cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): August" : 7 Documents clear
Sintesis Senyawa Phenyllactic Acid (2-Hydroxy-3-Phenylpropionic acid) dan Aktivitasnya sebagai Antibakteri Sri Wulandari; Fika Aryati; Adam M. Ramadhan; Agung Rahmadani
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11197

Abstract

Phenyllactic acid merupakan asam organik yang banyak terdapat di madu dan dapat dihasikan dari fermentasi bakteri asam laktat pada makanan yang diproduksi oleh beberapa mikroorganisme. Phenyllactic acid memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas terhadap bakteri dan jamur. Phenyllactic acid dapat disintesis berdasarkan reaksi diazotasi. Dalam penelitian ini, phenyllactic acid disintesis dari bahan dasar fenilalanin dan natrium nitrit dengan katalis asam sulfat pada suhu -5oC selama 2 jam. Hasil karakterisasi menggunakan MS, 1H-NMR dan 13C-NMR menunjukan telah terbentuknya senyawa phenyllactic acid dengan rendemen 40,6%. Dilakukan pengujian aktivitas antibakteri senyawa phenyllactic acid yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 0,5% masing-masing sebesar 11.05 mm dan 12.02 mm.
Efek Pra Klinik Teripang Pasir (Holothuria scabra) Untuk Pemulihan Luka Insisi Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Widy Susanti Abdulkadir; Ahmad Rifly Suleman; Hamsidar Hasan
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11020

Abstract

Teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu biota laut yang dapat menyembuhkan luka karena mengandung senyawa alkaloid, saponin dan terpenoid. Senyawa ini berperan dalam membantu penyembuhan luka. Luka insisi adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak Metanol teripang pasir dalam penyembuhan luka insisi pada mencit jantan. Teripang pasir diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut Metanol. Uji efektivitas penyembuhan luka insisi dilakukan dengan membagi hewan uji ke dalam 6 kelompok uji yang terdiri dari 3 ekor mencit jantan. Semua mencit diberi perlakuan sesuai kelompok uji: kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (kontrol positif PI 10%), kelompok 3 (ekstrak teripang pasir 10%), kelompok 4 (ekstrak teripang pasir 20%), kelompok 5 (ekstrak teripang pasir 25%) dan kelompok 6 (ekstrak teripang pasir 30%) hingga luka tersebut sembuh atau terlihat jaringan parut berwarna putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kontrol positif terhadap kelompok lain. Ekstrak Metanol teripang pasir yang dapat menyembuhkan luka insisi pada mencit jantan terdapat pada konsentrasi 30%.
α-Glucosidase Inhibitor Activity of some Indonesian Syzygium Extracts Emma J. Pongoh; Rymond J Rumampuk; Astin Lukum; Ardi Kapahang
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11416

Abstract

The leaves and fruits of Indonesian Syzygium spp such as white pakoba, red pakoba and bombongan have been extracted by ethanol. The ethanolic extract was partitioned with polar solvent gradient using n-hexane, ethyl acetate and n-butanol repeatedly. Each fraction was tested for antidiabetic activity and exhibited varying degrees of antidiabetic activity when tested with α-glucosidase method. Antidiabetic test indicated that the ethyl acetate and butanol fractions of the leaves of pakoba white, red pakoba and bombongan has potential as a source of active compounds.
POTENSI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata J.R Forst & G.Forst) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB KARIES GIGI Mahdalena Sy Pakaya; Jihan Astuti Kai; Wiwit Zuriati Uno
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11204

Abstract

One of the infectious diseases that occur in the oral cavity is dental caries (cavities). The bacteria that play a role in the occurrence of infection are Streptococcus mutans bacteria, and the matoa plant is one of the plants that can act as antibacterial (Pometia pinnata J.R Forst) which has high efficacious compounds. This study aimed to determine the activity and potency of the ethanolic extract of matoa fruit peel (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst) against Streptococcus mutans bacteria. This research is a laboratory experimental research. Matoa fruit peel simplicia was extracted by maceration method with 96% ethanol solvent, then tested for phytochemical screening to determine the class of compounds contained in the matoa fruit peel. Furthermore, the activity was tested against Streptococcus mutans bacteria using a positive control of chloramphenicol antibiotics and a negative control of Dimethyl Sulfoxide. After that, the values of the Minimum Inhibitory Level and Minimum Killer were measured. From these results, it was continued to test the antibacterial potential using the Kirby Bauer method. The results showed that the ethanol extract of matoa fruit peel (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst) had activity against Streptococcus mutans bacteria. The potential value of the matoa fruit peel extract against Streptococcus mutans bacteria at concentrations of 25%, 50% and 75%, respectively, was 11.75 mm, 15.82 mm and 18.75 mm which was included in the category of strong inhibition.
Formulasi Sampo Kombinasi Ekstrak Seledri (Apium graveolens) dan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Serta Uji Aktivitasnya pada Jamur AM. Andy Suryadi; Muhammad Taupik; Mahdalena SY. Pakaya; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Juliyanty Akuba
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11199

