cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 261 Documents
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN TERPASANG VENTILATOR MEKANIK Ria Aryanti Putri; Dwi Martha Agustina; Dyah Trifianingsih
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.104

Abstract

Latar Belakang: Pasien kritis dengan ventilator mekanik merupakan isu penting, terutama pada risiko berbagai komplikasi dari pemakaian ventilator mekanik seperti komplikasi paru berupa pneumonia terkait ventilator (VAP). 16 ruang intensive rumah sakit di negara-negara asia termasuk Indonesia terdapat 1285 pasien pengguna ventilator dan kejadian VAP cukup tinggi dengan kisaran 9-28%. VAP dapat dicegah dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan, mengatur posisi pasien, suction dan terutama oral hygiene. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap perawat tentang pelaksanaan oral hygiene pada pasien terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif. Sampel perawat pelaksana berjumlah 35 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap perawat. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil: Pengetahuan perawat tentang pelaksanaan oral hygiene pada pasien terpasang ventilator mekanik di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin dominan terbanyak masuk dalam kategori cukup sebanyak 28 responden (80%) dan sikap perawat keseluruhan positif dari 35 responden (100%). Kesimpulan: Perawat ICU RSUD Ulin Banjarmasin sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup dan sikap yang positif tentang pelaksanaan oral hygiene pada pasien dengan ventilator mekanik.
HARAPAN IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG AUTISME Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.105

Abstract

Latar Belakang: Ibu yang memiliki anak penyandang autisme mengalami masa berduka dalam proses awal perawatan anaknya. Tahapan tersebut mulai dari tahapan menolak atau berduka dan berlanjut hingga mencapai suatu tahap menerima kenyataan bahwa ia memiliki anak penyandang autisme. Banyak ibu yang masih tetap optimis bahwa suatu saat anaknya akan mengalami kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemandirian anak menjadi harapan utama bagi ibu dengan anak penyandang autisme. Metode: Penelitian ini berdesain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah sembilan partisipan ibu dari anak penyandang autisme di Banjarmasin. Pengumpulan data diakukan dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam dilengkapi dengan catatan lapangan dan study literature. Hasil: Hasil penelitian ini mengidentifikasi harapan ibu terhadap anak penyandang autisme yaitu perkembangan anak. Kemandirian anak menjadi harapan utama bagi ibu dengan anak penyandang autisme. Kemandirian kehidupan anak penyandang autisme terbagi menjadi dua kelompok, yaitu optimalnya perkembangan anak dan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap anak penyandang autisme. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan masukan bagi perawat anak untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan dalam memberikan dukungan bagi orangtua yang mempunyai anak penyandang autisme, serta melakukan sosialisasi tentang autisme dan perawatannya.
PENGARUH TERAPI MEWARNAI GAMBAR DENGAN PASIR WARNA TERHADAP KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH 3-5 TAHUN Arisska Debora; Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.106

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada anak prasekolah dapat disebabkan karena perpisahan, perasaan kehilangan, cedera tubuh dan nyeri. Dampak kecemasan ini berisiko mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan. Upaya untuk mengurangi kecemasan anak dapat dilakukan dengan memberi terapi bermain mewarnai gambar dengan pasir warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap kecemasan anak usia prasekolah 3-5 tahun di Tulip II A RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Sample yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak 30 responden. Uji statistik paired sample t-Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi yang paling tinggi yaitu kecemasan sedang dengan presentase 53,3% dan setelah diberikan terapi tingkat kecemasan berada pada tingkat kecemasan ringan dengan presentase 76,6%. Hasil p value = 0,000 (< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah 3-5 tahun di ruang Tulip II A RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah 3-5 tahun.
FAKTOR - FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK KEJADIAN INFEKSI SALURAN NAPAS PADA BALIT Elta Nora; Evy Marlinda; Theresia Ivana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.107

