cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 261 Documents
Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Penularan Tuberculosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura II Insana Maria
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i2.242

Abstract

Tuberkulosis Paru (atau TB paru) merupakan penyakit yang sangat cepat ditularkan. Meningkatnya penderita TB paru diIndonesia disebabkan oleh perilaku hidup yang tidak sehat. Perilaku pasien TB paru dalam pencegahan penularan jugamasih berada dalam kategori kurang baik. Program penanggulangan penyakit TB Paru berkaitan dengan masalahpengetahuan dan perilaku masyarakat, keluarga, serta penderita tuberkulosis paru dalam menanggulangi masalah infeksibakteri penyebab TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga denganperilaku pencegahan penularan TB paru di wilayah kerja Puskesmas Martapura II pada tahun 2019. Penelitian ini dilakukandengan menggunakan metode analitik dengan desain penelitian korelasi, teknik sampling dengan total sampling terhadap30 responden. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil pengolahan data yang menggunakan ujistatistik Chi-Square didapatkan hasil untuk hubungan antara pengetahuan keluarga dengan perilaku pencegahan penularanTB Paru, diperoleh nilai r = 0,009 dengan nilai a = 0,05. (r<a) maka, Ha diterima, yang berarti ada hubungan antarapengetahuan keluarga dengan perilaku pencegahan penularan TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Martapura II tahun2019. Optimalisasi kegiatan penyuluhan dan pemberian informasi tentang penyakit TB Paru kepada penderita ataupunkeluarga perlu digiatan untuk dapat menekan bertambahkanya jumlah penderita TB Paru baru.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, TB Paru, Tuberculosis paru, Keluarga
Kepuasan Pasien akan Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Buntok, Kalimantan Tengah Warjiman Warjiman; Yuli Sulistiyo; Lucia Andi Chrismilasari
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i2.243

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanankesehatan yang diperolehnya, terutama setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya.Pasien akan merasa puas apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihiharapannya dan sebaliknya ketidakpuasan atau perasaan kecewa akan muncul jika kinerja layanan kesehatanyang diperolehnya itu tidak sesuai dengan kinerjanya sendiri. Kepuasan pelayanan keperawatan di RumahSakit Jaraga Sasameh mengalami penurunan sebanyak 1.75% dari dua kali pengukuran bulan oktoberdesember 2018 dan januari-maret 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kepuasanpasien akan pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, KalimantanTengah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kuantitatif dengan pengumpulan data secara survey.Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah80 responden. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap 30 responden. Hasil penelitian dianalisadengan menggunakan statistik deskriptif dengan menampilkan tabel distribusi frekuensi. Penelitian inimenunjukkan bahwa mayoritas penilaian responden tentang kepuasan pasien berada di kategori puas(58.75%), disusul dengan kategori sangat puas (41.25%) dan sangat tidak puas dan tidak puas (0%). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa puas dirawat di ruang rawat inap rumah sakit umumdaerah.Kata Kunci: KepuasanPasien, Pelayanan Keperawatan, Ruang Rawat Inap, Rumah sakit umum daerah
Literature Review: Psychosocial Care Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Yunina Elasari; Annida Hasanah; Tuti Alawiyah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.245

