cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
MAKNA TATA LETAK TIGA KELENTENG TERHADAP PECINAN PASAR LAMA DI KOTA TANGERANG (KELENTENG BOEN TEK BIO, BOEN SAN BIO DAN BOEN HAY BIO) Syoufa, Ade; Purwanto, Edi; Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo; Hasan, Raziq
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2632

Abstract

Pecinan Pasar Lama merupakan permukiman yang menjadi cikal bakal dari kota Tangerang. Etnis Tionghoa masuk ke wilayah Tangerang tahun 1407 yang dipimpin oleh Tje Tje Lung.  Perjanjian dengan Sanghyang Anggalarang menjadikan etnis Tionghoa mendapat sebidang tanah di sebelah timur sungai Cisadane yaitu Teluk Naga. Kedatangan etnis Tionghoa berikutnya pada saat terjadi pemberontakan etnis Tionghoa di Batavia, oleh pemerintah VOC disebar permukimannya dibeberapa wilayah Tangerang. Pecinan Pasar Lama yang terletak dilekukan sungai Cisadane, sekilas terlihat sama dengan pecinan lainnya yang berada di pinggir sungai. Namun pecinan Pasar Lama menjadi berbeda dengan adanya dua kelenteng pelengkap dari kelenteng Boen Tek Bio, yaitu Boen San Bio dan Boen Hay Bio yang memberikan makna bagi pecinan tersebut. Untuk mengetahui makna kelenteng–kelenteng tersebut bagi pecinan Pasar Lama maka diperlukan penggalian sejarah, budaya dan religi etnis Tionghoa. Penelitian ini adalah untuk mengetahui makna tata letak tiga kelenteng tua Boen Tek Bio, Boen San Bio dan Boen Hay Bio di kota Tangerang terhadap pecinan Pasar Lama. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan ethnografi, yaitu menguraikan sejarah dan budaya etnis Tionghoa di pecinan Pasar Lama dan tiga kelenteng tua tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa pecinan Pasar Lama terbentuk dari pengharapan leluhur etnis Tionghoa sebelumnya yang menginginkan kemakmuran, keberuntungan dan pelestarian generasinya di tanah Tangerang ini, sedangkan makna dari tiga kelenteng yaitu, pengharapan leluhur etnis Tionghoa untuk etnis Tionghoa yang tinggal di pecinan pasar lama menjadi orang–orang yang memiliki keberuntungan, kemakmuran terbebas dari malapetaka dan memiliki nilai–nilai kebajikan yang setinggi gunung dan seluas samudera.
APLIKASI NERACA AIR UNTUK MENENTUKAN BULAN BASAH DAN KERING DI KOTA PALEMBANG Sugiarto, Ari; Suharnoto, Yuli; Kurniawan, Allen
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i1.3493

Abstract

Ketersediaan air di suatu wilayah dapat digambarkan dengan analisis neraca air. Prinsip analisis ini berdasarkan ketersediaan air hujan setelah dikurangi kehilangan air dari proses evapotranspirasi. Berdasarkan deskripsi tersebut, studi ini bertujuan untuk menentukan bulan basah dan kering di Kota Palembang menggunakan analisis neraca air dari data curah hujan dan evapotranspirasi. Studi ini menggunakan data selama 10 tahun terakhir (2010-2019) diperoleh dari dua stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Kenten dan Sultan Mahmud Badaruddin II) di Kota Palembang. Proyeksi nilai evapotranspirasi menggunakan model Penman-Monteith. Tahapan analisis meliputi akumulasi dan polinomial orde 6, penurunan, dan pengurangan dari curah hujan dan evapotranspirasi. Hasil analisis data iklim dari stasiun Kenten menunjukkan rata-rata bulan basah dalam 10 tahun terakhir terjadi pada 1-166 dan 273-365 J-day, sedangkan bulan kering terjadi pada 167-272 J-day. Analisis data iklim dari Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II menunjukkan bulan basah terjadi pada 1-161 dan 284-365 J-day, sedangkan bulan kering tejadi pada 162-283 J-day. Analisis data dari stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II menunjukkan waktu bulan basah yang lebih pendek dan bulan kering yang lebih panjang 15 hari dibanding Stasiun Kenten. Namun, kedua hasil dari stasiun tersebut menunjukkan bahwa bulan basah di Kota Palembang terjadi pada awal Januari hingga pertengahan Juni dan awal Oktober hingga akhir Desember, sedangkan bulan kering terjadi pada pertengahan Juni hingga awal Oktober.
PENENTUAN PRIORITAS INFRASTRUKTUR JALAN DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) EXPERT CHOICE STUDI KASUS: JALAN RAYA DEMAK-GODONG Yuliani, Uppit
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i2.2521

