cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA AIR DI PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU Apriyanti, Rehulina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the tourist area on the island tidung is a step to be able to improve tourist facilities existing in Tidung Island. Tidung island as a mainstay in the tourist area of the Thousand Islands is currently a resident of Jakarta tourist destination. With the increasing number of tourists to the island Tidung it is necessary to the development of the region in accordance with the existing potential in Tidung itself. Development of water in the tourist area Tidung a solution to be able to reorganize the region Tidung which has the natural beauty of the beauty of the sea and its contents. Key Words: Seribu archipelago, Development, Tidung Island, Water tourism 
TEORI STRUKTUR KOTA DAN APLIKASINYA PADA KOTA BOGOR Osly, Prima Jiwa; Dewi, Meydian Sartika
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bogor saat ini telah menjadi salah satu daerah penyangga yang sangat berpengaruhbagi kelangsungan hidup Kota Jakarta. Perkembangan daerah ini sangat dipengaruhioleh perkembangan daerah permukiman yang sangat pesat apabila dibandingkandengan daerah penyangga lainnya seperti Tangerang, Bekasi dan Depok. Penelitianini menggunakan teknologi SIG (Sistem Informasi Geografis), software ArcViewversi 3.3, metode tumpang tindih langsung (overlay intersept), centroid dan proximityterhadap peta-peta tematik yang dibuat. Penggunaan lahan untuk permukiman menghabiskan70% penggunaan lahan kota. Ruang KPB (Kawasan Pusat Bisnis) yang menjadiinti pertumbuhan daerah semakin hari semakin terjepit oleh ruang permukiman.Centroid KPB Kota Bogor yang terletak pada pusat Kota Bogor hanya bisa berkembangmengikuti pola jaringan transportasi yang ada saat ini, maka penelitian ini bertujuanuntuk melihat struktur keruangan Kota Bogor, khususnya sebaran Kawasan Pusat Bisnis.Sesuai dengan keberadaannya maka struktur ruang Kota Bogor mengikuti teori sektor.Sedangkan untuk pola perekonomian kota mengikuti pola pita. Hal ini menunjukkan bahwauntuk menghindari kesemrawutan struktur dan pola ruang kota maka perlu pengaturanpola ruang permukiman sehingga KPB dapat berkembang dengan baik.AbstractBogor has become one of the buffer areas, which significantly affects the living ofJakarta. Therefore the development of Bogor’s buffer zone is greatly influenced by thefast expansion of community resettlement area there comparison with other buffer areassuch as Tangerang, Bekasi and Depok. The dat obtained were analyzed using what is socalledGIS (geographical information system) technology assisted by ArcView software ofversion 3.3, and implementing overlay-intercept, centroid and proximity on thematicmaps as neatly formed. In Bogor, the land-use activities for community resettlement havesacrificed 70 % of town area. Nowadays, central business district (CBD) being the coreof area development has become even squeezed by the eaxpansion of communityresettlement. The CBD in Bogor which is located in its centre town can only be developedconforming to the currently available-transportation network there. In accordance withits city structure, the town space in Bogor will follow the theory sector. Meanwhile, itseconomy characteristics will abide by the so-called ribbon pattern. This indicates that toavoid the disorder in town structure and its space pattern, the appropriate arrangementsof resettlement-space pattern are needed so that the CBD will develop smoothly.Keywords : central business distric, centroid, city structure theory, ribbon pattern,resettlement.
EKIVALENSI KEBISINGAN KENDARAAN PADA LALU LINTAS DI KOTA DENPASAR, BALI Winaya, Putu Preantjaya
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan Arus lalu lintas kendaraan bermotor di jalan Kota Denpasar semakinmeningkat, menimbulkan kebisingan yang meningkat. Di Negara Amerika dan Eropatelah dikembangkan model untuk analisis kebisingan lalu lintas. Namun karakteristik lalulintas antara negara-negara barat (Amerika dan Eropa) dan Negara-negara Asiamempunyai model yang berbeda akibat komposisi lalu lintas yang berbeda dimana diNegara-negara Asia khususnya Indonesia, lalu-lintas kendaraan bermotor didominasioleh sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model matematis yangmenyatakan hubungan antara kebisingan dengan volume kendaraan. Dari modelmatematis tersebut ditentukan