Abstract

Psychosocial care merupakan komponen yang penting dalam memberikan perawatan dengan berfokus kepadapasien yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan emosional seperti harga diri, penyesuaianpenyakit, komunikasi, fungsi sosial dan hubungan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasidefinisi, hambatan dan upaya dalam meningkatkan psychosocial care perawat di ruang rawat inap berdasarkan studiempiris lima tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan study literature review dengan menggunakanbeberapa sumber yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan peneliti. Dari 10 jurnal yang dilakukankajian literature didapatkan definisi psychosocial care adalah perawatan psikologis, sosial dan spiritual melaluikomunikasi terapeutik dan pendekatan holistik. Hambatan psychosocial care: kurangnya waktu, hambatan bahasa,kurang pengetahuan dan keterampilan, kurang keterlibatan keluarga serta dokumentasi berlebihan. Upaya untukmeningkatkan psychosocial care: pelatihan, dukungan tim profesional dan melibatkan keluarga dalam perawatan.Psychosocial care adalah perawatan yang holistik dan memiliki tantangan tersendiri bagi perawat dalammengaplikasikannya sehingga perlunya upaya untuk mengatasi hambatan dan meningkatkan psychosocial careperawat dengan cara pelatihan psychosocial care, kolaborasi interprofesional dan melibatkan keluarga dalamperawatan
Efektifitas Pemberian Kompres Tepid Water Sponge dan Pemberian Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Demam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ibnu Rifaldi; Dewi Kartika Wulandari
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i2.247

Abstract

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang saat ini menjadiprioritas di Indonesia. Salah satu gejala yang sering sekali terjadi pada anak adalah demam. Peningkatan suhutubuh banyak terjadi pada anak karena sistem pertahanan tubuhnya masih lemah, rentan terpapar bakteri atau virussehingga mudah terkena demam. Demam dapat membahayakan keselamatan anak jika tidak ditangani dengancepat dan tepat, serta dapat menimbulkan komplikasi lain seperti, hipertermi, kejang dan penurunan kesadaran.Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan pemberian intervensi untuk mengurangi demam pada anak,yaitu dengan Tepif Water Sponge dan Kompres Bawang Merah. Penelitian ini menggunakan uji Paired T-Testdengan rancangan Two group Pre test-Post test dengan sampel sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkanada perbedaan efektifitas antara kompres tepid water sponge dengan kompres bawang merah. Kompres tepidwater sponge bernilai mean sesudah perlakuan 36,65 oC sedangkan kompres bawang merah bernilai mean sesudahperlakuan 37,15 oC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kompres Tepid Water Sponge ternyata lebihefektif untuk menurunkan suhu tubuh dibandingkan dengan kompres bawang merah. Disarankan kepada orangtua untuk melakukan kompres Tepid Water Sponge terhadap anak demam sebelum menuju ke pelayanankesehatan lebih lanjut. Kata kunci: Demam, Kompres Bawang Merah, Kompres Tepid Water Sponge, Suhu Tubuh
EFEKTIFITAS TERAPI MUROTTAL-QUR’AN DAN MUSIK KLASIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN DI BPM TETI HERAWATI PALEMBANG Sari Wahyuni; Nurul Komariah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i2.248

Abstract

Persalinan merupakan proses alamiah, sering kali nyeri yang dialami saat persalinan menjadikan wanita menjadi takut, cemas dan khawatir. Proses persalinan merupakan peristiwa yang melelahkan sekaligus berisiko, tidak mengherankan calon ibu yang akan melahirkan diselimuti rasa takut, panik dan gugup. Seorang wanita yang merasa cemas pada saat persalinan dapat mengancam keselamatannya dan bayinya. Salah satu manajemen kecemasan yakni dengan terapi distraksi. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektiftas tingkat kecemasan ibu bersalin dengan terapi murottal Qur’an dan musik klasik di BPM Teti Herawati Palembang. Desain penelitian Randomized matched two group design. Alat ukur penelitian kuesioner dan Hamilton Anxiety Rating Scale. Analisis data dengan uji Wilcoxon dan uji Chi-Square. Hasil analis uji Wilcoxon didapatkan perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan (p value = 0,001) sebelum dan setelah diberikan terapi murotal Qur’an. Begitupun dengan kelompok terapi musik klasik (p value = 0,001). Hasil analisis Chi-Square tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kecemasan ibu (p value = 0,336) antara ibu dengan terapi murottal Qur’an dan terapi musik klasik. Dapat disimpulkan baik terapi murotal maupun terapi musik klasik signifikan dapat mengurangi tingkat kecemasan ibu namun tidak terdapat perbedaan yang signifkan antara terapi murotal Qur’an dan terapi musik klasik dalam mengurangi kecemasan ibu
ANALISIS PERSEPSI DAN EKSPEKTASI MAHASISWA TERHADAP PERAN DAN FUNGSI DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK Intan Kumalasari
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i2.249

