cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Hubungan Aktivitas OSIS dengan Karakter Disiplin Pengurus di SMP N 92 Jakarta Amanah Tria Putri
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i2.1167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai hubungan aktivitas OSIS dengan karakter disiplin pengurus SMPN 92 Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada maret sampai mei 2019. Metode yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan sampel yaitu menggunakan teknik sampel jenuh atau penuh. Jumlah sampel sebanyak jumlah populasi yaitu 30 pengurus OSIS di SMPN 92 Jakarta. Uji normalitas variabel X dari hasil perhitungan didapat nilai Lhitung Ltabel = 0,140 0,159. Variabel Y didapat nilai Lhitung Ltabel = 0,091 0,159 (? = 0,05 dan n = 30).Persamaan model regresi linier sederhana menghasilkan regresi ? = 31,01 + 0,57 X. perhitungan uji persyaratan analisis menghasilkan F hitung 36,685F tabel sebesar 4,20. Kata Kunci : Aktivitas, OSIS, Karakter, Disiplin
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PKn MATERI POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA YANG BEBAS DAN AKTIF MENGGUNAKAN METODE BRAIN STORMING BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VI SEMESTER II SD NEGERI 07 NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Sri Ngatin
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.340

Abstract

Perolehan nilai beberapa materi pelajaran masih ada yang belum memenuhi standar, khususnya untuk mata pelajaran PKn. Berdasarkan pengalaman peneliti hal ini disebabkan oleh, teknik mengajar yang masih relatif monoton. Sejauh ini pembelajaran PKn di kelas mayoritas masih dilaksanakan dengan metode ceramah. Hal ini tidak menutup kemungkinan menyebabkan interaksi belajar mengajar yang  lebih melemahkan motivasi belajar siswa. Hal yang sama juga terjadi pada siswa kelas VI Semester II SD Negeri 07 Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/ 2015 dimana ketika dilakukan evaluasi terhadap pembelajaran PKn, sebagian besar siswanya mendapat nilai dibawah KKM. Apabila keadaan ini terus dibiarkan memungkinkan hasil belajar siswa akan semakin buruk. Oleh sebab itu perlu adanya inovasi terhadap metode pembelajaran yang dilakukan guna meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah menggunakan metode pembelajaran kontekstual brain storming. Berdasarkan pembahasan dan analisis terhadap hasil penelitian tindakan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kontekstual brain storming dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI Semester II SD Negeri 07 Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/ 2015. Peningkatan ini dapat dilihat dari terus meningkatnya hasil belajar yang diperoleh siswa baik nilai rata- rata dan tingkat ketuntasan belajar siswa. Bertumpu pada kesimpulan tersebut, peneliti menyampaikan saran agar Guru dalam pembelajaran hendaknya lebih banyak menggunakan strategi pembelajaran sehingga siswa tidak akan mudah jenuh dan bosan selama mengikuti proses belajar mengajar yang dilakukan dan pada akhirnya hasil belajar siswa dapat ditingkatkan secara optimal.
Efektifitas Metode Konseling Individu Dalam Mengendalikan Tingkat Kenakalan Remaja Di SMAN 1 Kauman Tahun Pelajaran 2017/2018 Reza Wiratama
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i2.1005

Abstract

The purpose of this research is to know how effectiveness individual counseling services by counselor teachers in overcoming difficulties learning to study students SHS 1 Kauman Tulungagung regency. The type of this research is qualitative descriptive research. Research subject are the students who perform the act of mischief in mischief in SHS I Kauman. While the object of this study is an individual counseling service implemented by the tutor teacher to overcome the level of juvenile delinquency. To collect data in this research the researcher use observation and interview technique analyzed with qualitative and narrative concluded. From the results of this study the authors found that the level of Effectiveness of Individual Counseling Services in Controlling the Delinquency Level of Youth in SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung District is very effective to handle the problem of juvenile delinquency of students of SMA Negeri 1 Kauman, proved that after the students actors mischief adolescents in SHS 1 Kauman have the will to change their actions that violate the rules that have been determined by the school.
PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA MENGHADAPI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Ajar Dirgantoro
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.321