Abstract

Proses penentuan proyek jalan pada pembangunan infrastruktur jalan, disusun berdasarkan skala kebutuhan dan kemendesakan seperti yang ada dalam Daftar Usulan Rencana Proyek (DURP). Pada penerapannya di lapangan ditemukan perbedaan antara DURP dengan rencana proyek yang telah disetujui seperti pada Daftar Isian Proyek (DIP). Studi penelitian menggunakan kasus jalan raya Demak – Godong Jawa Tengah yang dibangun oleh Dinas Bina Marga. Pendekatan ilmiah perlu dilakukan sebagai bahan untuk memutuskan penanganan proyek jalan sehingga dapat mengurangi unsur subyektivitas para pembuat kebijakan. Metode ilmiah yang digunakan adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP), metode yang cukup dikenal dan banyak digunakan dalam pengambilan keputusan dan manajemen. Melalui studi ini dapat dibuktikan bahwa metode AHP cukup handal dalam membantu para pembuat kebijakan dalam proses pengambilan keputusan yang obyektif. Metode AHP yang digunakan adalah Expert Choice untuk menentukan manakah prioritas jalan yang tepat, apakah beton atau aspal melihat dari beberapa faktor seperti daya tahan konstruksi serta dari segi penilaian kualitatif berupa perbandingan tingkat kenyamanan, dampak lingkungan, dampak sosial, ketersediaan bahan & peralatan dilokasi, serta metode & teknologi pelaksanaan. Dari hasil penelitian dapat diketahui faktor teknis yang mempunyai bobot tertinggi adalah faktor daya tahan terhadap cuaca sebagai prioritas dengan nilai 0,493, faktor non teknis yang mempunyai bobot tertinggi adalah faktor ketersediaan sumber daya dengan nilai prioritas 0,298 terhadap cuaca, 0,356 terhadap pergerakan tanah dan 0,363 terhadap perubahan lalu lintas. Konstruksi jalan beton unggul pada empat faktor yaitu daya tahan terhadap cuaca, daya tahan terhadap pergerakan tanah, daya tahan terhadap lalu lintas dan jangka waktu perawatan dengan tingkat keunggulan rata-rata enam kali dibanding konstruksi aspal. Keunggulan konstruksi aspal terdapat pada faktor-faktor kenyamanan permukaan jalan, kemudahan pelaksanaan pembangunan, ketersediaan sumber daya dan teknologi serta biaya dengan yang perbandingan keunggulannya dengan konstruksi beton adalah rata-rata empat kali. Dari berbagai aspek tersebut menunjukkan jalan beton rata-rata lebih unggul dibanding dengan jalan aspal.
PENILAIAN ESTETIKA FASAD BANGUNAN MODERN BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DI KOTA BOGOR DENGAN METODE CLUSTERING K-MEANS Sutomo, Edy; Dini, Sumaiyah Fitrian
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2620

Abstract

Kota Bogor sebagai salah satu kota penyangga ibukota tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masyarakatnya yang plural tentu secara umum mempunyai akses teknologi yang cukup terhadap segala fenomena termasuk di dalamnya adalah pengetahuan (knowledge) tentang arsitektur, studi ini dimaksudkan untuk mengetahui persepsi maupun preferensi masyarakat terhadap fasad bangunan modern khususnya bangunan publik. Pemilihan metode K-means lebih dikarenakan mengingat data yang digunakan dalam variabel Kuisioner sangat sederhana parameternya yaitu mengenai preferensi pengetahuan masyarakat terhadap elemen arsitektural pada fasad bangunan. K-means clustering adalah jenis pembelajaran tanpa pengawasan, yang digunakan ketika terdapat entitas yang dimiliki  merupakan data yang tidak berlabel.Tujuan dari algoritma ini adalah untuk menemukan kelompok dalam data, dengan jumlah kelompok yang diwakili oleh variabel K. Algoritma ini bekerja secara iteratif untuk menetapkan setiap titik data ke salah satu kelompok K berdasarkan pada fitur yang disediakan. Poin data dikelompokkan berdasarkan kesamaan fitur. Hasil dari algoritma pengelompokan K-means  meliputi Centroid dari cluster K, yang dapat digunakan untuk memberi label data baru, dan label untuk data pelatihan (setiap titik data digunakan ke satu cluster) untuk memperjelas mekanisme kinerja K-means dicoba dengan menggunakan Ms Excell.
ANALISIS PENGOPERASIAN TOWER CRANE UNTUK PEKERJAAN PENGECORAN STRUKTUR KOLOM Pranata MH, Andi Asnur
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i1.2698

