cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
ANALISA FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PENDUDUK KERJA DI KECAMATAN SUKMAJAYA DEPOK MENUJU TEMPAT KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Tahrir, Ruswandi; Wicaksono, Sabdo
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melakukanperjalananmenujutempatkerja bagi pekerja yang berdomisilidikecamatan Sukmajaya, menemui masalah yang cukup serius seperti waktu tempuhperjalananyangbertambah lama, kurangnyatingkat keamanandan kenyamanan sertabiaya yang dikeluarkanuntukmelakukan perjalanan cukuptinggi. Permasalahannya,faktor–faktor apayang menyebabkan warga diwilayah KecamatanSukmajayalebihmemilih kendaraan pribadi sepertisepedamotor,daripada alternatifmodalain. Denganmenentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda, serta besar pengaruhnya, berbagai alternatif dan kebijakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Sukmajaya Depok, dapat diusulkan dengan lebih efektif. Metode ANALYTIC HIERARCHY PROCESS dapat dipergunakan untukmenentukan faktor-faktor pemilihan moda. Data karakteristikperjalanan dilakukandengan survei langsung ke lapangan serta wawancara melalui kuesioner kepada penduduk bekerja di kecamatan Sukmajaya Kota Depok yangmempunyaikemungkinanuntukmelakukanpilihan terhadap alternatif moda yang ada.
PERANCANGAN APLIKASI RENCANA ANGGARAN BIAYA(RAB) STUDI KASUS PADA DINAS PEKERJAAN UMUM (DPU) KOTA SALATIGA Nugroho, Adi; Beeh, Yos Richard; Astuningdyas, Hettyca
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancangan anggaran biaya, daftar material dan jumlah personal yang dibutuhkan harusdibuat sebelum suatu proyek dijalankan. Proses ini membutuhkan analisis hati-hati danakurat. Dinas pekerjaan umum Salatiga sampai saat ini masih membuat rancangananggaran biaya secara manual. Cara manual membutuhkan waktu yang lebih lama dankurang akurat. Penelitian ini mencoba mendesain dan mengimplementasikan rancangananggaran biaya yang efisien dan akurat khususnya untuk konstruksi dan perbaikanbangunan menggunakan metode prototyping. Aplikasi dibuat menggunakan bahasa Java,hibernate, server basis data MySQL, dan fitur pengguna banyak yang bertujuan untukmeningkatkan efisiensi dan keakuratan pembuatan rancangan anggaran biaya.
PENGARUH HEAD DAN LUAS UNDERFLOW TERHADAP EFISIENSI PEMISAHAN SEDIMEN HYDROCYCLONE Rahmawati, Debby; Santosa, Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydrocyclone is a tool used for the separation of solid materials in the carrier medium by utilizing the generated vortex effect of centrifugal force. Hydrocyclone consists of a vertical cylindrical portion with a funnel-shaped bottom part, inlet doors on the upper side, the door at the bottom of the underflow and overflow at the top of the door. In this study will be known how widespread the effect of head and underflow of the water in the sediment separation efficiency hydrocyclone apparatus. Variations on hydrocyclone efficiency of 94.1% due to the broad head and underflow and the remaining 5.9% is influenced by other things that can not be explained by existing variables. Between the head and sediment hydrocyclone separation efficiency are unidirectional relationship but weak. Wide underflow with sediment hydrocyclone separation efficiency occurs negative correlation is very strong and has a closeness, while the head and broad underflow there is no relationship. The best analysis model in predicting the dependent variable (sediment hydrocyclone separation efficiency) with the influence of the independent variables (head and broad underflow) is a multiple linear regression model with a predictive equation Y = 0612 + 0915 head - spacious 0646 underflow. Prediction efficiency hydrocyclone separation highest sediment that occurs at 98 746% with the results of laboratory studies of 99 781%, which is at the head of 50% and 13% of the underflow broad inlet door. Key words: hydrocyclone, head, broad underflow, the separation efficiency of the sediment, and water
ANALISIS KESESUAIAN DAN PERANCANGAN TAPAK KAWASAN SITU PENGASINAN SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA KOTA Osly, Prima Jiwa; Gandasasmita, Komarsa
