cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
PENGEMBANGAN UJIAN RATING BAGI PERSONEL AERONAUTICAL COMMUNICATION DI PERUM LPPNPI CABANG BALIKPAPAN Didi Hariyanto; Paramita Dwi Nastiti; Refo Adhe Setiawan
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perum LPPNPI Cabang Balikpapan merupakan salah satu bandara yang memberikan pelayanan navigasi udara di Kalimantan Timur. Personel aeronautical communication dituntut untuk melakukan ujian rating setiap 1 tahun sekali agar lisensi tetap aktif atau berlaku. Berdasarkan pada dokumen PM 1 Tahun 2014 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 69 (Civil Aviation Safety Regulation Part 69) tentang Lisensi, Rating, Pelatihan dan Kecakapan Personel Navigasi Penerbangan bahwa personel aeronautical communication wajib mengikuti ujian rating untuk menguji lisensi. Maka dari itu dibutuhkan ujian rating berbasis web agar lebih efektif bagi peserta maupun checker. Penerapan ujian rating berbasis web pada aplikasi tersebut termuat Pendaftaran ujian rating, Penyerahan berkas secara online, refreshing materi, pengerjaan soal berupa pilihan ganda dan esay yang didalamnya termuat gambar maupun video, koreksi otomatis untuk pilihan ganda. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian Research and Development (R&D). Hasil dari penelitian adalah pelaksanaan ujian rating berbasis web sudah dilaksanakan dan mendapat respon yang positif dari setiap peserta ujian. Diharapkan kedepannya jajaran Manajemen di Perum LPPNPI Cabang Balikpapan dapat konsisten menerapkan ujian rating berbasis web.
KAJIAN LETTER OF OPERATIONAL COORDINATION AGREEMENT ANTARA KUPANG DENGAN MAKASSAR DALAM PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG KUPANG Rieyo Budi Prakoso
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan,disebutkan bahwa keselamatan penerbangan adalah suatu keadaan terpenuhinyapersyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandarudara, angkutan udara, navigasi penerbangan, serta fasilitas penunjang dan fasilitasumum lainnya. Salah satu fasilitas penerbangan yang diperlukan yaitu Direct Speech.Direct Speech merupakan alat komunikasi antar station yang berfungsi membantudalam berkoordinasi antara unit satu ke unit lainnya. Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah 9 orang personilAeronautical Communication Officer. Metode penelitian yang digunakan yaitumelakukan teknik pengumpulan data yang diambil dari hasil observasi, wawancara,dan dokumentsi, serta dengan menyebarkan kuisioner atau angket. Data yang telahdiolah kemudian dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Dari data-data yang diperoleh serta analisis permasalahan, dapat ditarikkesimpulan bahwa hipotesis awal adalah benar bahwa diperlukan kajian untuk LOCAKupang – Makassar dan pengadaan Direct Speech untuk meningkatkan efektivitaskoordinasi dengan Makassar. Pemecahan masalah yang dianggap paling tepatmenurut penulis adalah mengkaji ulang LOCA Kupang – Makassar untukmemudahkan dalam berkoordinasi ke Ujung ACC.
KAJIAN LOCA ANTARA MANADO FSS DENGAN UNIT MELONGUANE TERKAIT PENGIRIMAN BERITA ATS DI PERUM LPPNPI CABANG MANADO Rifaldy Ilham Bhagaskara
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelayanan informasi penerbangan dibutuhkan kerjasama yang baik antar tiap-tiap unit, tidak terkecuali Manado FSS dengan Unit Melonguane. Kedua stasiun ini saling berkaitan dalam hal koordinasi untuk menyampaikan segala informasi penerbangan yang dibutuhkan oleh masing- masing stasiun, baik yang terbang dari Manado-Melonguane maupun sebaliknya. Koordinasi tersebut telah diatur dalam Letter of Operational Coordination Aggrement (LOCA) yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak. Tetapi pada kenyataanya LOCA yang sudah ada belum sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan, sehingga penulis bertujuan untuk melakukan kajian ulang mengenai LOCA antara Manado FSS dengan Unit Melonguane agar pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dengan adanya amandemen LOCA diharapkan mampu untuk menyempurnakan aturan-aturan yang ada sehingga memperkuat landasan hukum serta membantu meningkatkan kelancaran pelayanan informasi penerbangan khususnya pada pengiriman berita ATS di Perum LPPNPI Cabang Manado. Objek penelitian berjumlah 9 personel terdiri dari 8 personel ACO Manado dan 1 personel Unit Melonguane. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis data kualitatif. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah sehingga mampu melindungi personel dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang Aeronautical Communication Officer.
