cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 261 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG SADARI TAHUN 2017 Maria Silvana Dhawo
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.164

Abstract

STUDY PHENOMENOLOGY: PERILAKU CARING PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP KELAS III KOTA BANDUNG Elisabet Elisabet; Blacius Dedi; Herwinda Sinaga
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.165

Abstract

Latar Belakang: Perilaku adalah suatu tindakan atau reaksi yang dilakukan seseorang terhadap orang lain. Caring sebagai bentuk peduli, memberikan perhatian kepada orang lain, berpusat pada orang, menghormati harga diri, dan kemanusiaan, komitmen untuk mencegah terjadinya status kesehatan yang memburuk, memberikan perhatian dan menghormati orang lain. Perawat adalah orang yang mengasuh dan merawat orang lain yang mengalami masalah kesehatan. Pelayanan keperawatan merupakan bentuk pelayanan yang harus diterima oleh pasien, kuncinya adalah memenuhi atau melebihi harapan pasien tentang mutu pelayanan keperawatan yang diterimanya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku caring perawat dalam memberikan pelayanan keperawat di ruang rawat inap kelas III ruangan Parkit dan Merak di RSAU Dr. M. Salamun Bandung. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode fokus grup diskusi. Pengolahan data dilakukan dengan coalizi yaitu menentukan kata kunci, kategori dan tema. Penelitian dilaksanakan di RSAU Dr. M. Salamun Bandung, dengan melibatkan 8 partisipan yang merupakan perawat di Ruangan Parkit dan Merak. Hasil: Penelitian ini memperoleh 5 tema perilaku caring perawat, yaitu 1) Sikap ramah pada pasien, 2) Memberikan motivasi pada pasien, 3) Komunikasi terapeutik pada pasien, 4) Selalu siap sedia memenuhi kebutuhan pasien, 5) Bertanggung jawab membantu memenuhi kebutuhan dasar pasien. Kesimpulan: Perawat membentuk setidaknya lima perilaku caring dalam memebrikan pelayanan keperawatan di ruang rawat inap kepada pasien
GAMBARAN PRAKTIK SELF-MANAGEMENT PADA PASIEN PENDERITA ASMA Fatima Hawala; Dyah Trifianingsih; Yohana Gabrilinda Adang
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.168

Abstract

Latar belakang: Penyakit asma berdampak cukup besar dalam kehidupan penderitanya, dimana penyakit ini dapat meningkatkan angka morbiditas dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Meskipun tidak ada obat yang menyembuhkan asma secara total, namun dengan strategi manajemen diri yang efektif dapat membantu pasien untuk mengontrol penyakitnya dan mencegah gejala yang lebih buruk. Self-management diharapkan dapat meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup agar penderita asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-management pada pasien penderita asma di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin Tahun 2018. Metode: Penelian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien penderita asma yang berkunjung ke Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accident sampling, jumlah sampel sebanyak 30. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner dengan menggunakan analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Karakteristik responden berdasarkan umur, pendidikan, dan pekerjaan di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin Tahun 2018 di dapatkan mayoritas responden umur dewasa awal 26-35 tahun yaitu 19 orang (63,3%), berpendidikan SD/sederajat berjumlah 13 orang (43,3%) dan pekerjaan terbanyak yaitu swasta dengan jumlah 15 orang (50%). Praktik Self-Management pada Pasien Penderita Asma di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin mayoritas dalam kategori cukup sebanyak 18 responden (60%). Kesimpulan: Praktik self-managemt yang dilakukan oleh pasien penderita asma yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya adalah cukup.
PENGALAMAN MEKANISME KOPING IBU DENGAN ANAK PENYANDANG AUTISME DI BANJARMASIN Elva Septianata Erina; Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.169

