cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 261 Documents
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN KELUARGA SUKU BANJAR SELAMA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN KONDISI STROKE DI BANJARMASIN Oktovin Oktovin; Elly Nurachmah; Muhammad Syafwani
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.213

Abstract

Latar Belakang : Prognosis penyakit stroke kebanyakan sembuh dengan kecacatan. Kalimantan selatan terutama Kota Banjarmasin angka kejadian stroke mencapai 4.031 kasus yang sembuh dengan gejala sisa. Gejala sisa ini menjadikan penderita stroke di Kota Banjarmasin memiliki kualitas hidup rendah, terlebih lagi dengan rendahnya dukungan keluarga. Metode : Metode penelitian dengan metode kualitatif fenomenology. Penelitian dilaksanakan dengan wawancara mendalam dan catatan lapangan (field note) kepada 5 partisipan yang terpilih sesuai kriteria inklusi. Data hasil wawancara dan catatan lapangan di analisa dengan tematik analisis. Hasil : Penelitian ini menghasilkan 6 tema yaitu : kurangnya pengetahuan keluarga Suku Banjar tentang stroke; kebutuhan dasar pasien stroke tidak terpenuhi; keluarga memenuhi kebutuhan dasar pasien stroke; sikap keluarga selama merawat pasien stroke; sistem pemberian layanan kesehatan; dan pendekatan keluarga dalam asuhan keperawatan. Kesimpulan : Keluarga Suku Banjar memiliki pengetahuan rendah tentang stroke. Hal ini berdampak pada koping keluarga sehingga di awal keluarga sempat menunjukan sikap tidak mendukung. Peran petugas kesehatan mengajarkan keluarga menjadi caregiver menjadikan keluarga saat ini mampu memaksimalkan perawatan kepada penderita stroke. Kata Kunci : Keluarga Suku Banjar, Pasien Stroke, Perawatan Stroke
ANALISA KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PEMBANTU PARARAPAK KABUPATEN BARITO SELATAN TAHUN 2019 Theresia Ivana; Desi Taraneti; Luckyta Ibna Permana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.221

Abstract

Intisari Latar belakang Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perseorangan tingkat pertama, dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Setiap pelayanan jasa akan berdampak pada kemauan dari pelanggan untuk mendatangi tempat pelayanan dilaksanakan. Kepuasan pelanggan mempengaruhi kunjungan tersebut, sehingga pelayanan kesehatan yang prima menjadi hal yang utama dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien berhubungan langsung dengan pelayanan yang diberikan di puskesmas, apabila pemberi layanan melakukan service excellent diharapkan tingkat kepuasan pasien akan meningkat. Metode Penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan melakukan analisa kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Pararapak Kabupaten Barito Selatan tahun 2019. Populasi penelitian 70 orang, jumlah sampel yang didapatkan 45 orang responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Variabel tunggal penelitian yaitu kepuasan pasien. Pengambilan data menggunakan kuesioner Service Quality terdiri atas lima dimensi kepuasan Hasil Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Pararapak pada dimensi tangible 71,1% sangat memuaskan, pada dimensi reliability 55,6% puas, dimensi responsiveness 71,1% sangat puas, dimensi assurance 60% sangat puas, dan dimensi empathy 44,4% puas. Kesimpulan Secara umum kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Pararapak menunjukkan sangat puas terhadap pelayanan kesehatan yang diperikan di Puskesmas Pembantu Pararapak, Kabupaten Barito Selatan, tahun 2019 Kata kunci Kesehatan, Kepuasan, Pasien, Pelayanan, SERVQUAL
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN BERBASIS FAMILY CENTERED NURSING TERHADAP KEMANDIRIAN KELUARGA MENGELOLA DIET HIPERTENSI LANSIA Ermeisi Er Unja; Elly Nurachmah; Syafwani Syafwani
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.224

