cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
PERENCANAAN STRUKTUR TURN PAD AREA DI UJUNG RUNWAY 23 DENGAN FLEXIBLE PAVEMENT BANDAR UDARA TAMPA PADANG MAMUJU Pujo Asmoro
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Tampa Padang Mamuju memiliki dimensi runway 1950m x 45m dengan perkerasan lentur (flexible pavement), pesawat berjadwal yang beroperasi di Bandar Udara ini antara lain ATR 72-600 dan CRJ 1000. Penggunaan turn pad pada landas pacu dapat memberikan keamanan bagi pesawat udara yang melakukan manuver ketika akan take off ataupun manuver setelah landing agar pesawat tersebut tidak keluar dari landas pacu apabila turn pad area yang tersedia sesuai dan mampu melayani pesawat yang beroperasi. Maka dari itu diperlukan perencanaan turn pad area pada runway 23 Bandar Udara Tampa Padang Mamuju. Oleh karena itu tugs akhir ini disusun untuk mendesain dimensi turn pad dan merencanakan stuktur turn pad area digunakan International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan dengan perhitungan manual (grafik) dan software FAARFIELD, sedangkan untuk menghitung PCN menggunakan software COMFAA.
PERENCANAAN STRUKTUR BETON PADA BANGUNAN ATAS GEDUNG AIR TRAFFIC CONTROLLER DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DI BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD KAHARUDDIN SUMBAWA BESAR Raisalkam Farhan Ardiansyah; Setyo Hariadi; Ranatika Ranatika
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tower ATC sebagai pengatur lalu lintas kegiatan penerbangan, salah satunya yang terletak pada Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar. Adanya musibah gempa yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat pada tahun 2018 yang berdampak pada bangunan gedung Tower ATC sehingga ruang controller tidak dapat digunakan. Oleh karena itu direncanakan membuat gedung Air Traffic Controller baru tahan terhadap gempa. Berdasarkan kondisi yang diuraikan di atas, maka ditemukan permasalahan yang harus segera diselesaikan. Langkah awal yang kita lakukan adalah seperti pencarian dan pengumpulan data serta literatur, menentukan kriteria desain, perencanaan preliminary desain, permodelan struktur, pembebanan struktur, dan yang terakhir penghitungan struktur dengan metode SRPMK menggunakan aplikasi SAP 2000. Dengan begitu dapat diketahui rencana metode apa yang digunakan. Perencanaan ulang gedung Air Traffic Controller di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa besar dilakukan agar dapat merencanakan bagian dari setiap detail perencanaan gedung Air Traffic Controller dengan metode metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus sehingga dapat menghasilkan bangunan gedung ATC yang memiliki nilai daktilitas yang tinggi sehingga tahan akan gempa.
PERENCANAAN STRUKTUR PERKERASAN KAKU SURFACE LEVEL HELIPORT DI BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD KAHARUDDIN - SUMBAWA BESAR Tri Susilo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa ini termasuk dalam Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III. Saat ini Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin – Sumbawa Besar belum tersedianya fasilitas surface level heliport. Helikopter yang menuju Sumbawa mendarat di apron dan mengakibatkan apron di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin – Sumbawa Besar mengalami kerusakan. Sehingga direncanakan pembuatan surface level heliport di selatan apron menggunakan perkerasan kaku. Surface level heliport ini direncanakan menggunakan perkerasan kaku dikarenakan biaya perawatan murah dan pembebananya merata kesemua struktur. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data-data seperti Data annual departure, Data CBR tanah, dan Menetukan helikopter rencana.dimensi eksisting, Dari data tersebut dilakukan perhitungan dengan metode FAA. Selanjutnya dari hasil perhitungan tersebut dilanjutkan menghitungkan nilai Maximum Allowable Gross Weight dan membuat desain surface level heliport. Surface level heliport tersebut sesuai hasil perhitungan yang didapat maka perencanaan pembuatan surface level heliport yang direncanakan adalah 35 x 35 m dan diperoleh tebal perkerasan keseluruhan surface level heliport adalah 10 inch. Terdiri dari tebal subbase 4 inch dan tebal slab beton 6 inch.
PERENCANAAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR PADA SHOULDER TAXIWAY B DAN TAXIWAY C DI BANDAR UDARA KELAS I KALIMARAU Wijang Bagus Pramo Ratmadyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Kalimarau merupakan Unit Penyelenggara Bandar Udara kelas I yang terletak di Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang mempunyai fungsi memberikan penyediaan jasa pelayanan transportasi udara. Pada saat ini Bandar Udara Kalimarau Berau mempunyai 3 taxiway yaitu taxiway A, taxiway B, dan taxiway C. Hanya ada 2 taxiway yang bisa digunakan sebagai operasional pesawat udara dikarenakan taxiway A telah diambil kendali oleh SKADRON 13/ Serbu. Dimensi taxiway B dan taxiway C adalah 169x23, sedangkan pesawat terbesar yang beroperasi disana yaitu Boeing 737-800 NG.Jika dilihat dari kondisi eksisting dimensi taxiway dirasa perlu diadakan penelitian mengenai perencanaan shoulder taxiway B dan taxiway C. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data-data seperti data lalu lintas angkutan udara, data Aeronautical Information Publication Bandar Udara Kalimarau Berau. Dari data tersebut dilakukan perencanaan dengan metode FAA. Dengan perhitungan manual menggunakan tabel serta aplikasi FAARFIELD 1.42. Maka akan di dapatkan hasil dari tebal struktur perkerasan lentur shoulder taxiway. Dengan begitu perencanaan shoulder taxiway akan dimudahkan dengan adanya aplikasi tersebut. Perencanaan struktur perkerasan lentur shoulder taxiway di Bandar Udara Kalimarau Berau dilakukan agar wingspan pesawat terbesar yaitu Boeing 737-800NG tidak keluar dari perkerasan taxiway. Dengan dimensi taxiway eksisting 23 meter ditambah dengan 11 meter untuk shoulder taxiway. Hasil dari perencanaan tebal perkerasan menggunakan aplikasi FAARFIELD 1.42 yaitu 29,60 inch (75 cm) dengan nilai PCN 63 F/C/X/T. Sedangkan untuk pembanding menggunakan perhitungan manual FAA didapat tebal 32 inch (81 cm) dengan nilai PCN 73/F/C/X/T.
ANALISIS KEBUTUHAN LUASAN TERMINAL PADA PERIODE 20 TAHUN KEDEPAN DI BANDAR UDARA HAJI MUHAMMAD SIDIK MUARA TEWEH Yuda Adi Subama
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah pengguna jasa transportasi udara menuju Muara Teweh setiap tahun menyebabkan kapasitas terminal penumpang di Bandar Udara Beringin tidak dapat menampung peningkatan jumlah penumpang. Sehingga perlu dilakukannya perluasan pada area terminal penumpang, namun dengan kondisi Bandara Beringin yang tidak dapat dikembangkan karena berada pada kawasan pemukiman padat penduduk sehingga Kementrian Perhubungan selaku pengelola UPBU Beringin membangun Bandara baru yang dimana nantinya segala kegiatan operasional,administrasi,maupun penerbangan komersil berpindah kegiatannya di Bandar Udara baru ini yang bernama Bandar udara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh. Metodologi yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data numerical atau angka yang diperoleh dengan metode statistik serta dilakukan pada penelitian inferensial atau dalam rangka pengujian hipotesis sehingga diperoleh signifikansi hubungan antara variable yang diteliti. Serta dilakukannya peramalan atau prediksi menggunakan metode exponential smoothing. Setelah menganalisa kondisi Terminal pada Bandara Beringin dan Bandara Haji Muhammad Sidik, maka diperlukan evaluasi kebutuhan luasan gedung Terminal. Dengan dilakukannya analisis kebutuhan luasan gedung terminal di Bandar Udara Haji Muhammad Sidik untuk tahun pada periode 20 tahun kedepan menggunakan peramalan dengan metode exponential smoothing melalui software Minitab 16 didapatkan luasan sebesar 2.048 m². Untuk memenuhi kebutuhan luasan tersebut maka perlu dilakukan perluasan pada area Terminal Penumpang pada tahun 2039.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN GROUND SUPPORT EQUIPMENT (GSE) DI EXISTING AREA TERHADAP TINGKAT KELANCARAN OPERASIONAL DI SISI UDARA BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Mubarak; Kusno; Lady Silk Moonlight
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan ketertiban pengoperasiaan peralatan dan kendaraam di airside Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang dilakukan oleh personil AMC sangatlah penting. Karena semakin bertambahnya jumlah penerbangan disertai dengan peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) juga yang beroperasi melayani pesawat udara maka berpengaruh terhadap bertambahnya pergerakan di airside. Maka semakin besar potensi pelanggaran ketertiban di airside maka sudah sewajarnya Personil Apron Movement Control (AMC) meningkatkan fungsi pengawasan guna mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat mengancam keselamatan penerbangan di sisi udara. Masih banyaknya terjadi pelanggaran yang terjadi di airside khususnya pda existing area disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu tingkat kedisiplinan yang masih kurang dari operator sendiri akan peraturan dan tata tertib yang berlaku sesuai Manual Of Standard CASR – 139 Volume I Aerodrome dan SKEP/100/XI/1985 serta pengawasan Personil AMC belum maksimal merupakan beberapa penyebab terjadinya pelanggaran di airside. Dengan demikian Personil AMC diharapkan lebih meningkatkan fungsi pengawasan sehingga tingkat pelanggaran dapat diminimalisir agar menjamin keselamatan dan keamanan pergerakan di sisi udara.
