunian vertikal seperti apartemen, dengan mengoptimalkan lahan yang semakin terbatas menjadi salah satu solusi untuk masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang nyaman serta efisien. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan sebuah hunian apartemen dengan bangunan bertingkat sedang yang mencapai kurang lebih 6-8 lantai yang memformulasikan bangunan pintar dengan menggunakan teknologi dan berkelanjutan mengikuti era modern disetiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data deskriptif dan analisis faktor. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui cara pemilihan lahan yang cocok untuk membangun apartemen dan untuk mengetahui penerapan teknologi canggih di sebuah bangunan, sedangkan analisis faktor digunakan untuk mencari faktor apa saja yang mempengaruhi kecocokannya lahan untuk dibangun apartemen, penggunaan teknologi canggih yang dipilih dalam suatu apartemen. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan/desain hunian apartemen dengan pendekatan smart futuristic, dengan penggunaan teknologi canggih pada bangunan pintar serta model bangunan yang berkelanjutan mengikuti perkembangan zaman.
PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGI PADA KAWASAN PANTAI PONI'I DI DESA LUWOO, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN, PROVINSI SULAWESI UTARA Iswan Gaib; Lydia Surijani Tatura; Vierta Ramlan Tallei
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.21485

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alamnya. Salah satunya adalah program pariwisata dengan keanekaragaman budaya dan keindahaan alam. Provinsi Sulawesi Utara memiliki 15 Kabupaten, salah satunya adalah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang memiliki wilayah pesisir dengan garis pantai  ± 294 Km. Dalam Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, berpotensi besar untuk budidaya perikanan laut dengan wilayah pesisir tersebut dapat dikembangkan menjadi tempat wisata. Beberapa persoalan yang menjadi alasan perlu dilakukannya penataan kawasan wisata Pantai Poni’i yang berada di Desa Luwoo, yaitu berkurangnya jumlah wisatawan, fasilitas kurang memadai dan telah rusak, akses jalan yang buruk, pencemaran lingkungan seperti sampah. Maka dari itu, perlu adanya desain. Metode yang digunakan dalam proses mendesain yaitu dengan menggunakan metode deskriptif yaitu dengan mengumpulkan data, memaparkan kompilasi dan menganalisis data sehingga diperoleh suatu pendekatan perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan program dan konsep dasar perancangan mengemukakan alasan konseptual mengenai perancangan di Kawasan Pantai Poni’i. Dalam perancangan ini menerapkan konsep Arsitektur Ekologi yaitu mampu memberikan keseimbangan lingkungan buatan dengan alam dengan material ramah lingkungan.Yaitu memanfaatkan material lokal seperti bambu yang banyak tumbuh di dalam kawasan sebagai material utama dalam bangunan, sumber listrik menggunakkan energi matahari dengan penggunaan sistem panel surya dan sumber air bersih alternatif dengan memanfaatkan air hujan. Maka dari itu, dengan adanya rancangan ini dapat memberikan solusi dari ide dan inovasi yang menarik tentunya dengan memperhatikan dari beberapa segi aspek dengan pendekatan Arsitektur Ekologi yang memperhatikan keseimbangan lingkungan alam dan lingkungan buatannya. Kata kunci: Wisata Pantai Poni’i, Arsitektur Ekologi.
PERANCANGAN RUMAH TAHANAN POLDA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HUMANIS Labaika, Fikransyah; Arifin, Sri Sutarni; Mokodongan, Elvie Fatmah
JAMBURA Journal of Architecture Vol 6, No 1 (2024): JJoA : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v6i1.20584

