Articles
923 Documents
PENGARUH PERUBAHAN E-GAP TERHADAP OUTPUT TEGANGAN MAGNETO
Fajari Najibah Fairuz
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah menunjukan perubahan yang sangat besar pada piston engine, khususnya pada sistem pengapiannya. Berbagai inovasi terbaru masih terus dilakukan untuk mengembangkan sistem pengapian pada piston engine. Contohnya perubahan E-gap, E-gap atau efficiency gap merupakan jumlah putaran derajat antara posisi dimana contact points terbuka. Ketika contact point terbuka, primary circuit akan rusak. Ini akan mengganggu aliran primary current dan menyebabkan perubahan yang cepat dalam hubungan fluks.Terkait hal ini perlu dilakukan suatu pengujian dengan memodifikasi magneto e-gap dengan standar 0.012 inch dan variasi 0.009, 0.011 inch dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penyetelan magneto e-gap terhadap output tegangan magneto. Kesimpulan pada penelitian ini adalah magneto slick pada engine Lycoming type O-320 yang memiliki 4 silinder mempunyai sudut dwell 54±2° dengan sudut pengapian 90°. Semakin kecil celah platina maka semakin kecil tegangan yang dihasilkan. Semakin besar celah platina dan RPM maka semakin besar percikan yang dihasilkan.
PROTOTIPE MONITORING KETINGGIAN AIR DAN SISTEM KONTROL POMPA SECARA OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS
Faselia Rahmawati
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masih banyaknya penggunaan mesin pompa air secara manual dan sering mengakibatkan meluapnya air ketika tangki sudah berisi penuh akibat kurangnya pengontrolan pada saat pengisian, maka penulis membuat sistem kontrol pompa dan monitoring ketinggian air secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk memonitoring ketinggian air dan juga sistem kontrol pompa secara otomatis menggunakan sensor ultrasonik yang akan mendeteksi ketinggian air. Penelitian ini menggunakan internet of things karena dapat memudahkan dalam melakukan pengontrolan melalui jarak jauh jadi tidak perlu untuk datang ke lokasi telebih dahulu. Dalam penelitian ini juga menggunakan wemos D1 mini dan juga Arduino yang akan dihubungkan dengan aplikasi yang ada di android agar perancangan ini dapat digunakan sesuai keinginan. Alat ini juga menggunakan sensor ultrasonik yang akan mendeteksi ketinggian air pada tangki sehingga pada pengisian air tidak sampai melebihi batas maksimal. Batas maksimal untuk alat ini yaitu 80%, dikarenakan apabila terisi 100% maka akan mengakibatkan sensor ultrasonik terendam dan sensor tersebut akan mengalami kerusakan serta tidak berfungsi dengan normal. Dari hasil penelitian ini, pada saat air mencapai 22% ketinggian air sekitar 3 cm, ketika 40% ketinggian mencapai 5cm, dan pada saat mencapai batas maksimal 80% mencapai ketinggian sekitar 10,5cm dan pada saat itu juga pompa akan berhenti secara otomatis.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN TRIANGULAR DAN TRAPEZOIDAL VORTEX GENERATOR TERHADAP ALIRAN UDARA PADA TAIL BOOM HELIKOPTER BO 105
Ivan Guntara Aji Saputra
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tail boom adalah salah satu bagian struktur belakang helikopter yang berbentuk silinder. Tail boom menerima pengaruh aliran udara dari hasil putaran rotor blade untuk menghasilkan gaya angkat (lift). Dengan bagian tail boom yang berbentuk silinder, dapat menyebabkan terjadinya titik separasi pada aliran udara yang melewati bagian tail boom tersebut. Sehingga diberikan pengembangan sedemikian rupa agar tail boom tidak menghambat performa aerodinamik dalam menghasilkan gaya angkat (lift). Dalam penelitian ini, analisa karakteristik aerodinamika dilakukan dengan mengkaji pendistribusian aliran udara di sepanjang bagian tail boom helikopter untuk mengetahui distribusi aliran dan gaya yang terjadi di sekitar tail boom helikopter. Analisis dilakukan dengan cara simulasi aliran udara yang mengalir pada tail boom BO 105 menggunakan software ANSYS. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik penggunaan vortex generator dengan membandingkan beberapa variasi bentuk vortex generator pada tail boom BO 105. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis simulasi pada benda uji tail boom BO 105 yang diberi variasi bentuk vortex generator yang berbeda yaitu triangular vortex generator dan trapezoidal vortex generator dengan panjang 10 mm, tinggi 5 mm, tebal 1 mm, pemasangan counter rotating sudut 15°, jarak sepasang vortex generator 45 mm, jarak antar sepasang vortex generator 100 mm dan dipasang pada sisi tail boom pada sudut 30° dari garis tegak silinder tail boom. Instrumen penelitian berupa data visualisasi aliran udara pada penampang tail boom yang berupa kontur tekanan dan garis kecepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tail boom BO 105 dengan menggunakan trapezoidal vortex generator memiliki hasil visualisasi kontur tekanan yang lebih rendah pada permukaan tail boom dibandingkan dengan objek lainnya, juga memiliki velocity streamline yang lebih baik pada aliran dan sebarannya. Sehingga pada penelitian ini menghasilkan tail boom dengan penggunaan trapezoidal vortex generator yang paling efisien dan efektif untuk digunakan.