OPTIMALISASI FASILITAS WALK THROUGH METAL DETECTOR TERHADAP PELAYANAN PENGGUNA JASA BANDAR UDARA DI SECURITY CHECK POINT 2 BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Muhammad Afis
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar udara memiliki fasilitas yang disediakan untuk calon penumpang agar calon penumpang merasakan keamanan dan kenyamanan. Fasilitas yang sangat penting salah satunya yaitu Walk Through Metal Detector. Penelitian dengan judul “Optimalisasi Fasilitas Walk Through Metal Detector Terhadap Pelayanan Pengguna Jasa Bandar Udara Di Security Check Point 2 Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali”, memiliki rumusan masalah sejauh mana tidak optimalnya fasilitas Walk Through Metal Detector pada Security Check Point 2 (SCP 2) yang menyebabkan antrian penumpang dan penurunan Level Of Service (LOS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengoptimalan fasilitas Walk Through Metal Detector terhadap pelayanan pengguna jasa bandar udara. Penelitian ini menggunakan metode observasi, penyebaran kuesioner dan studi kepustakaan. Adapun sumber data jumlah penumpang berdasarkan data dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, serta lalu lintas statistik Angkasa Pura I. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pemanfaatan fasilitas- fasilitas untuk Walk Through Metal Detector di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai titik pemeriksaan penumpang kurang optimal yang mengakibatkan antrian penumpang di saat jam-jam sibuk. Antrian penumpang tersebut dapat mengurangi poin penilaian Level Of Service yang dilakukan setidaknya 1 tahun sekali.
STANDARDISASI PEMASANGAN LABEL SECURITY CHECK GUNA MENINGKATKAN KEAMANAN BARANG KIRIMAN DI TERMINAL KARGO BANDAR UDARA INTERNATIONAL Muhammad Haris
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dalam tugas akhir ini membahas masalah pemasangan label security check pada barang kiriman di area gudang Terminal Kargo Bandar Udara Iternasional Juanda Surabaya, dimana masih banyak ditemukan barang kiriman yang label security checknya tidak sesuai dengan regulasi, hal ini sangat berpotensi besar menimbulkan hazard. Referensi utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah PM 53 Tahun 2017 tentang Pengamanan Pengamanan Kargo Dan Pos Serta Rantai Pasok (Supply Chain) Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data.Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa menegur petugas yang menjalankan tugas tidak sesuai dengan peraturan dan memeriksa semua transporter yang berada di terminal kargo sebagai solusi jangka pendek, dan sebagai solusi jangka panjang adalah memberikan pelatihan safety awareness dan mengadakan inspeksi ke Regulated Agent, agar tidak menjadi hazard sehingga dapat meningkatkan keselamatan penerbangan.
PENGARUH KENAIKAN HARGA TIKET PESAWAT TERHADAP JUMLAH PENUMPANG DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN SEPINGGAN BALIKPAPAN Muhammad Nur Amin Jabir; Ahmad Musadek; Bambang Bagus Harianto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh pengamatan penulis mengenai kenaikan harga tiket pesawat pada akhir tahun 2018 hingga saat ini, perubahan harga tiket pesawat udara ini menyebabkan tingkat perkembangan pengguna jasa penerbangan berfluktuasi. Rumusan masalah penelitian ini yaitu apakah kenaikan harga jual tiket pesawat berdampak signifikan terhadap minat pengguna jasa penerbangan. Metode pengolahan data pada penelitian ini menggunakan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) dan kuesioner untuk meniliti respon konsumen terhadap naiknya harga tiket pesawat terbang. Dan pengumpulan data didapatkan dengan metode observasi langsung di lapangan, wawancara, dan studi kepustakaan. Dari hasil survei yang diolah dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) disimpulkan hubungan antara harga tiket dengan jumlah penumpang sangat berpengaruh, dengan hasil p-value 0,22 yang artinya sangat signifkan. Yang menyebabkan 66% pengguna jasa penerbangan memilih untuk berganti moda transportasi sampai membatalkan penerbangannya.
PENGARUH KINERJA OPERASIONAL TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN MASKAPAI LION AIR DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Muhammad Rizal Muzakki
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kebutuhan manusia semakin beragam dan bervariasi. Salah satu kebutuhan manusia moderen pada saat ini adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam jangka waktu yang cepat. Dengan meningkatnya jumlah permintaan jasa angkutan udara, banyak perusahaan-perusahaan penerbangan bersaing untuk meningkatkan mutu dan citra perusahaannya. Untuk itu perusahaan penerbangan harus meningkatkan kinerja operasional hingga sesuai dengan apa yang di inginkan pelanggan, karena tingkat kinerja operasional yang diberikan oleh perusahaan penerbangan akan mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan. Objek penelitian ini yaitu penumpang lion air di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya dengan mengambil sampel 100 penumpang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner, studi kepustakaan dan instrumen penelitian. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner dan studi kepustakaan. Hasil akhir yang akan di capai dari penelitian ini adalah kinerja operasional mempengaruhi kepuasan pelanggan selain itu kepuasan pelanggan dipengaruhi juga oleh keterlambatan penerbangan / flight delay dan pembatalan penerbangan / cancelation of flight. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh kinerja operasional terhadap kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional Lion Air mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan sebesar 57,6%. Sementara itu 42,4% tingkat kepuasan pelanggan Lion Air dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.