Abstract

Latar Belakang:Angka prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan yang meningkat dari tahun sebelumnya memberikan kekhawatiran tersendiri. Tercatat penderita hipertensi di Kota Banjarmasin pada tahun 2018 dengan kasus baru pada usia >60 Tahun berjumlah 6.992 kasus. Gaya hidup seperti diet hipertensi yang salah menjadi salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan pendekatan Family Centered Nursing dalam kemandirian keluarga mengelola diet Hipertensi pada Lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan Desain Quasy Experimental dengan Control Group Pre-Post Test Design. Sampel sebanyak 40 orang dipilih secara purposive sampling yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kelompok control. Kegiatan Health Promotion dilakukan sebanyak empat kali kunjungan per minggu. Penelitian dilakukan pada wilayah Sungai Jingah Banjarmasin Hasil: Didapatkan hasil bahwa karakteristik responden, usia kisaran 19-40 tahun, pendidikan SMA (80%) dan mayoritas responden sudah bekerja (55%). Terjadi peningkatan rerata pengetahuan 32,91, sikap 37,5, dan perilaku 38.5 pada kelompok setelah intervensi dilakukan, Sedangkan kelompok control tidak mengalami perubahan. Nilai p value > 0,05 sehingga terdapat pengaruh Promosi kesehatan berbasis Family Centered Nursing terhadap kemandirian keluarga dalam memodifikasi diet hipertensi. Kesimpulan : Pelaksanaan Health Promotion dengan pendekatan keluarga dapat dijadikan salah satu metode alternatif yang dapat dikembangkan untuk pelaksanaan edukasi keperawatan dimasyarakat. Kata Kunci: Health Promotion, Keluarga, Diet Hipertensi
HUBUNGAN PELAKSANAAN RANGE OF MOTION DENGAN RISIKO DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE Insana Maria
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.226

Abstract

Latar Belakang : Stroke merupakan pembunuh nomor 3 setelah penyakit jantung dan kanker, stroke biasanya ditandai dengan kelumpuhan anggota gerak pada salah satu sisi anggota tubuh, penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada penderita stroke salah satunya yaitu Range Of Motion. Terapi Range Of Motion merupakan salah satu terapi yang membantu memulihkan keadaan penderita stroke yang mengalami kelumpuhan, serta dilakukannya Range Of Motion agar tidak terjadinya risiko dekubitus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pelaksanaan Range Of Motion dengan Risiko Dekubitus Pada Pasien Stroke. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain penelitian korelasi, penelitian dilaksanakan di Ruang Saraf Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura jumlah populasi pasien stroke sebanyak 168 orang dan sampel sebanyak 118 orang dengan teknik sampling Consecutive Sampling, Instrumen berupa kuesioner dan teknik analisis data menggunakan uji Spearman’s. Hasil : Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan uji Spearman’s diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada hubungan antara pelaksanaan range of motion dengan risiko dekubitus pada pasien stroke di ruang saraf RSUD Ratu Zalecha Martapura. Kesimpulan: ada hubungan (significant) antara pelaksanaan range of motion dengan risiko dekubitus pada pasien stroke di ruang saraf RSUD Ratu Zalecha Martapura 2018 dan diharapkan penelitian ini mengoptimalkan latihan rentang gerak pada pasien stroke, karena dengan melaksanakan Range Of Motion dengan baik maka pasien dapat bergerak secara aktif maupun pasif agar terhindar dari risiko dekubitus. Kata Kunci : Range Of Motion, Stroke, Dekubitus
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN KEHAMILAN PADA KELAS IBU HAMIL Rusdiana Rusdiana; Insana Maria
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.227

Abstract

Latar Belakang: Salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah menurunnya angka kematian ibu, salah satu caranya dengan metode Peer Education atau kelompok teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Peer Education terhadap pengetahuan perawatan kehamilan pada kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Astambul Metode : Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul, teknik sampling yang digunakan adalah random sampling, dengan populasi ibu hamil sebanyak 657 orang, sampel ibu hamil sebanyak 15 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner dengan jumlah 15 soal. Teknik analisis data menggunakan uji Uji Statistik: Uji Paired T Test. Hasil : Hasil Penelitian sebelum dilakukan penyuluhan perawatan kesehatan responden dengan tingkat pengetahuan baik berjumlah 67%, setelah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 93,3% responden dengan tingkat pengetahuan baik yang menandakan adanya pengaruh Peer Education terhadap tingkat pengetahuan. Kesimpulan: Adanya pengaruh peer education terhadap pengetahuan perawataan kehamilan pada kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Astambul, maka penting memberikan informasi tentang perawatan ibu hamil terutama oleh tenaga kesehatan. Kata kunci : Peer Education, Kelas Ibu Hamil
HUBUNGAN PENATALAKSANAAN PEMBERIAN CAIRAN DIRUMAH DENGAN TINGKAT DEHIDRASI PADA BALITA YANG MENGALAMI DIARE Zubaidah Zubaidah; Insana Maria
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.228