nilai ekivalensi kebisingan antar jenis kendaraan. Nilaiekivalensi kebisingan kendaraan dipakai untuk membandingkan kebisingan antar jeniskendaraan. Analisis menggunakan Metode Regresi Linier Berganda pada program SPSS13.0 for Windows. Data yang dihasilkan dari proses analisis meliputi: Nilai Korelasi(hubungan) antara peubah bebas dengan peubah tidak bebas, Tingkat Keberartian(signifikansi) dari masing-masing koefisien regresi, Model Tingkat Kebisingan, UjiKenormalan Data dan Koefisien Determinasi. Model kebisingan lalu lintas pada jalankolektor dan jalan lokal, dapat digunakan untuk memprediksi kebisingan kendaraan padaruas jalan kolektor dan jalan lokal dengan komposisi kendaraan dengan kondisilalulintas yang sama dengan Jalan kolektor atau jalan lokal di Kota Denpasar, dengankecepatan rata-rata kendaraan 40 Km/jam untuk jalan kolektor dan 20 km/jam untukjalan lokal. Nilai ekivalensi pada jalan kolektor atau jalan lokal dapat digunakan untukmembandingkan kebisingan antar jenis kendaraan pada jalan kolektor atau jalan lokal.AbstractThe current growth in motor vehicle traffic on the road increased Denpasar City, causingincreased noise. In the United States and Europe have developed a model for the analysisof traffic noise. However, traffic characteristics between the western countries (Americaand Europe) and Asian countries have different models due to the composition of thedifferent traffic in which the Asian countries particularly Indonesia, the traffic isdominated by motorcycles. This study aims to analyze the mathematical model that statesthe relationship between the noise with the volume of vehicles. From the mathematicalmodel is determined the value of equivalence between the type of vehicle noise.Equivalence value of the noise of vehicles used to compare between the type of vehiclenoise. Analysis using Multiple Linear Regression Method in SPSS 13.0 for Windows.Data derived from the analysis process include: Value correlation (relationship) betweenthe independent variable with the dependent variable, Significance level of eachregression coefficient, Model Noise Level, Test Data normality and CoefficientDetermination. Model of traffic noise on collector roads and local streets, can be used topredict the noise of vehicles on the collector roads and local streets with the compositionof the vehicle with the same traffic conditions with a collector roads or local street inDenpasar City, with an average speed of vehicles 40 km/hour for the collector road and20 Km/hour for local streets.Keywords: noise, motor vehicles, motor vehicle noise equivalence
PENGEMBANGAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS KARAKTERISTIK LOKAL STUDI KASUS : KECAMATAN BANYUMANIK-SEMARANG Hermawan, Ferry; Santjojo, Hari
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola pengembangan angkutan umum berbasiskaraktersitik lokal. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah kuantitatif denganmodel spasial Sistem Informasi Geografi berupa simulasi trayek dan isoprice sebagaigambaran sistem pelayanan angkutan umum. Hasil dari studi adalah: penggunaan angkutanumum di daerah studi hanya sekitar 33% saja, pola pelayanan angkutan umum dapatdigambarkan dari isoprice biaya transport menuju ke CBD. Daerah dengan kepadatanpermukiman yang tinggi pola pelayanannya lebih efektif dibandingkan yang kurangpadat Diharapkan di masa mendatang pemecahan persoalan angkutan umum lebih memperhatikankarakteristik lokal seperti biaya transportasi, dan kondisi wilayah sepertijaringan jalan dan feedernya.AbstractThe aim of this study is to analyze the public transportation development patterns basedon the local characteristics. The methology of this study is quantitative method employingspatial mode Geographic Information System by traject simulation and isoprice as the visualof public transportation service. The results of this study are: the use of public transportationin this study area is only about 33%. Public transportation service could be visualizedfrom isoprice of cost transportation to CBD. The region with more populationresidence has effective supply compared with less population of it. It’s hoped that thetransportation problems could be solved by concerning local characteristics such as costtransportation and region condition as street network and their feeder.
MEMPREDIKSI KUAT LENTUR BERDASARKAN KUAT TEKAN BETON NORMAL Handayani, Tri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2699

