cover
Contact Name
Fidyah Yuli Ernawati
Contact Email
fidyah.yuli13@gmail.com
Phone
+6285799656290
Journal Mail Official
jurnal@stiesemarang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal STIE Semarang (Edisi Elektronik)
ISSN : 20855656     EISSN : 22527826     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
JURNAL EKONOMI STIE SEMARANG is published by SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SEMARANG, Center Java, Indonesia. It is published three times a year February, June and October. JURNAL EKONOMI STIE SEMARANG is organized by the Lecturers of STIE SEMARANG and Journal Developer Team. The articles published in JURNAL EKONOMI STIE SEMARANG can be in English or Indonesian. The scopes of the topics include (1) Accounting Science (2) Management Science (3) Economic Science. Editorial Team welcome submissions of papers describing from researchers, practitioners, regulators, students, and other parties interested in the development of accounting science, management science and economic Science.
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PENTINGNYA HUMAN RELATIONS BAGI SEKRETARIS Risnawati, Naniek
JURNAL STIE SEMARANG Vol 7 No 3 (2015): VOLUME 7 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.977 KB)

Abstract

Human relations sebagai bentuk komunikasi persuasif  sangat dibutuhkan oleh sekretaris dalam upaya mengembangkan citra perusahaan, mengingat peran dan tanggung jawab sekretaris sebagai penghubung antara pimpinan dan bawahan di suatu organisasi. Onong  (2002) Human relations dalam arti sempit  merupakan komunikasi persuasive secara tatap muka untuk meningkatkan gairah kerja  sama yang produktif dan menimbulkan kepuasan kedua belah pihak. Oleh karena itu  komunikasi yang persuasif perlu diterapkan oleh sekretaris dalam rangka meminimalisir konflik atau masalah  yang terjadi dalam perusahaan, meningkatkan gairah kerja bagi karyawan serta dapat mewujudkan hubungan yang harmonis antara seseorang dengan orang lain secara manusiawi. antara pimpinan  dengan sekretaris, hubungan dengan sesama rekan kerja maupun dengan bawahan. Pengembangan hubungan kerja dalam organisasi dapat dilakukan  dengan memanfaatkan aspek-aspek komunikasi  antara pimpinan  dengan sekretaris,  dengan sesama rekan kerja maupun dengan bawahan baik dalam suasana formal maupun kekeluargaan. Sulistyani (2005)  tidak semua komunikasi dapat menimbulkan relations (hubungan) yang positif jika komunikator dan komunikan tidak mempunyai kesamaan persepsi, dan kesediaan untuk saling menanggapi, sehingga pesan yang ditangkap komunikan tidak mengalami perubahan sikap maupun melakukan suatu tindakan
AUDIT UNTUK LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) Warno, Warno; Setiyanti, Sri Wiranti
JURNAL STIE SEMARANG Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.197 KB)

Abstract

Entitas profit maupun non profit keduanya membutuhkan pengelolaan keungan untuk bisa mencapai tujuan dari entitas tersebut, lembaga amil zakat merupakan salah satu entitas non profit, entitas ini aktivitasnya dibiayai dari sumber keungan masyarakat dan tujuan dari entitas ini juga untuk mensejahterakan masyarakat, dibutuhkan pengelolaan keungan yang baik untuk bisa mencapai tujuan tersebut maka dikeluarkanya Undang-undang  No 23 tahun 2011dan Peraturan Pemerintah No 14 tahun 2014, isi dari kedua aturan tersebut misalnya : Tata kerja Sekretariat BAZNAS. Tata kerja BAZNAS provinsi/kabupaten/kota. Persyaratan organisasi, mekanisme perizinan, pembentukan perwakilan, pelaporan, dan pertanggungjawaban Lembaga Amil Zakat (LAZ). Lingkup kewenangan pengumpulan zakat oleh BAZNAS, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Pelaporan BAZNAS Kabupaten/Kota, BAZNAS Provinsi, LAZ,dan BAZNAS. Pembiayaan BAZNAS dan penggunaan Hak Amil. Sanksi administratif. Dengan dikeluarkanya aturan tersebut maka harus dibuat desain audit untuk lembaga amil zakat karena perkembangan sebelumnya adalah audit konvensional dan audit syariah.
MENGELOLA WAKTU SECARA PROFESIONAL OLEH SUMBER DAYA MANUSIA Wibowo, Bambang Kristianto
JURNAL STIE SEMARANG Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.003 KB)