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Pekauman memiliki jumlah kasus balita yang terkena ISPA tertinggi di Kota Banjarmasin. ISPA merupakan penyebab angka kesakitan pada bayi dan balita yang cukup tinggi, sekitar 20-30%, apabila dibiarkan akan dapat menjadi ISPA berulang pada balita/anak yang sama dalam waktu yang relatif singkat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik dari kejadian ISPA pada balita di puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, sampel yang digunakan sebanyak 117 orang tua (ibu) yang memiliki balita dan berobat ke Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Teknik sampling Consecutive Sampling, instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dengan analisa data menggunakan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa, kejadian ISPA di Puskesmas Pekauman dari 117 sampel, sebanyak 71 balita termasuk dalam ISPA non-pneumonia dan 46 balita yang termasuk ISPA pneumonia. Dari 5 faktor yang diteliti, hasil penelitian menunjukan hubungan signifikan, pemberian ASI eksklusif dengan p value = 0,0001 (Prevalence Odds Ratio (POR) = 4,645 (95% CI 1,999-10,793), perilaku kesehatan dengan p value = 0,000 (POR = 8,580 (95% CI 3,552-20,724, jenis kelamin dengan p value = 0,002 (POR = 4,365 (95% CI 1,786-10,665), status ekonomi dengan p value = 0,581 pada ekonomi tinggi (POR = 0,768 (95% CI 0,302-1,958) dan p value = 0,003 pada ekonomi sedang (POR = 0,171 (95% CI 0,053-0,551), sedangkan untuk faktor yang tidak berhubungan yaitu BBL dengan p value = 0,151 (POR = 0,511 (95% CI 0,227-1,150). Kesimpulan: Faktor intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pekauman Banjarmasin adalah, jenis kelamin, pemberian ASI eksklusif, status ekonomi pada ekonomi sedang, dan perilaku kesehatan.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) Lola Vita Loka; Margaretha Martini; Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.108

Abstract

Latar Belakang: Perilaku sulit makan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) dimana anak menolak makan atau memilih-milih jenis makanan tertentu yang akan berdampak pada status gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga perlu perhatian khusus bagi ibu agar kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terpenuhi secara optimal. Tujuan: Mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Arrahmatul Abadiyyah Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin tahun 2018. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu ibu yang memiliki anak usia 3-6 tahun, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa data bivariat mengunakan rumus spearman rank. Hasil: Pola pemberian makan baik yaitu ibu yang sangat baik dalam mengatur frekuensi makan anak dengan presentase 62,5% dan anak yang tidak dipaksa untuk makan tidak mengalami sulit makan dengan presentase 59,4%. Koefisien korelasi spearman rank menunjukan 0,674 signifikansi 0,000 (P = < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Arrahmatul Abdiyyah Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA WANITA I Nyoman Adi Pramana; Warjiman Warjiman; Luckyta Ibna Permana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.109

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dibawah umur 20 tahun. Dampak pernikahan usia dini lebih tampak nyata pada remaja putri dibandingkan remaja laki-laki. Dampak nyatanya adalah terjadinya BBLR, abortus atau keguguran karena secara fisiologis organ reproduksi (khusunya rahim) belum sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan usia dini pada remaja wanita di Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 41 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 30 responden dengan remaja pernikahan usia dini. Penilaian sosial budaya dan orang tua diukur menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analisis data secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan data bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari tiap variabel menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikansi orang tua terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,001), tingkat pendidikan terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,049), status ekonomi terhadap pernikahan dini (p-value 0,000), dan sosial budaya terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,000). Kesimpulan: Orang tua, pendidikan, status ekonomi dan sosial budaya memiliki hubungan/pengaruh kejadian pernikahan usia dini pada remaja wanita di Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.
PERBANDINGAN KUALITAS TIDUR SISWA/SISWI KELAS XI SMA NEGERI DENGAN KUALITAS TIDUR SISWA/SISWI KELAS XI SMA SWASTA Luis Pinalosa; Maria Silvana Dhawo; Sapariah Anggraini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.110

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur. Pelajar atau remaja sangat rentan mengalami kualitas tidur yang buruk karena jam normal yang seharusnya digunakan untuk tidur dialih fungsikan oleh remaja untuk mengerjakan tugas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan kualitas tidur siswa/siswi kelas XI di SMA Negeri 11 Banjarmasin yang menerapkan full day school dengan kualitas tidur siswa/siswi kelas XI di SMA Frater Don Bosco Banjarmasin yang tidak menerapkan full day school. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan jenis simple random sampling dengan jumlah sampel berjumlah 208 siswa/siswi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Uji statistik menggunakan mann whitney/U-test. Hasil: Siswa/siswi kelas XI SMA Negeri 11 Banjarmasin mayoritas berada pada kategori kualitas tidur cukup berjumlah 45 responden (21,6%). Sedangkan untuk siswa/siswi kelas XI SMA Frater Don Bosco Banjarmasin mayoritas berada pada kategori kualitas tidur baik berjumlah 78 responden (37,5%). Hasil uji komparasi mann whitney/U-test, diperoleh nilai signfikansi <0,05 p value sebesar 0,001 menunjukkan terdapat perbedaan antara kualitas tidur siswa/siswi yang menjalani sistem pembelajaran full day school dengan kualitas tidur siswa/siswi yang tidak menjalani sistem pembelajaran full day school. Kesimpulan: Ada perbedaan kualitas tidur siswa/siswi kelas XI di SMA Negeri 11 Banjarmasin yang menerapkan full day school dengan kualitas tidur siswa/siswi kelas XI di SMA Frater Don Bosco Banjarmasin yang tidak menerapkan full day school tahun 2018.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT M. Isra Mulyadi; Warjiman Warjiman; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.111