Abstract

Kekuatan beton diketahui dari  kuat tekan (f’c)  dan kuat lentur (fs) yang dimiliki. Tujuan dari penelitian ini  memprediksi  kuat lentur  beton normal  pada umur 7 hari dan 21 hari. Metode penelitian ini adalah melakukan penelitian di laboratorium dan perencanaan campuran menggunakan metode ACI.   Benda uji yang dibuat benda uji kubus  K- 200, K- 300 dan  K-350 dan  benda uji  beton silinder dengan mutu beton f’c = 16,6 Mpa,  f’c = 25 Mpa dan  f’c = 30 Mpa. Nilai prediksi antara kuat tekan dan kuat lentur beton  normal pada umur 7 hari  yaitu  1 dan  pada umur 21  hari  0,91. Nilai prediksi diperoleh dengan metode  interpolasi. Hasil prediksi kuat lentur pada beton K-200 umur 7 hari  diperoleh kuat lentur  fs = 10 Mpa  dan 21 hari  fs = 11,76  Mpa. Beton K-300 umur 7 hari fs = 10,25 Mpa  dan  21 hari  fs = 12,70 Mpa.  Beton  K-350 umur 7 hari fs = 13,23 Mpa  dan 21 hari fs = 14,11 Mpa. Hasil prediksi kuat lentur pada beton silinder f’c = 16,6 Mpa  umur 7 hari   fs =2,45 Mpa  dan  21 hari  fs = 2,88  Mpa.  Beton Silinder  f’c = 25 MPa  umur 7 hari  fs = 2,83 Mpa  dan 21 hari  fs = 3,86 Mpa. Beton silinder  f’c = 30 Mpa  pada umur 7 hari fs = 3 Mpa  dan 21 hari  fs = 4,27 Mpa. Hasil pengujian diperoleh bahwa kuat tekan  berbanding lurus dengan kuat lentur  beton.  
KAJIAN POTENSI LIKUIFAKSI MENGGUNAKAN METODE PENETRATION TEST DAN INDEKS KEANDALAN “STUDI KASUS BANDARA MINANGKABAU, PADANG SUMATERA BARAT” Zaenudin, Zaenudin; Wulandari, Sri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i1.2717

Abstract

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) adalah infrastruktur udara yang penting di Indonesia, terletak di kota Padang. Pada 30 September 2009, terjadi gempa bumi dengan besarnya (ML) 7,9 SR. dan percepatan puncak mencapai 0,28 g. Gempa ini akan digunakan untuk referensi dalam analisa likufraksi. Likufraksi perlu di analisa untuk menidentifikasi potensi kerusakan. Mitigasi perlu dilakukan sebelum memulai pengembangan BIM pada Master Design Bandara Internasional Minangkabau. Metode analisa potensi likufraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji penetrasi standart (SPT) dan probabilistik/Reliabilitas index (β). Perbandingan antara rasio stres siklik (CSR) dan rasio resistensi siklik (CRR) adalah faktor keamanan. Faktor keamanan lebih besar dari satu maka tidak berpotensi likufraksi, tetapi jika faktor keamanan lebih kecil dengan satu maka berpotensi likufraksi. Hasil analisa dari potensi likufraksi menunjukkan potensi di beberapa titik di wilayah BIM, seperti area taxi Way, Apron dan terminal kargo bandara. Potensi likuifaksi rata – rata terjadi  karna  (FS) < 1 pada kedalaman 7-16 m, itu berarti potensi likuifaksi merupakan likuifaksi dalam.
EVALUASI ESTIMASI KOEFISIEN KEKASARAN PADA EKSPERIMEN MODEL FISIK Maini, Miskar; Legono, Djoko; Laksitaningtyas, Agatha Padma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i1.3464