Abstract

The majority of inmates in Indonesia’s prison and correctional intitutions is increasing annually due to an overpopulation of in mates. The situation is the cause of prison breakout, riots, drug trafficking, and various other possibilities. The increase in the resident population in the correctional facility has not been matched by the fulfillment of proper housing capacity for inmates and detainees. In Gorontalo Province, in the Gorontalo Regional Police, crimes such as violence, beatings, murders, domestic violence, and so on are caused by someone consuming alcohol. Distruption of public safety and order (Kamtibmas) in Gorontalo Province from January to March 2021, there were 628 police reports that were handled by the Directorate of General Criminal Investigation of the Gorontalo Police and the Criminal Reserve Unit (Satreskrim) Police Resort ranks. The cases were comprised of 226 casas of abuse, 174 cases of fraud/embezzlement, 135 cases of theft, 36 cases of child protection, 30 cases of domestic violence, and 27 cases of defamation/insult. The methodology used was data collection, both secondary and primary data, which can support the process of design reference for the Gorontalo Police Detention House with a humanist architectural approach, followed by analytical methods in the form of site analysis and building analysis. The result of this study is a design of the Gorontalo Police Detention Center with a humanist architectural approach to take into account the emotional and social requirements of inmates. It is intended that this will contribute to a more effective rehabilitation process. By fostering a more pleasant environment and supporting the rehabilitation process, it is anticipated that the crime rate in the community will decrease.  Sebagian besar penghuni rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan di Indonesia setiap tahunnnya semakin meningkat dengan kelebihan penghuni. Situasi ini merupakan penyebab dari kaburnya narapidana, kerusuhan, peredaran narkotika, dan berbagai kemungkinan lainnya. Peningkatan populasi penghuni dalam rumah tahanan tidak diimbangi dengan pemenuhan kapasitas hunian narapidana dan tahanan yang layak. Di Provinsi Gorontalo dalam instasi Polda Gorontalo, kriminalitas yang terjadi seperti kekerasan, pengoroyokan, pembunuhan, KDRT dan lain sebagainya ini merupakan salah satu disebabkan oleh Miras yang di konsumsi oleh seseorang. Gangguan Kamtibmas di Provinsi Gorontalo dari bulan Januari-Maret 2021, terdapat 628 laporan polisi yang telah ditangani oleh Direktorat Reskrim Umum Polda Gorontalo dan Satreskrim Polres jajaran. Dari 628 kasus ini terdapat, penganiayaan 226 kasus, penipuan/penggelapan 174 kasus, pencurian 135 kasus, perlindungan anak 36 kasus, KDRT 30 kasus dan Pencemaran nama baik/penghinaan 27 kasus. Metodologi yang di terapkan dalam penyususan adalah pengumpulan data baik data sekunder maupun data primer yang dapat menunjang proses penyusunan acuan Perancangan Rumah Tahanan Polda Gorontalo dengan pendekatan arsitektur humanis, kemudian dilanjutkan dengan metode analisa berupa analisa tapak dan analisa bangunan. Berdasarkan analisa yang dilakukan maka hasil yang diperoleh perancangan Rumah Tahanan Polda Gorontalo dengan pendekatan arsitektur humanis bertujuan untuk memperhatikan kebutuhan emosional dan sosial para tahanan diharapkan dapat membantu dalam proses rehabilitasi yang lebih efektif. Mengurangi tingkat kejahatan di masyarakat, dengan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan membantu dalam proses rehabilitasi, diharapkan dapat mengurangi tingkat kejahatan di masyarakat.
PERILAKU TERITORIAL PADA PEMANFAATAN RUANG PUBLIK SELASAR GRAHA SABHA PRAMANA UGM Andi Andre Pratama Putra; Heince Andre Maahury; Desty Rara Retna Kalude
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.22336

Abstract

Masyarakat dalam memenuhi aktifitas sosialnya membutuhkan adanya ruang publik. Perkembangan budaya masyarakat selalu terkait dengan space dan places dimana perilaku budaya senantiasa muncul dan terwujud dengan berbagai pola aktivitas pelakunya dalam sebuah seting ruang. Bagi sebagian masyarakat Kota Yogyakarta, ruang publik kota seperti Selasar GSP UGM merupakan alternatif untuk melakukan aktivitas sosial, khususnya untuk kegiatan yang sifatnyanya berkelompok. Penelitian pada Selasar GSP UGM ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengguna berkelompok ini dalam upayanya membentuk teritori pada ruang terbuka yang sifatnya publik serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam membentuk teritori tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deduktif-kualitatif dengan menggunkan pendekatan applied research untuk mengamati perilaku teritorialitas pada objek amatan.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kegiatan, attributes, setting fisik dan budaya berpengaruh terhadap teritori yang terbentuk di Selasar GSP UGM, sehingga pengguna merasa nyaman dalam melakukan ativitasnya. Terdapat pula beberapa perbedaan oleh kelompok ektrakurikuler dan kelompok diskusi dalam upayanya untuk mengontrol teritorialnya.
SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI DAN BUATAN PADA RUANG KELAS MENGGUNAKAN DIALUX EVO 12.0 Rahmayanti, Rahmayanti; Pratiwi, Niniek; Mile, Fitrah Zahri Ramadhan
JAMBURA Journal of Architecture Vol 6, No 1 (2024): JJoA : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v6i1.26534

Abstract

 Lighting is one of the key factors that influences the quality of the indoor environment in designing buildings. Natural lighting is an optimal light source due to its advantages in energy efficiency, superior visual quality and positive impact on the health and well-being of occupants. This research is a classroom design plan using quantitative methods. Lighting simulation was carried out with DIALux Evo 12.0 software. Simulation using the DIALux application proved effective in planning and visualizing classroom lighting systems. This application allows creating virtual models of classrooms, determining light sources, and accurately predicting light distribution. The results obtained are that natural lighting at 08.00 and 16.00 is comfortable, but during the day it tends to experience glare and causes discomfort. Meanwhile, artificial lighting is still in accordance with the SNi standards required for classrooms, namely 250-300 lux. Pencahayaan adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kualitas lingkungan dalam  ruangan dalam mendesain bangunan. Pencahayaan alami merupakan sumber cahaya yang optimal karena keunggulannya dalam  efisiensi energi, kualitas visual yang superior, dan dampak positif terhadap kesehatan serta kesejahteraan  penghuni. Penelitian ini merupakan rencana perancangan ruang kelas dengan menggunakan metode kuantitatif. Simulasi pencahayaan dilakukan dengan perangkat lunak DIALux Evo 12.0. Simulasi menggunakan aplikasi DIALux terbukti efektif dalam merencanakan dan memvisualisasikan sistem pencahayaan ruang kelas. Aplikasi ini memungkinkan pembuatan model virtual ruang kelas, penentuan sumber cahaya, dan prediksi distribusi cahaya secara akurat. Hasil yang didapatkan yakni pencahayaan alami pada pukul 08.00 dan 16.00 nyaman, akan tetapi pada siang hari cenderung mengalami glare dan menyebabkan ketidaknyamanan. Sementara untuk pencahayaan buatan masihmasih sesuai dengan standar SNi yang dibutuhkan untuk ruang kelas yaitu 250-300 lux.
PENERAPAN ARSITEKTUR METAFORA PADA MUSEUM PERTAMBANGAN NIKEL DI KABUPATEN LUWU TIMUR Alam, Surendra Putra; Tauhid, Fahmyddin A’raaf; Sutrisno, Moh.
JAMBURA Journal of Architecture Vol 6, No 1 (2024): JJoA : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v6i1.23938