INSTRUMENT DISTANCE MEASURING EQUIPMENT (DME) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA BERBASIS WEBSITE APPLICATION
Izzul Endro
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
DME (Distance Measuring Equipment) sebuah pemandu dalam navigasi udara dengan fungsi memberi informasi jarak kepada pesawat terhadap ground station dan pilot akan mengetahui jarak yang ditempuh ke tempat yang diinginkan. Metode yang digunakan adalah pengembangan 4D yang bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis E-Learning. Pengembangan 4-D yang terdiri atas 4 tahap utama yaitu: Pendefinisian (Define), Perancangan (Design), Pengembangan (Develop) dan Penyebaran (Disseminate). Hasil dari pembuatan media pembelajaran berbasis website application ini bertujuan sebagai bahan ajar yang dapat digunakan untuk menjelaskan materi DME dalam mata kuliah Aircraft Airbone Navigation agar dapat memudahkan proses belajar pada saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) terutama dalam materi DME.
RANCANG BANGUN CONTROL RODS SISTEM MEKANIS KONTROL
Fina Ainur Rokhma
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hanggar Politeknik Penerbangan Surabaya memiliki berbagai macam jenis aircraft traineer sebagai penunjang pembelajaran (Psychomotor Domain). Tetapi masih terdapat aircraft trainer yang terkendala pada system flight controlnya yaitu pada aircraft trainer MBB BO105. Dimana flight contol aircraft trainer tersebut alat yang saat ini terpasang belum efektif tidak mampu menahan beban system saat digunakan, karena menggunakan bahan komponen seadanya sehingga pembelajaran kurang optimal. Solusi yang di berikan yaitu memperbaiki alat yang ada dengan menerapkan teori Aircraft Maintenance and Repair. Teori yang diterapkan untuk pembuatan 6 control rods yaitu Marking out, cutting, welding dan sebagainya. Control rods merupakan komponen pesawat yang digunakan untuk menghubungkan control lever yang ada di cockpit dengan surface control yang ada di main rotor/tail rotor. Bahan yang digunakan untuk pembuatan control rods yaitu berupa pipa baja HRC (Hot Rolled Coil) dengan penambahan end joint, karena hanya digunakan sebagai media pembelajaran saja. Harapannya dengan adanya control rods ini dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran di Politeknik Penerbangan Surabaya. Kata Kunci: control rods, collective, cyclic, baja
RANCANG BANGUN CONTROL RODS SISTEM MEKANIS KONTROL COLLECTIVE DAN CYCLIC PADA AIRCRAFT TRAINER MBB BO105 UNTUK PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA
Tony Adyanto;
Fina Rokhma;
Bayu Cahyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hanggar Politeknik Penerbangan Surabaya memiliki berbagai macam jenis aircraft traineer sebagai penunjang pembelajaran (Psychomotor Domain). Tetapi masih terdapat aircraft trainer yang terkendala pada system flight controlnya yaitu pada aircraft trainer MBB BO105. Dimana flight contol aircraft trainer tersebut alat yang saat ini terpasang belum efektif tidak mampu menahan beban system saat digunakan, karena menggunakan bahan komponen seadanya sehingga pembelajaran kurang optimal. Solusi yang di berikan yaitu memperbaiki alat yang ada dengan menerapkan teori Aircraft Maintenance and Repair. Teori yang diterapkan untuk pembuatan 6 control rods yaitu Marking out, cutting, welding dan sebagainya. Control rods merupakan komponen pesawat yang digunakan untuk menghubungkan control lever yang ada di cockpit dengan surface control yang ada di main rotor/tail rotor. Bahan yang digunakan untuk pembuatan control rods yaitu berupa pipa baja HRC (Hot Rolled Coil) dengan penambahan end joint, karena hanya digunakan sebagai media pembelajaran saja. Harapannya dengan adanya control rods ini dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran di Politeknik Penerbangan Surabaya. Kata Kunci: control rods, collective, cyclic, baja
RANCANGAN SIMULATOR FLIGHT CONTROL SYSTEM MENGGUNAKAN SENSOR MPU 6050 BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO
Fariz Nur Septyanto;
Ade Irfansyah;
Rifdian Indrianto Sudjoko
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Flight Control System adalah suatu sistem pada pesawat terbang yang berfungsi sebagai pengontrol efek gaya (force) terhadap pesawat terbang, arah (direction) terbang dan sikap (attitude) pesawat terbang. Penelitian ini menggunakan menggunakan beberapa metode yaitu pengumpulan data, identifikasi masalah. Alat peraga ini menggunakan material sterofoam, akrilik, kawat Hasil dari pengujian yang dilakukan adalah pemahaman terhadap cara kerja primary flight control pada pesawat terbang akan lebih mudah dikarenakan bisa memberikan pemahaman secara visual bagaimana efek dari gerakan joystick yang berfungsi sebagai steering terhadap flight control sesuai dengan program yang sudah diberikan ke microcontroller. Kata Kunci: Flight control system, microcontroller, Simulator.