Abstract

MEA yang merupakan akronim dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sejatinya merupakan kesepakatan dari  Negara-negara di ASEAN untuk membentuk sebuah  kawasan bebas keluar masuk barang dan orang tanpa dikenakan bea masuk, salah satu efek yang lain adalah  setiap warga anggota negara ASEAN bisa sekolah atau bekerja di tiap negara anggota ASEAN, dan ini yang menjadi tantangan bagi kita. Maka peran pendidikan sangat penting dan krusial dalam  membentuk karakter bangsa yang baik dalam untuk menghadapi tantangan globalisasi, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 3 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu peran pendidikan yang baik  akan membuat Indonesia bisa bertahan, membentukan dan membangun karakter agar dapat meningkatkan daya saing dalam menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Menumbuhkan Karakter Dan Nasionalisme Pada Siswa Kelas X TKR SMKN 1 Rejotangan Kabupaten Tulungagung Ricky Kurnia
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i1.996

Abstract

Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu pelajaran yang mendidik siswa agar menjadi individu atau warga negara yang baik berkarater dan nasionalisme sesuai nila pancasila. Rumusan masalah dalam penelitian adalah  1) Bagaimanakah proses menumbuhkan karakter dan nasionalisme siswa kelas X TKR ? 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkan karakter dan nasionalisme siswa di kelas X TKR? Hasil penelitian dalam skripsi ini adalah 1) Bagaimanakah proses menumbuhkan karakter dan nasionalisme siswa di kelas X TKR yaitu a) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  di SMKN 1 Rejotangan sudah menghasilkan  karakter dan nasionalsime siswa dengan baik, walaupun belum semua siswa di kelas X TKR telah menumbukan karakter dan nasionalsimenya. b) pada sila ke satu siswa telah menumbuhkan karakter religiusnya. c) Pada sila ke dua siswa telah menumbuhkan karakter toleransi. d) pada sila ke tiga siswa telah menumbuhkan nasionalsime e) pada sila ke empat siswa kelas X TKR sudah menumbuhkan karater toleransi. f)  pada sila ke lima siswa kelas X TKR sudah dapat menumbuhkan sikap yang adil dalam  sekolah. 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkan karakter dan nasionalisme siswa di kelas X TKR yaitu a) meningkatkan kwalias guru yang baik. b) sarana dan prasarana dalam pembelajaran harus memadai c) siswa yang akitf dalam mengikuti pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Faktor penghambat pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan untuk menumbuhkan karakter dan nasionalisme pada siswa. a) kurangnya  waktu dalam pembelajaran. b) guru sedikit kesulitan dalam mendidik berbagai perbedaan individu siswa. c) lingkungan sekitar kelas. d) kondisi cuaca disiang hari. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dan bahan pertimbangan  bagi SMKN 1 Rejotangan Kabupaten Tulungagung untuk lebih memperhatikan hal-hal yang dapat mendorong siswan untuk mewujudkan nilai-nilai pancasila pada pembelajran Pendidikan Kewarganegaran agara menumbuhkan Karakter dan Nasioanalisme.
Sejarah Panjang Pendidikan Karakter di Indonesia Pada Era Proklamasi Kemerdekaan Sampai Era Reformasi Abdul Miud Aris Shofa
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1660

Abstract

The purpose of writing this article is to know the development of character education in the era of the proclamation of independence, the new order, to reform and to find out the similarities and differences in the characteristics of the development of character education in Indonesia. The method used in this article is library research, which is a research method that is obtained based on literature or literature by analyzing facts and data from literature sources and documents, so as to produce an in-depth analysis. In simple steps the work of writing history used, including heuristics, criticism, interpretation, and historiography.The results of the study show that in the era of the proclamation of independence, character education aims to develop wise human beings who are wise, democratic, responsible for the welfare of society, love for the motherland, and have a high patriot spirit. Character education in the New Order era aims to form Pancasilaans as qualified, independent development individuals who can counteract teachings or understandings that are contrary to the values of Pancasila. In the reform era, the goal of character education is to form a character or character to develop a nation's civilization with dignity and noble attitudes, behaviors and actions.The equality of character education in Indonesia from the proclamation of independence to reform is the Pancasila and the 1945 Constitution used as a basis for the attitudes, behaviors, and actions of citizens. In government affairs both are used as a basis for making and making policy in the implementation of character education. Differences in character education from the proclamation of independence to reform are influenced by social, political, economic, and cultural aspects of the character education policy taken.
Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dalam Legislasi Peraturan Di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Dwi Bayu Anggara
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i2.987