Abstract

Pertambangan adalah ekstraksi deposit mineral yang bermutu dan bernilai ekonomis dari kerak bumi, secara mekanis atau manual dari bawah dataran bumi dan di bawah air. Kabupaten Luwu Timur adalah salah satu daerah yang berkedudukan dalam area administratif Provinsi Sulawesi Selatan. Aset yang menonjol di Kabupaten Luwu Timur adalah nikel. Metafora yakni salah satu jenis dari gaya bahasa yang digunakan untuk menafsirkan suatu hal melalui perumpamaan dan perbandingan. Banyaknya peninggalan-peninggalan pertambangan yang telah ditemukan dan sudah semestinya dibangun sebuah image yang mengangkat kekhasan Pertambangan Nikel daerah Luwu Timur, maka dari itu dirasa penting untuk dibangun Museum Pertambangan Nikel. Penerapan konsep arsitektur metafora pada perancangan museum pertambangan nikel bertujuan agar bangunan dapat menghasilkan suatu pengandaian. Metode penelitian yang dipakai adalah survei, Pengumpulan data primer melalui survei lapangan/observasi dan wawancara. Pengumpulan data sekunder didapatkan dengan cara mengumpulkan informasi dari studi kepustakaan, majalah atau karya ilmiah yang berhubungan dengan buku, judul, materi pustaka dan produk karya lainnya. Data eksplorasi meliputi hasil analisis data primer dan data sekunder. Perencanaan Museum Pertambangan Nikel dengan Pendekatan Arsitektur Metafora di Luwu Timur diharapkan masyarakat akan mengetahui sejarah panjang nikel dalam negeri dari sisi yang berbeda melalui Museum Pertambangan.
PENERAPAN ARSITEKTUR ANALOGI PADA PERANCANGAN SEKOLAH TINGGI SENI MUSIK DI GORONTALO Husain, Mario; Heryati, Heryati; Abdul, Nurnaningsih Nico
JAMBURA Journal of Architecture Vol 6, No 1 (2024): JJoA : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v6i1.21656

Abstract

Numerous musical enthusiasts in Gorontalo would like to further their education; however, they have to face the fact that educational facility does not exist in their area. There is no music art high school in Gorontalo that was created to accommodate prospective students who wish to continue their education in the music field. Those music enthusiasts study through independent learning, private course, or social media such a YouTube, Instagram, Facebook, and others online media. Therefore, music is one field that needs to be developed and facilitated in Gorontalo. Further, the data were collected through interviews, direct observation, and literature studies. The data is then processed into a design concept that uses an analogy as its approach. This design concept was then used to guide the College of Music Arts building in Gorontalo.Banyak peminat musik di Gorontalo yang ingin melanjutkan ilmu bermusiknya masih dihadapkan dengan fakta bahwa tempat untuk menimba ilmu yang mereka minati ternyata tidak ada di daerahnya. Di Gorontalo sendiri belum terdapat sekolah tinggi seni musik yang dibuat untuk dapat menampung minat calon mahasiswa di Gorontalo yang ingin melanjutkan ilmunya di bidang bermusik. Rata-rata dari mereka yang memiliki minat terhadap musik, belajar secara mandiri melalui kursus privat ataupun hanya melalui media internet seperti YouTube, Instagram, Facebook dan media online lainnya. Oleh karena itu, musik menjadi salah satu bidang yang perlu dikembangkan dan difasilitasi di Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tiga cara pengumpulan data yakni, Wawancara, Observasi Langsung, dan Studi Literatur. Melalui tahapan pendekatan dengan mengumpulkan data-data yang ada, kemudian mengungkapkan masalah yang didapati dan membuat tujuan perancangannya sekaligus menyusun teori-teori yang bisa mendukung pada saat perancangan. Hasil yang didapat melalui analisis diolah menjadi sebuah konsep perancangan dengan menggunakan analogi sebagai pendekatannya. Konsep perancangan ini untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam merancang bangunan Sekolah Tinggi Seni Musik di Gorontalo.