OPTIMALISASI LETTER OF OPERATIONAL COORDINATION AGREEMENTANTARA AMBON FSS DAN BIAK FSS TERHADAP EFEKTIFITAS PELAYANAN NAVIGASI PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI AIRNAV INDONESIA CABANG AMBON Rifqi Al Mahsyar
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Sultan Hasanuddin merupakan bandar udara yang sangat sibuk dan juga menjadi gerbang dari bandar udara di bagian timur Indonesia. Pemberian pelayanan flight information service dilakukan oleh Unit FIC Perum LPPNPI MATSC. Komunikasi yang baik diperlukan antara pilot dan personel komunikasi penerbangan dimana personel komunikasi penerbangan harus memberikan informasi-informasi penting terkait penerbangan dan pemberian pelayanan flight information service lebih optimal. Penulis mendapati bahwa pemberian pelayanan flight information service di Unit FIC MATSC belum optimal karena masuknya gangguan-gangguan sinyal tambahan dari family frekuensi maupun yang lain-lain ke frekuensi Unit FIC yang mengganggu personel komunikasi penerbangan dalam pemberian pelayanan flight information service karena komunikasi antara personel komunikasi penerbangan dengan pilot tidak dapat berlangsung secara langsung, cepat dan bebas hambatan.
DAMPAK LEMAHNYA KEAMANAN AIRSIDE AERODROME TERHADAP PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI BANDAR UDARA TOREA FAKFAK Satria Meidika Pratama
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Torea Fakfak berdiri pada tahun 1970 yang awalnya bernama Penerbangan Sipil Torea Fakfak, memiliki panjang runway 800 meter lalu diperpanjang menjadi 1200 meter pada tahun 2003. Bandar Udara Torea Fakfak memiliki unit Aerodrome Flight Information Service yang bertugas melayani Pemanduan Lalu Lintas Udara dengan tujuan mencegah tabrakan antara pesawat dengan pesawat maupun halangan di area pergerakan dan menjaga keselamatan, keteraturan dan keefisienan lalu lintas udara. Namun pada aplikasinya unit Aerodrome Flight Information Service memiliki kesulitan dalam Pemanduan Lalu Lintas Udara, dikarenakan pengamanan wilayah pada airside aerodrome yang kurang optimal, yaitu tidak standarnya fisik pagar perimeter, tidak adanya portal dan pos keamanan , penggunaan runway tidak semestinya oleh warga yang tidak berkepentingan operasional, serta sering terdapat hewan liar yang menerobos masuk melalui pagar perimeter yang berlubang. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui dampak kurang maksimalnya keamanan pada airside aerodrome terhadap keselamatan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Torea Fakfak. Standar keamanan Internasional bandar udara merujuk pada ketentuan ICAO Annex 17 (security). Di Indonesia Keamanan dan Keselamatan Penerbangan di atur dalam Undang Undang Penerbangan No 1 Tahun 2009. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, menyebar kuesioner, wawancara dan studi kepustakaan sebagai alat pengumpulan data yang diolah menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keamanan pada airside aerodrome kurang maksimal. Sehingga pada kesempatan ini penulis memberikan saran atau alternatif pemecahan masalah, berharap agar hasil dari penelitian ini bisa bermanfaat guna meningkatkan keselamatan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Torea Fakfak
ANALISIS LETTER OF COORDINATION AGREEMENT (LOCA) ANTARA PONTIANAK FSS DENGAN ADJACENT UNIT KETAPANG, PUTUSIBAU, TEBELIAN, NANGA PINOH TERHADAP PENANGANAN TRAFFIC DI RUANG UDARA PONTIANAK FSS Zaki Musyaffa Hibatullah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak merupakan bandar udara yang memberikan pelayanan lalu lintas udara bagi pesawat domestik, internasional, maupun pesawat militer. Dengan adanya jumlah traffic yang ada, maka dalam hal pelaynan lalu lintas udara semakin dituntut untuk menjadi optimal sehingga dapat tercipta pelaynan lalu lintas udara dan pemberian pelayanan informasi yang tepat, aman, teratur, dan efisien. Pemberian pelayanan informasi penebangan yang mana dikatakan secara tertulis dalam Annex 11 pada ruang udara kelas G untuk penerbangan kategori VFR dan IFR walaupun tidak wajib, namun mengingat kondisi traffic pada ruang udara milik Bandara Udara Supadio ini, personel ACO mau tidak mau harus tetap memberikan pelayanan informasi penerbangan. Namun, pada kenyataanya terkadang pesawat tidak dapat melakukan komunikasi dua arah dengan Pontianak INFO sehingga komunikasi diambil alih oleh Pontinak APP/Pontianak Radar walaupun pesawat sedang dalam wilayah udara milik Pontianak FSS. Hal ini tentunya tidak sejalan dengan apa yg terltulis di LOCA. Guna mewujudkan hal-hal yang tidak diinginkan, pentingnya pembaharuan LOCA yang saat ini ada demi kejelasan pelimpahan tanggung jawab dari suatu traffic yang tidak dapat melakukan komunikasi dua arah dengan Pontianak INFO. Dari hasil penelitian yang telah penulis dapatkan, bahwa pemberian pelayanan informasi penerbangan sangat penting walaupun dalam ruang udara kelas G itu sendiri. Pengoptimalan performa dari sarana fasilitas komunikasi juga diperlukan untuk mendukung pemberian pelayanan informasi yang tepat dan baik.