ALAT PERAGA RUN UP ENGINE TRAINER STAND PT6A PORTABLE BERBASIS MIKROKONTROLER ADRUINO UNO SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN
Helmi Akbar Setyawan;
Totok Warsito;
Suyatmo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rancangan ini bertujuan untuk membantu mempermudah pemahaman tentang tata cara praktik dan prosedur run up dengan metode yang lebih mudah dan efisien. Metode penelitian rancangan alat peraga ini menggunakan komponen mikrokontroler arduino uno dengan display LCD dan motor simulasi engine. Simulasi run up dapat digunakan untuk memberikan pemahaman pada Taruna yang tidak mendapatkan materi run up secara langsung dan perencanaan alat dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menggambarkan prinsip dasar run up engine trainer stand. Kata Kunci: Arduino, run-up, engine trainer, mikrokontroler.
RANCANGAN PROTOTYPE VISUAL DOCKING GUIDANCE SYSTEM (VDGS) BERBASIS ARDUINO UNO DAN RF LORA SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN
Alfian Dwi Priambodo;
Yuyun Suprapto;
Aulia Regia
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Visual Docking Guidance System adalah sebuah teknologi yang dikembangkan untuk memandu pesawat melakukan pergerakan menuju parkir pesawat. AMTO 147 Politeknik Penerbangan Surabaya terdapat berbagai fasilitas penunjang pendidikan yang mendukung ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari tugas akhir ini untuk mempermudah taruna dan dosen dalam melakukan pembelajaran teori tentang aircraft parking and towing. Terutama untuk mengetahui sistem parkir pesawat yang semakin canggih. Alat peraga Visual Docking Guidance System ini diharapkan mampu sebagai media pembelajaran sehingga penjelasan tentang teori tersebut dapat dipahami dengan lebih mudah. Sistem dari alat peraga ini menggunakan Arduino sebagai controller utama alat yang didukung oleh komponen lain seperti sensor garis, lampu LED, RF Transceiver, dan LCD yang dapat menampilkan posisi dari pesawat. Hasil pengujian dari alat ini dilakukan saat posisi pesawat tidak searah dengan garis lintasan, maka display pada panel p10 akan memberi perintah kepada pesawat mengenai arah yang seharusnya dituju. Sensor garis akan mendeteksi ketika terjadi perbedaan warna selanjutnya data diproses oleh Arduino dan mengirimkan data ke LED dan rf untuk ditampilkan pada display p10. Kata kunci: Visual Docking Guidance System, Arduino, RF Transceiver.
PENGARUH HEAT TREATMENT PADA ALLUMUNIUM ALLOY 7075 DENGAN MEDIA QUENCHING TERHADAP UJI IMPACT DAN UJI VICKER
Muhammad Efrian Shobari;
Bambang Junipitoyo;
Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aluminium merupakan salah satu material rekayasa yang banyak digunakan untuk kepentingan konstruksi karena sifatnya yang ringan dan kuat. Kedua sifat tersebut merupakan syarat utama suatu material dapat dijadikan bahan dasar struktur pesawat terbang. Paduan aluminium tersebut membutuhkan serangkaian proses untuk meningkatkan kekuatan material sebelum dipergunakan sebagai bahan struktur pesawat terbang. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kekuatan suatu paduan logam, yaitu melalui proses perlakuan panas (heat treatment). Benda uji diberi perlakuan panas dengan suhu 150˚C, 200˚C & 250˚C dan waktu tahan 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Kemudian dilakukan proses quenching dengan media oli. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan sifat fisis benda uji sebelum di beri perlakuan aging dan sesudah diberi perlakuan aging. Pengujian ini menggunakan pengujian vicker, pengujian impact dan foto struktur mikro. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa heat treatment dan quenching pada allumunium alloy 7075, diperoleh hasil kekerasan vicker tertinggi pada suhu 200 ˚C dalam waktu 120 menit dengan nilai 62,5 sedangkan nilai energi dan ketangguhan impact tertinggi yaitu pada suhu 150 dengan waktu 60 menit yaitu 5570 joule