Abstract

Seorang pegawai harus mampu membuat manajemen waktu yang baik dan merniliki komitmen serta sikap yang dilandasi rasa tanggung jawab pada tugas maka mereka akan rnenyelesaikan tugas atau pekerjaannya karena merasa terikat pada penyelesaian tugas tersebut, bukan karena terikat pada norma-norma formal, sehingga apabila tidak menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya, mereka akan merasa bersalah dan bukannya takut pada sanksi. Untuk itu pegawai harus melatih diri untuk menjadi pegawai yang penuh tanggung jawab, yang mampu bekerja mandiri, bekerja tanpa pengawasan, bahkan dituntut untuk mampu mengawasi dirinya sendiri. Untuk itu harus memperhatikan aturan-aturan dalam manajemen waktu yang baik, yaitu ; jangan menangguhkan, lacak aktifitas anda, berkonsentrasi pada hasil, ingat prinsip 80/20, gunakan waktu perjalanan dengan bijaksana, bangun rancangan aksi, merespon dengan cepat, bersikap tegas, jadwalkan waktu untuk santai. Bagi seorang pegawai, waktu adalah sumber daya langka, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan segala kesibukan yang dimilikinya manajemen waktu yang baik dan benar mampu membuat keseimbangan hidup bagi pegawai baik di kantor, masyarakat dan keluarga.
PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN SEKRETARIS Risnawati, V Naniek
JURNAL STIE SEMARANG Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.026 KB)

Abstract

Peran sekretaris dalam perusahaan dewasa ini tidak hanya menerapkan fungsi manajemen yang meliputi POAC tetapi dituntut untuk mengembangkan citra perusahaan dengan cara mengatasi kesenjangan   pengetahuan dan teknologi yang serba canggih  dengan teknologi perilaku (etiket) sumber daya manusia yang saat ini mulai luntur “ merosot”. Upaya yang dapat  dilakukan sekretaris yaitu  mengubah citra diri negative, menjadi dengan cara memperhatikan beberapa komponen interpersonal relationships yang meliputi : memiliki rasa keterlibatan (berpartisipasi) dalam setiap kegiatan ,  tanggungjawab, empati, terbuka dan didukung sikap loyalitas yang tinggi.                  Sedarmayanti (1990) Komponen pengembangan kepribadian  dapat diperoleh melalui pre service training yaitu pelatihan sebelum menempati jabatan dan in service training  untuk meningkatkan kecakapan melalui pengalaman kerja yang diembannya. 
PENTINGNYA KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN BAGI TENAGA PENGAJAR Lipursari, Anastasia
JURNAL STIE SEMARANG Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015
Publisher : JURNAL STIE SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.159 KB)

Abstract

Tenaga pengajar  mempunyai tugas yang sangat penting di dalam melakukan proses pembelajaran harus mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap menyelesaikan masalah, dan mampu mendampingi peserta didik dalam mempersiapkan masa depannya. Dalam proses pembelajaran tidak selamanya berjalan mulus, sehingga tenaga pengajar selalu berusaha bagaimana materi pembelajaran  yang disampaikan  dapat dikuasai oleh peserta didik secara tuntas. Banyak hal yang mempengaruhi kesulitan tenaga pengajar dalam penyampaian materi  dikarenakan peserta didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya, tetapi mereka juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berlainan. Ada tiga aspek yang membedakan mahasiswa yang satu dengan yang lainnya, yaitu aspek intelektual, psikologi dan biologis. Di samping itu keanekaragaman tujuan peserta didik dalam belajar juga mempengaruhi semangat, minat, dan daya juang mereka dalam proses pembelajaran. Kepemimpinan merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang tenaga pengajar. Banyak model kepemimpinan yang dapat dianut dan diterapkan dalam berbagai organisasi/institusi, baik profit maupun nonprofit. Namun, model kepemimpinan yang paling cocok untuk diterapkan di lembaga pendidikan adalah kepemimpinan pembelajaran. Kepemimpinan pembelajaran yang kuat mendukung lembaga pendidikan  menjadi efektif. Kepemimpinan pembelajaran mencakup perilaku-perilaku tenaga pengajar dalam merumuskan dan mengkomunikasikan tujuan lembaga pendidikan, memantau, mendampingi, dan memberikan umpan balik dalam pembelajaran, membangun iklim akademik, dan memfasilitasi terjadinya komunikasi dalam lembaga pendidikan. Tujuan utama kepemimpinan pembelajaran adalah memberikan pelayanan prima kepada semua peserta didik agar mereka mampu mengembangkan potensinya untuk menghadapi masa depan yang belum diketahui dan sarat dengan tantangan-tantangan yang sangat turbulen.
ANALISIS PENGARUH PRINSIP PELAYANAN PRIMA TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA PADA KOPERASI PRIMA SEKAR SEJAHTERA DI KABUPATEN BATANG Susetyarsi, TH; Harminingtyas, Rudika
JURNAL STIE SEMARANG Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.892 KB)