Abstract

Latar Belakang : Penyebab utama kematian diare adalah dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui feses, Penatalaksanaan penyakit diare yaitu dengan cara pemberianterapi cairan yang adekuat untuk mencegah terjadinyadampak lebih lanjut dari diare yaitu anak akan mengalami dehidrasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penatalaksanaan pemberian cairan dirumah dengan tingkat dehidrasi pada balita yang mengalami diare. Metode:. Penelitian ini menggunakan metode analitik. Populasi yang digunakan orang tua yang balitanya sedang mengalami diare sebanyak 65 orang. Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental Sampling yaitu 40 responden. Analisis univariat dengan pengumpulan data berupa tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariate menggunakan uji Sperman Rank. Hasil : Hasil uji statistic spearman rho diperoleh nilai p = 0,000, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima terdapat hubungan antara penatalaksanaan pemberian cairan dirumah dengan tingkat dehidrasi. Mayoritas responden dapat melakukan penatalaksanaanpemberian cairan dengan kategori cukup (62,5%), tingkat dehidrasi pada balita mayoritas repondenmengalami diare tanpa dehidrasi (57,5%). Kesimpulan: terdapat hubungan antara penatalaksanaan pemberian cairan dirumah dengan tingkat dehidrasi maka diharapkan bagi orang tua agar selalu memberikan cairan yang tepat ketika balita mengalami diare dan apabila kondisi balita tidak segera membaik maka secepatnya balita dibawa kepelayanan kesehatan terdekat. Kata Kunci : Penatalaksanaan pemberian cairan dirumah,balita, diare, tingkat dehidrasi
DESKRIPSI KARAKTERISTIK PASIEN SUKU DAYAK MA’ANYAN YANG DIRAWAT DENGAN HIPERTENSI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) TAMIYANG LAYANG Warjiman Warjiman; Sri Lidiawati; Theresia Jamini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.229

Abstract

Latar belakang : Penyakit hipertensi sudah lama dikenal sebagai “silent killer” karena resiko kerusakan yang ditimbulkan pada organ-organ penderitanya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk. Pada tahun 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29 persen warga dunia akan terkena hipertensi. Provinsi Kalimantan Tengah-Indonesia pada tahun 2016 melaporkan bahwa penyakit hipertensi menempati peringkat ke-2 sebagai penyakit yang banyak diderita oleh masyarakatnya. Kasus hipertensi ini pun dilaporkan sebagai kasus penyakit yang akan terus meningkat kejadiannya setiap tahun. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karateristik pasien suku dayak Ma’anyan yang dirawat dengan penyakit hipertensi di ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur pada tahun 2019. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi pasien hipertensi dari suku Dayak ma’anyan. Sample diperoleh dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sebanyak 30 pasien suku Dayak ikut serta dalam kegiatan penelitian ini dan mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan tentang faktor resiko terjadinya hipertensi. Data objektif seperti tinggi badan dan berat badan untuk mengukur indeks massa tubuh diukur oleh peneliti. Hasil penelitian selanjutnya dianalisa statistic deskriptif, lalu disajikan dengan menggunakan table distribusi frekuensi. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita hipertensi dari suku Dayak ma’anyan yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Tamiyang layang, mayorits memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi (60%, n=18), berjenis kelamin perempuan (60%, n=18), berusia 56-65 tahun (40%, n=12), tidak menderita obesitas (83%, n=25), aktif mengonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam (30%, n=9), tidak merokok (76%, n=23), dan tidak rajin berolahraga (80%, n=24). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik penderita hipertensi yang berasal dari suku Dayak ma’anyan mayoritas adalah berjenis kelamin perempuan, berusia 56-65 tahun, aktif mengonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam, tidak rajin berolahraga dan tidak mesti mengalami obesitas atau merokok. Kata Kunci : hipertensi, karakteristik pasien, faktor resiko, ruang rawat inap, RSUD Tamiang Layang.
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SUNGAI JINGAH Solikin Solikin; Muradi Muradi
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.230

Abstract

Latar belakang : Kolesterol merupakan masalah kompleks dalam tubuh manusia. Penyempitan serta kakunya dinding pembuluh darah akibat dari penumpukan kolesterol pada pembuluh dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Kadar Kolesterol Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Sungai Jingah Tahun 2019. Metode : Jenis penelitian menggunakan pendekatan/rancangan dengan model pendekatan/rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 41 responden. Tekanan darah diukur dengan sphygmomanometer pegas, sedangkan kadar kolesterol diukur dari hasil pemeriksaan laboratorium dengan pengambilan sampel menggunakan metode kolorimetrik enzimatik CHOD-PAP. Uji statistik yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil : Hasil yang diperoleh pada analisis spearman’s rho menunjukkan bahwa dari 41 responden diperoleh nilai signifikan sebesar 0,004 yang lebih kecil dari 0,1 sebagai taraf yang telah ditentukan sehingga dapat dinyatakan hipotesis diterima yang secara uji statistik terdapat hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol darah dengan derajat hipertensi. Kesimpulan : Dalam mengendalikan kadar kolesterol maka penting bagi pasien untuk menjaga kesehatan dengan cara menjaga gaya hidup sehat dan selalu mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah sehingga terhindar dari komplikasi penyakit akibat tinggi kolesterol dan hipertensi. Kata Kunci : Derajat Hipertensi, Kadar Kolesterol.
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN PASIEN DALAM PENANGANAN PATAH TULANG DENGAN BA’URUT Aulia Rachman; Bahrul Ilmi; Yeni Mulyani
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.231