PERENCANAAN TEBAL LAPIS PERKERASAN PERPANJANGAN RUNWAY PADA THRESHOLD 01 DI BANDAR UDARA KELAS I KALIMARAU ACHMAD ADE ZAELANI
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Kelas I Kalimarau yang berlokasi di Tanjung Redeb Berau memiliki dimensi runway 2250 m x 45 m dengan menggunakan perkerasan lentur. Bandar Udara Kalimarau dikelola oleh Direktorat Jendral Berhubungan Udara, memiliki titik koordinat 02o 09’00’’ N dan 117 o 26’ 00’’ E. Untuk saat ini pesawat terbesar yang beroperasi adalah Boeing 737-500 yang mempunyai ARFL 1830. Pesawat yang beroperasi di Bandar Udara Kalimarau adalah Boeing 737-500 (sriwijaya), ATR 72 – 500 (wing, express), Bombardier CRJ 1000 NextGen (Garuda), Airbus 320 (Batik), Boeing 737 – 800 (sriwijaya) (sumber: UPBU Kalimarau). Oleh karena itu tugas akhir ini disusun guna menyampaikan bagaimana merencanakan panjang landas pacu dan tebal perkerasannya dengan mengacu pada Master plan. Metode tebal perkerasan yang digunakan yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan dengan perhitungan manual (grafik) dan software FAARFIELD, sedangkan untuk menghitung PCN menggunakan software COMFAA. Dari hasil perencanaan ini diketahui panjang landas pacu sesuai pada master plan dengan panjang 3.500 m dan untuk tebal total perkerasan adalah 30 inch. Ini termasuk lapisan permukaan (surface) 4 inch, stabilisasi aspal (ATB) 5 inch, lapis pondasi atas (Base Course) 6 inch, dan lapis pondasi bawah (Subbase) 15 inch. Sedangkan untuk kemiringan melintang pada landas pacu sebesar 1,5 % dan kemiringan memanjang sebesar 1 % dengan biaya pelaksanaan yang diperoleh dari perhitungan RAB untuk pekerjaan perpanjangan landas pacu sebesar Rp. 27.578.192.000,00. ,-
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PERPANJANGAN LANDAS PACU ARAH THRESHOLD 13 DIBANDAR UDARA DEWADARU KARIMUNJAWA FAUZAN DIRHAM
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa merupakan salah satu dari Bandar Udara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan , terletak pada titik koordinat 05o 48´11,58” LS (S) / 110o 28’ 52,96” BT (E) Elevasi : + 7,00 m di atas permukaan laut rata-rata (MSL) / + 22,97 ft. terletak di Kemojan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dan memiliki fungsi dalam memberikan penyediaan jasa pelayanan transportasi udara. Oleh karena itu diharuskan pada penyedia jasa memberikan pelayanan yang prima untuk kelancaran operasi penerbangan. Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa memiliki landas pacu berdimensi 1.400 x 35 m yang mampu mengakomodir pesawat sekelas ATR 72 600 dengan pembatasan MTOW. Dengan kondisi bandar udara tersebut akan direncanakan untuk mengakomodir pesawat ATR 72 600 dengan MTOW maksimal dan memiliki ARFL sebesar 1290 m, maka dari itu perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana khususnya pada landas pacu yang merupakan sebuah wilayah persegi panjang yang digunakan untuk pendaratan (landing) dan lepas landas (take off) pesawat. Oleh karena itu tugas akhir ini disusun guna menyampaikan bagaimana merencanakan panjang landas pacu dan tebal perkerasan. Metode tebal perkerasan yang digunakan yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan dengan perhitungan Manual (AC 150-5320 6D) dan software FAARFIELD (AC 150-5320 6F), sedangkan untuk menghitung PCN menggunakan software COMFAA (AC 150-5335-5C). Dari hasil perencanaan ini diketahui panjang landas pacu dengan panjang 3.500 m dan untuk tebal total perkerasan adalah 15 inch. Ini termasuk lapisan permukaan (surface) 4 inch, lapis pondasi atas (Base Course) 6 inch, dan lapis pondasi bawah (Subbase) 5 inch. Sedangkan untuk kemiringan melintang pada landas pacu sebesar 1,5 % dan kemiringan memanjang sebesar 1 % dengan biaya pelaksanaan yang diperoleh dari perhitungan RAB untuk pekerjaan perpanjangan landas pacu sebesar Rp. 4.582.145.000.-
