cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
ANALISA KEBUTUHAN LUAS TERMINAL PENUMPANG DOMESTIK UNTUK 10 TAHUN YANG AKAN DATANG DI BANDAR UDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU Feliandita Novitasari; Supriadi Supriadi; Fahrur Rozi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berdasarkan kondisi eksisting saat ini memiliki kapasitas terminal yang idealnya 4 juta pax/tahun, dengan luasan bangunan terminal penumpang 25.779 m² untuk memenuhi fasilitas pelayanan bandar udara sesuai peraturan. Mencegah terjadinya kondisi terminal penumpang yang tidak nyaman pada tahun 2029, maka dalam rencana pengembangan terminal domestik diperlukan analisa kebutuhan luas terminal domestik dengan teknik pengambilan data jumlah penumpang 10 tahun terakhir. Metode yang digunakan yaitu metode regresi liniear untuk menghitung peramalan jumlah penumpang domestik atau prediksi kenaikan penumpang 10 tahun yang akan datang dan jumlah penumpang waktu sibuk sebagai analisa perhitungan kebutuhan ruang. Setelah menganalisa kondisi terminal penumpang domestik untuk 10 tahun yang akan datang menggunakan penumpang berangkat waktu sibuk 1.276 orang dan penumpang datang waktu sibuk 1.277 orang, maka diperlukan perluasan dengan menggunakan hasil yang didapatkan. Kapasitas ideal terminal domestik dapat mencapai 5 juta pax/tahun dengan menambahkan bangunan sesuai analisa kebutuhan terminal penumpang yang sudah dihitung sebanyak 7.721 m2. Sehingga total luas terminal domestik Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi 33.500 m2.
ANALISA PERBANDINGAN WAKTU DAN BIAYA PENGGUNAAN STRUKTUR BAJA DAN STRUKTUR BETON BERTULANG PADA PERLUASAN SELASAR TERMINAL LANTAI I BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU Fian Levi Muhammad
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu atau jadwal merupakan salah satu sasaran utama proyek. Keterlambatan akan mengakibatkan berbagai bentuk kerugian, misalnya: penambahan biaya, kehilangan kesempatan produk memasuki pasaran, dan lain-lain. Pengelolaan waktu meliputi perencanaan, penyusunan dan pengendalian jadwal. Biaya proyek merupakan hal penting selain waktu, kedua hal ini berkaitan erat dan dipengaruhi oleh pelaksanaan, pemakaian, peralatan, bahan, dan tenaga kerja. Dengan adanya persaingan harga dalam tender maka perlu adanya estimasi yang tepat dan akurat dan harus dimulai sejak pelaksanaan tender dimulai, sebab biaya yang disetujui dalam kontrak tidak dapat diubah tanpa sebab yang jelas. Dari hasil perhitungan dan analisa data yan telah dilakukan didapatkan besar total biaya perencanaan struktur beton bertulang adalah Rp. 1.358.449.000,00 sedangkan total biaya dari struktur baja adalah Rp. 3.319.164.000,00. Adapun selisih waktu kedua struktur tersebut adalah 4 minggu atau 30 hari. Dari segi efisiensi waktu penggunaan struktur baja lebih cepat pelaksanaannya daripada menggunakan struktur beton bertulang karena komponen – komponen nya dapat langsung dibuat atau dipesan sebelum pembangunan dilaksanakan.