Abstract

Tower Crane merupakan jenis excavator yang diberi suatu attachment yang berupa boom, dengan bantuan kabel baja kemudian digerakkan dengan generator. Alat ini dapat mengangkat/memindahkan material dari elevasi rendah ke elevasi yang lebih tinggi demikian juga sebaliknya. Penggunaan tower crane ini umumnya pada pekerjaan pembangunan gedung bertingkat. Masalah yang biasa dihadapi oleh kontraktor dalam pengoperasian tower crane adalah biaya pengoperasian yang cukup mahal baik biaya sewa maupun biaya operasional, dan juga efektivitas pengoperasian tower crane terhadap kinerja proyek. Perlu suatu perancanaan mengenai efektivitas pengoperasian tower crane. Dengan memperkirakan durasi pengoperasian tower crane pada setiap item pekerjaan, maka dapat memperkirakan waktu pengoperasian tower crane secara keseluruhan. Pada studi kasus yang dilakukan pada penelitian ini, penulis mencoba untuk melakukan perhitungan mengenai kebutuhan waktu untuk pengoperasian tower crane, penelitian ini akan fokus pada pengoperasian tower crane pada pekerjaan pengecoran struktur kolom saja. Untuk kebutuhan waktu pengoperasian tower crane pada pekerjaan pengecoran kolom K1 dengan luas 0,32 m² sebanyak 50 unit, dapat diselesaikan dalam waktu 23 hari dengan jam kerja normal yaitu 9 jam per hari. Namun waktu tersebut tidak termasuk apabila terjadi beberapa kendala dalam pengoperasian tower crane selama di lapangan, seperti kendala cuaca buruk, bencana alam, kerusakan dan lain-lain yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan di lapangan.
PENGARUH AKULTURASI PADA MAKNA ORNAMEN BUNGA TERATAI DI MIHRAB MASJID SANG CIPTA RASA CIREBON Schiffer, Lia Rosmala; Suprapti, Atiek; Rukayah, R. Siti; Nugraha, Yudi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2581

Abstract

Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terletak di sisi barat alun-alun di depan Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Pulau Jawa sebagai peninggalan dari bukti penyebaran agama Islam oleh para Walisongo di Pulau Jawa. Bukti fisik bangunan dari segi arsitektur mempunyai nilai simbolis dan historis dari pengaruh Islam di Cirebon. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan teori akulturasi dan makna pada elemen arsitektural berupa ornamentasi pada interior peninggalan bangunan masjid bersejarah. Dan secara arsitektural membahas masjid dengan pendekatan dari pengaruh akulturasi dari Hindu, Budha dan Islam terhadap ornament pada masjid, dengan demikian teori dan metodologi yang digunakan dapat menangkap fenomena akulturasi dalam arsitektur masjid ini melalui penelusuran masjid sebagai Peninggalan arsitektur islam dan dalam proses pengaruh budaya nusantara pada ornamentasi pada bangunan masjid. Analisis data mencakupi: (1) indentifikasi unsur artistik dari objek (seni hias Teratai pada Mihrab bangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa), konfigurasi elemen rupa dan bentuk, dan kaitannya dengan pengaruh dari Hindu-Budha-Mesir ; (2) tahap interpretasi makna ornamen, yaitu pengaruh akulturasi dengan pertimbangan berbagai gejala visual. Dapat dibuat kesimpulan bahwa memang dari tahun pembuatannya, Masjid Sang Cipta Rasa dibangun pada 1489 M, pada masa itua dalah masa peralihan masa pra-Islam ketika Jawa masih dikuasai Mataram Hindu ke masa Kerajaan Raja-raja Islam dengan persebaran agam Islam melalui para Walisongo di Pulau Jawa. Dimasa peralihan inilah masjid dibangun dengan toleransi kepada kebudayaan sekitar yaitu terlihat dengan masih adanya pengaruh Hindu Budha Mesir pada tampilan ornament bunga Teratai pada masjid ini.
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK MODEL HUJAN-ALIRAN METODE GIUH Jayadi, Rachmad; Aminullah, Akhmad; Triyoso, Christopher
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i1.3495

Abstract

Untuk mengatasi kesulitan dalam perkiraan hidrograf banjir pada DAS tak terukur di DTA Waduk Wonogiri, dilakukan penelitian awal penggunaan hidrograf satuan metode GIUH. Evaluasi ketelitian metode ini menggunakan acuan hidrograf satuan terukur pada empat DAS yang dihitung menggunakan metode Collins, dengan mencermati debit puncak, waktu puncak, dan waktu dasar. Hasil penurunan hidrograf satuan GIUH digunakan untuk hitungan hidrograf banjir menggunakan program aplikasi model hujan-aliran yang dibuat menggunakan compiler Visual Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program aplikasi dapat digunakan untuk hitungan hidrograf banjir secara cepat dengan memanfaatkan sistem telemetri data hidrologi real time dan online. Debit puncak hidrograf banjir metode GIUH cenderung underestimated, yaitu antara -9,3% sampai dengan -54,9%. Untuk waktu puncak dan waktu dasar tidak ditemukan pola perbedaan yang spesifik, yaitu antara 11,1% sampai dengan +66,7% dan -6,7% sampai dengan +46,15%. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan mengkaji lebih detil faktor orde sungai tertinggi dan rumus empirik dynamic parameter velocity agar diperoleh hidrograf satuan yang lebih akurat.
SURVEY TEKNIK PENGKLASIFIKASIAN GAYA ARSITEKTUR PADA FASAD BANGUNAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DEEP LEARNING CNN Sutomo, Edy
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i2.2619