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Patah tulang merupakan suatu kejadian yang dapat di alami oleh setiap orang. Berbagai macam aktivitas dapat menimbulkan resiko kejadian patah tulang dengan berbagai penatalaksanaan yang berbagai macam jenisnya. Menurut Riskesdes 2018, Masyarakat Kalimantan Selatan memilih pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional 54,1%, masyarakat memilih pengobatan dengan keterampilan tanpa alat termasuk pijat urut/baurut 83,3%, serta memilih penyehat tradisional 98,9%. Pengobatan yang digunakan untuk kesembuhan patah tulang dapat dipilih sendiri oleh penderita baik medis maupun pengobatan tradisional. Kebanyakan individu menentukan pengobatannya berdasarkan atas kemampuannya baik melalui pilihan sendiri, masukan keluarga atau atas kebiasan pengalaman yang terjadi sekitar individu. Individu dalam memilih pengobatan tradisional Baurut karena pengaruh sosial budaya, pengalaman perilaku seseorang seseorang dalam menentukan pengobatan yaitu kecocokan dan kepercayaan klien dan lebih ekonomis. Tujuan : Mengekplorasi pengalaman klien dalam penanganan patah tulang dengan Ba’urut di Kalimantan Selatan. Metode : Desain penelitian dirancang dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologi, dengan lima partisipan. Subjek penelitian adalah klien patah tulang dengan pengobatan baurut. Pengambilan sampel dengan tehnik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara mendalam, perekam suara dan catatan lapangan. Analisa data dilakukan menggunakan kualitatif Cresswel. Hasil penelitian : Terdapat empat tema yang teridentifikasi temuan pengalaman Baurut, yaitu: Alasan ekonomi dan kemudahn pelayanan, proses/metode baurut, dampak fisik setelah Baurut, respon psikologis dari hasil pengobatan Baurut. Hasil penelitian dapat dijadikan dasar pengembangan ilmu pengetahuan dibidang pengobatan tradisional. Saran : keluarga dan tenaga kesehatan harus saling berdampingan, keluarga dalam mengambil keputusan harus memperhatikan dan memahami bagaimana dampak yang ditimbulkan baurut untuk meminimalisasi dampak negatif dari Baurut
HUBUNGAN USIA, PARITAS IBU DAN USIA AYAH DENGAN KEJADIAN ANAK SINDROM DOWN DI SLB NEGERI PELAMBUAN BANJARMASIN TAHUN 2019 Esme Anggeriyane
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.241

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Down merupakan kelainan genetik trisomi yang terdapat tambahan kromosom pada kromosom 21 sehingga menyebabkan kelainan fisik dan gangguan tumbuh kembang anak. Hasil studi memaparkan insiden kelahiran anak Sindrom Down semakin meningkat di seluruh dunia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas ibu dan usia ayah dengan kejadian anak Sindrom Down. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan Cross Sectional, teknik purposive sampling, jumlah populasi 161 dan sampel dari kekhususnan tunagrahita berjumlah 98 orang. Hasil: Usia ibu pada kategori tidak berisiko (20-35 tahun) berjumlah 53 orang (53,06%), Paritas ibu pada paritas berisiko (1 dan ≥4) berjumlah 61 orang (62,24%), usia ayah pada kategori tidak berisiko (25-40 tahun) berjumlah 77 orang (78,57%) dan kejadian Sindrom Down pada kategori bukan Sindrom Down (kelompok tunagrahita tanpa tanda klinis Sindrom Down) berjumlah 92 orang (93,8%). Hasil uji korelasi Spearman Rank antara usia ibu dengan kejadian anak Sindrom Down dengan p value 0,014, paritas ibu dengan p value 0,267 dan usia ayah dengan p value 0,192. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup lemah antara usia Ibu dengan kejadian Sindrom Down. Selanjutnya, tidak ada hubungan significant antara paritas Ibu dan usia ayah dengan kejadian sindrom down. Penelitian ini menyarankan agar calon orang tua (Suami dan Istri) dapat mempertimbangkan secara lebih hati-hati usia Ibu (Istri) sebelum menikah dan perencanaan kehamilan, disamping usia Ayah, dan Paritas Ibu. Kata kunci : Paritas, Sindrom Down, Usia

Page 11 of 27 | Total Record : 261