PERENCANAAN PERBAIKAN JALAN AKSES BANDAR UDARA DEWADARU KARIMUNJAWA Khairun Nisa
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Dewadaru merupakan salah satu pintu gerbang dari Karimunjawa yang merupakan destinasi wisata yang telah terkenal hingga mancanegara sehingga fasilitas maupun infrastruktur harus memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa Bandar Udara. Saat ini jalan masuk tersebut dalam keadaan kurang baik, hal ini ditandai dengan banyaknya lubang serta tidak ratanya jalan tersebut. Penelitian diawali dengan melakukan observasi atau survei kerusakan di lokasi jalan akses Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa STA 0+000 – STA 0+700 kemudian mencari data-data pendukung pada dinas terkait, melakukan perhitungan volume kerusakan, menentukan jenis kerusakan, tingkat kerusakan dan jenis penanganan pada kerusakan yang terjadi serta melakukan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan analisa harga satuan. Penelitian yang dilakukan pada Jalan Akses Bandar Udara Dewadaru dengan panjang ruas jalan 700 m ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi jalan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dengan membagi jalan menjadi beberapa segmen yaitu 100 m. Kemudian, tiap segmen jalan dilakukan pengamatan (secara visual) dan pengukuran untuk mengidentifikasi jenis kerusakan yang ada. Adapun metode overlay pada perbaikan jalan akses bandar udara Dewadaru Karimunjawa dengan panjang 700 meter dan lebar 5 meter sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) mengabiskan biaya sebesar Rp. 1.331.608.300,-
PERENCANAAN PROGRAM PEMELIHARAAN FASILITAS SISI UDARA BANDAR UDARA INTERNASIONAL BANYUWANGI Mohammad Rio Aditya
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Banyuwangi merupakan bandar udara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II (Persero). Bandara yang memiliki jarak 16 km dari Kabupaten Banyuwangi ini memiliki runway berdimensi 2500 x 45 meter serta terbuat dari perkerasan flexible. Pada setiap Bandar Udara, jaminan keselamatan penerbangan sangat dibutuhkan salah satunya dengan ketersediaan fasilitas-fasilitas yang memadai dan dalam kondisi yang baik saat operasional. Dikarenakan fasilitas-fasilitas tersebut mencangkup fasilitas sisi udara maka perlu dilakukan perencanaan pemeliharaan harian atau berkala (periodik) agar kinerja fasilitas tidak berkurang. Penjadwalan pemeliharaan ini mengacu pada KP 94 Tahun 2015 dan KP 326 Tahun 2019. Perhitungan rencana anggaran biaya yang akan dikeluarkan untuk pemeliharaan fasilitas sisi udara sesuai dengan harga satuan Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantatif dengan data-data yang diperoleh dari PT. Angkasa Pura II Banyuwangi, Jawa Timur. Rencana pemeliharaan ini dibuat dengan menggunakan software Microsoft Project. Sebagai hasil dari rencana pemeliharaan ini, ada dua kondisi pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan di Bandara Internasional Banyuwangi. Biaya pekerjaan pemeliharaan pada kondisi pertama sebesar Rp. 675.030.000.- dengan durasi waktu pekerjaan 245 hari, sedangkan biaya pekerjaan pemeliharaan pada kondisi kedua sebesar Rp. 521.965.000,- dengan durasi waktu pekerjaan 208 hari.
ANALISIS KERUSAKAN APRON PADA BANDAR UDARA BETOAMBARI BAUBAU SULAWESI TENGGARA Mochamad Renaldy Ari Pradana
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Betoambari Baubau merupakan Bandar Udara yang terletak 5 km dari pusat kota Baubau. Ketinggian Bandar Udara ini dari permukaan laut rata-rata (mall) adalah 32 meter dengan arah landasan pacu 04-22. Fasilitas sisi udara adalah kontsruksi aspalt hotmix dengan dimensi runway 1800m x 30m, taxiway A dan apron dengan luas 170m x 60m dengan PCN 21 F/C/Y/T/. Apron sebagai unsur yang paling penting untuk tempat pemarkiran pesawat. Bandar Udara Betoambari Baubau saat ini memiliki apron dengan 3 aircraft stand yang dapat menampung pesawat udara tipe ATR -72. Namun, kondisi apron mengalami kerusakan di beberapa titik dengan macam kerusakan yang berbeda. Kondisi lapis permukaan apron di Bandar Udara ini mengalami penurunan, kebanyakan penurunan ini terjadi di garis marka parking stand apron. Akibat penurunan di lapis permukaan ini mengakibatkan air menggenang (waterpounding) di saat hujan. Selain itu juga terdapat beberapa jenis kerusakan,yang menyebabkan tergenangnya air diatas permukaan apron dapat menimbulkan erosi pada permukaan apron, yang kemudian akan mengakibatkan cepat terlepas struktur bagian permukaan atas landasan.Oleh karena itu tugas akhir ini disusun guna menyampaikan bagaimana tingkat kerusakan di apron Bandar Udara Betombari dengan mengacu pada metode PCI (Pavement Condition Index). Dari hasil perhitungan menggunakan metode PCI maka apron Betoambari memiliki nilai PCI tiap segmen yang berbeda yaitu 72,82,63,93 yang maka dari itu untuk memberikan pelayanan yang optimal baik dari penumpang dan maskapai maka perlu kerusakan yang terjadi pada apron Bandar Udara betoambari perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang sudah tercantum dalam KP 94 Tahun 2015 Tentang Pedoman Program Pemeliharaan Konstruksi Perkerasan Bandar Udara (Pavement Management System) dan jenis penaganannya.