Abstract

Teknik pengklasifikasian gaya arsitektur pada fasad bangunan menjadi bagian penting pada dunia perancangan, guna mempercepat proses dalam melakukan kajian tipologinya. Dewasa ini dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, sangat memungkinkan bila seiring waktu dengan berbagai kemajuan metode dalam mengekstraksi obyek bangunan utamanya fasad bangunan. Penelitian dalam pengklasifikasian fasad bangunan banyak dilakukan untuk menelusuri jenis bangunan maupun aspek estetika lainnya. Demi tujuan tersebut studi survey ini dimaksudkan untuk mengetahui teknik komputasi Deep Learning (DL) yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi fasad bangunan secara lebih akurat dengan membedakan dan mengelompokkannya agar lebih mudah dikenali tipe bangunannya. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini menggunakan teknik seleksi dan eliminasi, berasal dari penelitian di berbagai jurnal yang relevan terhadap pengklasifikasian gaya arsitektur bangunan. Hasil survey literatur menunjukkan bahwa terdapat  kesenjangan, hasil akurasi dari yang tertinggi ke terendah sebesar 48,19 % sehingga diperlukan adanya inovasi pada perangkat sistemnya. Teknik DL paling banyak digunakan dengan pendekatan Convolutional Neural Network (CNN) yang dikombinasikan dengan sistem perangkat lain, daripada fiturnya sendiri guna meningkatkan nilai akurasi.
PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP KARAKTERISTIK HIDROLOGI DI DAS SAMPEAN KABUPATEN BONDOWOSO Pribadi, Arif Darmawan; Kusumawati, Rita Dwi; Firdausi, Atika Audia
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i2.3492

Abstract

DAS Sampean di Kabupaten Bondowoso memiliki luas 1.248 km2. Selama 20 tahun terakhir, perkembangan ekonomi yang pesat telah menyebabkan konversi lahan dari area hijau ke lahan pengembangan yang menyebabkan kemampuan infiltrasi tanah menurun. Data yang tercatat periode waktu tahun 2002-2017 terjadi kenaikan debit harian sebesar 4 m3/s dan debit maksimum tahunan harian sebesar 42 m3/s, sedangkan kondisi curah hujan yang tercatat pada wilayah DAS Sampean mengalami tren penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari perubahan tutupan lahan terhadap debit aliran sungai, disimulasikan menggunakan model SWAT (Soil and Water Assesment Tools). Perubahan tutupan lahan juga mengakibatkan penurunan aliran dasar sebesar 104,99 mm. Data debit pengamatan, curah hujan, dan tutupan lahan dari Tahun 2003 hingga 2016 digunakan untuk kalibrasi model dan verifikasi. Hasilnya menunjukkan perubahan tutupan lahan yang terjadi selama tiga belas tahun terakhir di DAS Sampean mengakibatkan  peningkatan aliran permukaan (SUR_Q) 35.81 mm, total air sungai (WYLD) meningkat 114 mm, debit maksimum per bulan meningkat 15,93 m3/s. Studi ini menggarisbawahi pentingnya faktor tutupan lahan sebagai Daerah Resapan Air (DRA) dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur kawasan di masa depan pada DAS Sampean, Kabupaten Bondowoso.
EKSTERNALITAS RUANG DARI KEBERADAAN PASAR ULAR TERHADAP PERMUKIMAN DI SEKITARNYA Nugraha, Aditya Fhazar; Ramanindra, Muhammad; Ghiyas, Muhammad; Hantono, Dedi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2334

Abstract

Hampir semua pasar yang ada di Indonesia memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya. Eksternalitas ruang yang terjadi akibat terbentuknya sebuah ruang baru yang digunakan sebagai tempat interaksi sosial dan ekonomi menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk diteliti. Eksternalitas ruang, baik itu positif maupun negatif akan memiliki nilai dan bobot yang berbeda tergantung dari rentang waktu dan cakupan wilayah yang terjadi. Pasar Ular merupakan salah satu pasar informal yang terletak di Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Letaknya berbatasan langsung dengan pemukiman warga Rawabadak sehingga berdampak terhadap permukiman mereka. Untuk itu penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif. Dari metode yang dilakukan terlihat dampak tersebut memaksa penduduk sekitar melakukan penyesuaian agar dapat hidup nyaman. Upaya-upaya penyesuaian tersebut mengubah kebiasaan dan gaya hidup mereka.