Abstract

Academic supervisors are the most appropriate resource for students to complete their education process. Supervisors canalso act as motivators, consultants and collaborators. This study aims to analyze students' perceptions and expectations ofthe role and function of academic advisors at the Poltekkes Palembang by emphasizing the dimensions of tangible,reliability, responsiveness, assurance and empathy. This study used the Importance-Performance Analysis (IPA) methodand mapped into a Cartesian diagram. Measuring the overall level of student satisfaction was using the CustomerSatisfaction Index (CSI). The sample of this research was 228 Poltekkes Palembang students who were selected usingproportional stratified random sampling technique. Data collection was using a questionnaire sheet with a Likert scaleand analyzed using analysis of the level of interest and customer satisfaction. The statistical test showed that the attributethat has the most satisfactory performance was the appearance of the academic supervisor with a mean of 3.28, while theattributes that need to be prioritized for improvement were special attention to individual students with a mean of 2.42.Through the calculation of CSI, the value was 73.7% (0.66-0.80). This shows that the index of student satisfaction with therole and function of academic advisers was in satisfactory criteria. The performance of lecturers as academic advisersmust be improved and become a lecturer 's attention, especially in several attributes, namely the closeness of therelationship, attention to student difficulties, providing information, and monitoring student academic development.Keywords: academic supervisor, perception, student expectation.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN OLEH PERAWAT SEBELUM PEMBERIAN OBAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD TAMIANG LAYANG Septi Machelia Champaca Nursery; Lucia Andi Chrismilasari; Mariani Mariani
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.251

Abstract

Latar Belakang : Keselamatan pasien (Patient Safety) merupakan usaha yang dilakukan untuk menurunkan angka Kejadian Tidak Diharapkan. Rumah Sakit harus membangun sistem yang menjamin bahwa pelayanan yang tepat diberikan kepada pasien yang tepat. Keamanan Pasien di rumah sakit dimulai dengan mengidentifikasi pasien dengan benar. Kesalahan dalam identifikasi pasien diawal pelayanan akan berdampak pada kesalahan pelayanan pada tahap selanjutnya, salah satunya adalah kesalahan dalam pemberian obat. Pelaksanaan identifikasi pasien dengan benar dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya pengetahuan, sikap dan budaya keselamatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor - faktor yang mempengaruhi pelaksanaan identifikasi pasien oleh perawat sebelum pemberian obat. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel 43 orang perawat pelaksana, teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dan cluster sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 17 item kuesioner pengetahuan, 12 item kuesioner sikap, 39 item kuesioner budaya keselamatan dan lembar observasi 8 item pernyataan, analisis data menggunakan analisa bivariat dengan uji Spearman Rank. Hasil : Hasil analisis bivariat faktor yang mempengaruhi pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat didapatka hasil, Correlation Coefficient (r) dan signifikansi (p) = (r) = 0,211 (p) = 0,174 (pengetahuan dan identifikasi pasien), (r) = 0,139 (p) = 0,372 (sikap dan identifikasi pasien), (r) = 0,483 (p) = 0,001 (budaya keselamatan dan identifikasi pasien). Kesimpulan : Faktor budaya keselamatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien oleh perawat di instalasi rawat inap RSUD Tamiang Layang, sedangkan faktor pengetahuan dan sikap tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Kata Kunci : Identifikasi pasien, kesalahan pemberian obat, pengetahuan, sikap, budaya keselamatan.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAMIANG LAYANG lucia andi chrismilasari; Septi Machelia C.N; Ferra Handieni
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.256