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara signifikan, pariwisata Kota Depok belum berkembang karena variasi dan obyek wisatamasih kurang. Kawasan Situ yang berpotensi menjadi kawasan wisata belum dikembangkanmenjadi obyek wisata. Penelitian ini bertujuan merancang kawasan Situ Pengasinan sebagaikawasan pariwisata kota bernuansa lingkungan. Proses analisis menggunakan teknologi SIG(Sistem Informasi Geografis), software ArcView versi 3.30 dengan cara melakukan overlayintersept. Analisis keruangan menggunakan metode pembobotan dan skoring, yaitu metodekuantifikasi kenampakan setiap obyek pada ruang. Penilaian dibagi menjadi penilaiankesesuaian lokasi (makro kawasan) dan kesesuian zona (mikro kawasan). Ketentuan lokasi danzona akan terlihat melalui akumulasi nilai skor. Hasil analisis menunjukkan bahwa lokasi SituPengasinan layak secara fisik untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata. Analisis mikrokawasan membagi kawasan menjadi 3 zona wisata, yaitu zona utama (wisata desa), zonaistirahat dan zona pendukung (wisata air dan belanja). Perancangan tapak pada masing-masingzona sudah memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana pada zona tersebut. Hasil analisisjuga memberikan arahan pengembangan serta pola investasi dan pengem-bangan kawasan.AbstractTourism in Depok has not yet developed significantly because tourism variety and object are stilllimited. The lake area which is potential to become tourism area has not yet been developed fortourism object. This research intends to plan the lake area called “Pengasinan” as anecologically sound urban tourism area. The analysis used GIS (Geographic Information System)technology, a software Arc View version 3.30 which implements an intercept overlay method.Spatial analysis used weighted and scoring method by which appearance of object in spacequantified. Evaluation is divided into location suitability (macro area) and zone suitability(micro area). Certainty of location and zone can be seen through the accumulation of scoringvalue. Result of analysis reveal that location of “Pengasinan” lake is physically worth to bedeveloped as tourism area. Micro area analysis divides the area into 3 tourism zones, whichconsist of main zone (village view tourism), rest zone and supporting zone (water and shoppingtourism). The site planning at each zone can satisfy the needs for facility and infrastructurethere. The analysis result can also provide development direction as well as investment patternand area development.
MODEL PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KAWASANWISATA DI PEDESAAN BERBASIS MASYARAKAT STUDI KASUS : TAMAN BUNGA NUSANTARA Mufrizon, Harry; Prabawasari, Veronika Widi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasikan keterlibatan masyarakat dalamperencanaan dan pengembangan kawasan wisata di pedesaan melalui evaluasi prosesinteraksi antar pemerintah, pengelola obyek wisata (swasta) dan masyarakat setempat,identifikasi manfaat dan faktor-faktor berpengaruh dalam proses interaksi tersebut.Analisis proses interaksi menggunakan kerangka ‘pemberdayaan masyarakat’ meliputiupaya : menciptakan iklim kondusif, meningkatkan peluang dan perlindungan sertameningkatkan potensi / daya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan aparat desa dankecamatan terlibat dalam proses perijinan, pembebasan lahan dan penerimaan tenagakerja. Pengelola Taman Bunga Nusantara (TBN) telah melibatkan masyarakat melaluipemberian kesempatan kerja, fasilitas berdagang di Pasar Kuring, peningkatan kualitasjalan akses, pelatihan teknis serta wawasan teknologi bagi tenaga kerja. Hal ini memberimanfaat langsung berupa peningkatan kesejahteraan dan ketrampilan bagi masyarakatdesa yang terlibat, dan terimbasnya budidaya tanaman bunga ke masyarakat desa. Daritemuan studi dihasilkan suatu model perencanaan dan kerangka pengembangan meliputiupaya meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam rencana pengembangan,memasyarakatkan dan menerapkan kebijakan peraturan perundangan, mereposisiperan TBN untuk kesejajaran peran dengan masyarakat, serta mengembangkankewirausahaan masayarakat dan lembaga pedesaan.AbstractThe objective of this research is to explore community involvement in tourist attractiondevelopment in rural area. This is done by evaluating the interaction process among thegovernment, private