Abstract

Latar Belakang : Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang mengakibatkan gangguan keterlambatan pada kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Anak penyandang autisme mempunyai pola asuh yang berbeda dengan anak normal lainnya. Ibu yang memiliki anak dengan masalah autism harus lebih banyak meluangkan waktu untuk merawat anak, berada dalam keadaan stres dan mempunyai beban berat karena perilaku autisme yang dialami oleh anaknya. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang bagaimana pengalaman mekanisme koping ibu dengan anak penyandang autisme di Banjarmasin. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan partisipan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu dan didapatkan 3 partisipan. Sumber data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam yang dilengkapi dengan lembar observasi non partisipatif dan catatan lapangan. Hasil : Perasaan ibu dengan anak penyandang autisme berupa penolakan terhadap kenyataan, kecewa dengan adanya stigma negatif tentang anaknya sehingga ibu lebih menutup diri tentang keadaan anaknya. Ibu yang telah mencapai tahap penerimaan dimana ibu mulai menyadari bahwa anak sangat membutuhkan ibu dalam kehidupannya, menghadapi berbagai perilaku anak dengan penuh kesabaran, dengan pikiran yang tenang dan ibu berfokus untuk memberikan perawatan yang terbaik bagi anak anaknya. Kesimpulan : Ibu menghadapi berbagai tekanan selama merawat anak, mulai dari perilaku anak, beban perawatan dan stigma lingkungan. Ibu pada awalnya akan menghadapi berbagai tekanan serta cenderung menggunakan mekanisme koping yang maladaptif, namun pada fase acceptance ibu menggunakan mekanisme koping yang adaptif dimana ibu lebih berfokus untuk menyelesaikan masalah dan mengelola emosi negatif menjadi emosi positif.
PERSEPSI REMAJA DALAM PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA SISWI KELAS X DI SALAH SATU SMA NEGERI DI BANJARMASIN Winda Eriyanti; Margaretha Martini; Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.172

Abstract

Latar Belakang : Kejadian kanker payudara mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri angka kejadianya mencapai 347.792 kasus pada tahun 2013. Kanker payudara dapat dikendalikan jika dapat terdeteksi sejak dini sehingga cepat dalam penanganan. Akan tetapi mendekteksi kanker payudara sejak dini belum mampu dilakukan oleh para wanita terutama diusia remaja. Misalnya dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 60 responden. Hasil : Persepsi remaja dalam penatalaksanaan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi kelas X di SMA Negeri 8 Banjarmasin termasuk dalam kategori kurang (62%). Dimana rata-rata persepsi akan tujuan termasuk dalam kategori cukup (47%), persepsi tentang waktu melakukan SADARI termasuk dalam kategori kurang (45%) dan cara melakukan SADARI termasuk dalam kategori kurang (71,6) Kesimpulan : Persepsi remaja dalam penatalaksanaan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi kelas X di SMA Negeri 8 Banjarmasin mendapatkan hasil kurang karena siswi belum pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang SADARI.
Pengaruh Pengaruh Pemberian Cairan Hangat Peroral Sebelum Latihan Batuk Efektif Dalam Upaya Pengeluaran Sputum Pasien COPD Marwansyah Marwansyah Marwansyah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.175

Abstract

Latar Belakang : Beberapa pasien sering mengalami kesulitan dalam mengeluarkan sputum walaupun sudah dilakukan latihan batuk efektif karena sputum yang berada pada jalan napas lengket dan kental sehingga menyebabkan pasien terstimulasi untuk terus batuk. Tujuan penelitian ingin mengetahui pengaruh pemberian cairan hangat peroral sebelum latihan batuk efektif dalam upaya kemampuan pengeluaran sputum pasien COPD di rumah sakit. Metode penelitian : Jenis penelitian Quasi eksperimen, rancangan One Group Pra-Post Test Design. Menggunakan teknik Accidental sampling. Data dianalisis dengan uji Paire t-test. Hasil : Rata-rata volume sputum yang dikeluarkan sebelum pemberian cairan hangat peroral pada pasien COPD adalah 1,81 ml, rata-rata volume sputum yang dikeluarkan sesudah pemberian cairan hangat peroral pada pasien COPD adalah 2,32 ml, hasil uji statistik Pair t test menunjukkan nilai signifikan 0,009 (p<0,05), terdapat perbedaan volume sputum yang bermakna antara sebelum pemberian cairan hangat peroral dengan sesudah pemberian cairan hangat peroral pasien COPD. Kesimpulan: Pemberian cairan hangat peroral sebelum latihan batuk efektif dapat membantu meningkatkan sekresi sputum sehingga penelitian ini dapat menjadi bahan acuan untuk sumber informasi, alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah dan ekonomis untuk kelancaran jalan nafas serta mencegah akumulasi sekret berlebih pada pasien COPD.
THE EFFECTIVENESS OF EXERCISE KEGEL ON THE HEALING PROCESS OF EFFICIOTOMIC INFLAMATION AND PROLIFERATION PHASE ON POSTPARTUM MOTHER Yuliani Budiyarti
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.177