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan salah satu lembaga baru yang ada di desa, Lembaga tersebut mengantikan lembaga yang lama yaitu di kenal Badan Perwakilan Desa. Saat ini Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sangat di tunggu-tunggu peranya oleh masyarakat, selain sebagai penyalur aspirasi masyarakat, juga sebagai pengawas berjalanya pemerintahan desa,dan penyusun peraturan desa bersama pemerintah desa. maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Peraturan ini berlaku di wilayah desa tertentu, Peraturan Desa merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat desa setempat
Implementasi Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual dalam Meningkatkan Antusias Siswa dalam Mengikuti Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pada SMP Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung Erna Pibriyanie; Andreas Andrie Djatmiko
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i2.1410

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk mendiskripsikan implementasi penggunaan media pembelajaran audio visual pada proses pembelajaran PKn dalam meningkatkan antusias siswa kelas 8C SMP Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung dalam mengikuti mata pelajaran PPKn. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Learning, yang mengandung arti ikut sertanya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbergempol dalam kegiatan pembelajaran atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Ada 3 (tiga) tahapan kegiatan pembelajaran yang dapat menarik keikutsertaan peserta didik/siswa yang dapat diwujudkan, yakni yang Pertama melakukan perencanaan program (program planning), Kedua melakukan pelaksanaan (program implementation), dan yang Ketiga atau yang terakhir adalah melakukan penilaian (program evaluation) kegiatan pembelajaran. Dari hasil analisis yang muncul di lapangan, diketahui bahwa antusias siswa dalam  mengikuti mata pelajaran PPKn sebelum menggunakan media pembelajaran audio visual tergolong rendah  sebab dari 2 kali pertemuan, masih terdapat terlihat banyak siswa yang terlihat kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Sedangkan setelah diimplementasikanya penggunaan media pembelajaran audio visual, antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran mata pelajaran PPKn dikelas lebih meningkat secara signifikan.Kata Kunci : Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual, Antusias Siswa
Penanganan Stunting Di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang Dan Kabupaten Garut Cecep - Hasanudin; Akadun - Akadun; Dadi Mulyadi Nugraha
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

The problem of stunting is a very difficult problem to handle, especially in developing countries like Indonesia. According to the Basic Health Research data of the Indonesian Ministry of Health (Riskesdas) in 2018, the prevalence rate of stunting in Indonesia is 8.7 million or 30.7% of infants under five years of age (toddlers), in this case the figure is still above the target set by the Health Agency. World (WHO) by 20%. The problem of stunting is no exception in West Java Province, especially in three districts (Sumedang, Subang, Garut). The method in this research is the method used in writing this article is literature study. Literature study is an activity to gather information relevant to the topic or problem being the object of research. From the results of this study, it can be concluded that the stunting rate is still high due to many factors including poverty, the level of education / knowledge about health, and poor parental lifestyle, such as smoking, drugs, and others. There are various strategies for dealing with stunting in the three districts, but they are basically almost the same, namely the beginning, namely improving coordination of all parties and providing understanding of the importance of preventing stunting early on.
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Revolusi Mental berbasis Nilai Kearifan Lokal Pesantren pada Siswa SMAI Sunan Gunung Jati Kabupaten Tulungagung Dwi Agustina Rahayu
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.978

Abstract

Adanya pengaruh globalisasi yang telah menimbulkan dampak yang cukup pelik bagi generasi bangsa, degradasi moral yang kian tak terbendung dikalangan remaja. Perbaikan sikap sangat dibutuhkan, paling utama dunia pendidikan yang menjadi garda terdepan. Dengan gerakan revolusi mental yang dijalankan sekarang menjadi perbaikan karakter bangsa. Berdasarkan analisa observasi yang telah di lakuakn pada dunia pendidikan yang berbasis pesantren ternyata sudah menerapkan nilai revolusi mental; nilai integritas, etos keja  dan gotong royong. Didukung dengan nilai kearifan lokal pesantren yang dikenal dengan panca jiwa pondok yaitu ; nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah, dan kebebasan. Selain itu peran guru disekolah sangat penting, dengan memiliki konsep dan strategi yang diimplementasikan guru yang nantinya akan ditiru oleh siswa. Sehingga bisa dikatakan dunia pendidikan berbasis pesantren ini telah menerapkan nilai revolusi mental sejak dulu.

Page 10 of 19 | Total Record : 184