investor and local community, and also by identifying the benefit andfactors influenced in the process. The interaction process analysis uses ‘communityempowerment’ framework, including efforts in enabling, empowering and increasingopportunity and protection. This research shows that the officers of rural areas orvillages and district areas involved in licensing process, land preparation , and labourrecruitment. Taman Bunga Nusantara (TBN) management involved the community byproviding job, commerce facilities, access road improvement, technical training andtechnology perception for the labours. These efforts give direct benefit to the communityin the form of prosperity and skill improvement. Indirectly, the flower cultivation isspread out to the rural community. The result of this research comes up with thedevelopment framework which includes efforts in increasing community understandingand involvement in development planning, socializing and applying policy andregulation, repositioning TBN management role, and developing communityentrepreneurship and rural institution.
PEREMAJAAN PERMUKIMAN KUMUH DI DKI JAKARTA Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan rumusan strategi implementasi yang efektifdalam peremajaan permukiman kumuh di DKI Jakarta. Dari evaluasi kegagalan upayapemerintah dalam peremajaan permukiman kumuh di Angke, Kemayoran dan PuloGadung disusun sebuah analisa multi tujuan (multi goal analysis) dengan pendekatanmultidimensional yaitu dimensi ekonomi, sosial, budaya, teknis, dan planologis. Hasilanalisa menunjukan bahwa peremajaan lingkungan kumuh menyangkut kesiapan lingkungansosial dan kelembagaan masyarakat, pemecahan masalah lingkungan kumuhharus didasarkan atas kondisi setempat yang spesifik dan pendekatan yang bersifat partisipatifdari semua stake holder. Pola relokasi dan penataan permukiman kumuh denganmembangun rumah susun sederhana yang disewakan kepada penghuni lama lebihsesuai untuk kasus status tanah ilegal, lokasi kurang strategis, pekerjaan pendudukberpindah, dan daerah permukiman yang kecil. Pola Pembangunan rumah susun sederhanadan penghuni lama diberi ganti rugi yang cukup untuk membayar uang mukaKPR rusun tersebut lebih sesuai untuk kasus status tanah legal, lokasi kurang strategis,pekerjaan penduduk tetap, dan daerah permukiman yang besar. Pola pelibatan peranswasta untuk pembebasan tanah dan pembangunan dari permukiman kumuh menjadikawasan permukiman, pertokoan, dan perkantoran dengan sistem subsidi silang lebihsesuai untuk kasus status tanah legal, lokasi sangat strategis, pekerjaan penduduk tetapatau berpindah, dan daerah permukiman yang besar.AbstractThis paper aims to get the formulation of effective implementation strategies in therejuvenation of the slums in Jakarta. From the evaluation of the failure of governmentefforts in rejuvenating the slums in Angke, Kemayoran and Pulo Gadung compiled ananalysis of multi-purpose (multi-goal analysis) with a multidimensional approach to theeconomic dimension, social, cultural, technical, and planologis. Analysis results showedthat the rejuvenation of preparedness regarding ghetto of social and institutionalenvironment community, ghetto solution must be based on specific local conditions andparticipatory approach of all stakeholders. Relocation and settlement patterns of theslums with simple flats are rented to residents for more appropriate for cases of illegalland status, lack of strategic location, the work moves people, and small residentialareas. Development patterns simple flats and old residents were given adequate compensationfor a down payment mortgages are more suitable flats to the case of legalland status, lack of strategic location, permanent jobs, and large residential areas. Thepattern for the involvement of the private role of land acquisition and development ofthe slums to neighborhoods, shops, and offices with a cross subsidy system more suitablefor cases of legal land status, location is very strategic, permanent jobs or move,and large residential areas.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM ANALISIS PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA STUDI KASUS : KOTA DEPOK Mildawani, Irina; Susilowati, Diana; Schiffer, Lia Rosmala