PERENCANAAN OVERLAY LANDAS PACU DI BANDAR UDARA HARUN THOHIR BAWEAN Lovie Mei Patrici
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas sisi udara Bandar udara Harun Thohir Bawean memiliki landas pacu 930 meter dan lebar 23 meter dengan nomor code Runway 09 pada sebelah barat, serta code Runway 27 pada sebelah timur. Bandar Udara Harun Thohir Bawean saat ini memiliki permasalahan yaitu adanya Loss Material yang terjadi pada seluruh permukaan Runway. Untuk itu diperlukan Overlay sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan. Berikut adalah tahapan perencanaan Overlay yang akan di bahas pada Tugas Akhir ini, yang pertama yaitu menganalisis kerusakan pada landas pacu menggunakan metode PCI, yang kedua yaitu perhitungan tebal lapis Overlay yang akan di terapkan, yang ketiga yaitu perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan yang terakhir adalah Kurva S. Hasil dari perencanaan ini di peroleh bahwa menurut analisis menggunakan metode PCI menyatakan bahwa seluruh kerusakan yang ada dalam skala buruk sehingga layak untuk di lakukan Overlay. Menurut perhitungan menggunakan metode FAARFIELD tebal lapis Overlay adalah 5 cm yang bertujuan untuk pemeliharaan landas pacu. Biaya pelaksanaan yang di peroleh dari perhitungan RAB adalah sebesar Rp. 2.740.298.000,00 dengan estimasi waktu pengerjaan selama 6 bulan.
PERENCANAAN PERLUASAN WATCHROOM PKP – PK DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL BANYUWANGI Muhammad Aditya Yuda Pangestu
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Banyuwangi merupakan bandara yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Bandara yang telah dibuka sejak 29 Desember 2010 ini mempunyai landasan pacu dengan panjang 2.500 meter dan lebar 45 meter. Bandar udara sebagai penyedia jasa transportasi udara harus memberi pelayanan yang prima demi kelancaran operasi penerbangan. Pada Bandar Udara International Banyuwangi terdapat beberapa masalah salah satunya adalah kondisi watchroom PKP-PK yang tidak sesuai standar. Oleh sebab itu, pada tugas akhir ini akan dilakukan analisa struktur terhadap watchroom PKP-PK menggunakan SAP 2000, perencanaan desain watchroom PKP-PK munggunakan aplikasi SketchUp, serta perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk mengoptimalkan pelayanan di Bandar Udara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik penelitian observasi. Perencanaan watchroom PKP-PK mengacu pada tugas akhir ini mengacu KP 420 Tahun 2011 dan buku Airport Rescue and Firefighting Station Building Design. Sedangkan data yang diperoleh di Bandar Udara Internasional Banyuwangi meliputi RAB Kabupaten Banyuwangi, denah eksisting watchroom PKP-PK. Data tersebut selanjutnya digunakan untuk merencanakan perluasan watchroom PKP-PK di Bandar Udara tersebut dengan mempertimbangkan jumlah pegawai watchroom, standar kenyamanan dalam melaksanakan pekerjaan mengawasi pergerakan pesawat secara visual. Dengan hasil perencanaan ini didapatkan dengan dimensi struktur kolom 40cm x 40cm, struktur balok 20cm x 25xm, tebal pelat 12cm dan pekerjaan perluasan watchroom membutuhkan biaya sebesar Rp 36.028.100,00 terbilang Tiga Puluh Enam Juta Dua Puluh Delapan Ribu Seratus Rupiah.