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah rentan mengalami masalah kesehatan yang meliputi masalah mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Permasalahan ini akan berdampak pada kualitas hidup anak. Untuk meminimalisir dampak yang terjadi, perlu adanya peran sekolah melalui program usaha kesehatan sekolah, yaitu dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan efektivitas pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling jenis purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 14 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Uji statistik menggunakan uji Nonparametric Wilcoxon Test. Hasil: 0,001 (p=0,001<0,01), artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah. Pendidikan kesehatan dengan media video merupakan media yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah di Sekolah Dasar Islam Darul Mu’minin Banjarmasin.
PENGALAMAN PENDELEGASIAN KEPALA RUANGAN DI RUMAH SAKIT BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.112

Abstract

Latar belakang: Kepala ruang merupakan manajer tingkat bawah/lini yang memegang peranan cukup penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan melalui fungsi manajemen pelayanan. Fungsi pengorganisasian di manajemen keperawatan adalah sebagai alat yang mengatur kegiatan terkait personal, finansial, material dan tata cara untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah disepakati bersama (Simamora, 2012). Kegiatan Kepala Ruangan pada fungsi pengorganisasian adalah melaksanakan pembagian kerja, pendelegasian tugas, koordinasi kerja dan manajemen waktu. Selain itu dengan pendelegasian , seorang pimpinan mempunyai waktu lebih banyak untuk melakukan hal lain yang lebih penting seperti perencanaan dan evaluasi (Rika Endah, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman kepala ruangan dalam menjalankan fungsi pendelegasian di Rumah Sakit Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengekplorasi berbagai pengalaman kepala ruangan dalam pendelegasian tugas. Pengumpulan data yang dilakukan terhadap 7 orang partisipan dengan wawancara mendalam di tiga rumah sakit berbeda di Banjarmasin. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip verbatim. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan 4 tema yaitu 1) Unsur dalam pendelegasian, 2) Teknis pendelegasian, 3) Aspek legal dalam pendelegasian, 4) Langkah-langkah dalam melakukan pendelegasian. Kesimpulan: Pelaksanaan delegasi yang dilakukan oleh kepala ruangan terdiri atas pendelegasian yang dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan aspek legal.
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG TRIAGE DI UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Reditya Natarianto; Dwi Martha Agustina; Septi Machelia C Nursery
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.113

Abstract

Latar Belakang: UGD merupakan layanan yang disediakan untuk melayani pasien gawat darurat dengan penanganan yang cepat dan sesuai standart. Standart utama yang perlu dipahami oleh perawat dalam pemberi pelayanan di UGD yaitu terkait Triage. Sehingga keterampilan perawat dalam menerapkan konsep Triage sangatlah diperlukan. keterampilan seorang perawat dalam menerapkan triage dipengaruhi oleh pengetahuan dan juga persepsi. Metode : Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian Kuantitatif sengan rancangan penelitian Deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 perawat yang bekerja di IGD yang dipilih dengan teknik pusposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dari peneliti. 30 responden ini akan diberikan kuisioner pengetahuan triage dan kusioner terkait persepsi tentang triage yang hasilnya akan dianalisa dengan Distribusi Frekuensi. Hasil : sebanyak 25 (83%) responden memiliki gambaran tingkat pengetahuan yang baik tentang triage dan 30 responden (100%) memiliki Persepsi yang positif terkait triage. Kesimpulan: Gambaran pengetahuan perawat IGD RSUD Ulin Banjarmasin tentang triage termasuk dalam kategori baik dengan persepsi akan triage yang positif

Page 7 of 27 | Total Record : 261