Abstract

Pelayanan prima  adalah  faktor  kunci  dalam  keberhasilan  perusahaan.  Pelayanan  prima berarti  memelihara dan mempertahankan konsumen perusahaan dan menambah konsumen baru.Pelayanan prima bukan hanya sekedar memberikan suatu layanan, hal ini memerlukan sedikit pelayanan ekstra dan sesuai dengan harapan konsumen yang mengharapkan pelayanan yang terbaik. Dengan demikian  perusahaan harus  memelihara  dan  mempertahankan  konsumen  seperti  halnya  mendapatkan konsumen yang baru. Jadi dalam hal memenangkan persaingan, perusahaan juga perlu mempertahankan loyalitas konsumen yang ada (Marconi, 1993).Pelayanan prima dikembangkan berdasarkan 3 prinsip (Marconi, 1993), yaitu sikap (attitude), perhatian (attention) dan tindakan (action).             Pelayanan prima juga menjadi pusat perhatian manajemen Koperasi Prima Sekar Sejahtera di Kabupaten Batang yang bergerak dalam bidang simpan pinjam guna menciptakan loyalitas para anggotanya. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel bebas yaitu prinsip pelayanan prima yang terdiri dari sikap (X1), perhatian (X2) dan tindakan (X3) secara parsial terhadap loyalitas anggota (Y) pada Koperasi Prima Sekar Sejahtera di Kabupaten Batang             Populasi dalam penelitian adalah seluruh anggota koperasi pada Koperasi Prima Sekar Sejahtera yang jumlahnya sebesar 47 orang. Data diperoleh dari 47 responden  yang  dijadikan sampel  dengan cara pengisian kuesioner. Untuk pembuktian hipotesis dan menarik kesimpulan, digunakan alat analisa regresi berganda, koefisien determinasi (R2), pengujian hipotesis secara parsial dengan T-test dan pengujian hipotesis secara simultan dengan F-test. Berdasarkan analisa regeresi berganda diketahui bahwa variabel-variabel bebas mempunyai pengaruh positif yang searah dengan variabel terikat. Selanjutnya hasil analisis data diperoleh nilai R2 sebesar 0,760 atau 76,0 persen. Sehingga dikatakan bahwa 76,0% variasi variabel terikat yaitu loyalitas anggota (Y) pada Koperasi Prima Sekar Sejahtera di Kabupaten Batang dapat diterangkan oleh variabel-variabel bebas. Sedangkan sisanya (24,0 persen) dipengaruhi oleh variabel lain di luar model yang diteliti.
MODEL KERJA SAMA PEMERINTAH DENGAN PIHAK SWASTA DALAM PELAYANAN KESEHATAN SR, Dwi Prawani; Heridiansyah, Jefri
JURNAL STIE SEMARANG Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.911 KB)

Abstract

Saat ini pemerintah Indonesia mulai berbenah diri untuk memperbaiki kinerja dan kualitas pelayanan yang mereka berikan kepada publik di berbagai sektor termasuk sektor kesehatan. Dengan diberlakukannya desentralisasi kepada dinas di daerah maka setiap daerah memiliki hak dan wewenang untuk mengelola daerahnya masing-masing. Pemerintah daerah memiliki tugas dan wewenang yang semakin besar untuk menjalankan kebijakan yang ditetapkan.Dinas kesehatan di daerah mempunyai tugas untuk mengoptimalkan pembangunan kesehatan kepada masyarakat. Sistem desentralisasi dinas ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan program pembangunan kesehatan yang lebih efektif dan efisien serta mengena pada kebutuhan kesehatan masyarakat.
KEKUASAAN DAN PEMBERDAYAAN DALAM ORGANISASI Yuliana, Rahmi; Sasono, Eko
JURNAL STIE SEMARANG Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.798 KB)