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK)merupakan bagian penting dalam perencanaan, pembangunan dan pengelolaan kawasanbinaan (budi daya) maupun kawasan alami di perkotaan berlandaskan Rencana UmumTata Ruang Kota (RUTRK). Studi ini bertujuan membuat analisis RTHK dengandukungan aplikasi SIG untuk melakukan identifikasi potensi, kondisi dan masalah RTHKDepok dalam kerangka RUTRK Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi masukankepada Pemda Kota Depok berupa (1) identifikasi potensi dan kondisi gambaran umumRTHK yang ada dan (2) analisis potensi kawasan yang memiliki daya dukung lingkunganuntuk menjadi RTHK Depok. Hasilnya berupa paparan peta SIG, yaitu informasi tematikspasial dan bukan spasial RTHK Depok yang dapat diperbaharui dengan lebih cepat danlebih mudah dibandingkan dengan peta kartografi yang menjadi acuan selama ini.AbstractThe Planning, implementation and City’s Green Open Spaces (CGOS) Management isthe most important part of planning, implementation and management of plantationdistrict and natural district in a city based on General Planning of City Spaces. Thisstudy is aimed to create City’s green open spaces (CGOS) analysis with the aplicationof SIG support to identified the potency, condition dan CGOS problem in Depok based onthe General Planning of City Spaces. This SIG application is exactly suitable to planning,implementation and management of the CGOS information, because the results of CGOSanalysis can be optimised to the used and management of CGOSThis study results wish tobe a reference for the district goverment of Depok as (1) identification of potency andgeneral ilustration of CGOS and (2) potencial analysis of a district which haveenvironmental support to become City’s green open Spaces of Depok. The resultscontaints SIG maps, spatial thematic information and non spatial CGOS of Depok whichcan be upgraded faster dan easier compare to the cartographic map used nowadays.
PENYIMPANGAN FUNGSI AREA PEDESTRIAN DI KAWASAN SEKITAR PASAR JOHAR SEMARANG Widiastuti, Santi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pedestrian area, yang dapat mewadahi untuk kegiatan pejalan kaki danpengendara sepeda serta kejelasan alur untuk perpindahan moda sangat diperlukan. Padakawasan pasar Johar tidak adanya kejelasan fungsi pedestrian area yang terlihat.Pedestrian area yang seharusnya dimanfaatkan untuk pejalan kaki dan pergantian moda,banyak berganti fungsi atau di okupansi oleh kegiatan lain seperti parkir, pedagang kakilima, dan sebagainya. Sifat pedestrian yang tidak menerus juga sangat mengganggu bagipejalan kaki. Metode penelitian dengan melakukan identifikasi unit penelitian meliputi :bentuk dan ukuran pedestrian yang disediakan, tingkat pola Kejelasan fungsi dankenyamanan pedestrian area juga sangat penting dan sangat diperlukan bagi orangpenyandang cacat (disable people). Perlunya penataan ulang area pedestrian baik yangberupa hallway, storefront maupun square untuk mengurangi penyimpangan fungsi. Hal inimengingat kebiasaan masyarakat Semarang yang menjadikan belanja atau ke tempatperbelanjaan bukan hanya sekedar belanja, namun juga untuk rekreasi.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BAKU PADA KECAMATAN PRACIMANTORO BERDASARKAN PENURUNAN KAPASITAS SUMBER SEROPAN Supomo, Fani Yayuk; Santosa, Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan air bersih dan air baku di Kecamatan Pracimantoro saat ini sangat memprihatinkan. Kondisi curah hujan yang semakin rendah serta elevasi daerah yang relative tinggi menjadi faktor utama kesulitan masyarakat Pracimantoro untuk memperoleh air baku. Diperkiraan untuk 10 tahun kedepan wilayah Kecamatan Pracimantoro, khususnya keenam desa di sana akan mengalami kekeringan yang berkepanjangan dan hilangnya sumber-sumber air yang ada. Untuk menangani permasalahan tersebut, Pemda Kabupaten Wonogiri dan Pemda Yogyakarta melakukan kerjasama dengan pengambilan air baku Sumber Seropan yang telah dilakukan sejak tahun 2005. Akan tetapi, debit air dari sumber Seropan tersebut mengalami penurunan dari 800 lt/dtk menjadi 500 lt/dtk. Analisis ini ditujukan untuk mengetahui dampak yang akan ditimbulkan dari penurunan debit air yang dirasakan sangat besar, baik dalam hal pendistribusian air baku sampai pada jam pelayanan pompa untuk masing-masing reservoir.