Abstract

Pelaksanaan timbang terima belum optimal karena seringkali tidak selalu dilakukan sesuai dengan Standar OperasionalProsedur yang telah ditetapkan rumah sakit, terlebih apabila tanpa kehadiran kepala ruangan. Tidak adanya peran yangbaik dari seorang kepala ruang sebagai seorang pimpinan akan menghambat kelancaran pelaksanaan timbang terima.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kepemimpinan kepala ruangan dengan pelaksanaan timbangterima oleh perawat di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang. Penelitian ini adalah penelitian analitik denganpendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat pelaksana di Ruang rawat Inap RSUD Tamiang Layang 75orang. Sampel berjumlah 43 dengan teknik pengambilan simple random sampling. Analisis data melalui uji SpearmanRank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala ruangan sebagianbesar sudah dengan kategori baik yaitu sebanyak 30 orang (69,8%) dan timbang terima terlaksana dengan baik sebanyak32 orang (74,4%). Ada hubungan antara kepemimpinan kepala ruangan dengan pelaksaaan timbang terima di RSUDTamiyang Layang (p = 0,000 < α 0,05, r = 0,891). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antarakepemimpinan kepala ruangan dengan pelaksaaan timbang terima di RSUD Tamiyang Layang. Pihak rumah sakithendaknya menghimbau kepala ruangan agar dapat lebih aktif mengikuti pelaksanaan timbang terima pasienKata Kunci: kepemimpinan, kepala ruangan, timbang terima, rawat inap
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN KELELAHAN SEBELUM DAN SETELAH BEKERJA PADA PEKERJA DI UD. BATU BUKIT Utomo Wicaksono
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.260

Abstract

Workers at UD. Batu Bukit in carrying out its work activities is exposed to working conditions that are not ergonomic. This is inseparable from the factors that carry the risk of danger that can cause problems in the form of musculoskeletal disorders and fatigue. The purpose of this study was to determine the musculoskeletal disorders and fatigue felt by workers before and after work. This study used an evaluative research design with a sample of 11 people. Data obtained by interview and using the Nordic Body Map questionnaire to measure musculoskeletal complaints before and after work and the 30 Items of Rating Scale questionnaire to measure fatigue before and after work. Data before and after working from these variables will be statistically analyzed with SPSS version 26.0. From the analysis, there was a significant increase in musculoskeletal disorders before and after work (p = 0.00; CI = 35.94-41.70) of 122.66% and there was a significant increase in fatigue before and after work (p = 0.00 ; CI = 45.34-49.39) of 132.22%. Working conditions at UD. Batu Bukit requires corrective actions to improve occupational health by considering the capabilities of small industries. Keywords: fatigue, musculoskeletal disorders, occupational health, small industries
Risiko Terjadinya Limfedema pada Pasien Kanker Payudara yang Mengalami Infeksi Setelah Menjalani Operasi Terkait Usia di Rumah Sakit Dharmais Dadan Prayogo
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.261

Abstract

Lymphedema in breast cancer is a disruption of the lymphatic system causing the accumulation of protein-rich fluid in the interstitial space which causes swelling of the arms, shoulders, neck, or the thoracic area. The aim of this study was to determine the risk of lymphedema in breast cancer patients who experienced an infection after undergoing age-related surgery. This research method is an advanced analysis based on previous master research using a case-control multicenter approach design with a total of 110 subjects. Interviews and measurements have been carried out using a questionnaire. The results of the study showed that breast cancer patients who had an infection after surgery were 3.5 times more likely to develop lymphedema than those who did not have an infection after surgery. Patients aged ≥ 50 years with lymphedema were 1.4 times more likely to develop lymphedema than <50 years. Conclusion, patients who experienced infection after surgery with age ≥ 50 years on the incidence of lymphedema were found to be 75.0% with aOR 1, this means cOR ≠ aOR, so there is an indication as a confounding factor, but statistically there is no significant difference with p value> 0.05. Keywords: Breast Cancer, Infection After Surgery, Lymphedema, Without Lymphedema.