PERENCANAAN KONTRUKSI RIGID DI APRON BANDAR UDARA RAHADI OESMAN KETAPANG – KALIMANTAN BARAT Mukhammad Miqdad Fahmi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Rahadi Oesman (kode IATA: KTG, kode ICAO: WIOK) adalah Bandar Udara Kelas II yang dikelola oleh UPBU Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terletak di Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Sedangkan untuk penamaannya diambil dari seorang pahlawan dari Pontianak yang berjuang di Kabupaten Ketapang yaitu Rahadi Oesman.. Saat ini Bandar Udara Rahadi Oesman memiliki fasilitas sisi udara yaitu satu landas pacu dengan panjang landasan 1400 meter dan lebar 30 meter, permukaan aspal dengan nilai PCN 21 F/C/Y/T. Bandar Udara ini memiliki 2 Taxiway yaitu Taxiway A dan Taxiway B dengan dimensi panjang 75 meter dan lebar 18 meter, sedangkan untuk apron memiliki dimensi panjang 224 meter dan lebar 51 meter. Bandara Rahadi Oesman telah lama beroperasi, namun kondisi lapisan perkerasan di Apron sangatlah memprihatinkan. Dikarenakan kurangnya perawatan pada lapisan perkerasan Apron, serta iklim geografis di Ketapang dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Dengan kondisi seperti ini kerusakan dapat terjadi secara meluas. Oleh karena itu tugas akhir ini disusun guna menyampaikan bagaimana merencanakan rekonstruksi dan tebal perkerasan apron yang standar dengan mengacu pada Federal Aviation Administration (FAA) melalui perhitungan Manual dan FAARFIELD serta menghitung nilai PCN melalui software COMFAA. Dan sesuai hasil perhitungan maka diperoleh tebal Perkerasan slab beton/surface 20 cm dan Subbase 24 cm, serta memiliki nilai PCN berdasarkan pesawat terkritis yaitu 13,4.
PERENCANAAN APRON DI BANDAR UDARA DEPATI PARBO KERINCI Nanda Maulana
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan moda transportasi di Bandar Udara Depati Parbo Kerinci diperkirakan akan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Terjadi peningkatan penumpang pada 5 tahun terakhir yang menyebabkan belum terpenuhinya kebutuhan parkir jika ada pesawat uncheduled yang datang di Bandar Udara Depati Parbo Kerinci. Penelitian ini bertujuan agar terpenuhinya kapasitas apron di Bandar Udara Depati Parbo Kerinci untuk 10 tahun kedepan dengan menggunakan peramalan metode regresi linier, dan perencanaan tebal struktur perkerasan dengan annual departure tahun 2029 yang telah didapatkan, serta mendapatkan nilai PCN dari tebal struktur perkerasan rencana. Hasil dari penelitian ini adalah analisa kapasitas apron pada tahun rencana hingga tahun 2029 didapatkan pergerakan pesawat rencana yaitu 863, 75 pergerakan pada bulan sibuk, 5 pergerakan pada hari sibuk, 4 pergerakan pada jam sibuk, serta menghasilkan 5 parking stand rencana dengan Panjang 239 m serta lebar 66 m. Sementara tebal struktur perkerasan dengan subgrade (CBR6 %), subbase 24 cm, surface 18 cm, serta menghasilkan nilai PCN 16,3.
PERENCANAAN PERLUASAN PARKIR KENDARAAN DI BANDAR UDARA H. HASAN AROEBOESMAN ENDE Radita Fitri Madyanti NAdeak; Wiwid Suryono; Bambang Rudi Sulaksono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman adalah Bandara kelas II yang terletak di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman mengalami peningkatan jumlah penumpang setiap tahunnya, maka hal tersebut mempengaruhi daya tampung parkir kendaraan yang tersedia. Kondisi parkir yang tidak cukup untuk menampung seluruh kendaraan yang ada sehingga kendaraan terpaksa parkir di depan terminal kedatangan, hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan penumpang. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan berapa kebutuhan ruang parkir yang sebenarnya di butuhkan oleh Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende beserta sirkulasi parkir, penelitian ini juga merupakan usaha untuk memberikan jalan keluar untuk mengatasi masalah perparkiran yang ada di bandar udara. Metodologi yang digunakan yaitu menggunakan penelitian deskriptif untuk menggambarkan kondisi di lapangan, namun secara teknis, perhitungan kebutuhan parkir kendaraan mengacu pada ketentuan SKEP.347/XII/1999 tentang Standar Rancang Bangunan dan/atau Rekayasa Fasilitas dan Peralatan Bandar Udara BAB II. Setelah meneliti kondisi parkir kendaraan Bandara Udara H. Hasan Aroeboesman Ende, maka diperlukan perluasan parkir kendaraan agar mampu memenuhi kebutuhan parkir sesuai dengan jumlah kendaraan.