ANALISA PERANCANGAN PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993, SNI PD-T14-2003, ROAD NOTE 29 DAN NAASRA 1987 JALAN KUBANG RAYA PROVINSI RIAU, LINTAS TIMUR SUMATERA Tahrir, Ruswandi; Budianto, Eko
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya tingkat pelayanan jalan mendesak untuk segera dilakukan tahapanperencanaan pada setiap desain pembuatan jalan, karena tahapan tersebut sangatmemegang peranan penting dalam merencanakan tebal perkerasan yang baik khususnyaperkerasan kaku. Perencanaan perkerasan harus mempertimbangkan faktor ekonomi,kondisi lingkungan, sifat tanah dasar, beban lalu lintas, fungsi jalan dan faktor-faktorlainnya. Penentuan nilai rancang tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) dapatdihitung dengan menggunakan beberapa metode diantaranya metode metode AASHTO,metode Binamarga, metode ROAD NOTE 29, metode SNI PD T-14 2003, metodeNAASRA dll. Dipilihnya metode AASHTO 1993, SNI PD T-14 2003, ROAD NOTE 29dan metode NAASRA 1987 dalam perancangan tebal perkerasan kaku jalan Kubang Rayapropinsi Riau, Sumatera. Karena metode-metode tersebut menyediakan fasilitasi yangdapat digunakan untuk desain perhitungan tebal perkerasan kaku. Didapat dariperhitungan tebal pelat perkerasan kaku untuk nilai CBR 7,5% ,Metode SNI PD T-142003 setebal 20 cm, Untuk Metode ROAD NOTE 29 setebal 27 cm, Untuk MetodeAASHTO 1993 setebal 25 cm, dan Untuk Metode NAASRA 1987 setebal 20 cm.Kemudian untuk nilai CBR 2,6% dari hasil perhitungan didapat tebal pelat untukperkerasan kaku, Metode SNI PD T-14 2003 setebal 20 cm, Metode ROAD NOTE 29setebal 27 cm, Metode AASHTO 1993 setebal 27 cm, dan Metode NAASRA 1987setebal 22 cm. Untuk metode RN 29 kurang cocok jika digunakan pada kondisitanah yang mempunyai nilai %CBR yang bervariasi, karena berdasarkan Analisagrafik nomogram pada metode tersebut hanya membedakan % CBR <2% dan % CBR>2%, sedangkan nilai %CBR>2 dianggap seragam. dan untuk % CBR <2% hanyaditambah 2,5cm pada hasil akhir perhitungan, sehingga hasil yang didapat kurangefisien jika %CBR berada pada angka CBR 2% jika dibandingakan dengan CBR 8%.Perhitungan tebal perkerasan kaku dengan menggungakan metode SNI PD T-14 2003mendapatkan tebal 20cm, yang berarti lebih tipis jika dibandingkan dengan metodemetodeyang lain.