Abstract

Pada dasarnya, organisasi mempunyai sifat berusaha memenuhi beberapa jenjang keteraturan tertentu sehingga dapat bertahan dan mencapai tujuannya. Ini berarti organisasi harus dapat mengajak anggotanya bersikap dengan cara-cara bermanfaat bagi organisasi. Ini dapat meliputi suatu keteraturan (order) yang dirundingkan, tetapi pengaturan manusialah yang melibatkan pelaksanaan kekuasaan. Individu yang bergabung dengan organisasi atau mereka yang dilahirkan ke dalamnya, mencari manfaat tertentu. Usaha-usaha mereka untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan kekuasaan. Kata kunci: organiasi, kekuasaan, tujuan
ANALISIS PENGARUH STRATEGI DESAIN PRODUK TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA SKUTER MATIK YAMAHA MEREK MIO FINO DI KOTA SEMARANG Susetyarsi, TH
JURNAL STIE SEMARANG Vol 5 No 2 (2013): VOLUME 5 NOMOR 2 EDISI JUNI 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.578 KB)

Abstract

Dalam memilih produk, dalam hal ini sepeda motor,  konsumen tentu saja akan dipengaruhi oleh desain dari produk sepeda motor tersebut. Desain produk merupakan segala sesuatu yang melekat dan menyertai produk tersebut, seperti gaya hidup, fitur dan bentuk atau penampilan produk (Kotler dan Amstrong, 1996). Saat ini desain sepeda motor terdiri dari sport, muped, automatic dan skuter matik.   Tujuan diadakannya penelitian ini adalah pertama, untuk menganalisis pengaruh variabel bebas yaitu desain produk skuter matik Yamaha Mio Fino yang terdiri dari gaya hidup (X1), fitur (X2) dan penampilan (X3) terhadap variabel terikat berupa minat beli konsumen (Y) di Kota Semarang. Data diperoleh dari 100 responden yang dijadikan sampel dengan cara pengisian kuesioner.     Berdasarkan   analisa   regeresi   berganda diketahui bahwa variabel-variabel bebas mempunyai pengaruh positif yang searah dengan  variabel  terikat.  Selanjutnya  hasil  analisis  data  diperoleh  nilai  R2   sebesar 84,0%, artinya 84,0% variasi variabel terikat dipengaruhi oleh variabel bebas. Sedangkan sisanya (16%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar  model.  Hasil uji hipotesis baik parsial maupun simultan menunjukkan hasil  analisis bahwa semuanya mendukung hipotesis yang diajukan yaitu  variabel-variabel bebas berupa strategi desain produk skuter matik Yamaha merek Mio Fino yang terdiri dari gaya hidup (X1), fitur (X2) dan penampilan (X3) berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap variabel terikat minat beli konsumen (Y) di Kota Semarang.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA PRODUK SEPEDA MOTOR MATIK BERUPA SEGMENTASI, TARGETING, DAN POSITIONING SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI SEMARANG Yuliana, Rahmi
JURNAL STIE SEMARANG Vol 5 No 2 (2013): VOLUME 5 NOMOR 2 EDISI JUNI 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.954 KB)

Abstract

Perubahan di sektor industri yang ada pada saat ini, seperti ekonomi, teknologi,  politik,  budaya.  Sehingga  dalam  perusahaan  mengharuskan  untuk dapat merespon perubahan yang terjadi, biasanya masalah sentral yang dihadapi perusahaan   saat   ini   adalah   bagaimana   perusahaan   bias   mendatangkan pelanggan dan mempertahankanya agar perusahaan tersebut dapat bertahan dan berkembang sehingga mencapai tujuannya. Strategi adalah  merupakan rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang berhubungan dengan keunggulan strategis perusahaan terhadap tantangan lingkungan,  yang  dirancang  untuk  dapat  memastikan  tujuan  dari  perusahaan dapat dicapai   pelaksanaannya yang tepat oleh organisasi. Dalam strategi pemasaran ada tiga elemen yaitu segmentation, targeting dan positioning. Variabel  dalam  penelitian  ini  adalah  variabel  bebas  dan  variabel  terikat. Variabel bebas (independent) pada penelitian ini adalah strategi pemasaran pada produk sepeda motor matik berupa segmentation (X1), targeting (X2) dan positioning (X3). Sedangkan yang menjadi variable terikat (dependent) adalah keputusan pembelian konsumen (Y) di Semarang