PERENCANAAN TURN PAD 01 DENGAN FLEXIBLE PAVEMENT DI BANDAR UDARA KALIMARAU Agung Dwi Laksono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Kalimarau Berau – Kalimantan Timur merupakan Bandar Udara Dibawah naungan Unit Penyelenggara Bandar Udara yang berada didekat Pusat kota,terletak pada Koordinat ARP Latitude 02 09’00’’ N Longitude 117 26’ 00’’ E dengan dimensi runway 2250 m x 45 m, Kode Referensi Bandar Udara WAQT dan memiliki fungsi dalam memberikan penyediaan jasa pelayanan transportasi udara. Oleh karena itu diharuskan pada penyedia jasa memberikan pelayanan yang prima untuk kelancaran operasi penerbangan, mampu mengakomodir pesawat Boeing 737-800. Namun ada satu hal yang disayangkan dari runway Bandar Udara Kalimarau ini,dikarenakan seiring cukup banyaknya pesawat yang beroperasi kerap terjadi hal yang tidak diingiinkan sehingga sering dilakukan perbaikan bahkan sampai menunda jadwal penerbangan yang ada,hal ini adalah one wheel lock yang mana pesawat memutar dengan mengunci satu bannya terhadap runway. Hal ini sendiri terjadi karena belum adanya turn pad di runway Bandar Udara Kalimarau Berau,maka itu tujuan ditulis dari Tugas Akhir ini adalah untuk merencanakan turn pad di area 01 dengan perkerasan lentur , Metode tebal perkerasan yang digunakan yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan dengan perhitungan manual (grafik) dan software FAARFIELD, sedangkan untuk menghitung PCN menggunakan software COMFAA.
PERENCANAAN KONSTRUKSI RIGID PAVEMENT PADA APRON DI BANDAR UDARA DEWADARU KARIMUNJAWA Faiz Ardysyahputra; Supriadi Supriadi; Fahrur Rozi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Dewadaru (IATA: KWB, ICAO: WAHU) terletak di Kepulauan Karimunjawa, tepatnya di Pulau Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pulau Kemujan adalah salah satu pulau dari 27 pulau yang berada di gugusan kepulauan Karimunjawa. Pulau ini bisa dikatakan telah menyatu dengan Pulau Karimunjawa dan hanya dipisahkan oleh sungai kecil saja. Jarak Bandar Udara Dewadaru dari pusat kota sekitar 22. Apron sebagai unsur yang paling penting untuk tempat pemarkiran pesawat. Kondisi apron di Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa sangat rusak banyak butiran-butiran pada lapisan yang keluar. Kerusakan yang terjadi di apron ini adalah pelapukan dan butiran lepas (weathering and raveling) dari agregat serta material yang ada di apron. Kerusakan ini terjadi merata hingga seluruh apron, dan jika dihitung dengan tingkat kerusakan, apron ini tergolong dalam tingkat kerusakan yang berat. Dari hasil survey dan observasi telah dilakukan untuk perencanaan pergantian lapisan perkerasan pada apron yang semula flexible akan dirubah menjadi rigid. Oleh karena itu tugas akhir ini disusun guna menyampaikan bagaimana merencanakan tebal perkerasan apron yang standar dengan mengacu pada Federal Aviation Administration (FAA). Dan sesuai dari Rencana Induk Bandar Udara maka pengembangan dimensi apron yang direncanakan adalah 60 m x 50 m, dengan sebelumnya luas apron eksisting pada master plan lama yaitu 90 m x 50, jadi terdapat pelebaran sekitar 60 m. Untuk hasil struktur perkerasan menggunakan software FAARFIELD yang terdiri dari tebal slab beton 18 cm dan tebal base 16 cm untuk subgrade dengan CBR 11,17 %. Berdasarkan perhitungan RAB, maka anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi rigid pada apron dengan luas 7.500 m2 yaitu Rp 8.282.356.000,00.