Abstract

Pengaliran air pada saluran terbuka sangat dipengaruhi pada bentuk permukaan saluran. Bentuk permukaan yang kasar akan memberikan kehilangan energi yang besar karena mempunyai nilai tahanan yang besar dan sebaliknya dengan bentuk permukaan yang halus kehilangan energi cukup kecil. Banyak peneliti yang telah melakukan eksperimen dengan model fisik terkait pengaruh koefisien kekasaran terhadap aliran. Semuanya menjelaskan resistensi dengan koefisien kekasaran tunggal, dan masalah utama adalah perbedaan koefisien kekasaran yang diprediksi dengan hasil pengukuran eksperimen pada model fisik tentu akan memberikan nilai koefisien kekasaran yang berbeda antara pengukuran dan estimasi, sehingga diperlukan analisa  persentase tingkat kesalahan antara data pengukuran pada uji model fisik dengan data hasil estimasi khusus koefisien kekasaran. Studi ini dilakukan dengan metode uji statistik besarnya tingkat eror pada data koefisien kekasaran terukur di model fisik dengan analisa data koefisien kekasaran dari hasil pendekatan estimasi koefisien kekasaran dari literatur-literatur yang melakukan eksperimen dalam penggunaan elemen kekasaran dasar saluran di model fisik. Hasil analisis dari eksperimen koefisien kekasaran pada model fisik dengan hasil estimasi terjadi eror rata-rata dari running 4 literatur mencapai 22,1%, secara garis besar semua analisis menunjukkan eror di range +20% sampai +30%, selain itu Fr dan U/U* juga memiliki pengaruh terhadap penurunan koefisien kekasaran pada saluran terbuka.
PENINGKATAN NILAI MANFAAT AIR MELALUI PAMDES DI DESA PANGALENGAN, KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG Nugroho, Joko; Susanto, Arif; Irawan, Dasapta Erwin
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i2.3491

Abstract

Di Daerah Pangalengan terdapat banyak mata air yang telah dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan dan pemenuhan kebutuhan domestik.  Dari penelitian terdahulu, diketahui ada beberapa mata air yang telah dimanfaatkan penduduk dan layak untuk digunakan sebagai air baku, diantaranya adalah mata air Cidurugdug. Di daerah studi terdapat sekitar 300 KK yang memanfaatkan air dari sumber mata air.  Namun demikian kondisi distribusi yang ada secara teknis memiliki banyak kekurangan, antara lain memiliki kehilangan energi yang cukup tinggi.  Karena debit aliran yang menuju ke pengguna sangat kecil maka pengguna cenderung membuka secara menerus sambungan mereka. Hal ini mengakibatkan kehilangan air yang relatif besar. Debit yang tersedia berdasarkan hasil pengamatan lapangan adalah 2 l/s. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh sistem distribusi air secara gravitasi yang sesuai dengan topografi serta sebaran populasi, sehingga dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.  Selain itu pemanfaatan air bisa lebih efektif dan tidak banyak air yang terbuang, serta sistem ini dapat dikelola secara berkelanjutan. Metodologi dalam pelaksanaan studi ini adalah dengan melakukan pengumpulan data, survei lapangan, analisis kebutuhan air domestik, evaluasi kondisi eksisting, dan pemodelan sistim distribusi dengan menggunakan perangkat lunak EPANET.  Dari data dan hasil pemodelan diperoleh sistem yang ideal, untuk kemudian akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dalam hal penerapannya. Hasil dari penelitian ini berupa skema jaringan transmisi dan distribusi air baku yang saat ini telah diterapkan di kawasan penelitian (RW 13 dan 14, Desa Pangalengan). Dengan adanya jaringan distribusi melalui Pengelolaan Air Minum Pedesaan (PAMDES) maka nilai manfaat air di Desa Pangalengan dapat ditingkatkan secara merata dan berkelanjutan. 
TIPOLOGI MOTIF ORNAMEN PADA ARSITEKTUR RUMAH VERNAKULAR DESA LUBUK SUKON DAN LUBUK GAPUY ACEH BESAR Natasya, Natasya
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2648