Abstract

Rambut merupakan salah satu bagian vital pada tubuh yang berasal dari ektoderm di kulit dan juga sebagai pelengkap pelindung pada tubuh (aksesoris). Masalah pada rambut dan kulit kepala yang sering terjadi adalah ketombe. Gejala umum yang sering terjadi yaitu mulai timbulnya sisik-sisik putih pada kulit kepala, gatal, dan juga bisa juga disertai dengan kerontokan rambut. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa mikroorganisme yang terdapat pada ketombe seperti Malassezia furfur dan Candida albicans. Tanaman yang kaya senyawa flavonoid diketahui memiliki aktivitas sebagai anti bakteri dan anti jamur. Penggunaan formulasi herbal dapat dijadikan sebagai alternatif yang baik untuk terapi dalam mengatasi mikroorganisme yang terdapat pada ketombe. Di Indonesia, seledri dan kayu manis secara tradisional dapat digunakan untuk mengatasi pertumbuhan jamur. Pada penelitian ini memformulasikan sampo kombinasi antara ekstrak seledri dan ekstrak kayu manis sebagai anti jamur dalam bentuk sedian gel. Hasil evaluasi fisik menunjukkan formula gel memiliki stabilitas yang baik. Aktivitas anti jamur dari kombinasi ekstrak seledri dan ektrak kayu manis mempunyai daya hambat paling besar dengan pengulangan berturut-turut pada jamur Mallasezia furfur (35mm; 34mm; 35mm) dan pada jamur Candida albicanus (30mm; 31mm; 30mm) dengan konsentrasi (20%; 20%).
STUDI TENTANG ZIRKONIA (ZrO2) DAN APLIKASI ZIRKONIA TERSTABILKAN MAGNESIA (MgPSZ) SEBAGAI MATERIAL DENTAL BLOCK Dedek Yusuf Pulungan
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.9684

Abstract

Zirconia (ZrO2) is a zirconium metal oxide which has superior toughness, strength, good resistance and biocompatibility. ZrO2 has three polymorphic phases: monoclinic (m-ZrO2), tetragonal (t-ZrO2) and cubic (c-ZrO2). Various types of zirconia ceramics for dental material applications such as tetragonal zirconia doped with yttrium cations (Y-TZP), zirconia doped with magnesium cations (Mg-PSZ) and zirconia reinforced alumina (ZTA). In general, zirconia is doped with a stabilizer to maintain its structure at room temperature. A stabilizer that has been developed using magnesia (MgO). Magnesia-stabilized zirconia is generally called Mg-PSZ. The process of molding dental block materials usually utilizes Computer Aided Design and Computer Aided Manufacturing (CAD / CAM) technology and the glasing process. Dental block material self-tests are currently being performed in vivo on mice. Studies on dental block materials, especially Mg-PSZ, are very important so that the use of Mg-PSZ in the field of dental restoration can develop rapidly in the future.
Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Metabolit Sekunder Dari Ekstrak Metanol Biji Kecubung Opir rumape; Riskah Fitriani Adam; Deasy Natalia Botutihe; La Alio; Jafar La Kilo; Mardjan Paputungan
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.10577

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada biji kecubung. Isolasi dilakukan dengan tehnik ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Selanjutnya proses pemisahan untuk ekstrak kental metanol dilakukan menggunakan kromatografi kolom dengan campuran n-heksan: MTC: aseton (7:1,5:1,5). Uji fitokimia dari isolat murni memberikan hasil yang positif terhadap senyawa terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang diperoleh dari biji kecubung berupa kristal berwarna putih. Uji KLT dua dimensi dengan dua perbandingan campuran eluen yaitu n-heksan : etil asetat (7:3) sebagai E1 dengan harga Rf 0,162 dan kloroform : metanol (9,5:0,5) sebagai E2 dengan harga Rf 0,55 menghasilkan noda tunggal. Analisis spektrofotometer Uv-Vis dengan serapan panjang gelombang 281,00 nm dan 284,00 nm diakibatkan oleh adanya transisi n – π* yang disebabkan adanya ikatan kromofor C=O. Hasil ini didukung oleh data spektrum IR menghasilkan gugus-gugus fungsi ulur O-H (3440.77 cm-1), ulur C-H gugus alkil (2935.46 cm-1), ulur C-H alifatik (2858.31 cm-1), ulur C=O (1739.67 cm-1), ulur C=C aromatik (1620.09 dan 1569.95 cm-1), tekuk C-H (1456.16 cm-1), tekuk C-H (1415.65 dan 1404.08 cm-1), dan ulur C-OH (1037.63 cm-1) yang memungkinkan mengandung senyawa terpenoid.

Page 1 of 1 | Total Record : 7