Page 10 of 58 | Total Record : 574


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal STIE Semarang Vol 17 No 1 (2025): Jurnal STIE Semarang Vol 16 No 3 (2024): Jurnal STIE SEmarang Vol 16 No 2 (2024): Jurnal STIE Semarang Vol 16 No 1 (2024): Jurnal STIE SEmarang Vol 15 No 3 (2023) Vol 15 No 2 (2023) Vol 15 No 1 (2023) Vol 14 No 1 (2022): VOLUME 14 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2022 Vol 14 No 3 (2022) Vol 14 No 2 (2022) Vol 14 No 1 (2022) Vol 13 No 3 (2021): VOLUME 13 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2021 Vol 13 No 2 (2021): Vol 13 No 2 (2021) Bulan Juni Vol 13 No 1 (2021): VOLUME 13 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2021 Vol 13 No 3 (2021) Vol 13 No 2 (2021) Vol 13 No 1 (2021) Vol 12 No 2 (2020): Volume 12 No 2 Edisi Juni 2020 Vol 12 No 1 (2020): Volume 12 No 1 Edisi Februari 2020 Vol 12 No 3 (2020) Vol 11 No 03 (2019): VOLUME 11 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2019 Vol 11 No 02 (2019): VOLUME 11 NOMOR 2 EDISI JUNI 2019 Vol 11 No 1 (2019): VOLUME 11 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2019 Vol 11 No 1 (2019): VOLUME 11 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2019 Vol 10 No 3 (2018): VOLUME 10 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2018 Vol 10 No 3 (2018): VOLUME 10 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2018 Vol 10 No 2 (2018): VOLUME 10 NOMOR 2 EDISI JUNI 2018 Vol 10 No 2 (2018): VOLUME 10 NOMOR 2 EDISI JUNI 2018 Vol 10 No 1 (2018): VOLUME 10 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2018 Vol 10 No 1 (2018): VOLUME 10 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2018 Vol 9 No 3 (2017): Vol 9 No 3 (2017): VOLUME 9 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2017 Vol 9 No 3 (2017): Vol 9 No 3 (2017): VOLUME 9 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2017 Vol 9 No 2 (2017): VOLUME 9 NOMOR 2 EDISI JUNI 2017 Vol 9 No 2 (2017): VOLUME 9 NOMOR 2 EDISI JUNI 2017 Vol 9 No 1 (2017): VOLUME 9 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2017 Vol 9 No 1 (2017): VOLUME 9 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2017 Vol 8 No 3 (2016): VOLUME 8 NO 3 EDISI OKTOBER 2016 Vol 8 No 2 (2016): VOLUME 8 NOMOR 2 EDISI JUNI 2016 Vol 8 No 1 (2016): VOLUME 8 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2016 Vol 7 No 3 (2015): VOLUME 7 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2015 Vol 7 No 3 (2015): VOLUME 7 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2015 Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015 Vol 7 No 2 (2015): VOLUME 7 NOMOR 2 EDISI JUNI 2015 Vol 6 No 3 (2014): VOLUME 6 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2014 Vol 6 No 3 (2014): VOLUME 6 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2014 Vol 6 No 2 (2014): VOLUME 6 NOMOR 2 EDISI JUNI 2014 Vol 6 No 1 (2014): VOLUME 6 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2014 Vol 6 No 1 (2014): VOLUME 6 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2014 Vol 5 No 3 (2013): VOLUME 5 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2013 Vol 5 No 2 (2013): VOLUME 5 NOMOR 2 EDISI JUNI 2013 Vol 5 No 2 (2013): VOLUME 5 NOMOR 2 EDISI JUNI 2013 Vol 5 No 1 (2013): VOLUME 5 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2013 Vol 4 No 3 (2012): VOLUME 4 NOMER 3 EDISI OKTOBER 2012 Vol 4 No 3 (2012): VOLUME 4 NOMER 3 EDISI OKTOBER 2012 Vol 4 No 2 (2012): VOLUME 4 NOMOR 2 EDISI JUNI 2012 Vol 4 No 2 (2012): VOLUME 4 NOMOR 2 EDISI JUNI 2012 Vol 4 No 1 (2012): VOLUME 4 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2012 Vol 3 No 3 (2011): VOLUME 3 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2011 Vol 3 No 2 (2011): VOLUME 3 NOMOR 2 EDISI JUNI 2011 Vol 3 No 1 (2011): VOLUME 3 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2011 Vol 2 No 3 (2010): VOLUME 2 NOMOR 3 EDISI OKTOBER 2010 Vol 2 No 2 (2010): VOLUME 2 NOMOR 2 EDISI JUNI 2010 Vol 2 No 1 (2010): VOLUME 2 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2010 Vol 1 No 3 (2009): VOLUME 1 NOMOR 2 EDISI OKTOBER 2009 Vol 1 No 2 (2009): VOLUME 1 NOMOR 2 EDISI JUNI 2009 Vol 1 No 1 (2009): VOLUME 1 EDISI KHUSUS 2009 More Issue