Abstract

Kajian mengenai tipologi motif ornamen arsitektur ini dilakukan dengan cara menjelajahi karakteristik fisik dan visual pada struktur selubung bangunan rumah tradisional Aceh. Kajian komponen selubung bangunan lebih ditekankan pada tipologi fasade bangunan vernakular Aceh yang diturunkan dengan menggunakan tiga kategori tipologi Rafael Moneo (1978) yang meliputi analisis struktur, ekspresi dan fungsi. Melalui kategorisasi tipe panel-panel dari selubung eksterior, dapat dirumuskan adanya delapan elemen penyusun selubung yang mengandung ornamen, yaitu; theuep gaseue (lisplang), tulak angen (tolak angin), bara (papan bara), pinto (pintu), binteih (dinding), peulangan, kindang, dan rinyeun (tangga). Hasil analisis menunjukkan motif yang memiliki frekuensi tertinggi pada rumah vernakular Aceh di Desa Lubuk Sukon dan Lubuk Gapuy adalah motif flora bungong pucok reubong (pucuk tunas bambu).
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG TIANG TUNGGAL BERDASARKAN BENTUK PONDASI MENGGUNAKAN DATA SPT DAN SONDIR Fajarsari, Ega Julia
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i1.2678

Abstract

Apabila pada suatu struktur bangunan, tanah dibawahnya tidak mampu memikul beban pondasi atau memiliki daya dukung yang rendah, maka  akan terjadi penurunan yang tinggi sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan yang ada diatasnya. Dalam merencanakan pondasi untuk suatu konstruksi bangunan sangatlah penting untuk menganalisis daya dukung dari pondasi tersebut. Untuk dapat menghasilkan daya dukung yang akurat maka diperlukan suatu penyelidikan tanah yang akurat juga. Penyelidikan tanah terbagi menjadi dua yaitu penyelidikan tanah lapangan dan laboratorium. Ada beberapa penyelidikan tanah lapangan diantaranya yaitu penyelidikan Sondir dan Standard Penetration Test (SPT). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan nilai daya dukung berdasarkan bentuk pondasinya yaitu persegi dan spun pile menggunakan data Standard Penetration Test (SPT) dan data Sondir. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai daya dukung yang lebih tinggi adalah nilai daya dukung pondasi tiang tunggal dengan bentuk persegi 30 x 30 cm baik  menggunakan data SPT  maupun sondir. Untuk nilai daya dukung tiang persegi yang diperoleh berdasarkan data SPT pada BH-1, BH-2 dan BH-3 masing – masing sebesar 55,58 ton, 58,61 ton dan 53,35 ton serta nilai daya dukung yang diperoleh berdasarkan data Sondir pada S-4, S-5 dan S-7 masing – masing sebesar 48,82 ton, 116,18 ton dan 30,91 ton. Untuk dimensi 40 cm nilai daya dukung yang lebih tinggi sama seperti sebelumnya yaitu tiang persegi baik menggunakan data SPT  maupun sondir yaitu masing – masing  sebesar 88,83 ton, 94,78 ton dan 84,58 ton untuk BH-1, BH-2 dan BH-3 serta 70,99 ton, 178,37 ton dan 46,78 ton untuk S-4, S-5 dan S-7. Nilai presentase selisih rata – rata antara tiang persegi 30 x 30 cm dan spun pile 30 cm sebesar 31,55 % sedangkan presentase selisih rata – rata antara tiang persegi 40 x 40 cm dan spun pile 40 cm sebesar 38,22 %. Kata Kunci : Daya Dukung, Spun Pile, Tiang Persegi, SPT, Sondir