Abstract

Background: One of the actions that can be taken to accelerate labor and widen the birth canal is episiotomy. If the post episiotomy wound does not receive treatment measures such as exercice, it can cause negative effects such as the length of time the wound heals is at high risk of infection. The purpose of this study is to prove the effectiveness of Kegel Exercise on the healing process of episiotomy wounds in the inflammatory and proliferation phases of post partum mothers. Method: This type of quantitative research with a quasi experimental design of posttest only non-equivalent control group. The research sample of post partum mothers with episiotomy as many as 40 people were divided into two groups: 20 mothers of the intervention group and 20 mothers of the control group, using purposive sampling techniques and Mann Whitney analysis test. Results: p value 0,000 ≤ value α = 0.05 so that Kegel Exercise is effective in the healing process of episiotomy wounds in the inflammatory and proliferative phases in post partum mothers. Conclusion: Kegel exercise can be used as an alternative action that is easy and safe to accelerate the healing process of episiotomy wounds in post partum mothers.
EFEKTIVITAS BRAIN GYM TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK KELAS VI DI SEKOLAH DASAR KRISTEN KANAAN BANJARMASIN Anis Silvia; Sapariah Anggraini; Kristia Labertus
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.179

Abstract

Latar Belakang : Keberhasilan anak dalam proses pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor guru melainkan dapat dipengaruhi juga oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi belajar anak adalah konsentrasi. Gangguan konsentrasi dapat mengganggu aktivitas belajar anak, sehingga diperlukan latihan brain gym sebagai stimulus untukmemperbaiki gangguan tersebut. Tujuan Penelitian : Menganalisa Efektivitas Brain Gym Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Kelas VI Sekolah Dasar Kristen Kanaan Banjarmasin 2018. Metode : Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain time series dengan melibatkan 41 responden yang direkrut dari anak kelas VI Sekolah Dasar Kristen Kanaan Banjarmasin menggunakan consecutive sampling. Responden diberikan intervensi berupa brain gym 3 kali seminggu selama 5 minggu. Evaluasi tingkat konsentrasi dilakukan pada setiap akhir minggu menggunakan Grid Consentration Exercise. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan nilai (p value < 0,05). Hasil : Konsentrasi belajar anak meningkat secara signifikan selama penelitian dengan menggunakan intervensi latihan brain gym berdasarkan hasil skor Grid Consentration Exercise pada pretest-posttest V. Hal ini dibuktikan dengan uji Friedman dan Post-Hoc Wilcoxon yang menunjukkan nilai p value kurang dari 0,05. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa latihan brain gym efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak Sekolah Dasar Kristen Kanaan Banjarmasin.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG NARKOBA DI SMPN 5 BANJARBARU Iis Pusparina; Insana Maria; Danti Tia Anggraini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.180

Abstract

Narkoba seringkali kita dengar dalam kehidupan era digital sekarang tak terkecuali di dunia pendidikan. Kelompok usia remaja cenderung memiliki sifat penasaran yang tinggi sehingga banyak remaja yang ingin coba-coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Narkoba di SMP Negeri 5 Banjarbaru Tahun 2019. Desain Penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksprerimental dengan instrument kuesioner. Populasi seluruh siswa SMPN 5 Banjarbaru sebanyak 305 siswa menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 76 responden, data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Diperoleh hasil pengetahuan pretest dan posttest pada responden terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan media leaflet dengan p-value sig-0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang narkoba di SMPN 5 Banjarbaru. Mengoptimalkan pengetahuan responden tentang bahaya narkoba agar dimasa akan datang responden bisa mengantisipasi diri dan mencegah agar terhidar dari narkoba yang sangat berbahaya.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA II, KALIMANTAN SELATAN Annalia Wardhani; Insana Maria; Anna Noor Murdiany
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i2.181

Abstract

Latar Belakang: Self Efficacy dibutuhkan bagi para penderita hipertensi untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui keyakinan dalam menjalankan perawatan diri. Penderita hipertensi yang memiliki self efficacy baik dapat menghasilkan manfaat dalam penanganan hipertensi contohnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi untuk mencegah kekambuhan hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self-Efficacy dengan penatalaksanaan pencegahan kekambuhan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian korelasi dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah populasi 1627 dan sampel 94 orang. Hasil penelitian menyatakan didapatkan tingkat kemaknaan ρ=0,000, a=£ 0,05 (r=0,000<0,05) yang berarti H0 gagal diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara Self Efficacy Dengan Penatalaksanaan Pencegahan Kekambuhan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Tahun 2019. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pasien agar lebih menyadari penyakit hipertensi yang diderita dan segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat serta meningkatkan self efficacy dan berperan secara aktif untuk melaksanakan pencegahan kekambuhan hipertensi.

Page 9 of 27 | Total Record : 261