cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
REVITALISASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS DAYA INOVASI GURU DALAM RANGKA MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA Mohamad Hasib
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.341

Abstract

Fenomena kehidupan global berupa Speed, Conectivity, Intangable, dan Compatibility, telah menciptakan terjadinya persaingan antar bangsa yang semakin ketat. Sedangkan kondisi obyektif sumberdaya manusia Indonesia dewasa ini berada pada posisi yang cukup memprihatinkan jika dibandingkan dengan negara lain. Kondisi ini mendorong dilaksanakannya pendidikan karakter yang kuat bagi bangsa Indonesia sehingga mampu bersaing dalam kehidupan global. Oleh karena itu kebijakan pendididikan diarahkan pada pembangunan manusia seutuhnya untuk membentuk karakter bangsa kuat dan berdaya saing global. Permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana implementasi pendidikan karakter bangsa berbasis daya inovasi guru? Adapun tujuan dari pembahasan permasalahan ini adalah untuk mendeskripsikan implementsi pendidikan karakter bangsa bersasis daya inovasi guru. Hasil pembahasan menggambarkan bahwa implementasi pendidikan karakter bangsa diarahkan pada tertanamnya nilai-nilai luhur secara massive pada setiap individu bangsa Indonesia yang tercermin pada cara berfikir, bersikap dan berperilaku. Setrategi pendidikan karakter bangsa dilaksanakan melalui jalur pendidikan keluarga, jalur pendidikan luar sekolah dan jalur sekolah. Guru menjadi kunci utama dalam implementasi pendidikan karakter bangsa melalui jalur sekolah. Implementasi pendidikan karakter bangsa dilakukan secara terintergrasi dalam proses pembelajaran pada setiap mata pelajaran baik bersifat intra kurikuler maupun ekstra kurikuler. Revitalisasi implementasi pendidikan karakter bangsa oleh guru dilakukan dengan meningkatkan daya inovasi yang berbasis teknologi informasi. Penggunaan teknologi informasi dalam implementasi pendidikan karakter bangsa akan meningkatkan wawasan dan kompetensi global dan pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan lulusan berdaya saing global. Kesimpulan bahwa implementasi pendidikan karakter bangsa diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa secara massive, oleh guru dengan daya inovasi tinggi dengan berbasis pada teknologi informasi
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PKn DI SMP Yoakim Yordianus Gusi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1028

Abstract

This study aims to determine the effect of project based learning on the learning motivation of students in SMP. The research approach used is a quantitative approach type of quasi experimental research with a two-group post-test-only design. This type of research can help ins finding the relationship between independent variables and dependent variables from various situations. Based on the results of the post-test analysis of the experimental class and the control class, the presentation of the increase in student motivation in PKn subjects had a very significant difference between the two classes. In the experimental class with the number of respondents 29 people got a presentation of 89.6% from the results of the presentation stated very well based on the interval table criteria for increasing student learning motivation with very good presentations intervals of 84% -100%. While the presentations obtained in the control class with the number of respondents 20 people received a percentage of 55.2%. From the results of the presentation, it states that it is quite good based on the criteria table for increasing student learning motivation with fairly good percentages 52% -68%.
Peningkatan Keterampilan Mengemukakan Pendapat Peserta Didik Melalui Model Problem Terbuka (Open Ended) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Muhammad Mona Adha; Dayu Rika Perdana; Nur Ardiansyah; Roy Kembar Habibi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Schools not only teach students in knowledge but teach them how to have skills in opinion because this is very important for students. Many steps can be taken by educators to be able to improve the opinion skills of the students themselves. Thus, the learning process in the world of education today is faced with various choices of learning models. The existence of a learning model, demands the role of an educator to always innovate in the classroom. Educators must be able to choose a learning model because the model chosen will have a direct impact on students. This article aims to analyze how the open problem learning model can improve students' speaking skills. The method used in this paper is to use the approach to writing this article is a qualitative conceptual analysis. The results of this article discuss the concept of open problems in elementary schools and skills in expressing students' opinions through open problem models in low-grade PPKn subjects. Meanwhile, the recommendations of this article can target educators because educators have a central role in selecting and applying open problem learning models to students.
EFEK MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI: STRATEGI, BUDAYA, DAN KINERJA AHMAD IZZUL ITO'
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.323

Abstract

Institusi pendidikan tinggi sebagai salah satu wahana dan media yang dapat dijadikan sebagai strategi pembangunan dan pengembangan pendidikan karakter bagi mahasiswa, agar menjadi mahasiswa yang memiliki etika dan moral akademik dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pancasila. Upaya yang dapat dilakukan institusi pendidikan tinggi dengan cara mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam mata kuliah. Pengintegrasian pendidikan karakter sebagaimana dimaksud mulai dari penyusunan profil dan capaian pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan sampai tahapan evaluasi hasil belajar yang memberikan kesimbangan pada tiga domain pendidikan yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain mengintegrasiakan pendidikan karakter pada  mata kuliah, dosen sebagai pengendali pembelajaran dapat melakukan dengan memberikan keteladan nilai karakter akademik dalam bentuk sikap dan perilaku disiplin dalam menegakkan norma, kritis dan kreatif dalam bentindak, rasional dalam berpikir, jujur dalam tutur kata, bertanggung jawab dalam mengemban kewajiban serta sikap anti plagiat dalam penyelesaian karya ilmiah. Bagaimana pembentukan karakter mahasiswa yang beretika dan bermoral akademis. Bagaimana proses integrasi pendidikan karakter melalui kegiatan ekstra mahasiswa yang dilaksanakan di luar kelas. Apa tindakan best practice institusi untuk menjalankan program integratif didalam kampus dengan luar kampus. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Tujuan penelian ini memberikan konsep dan strategi tentang pengembangan pendidikan karakter pada institusi pendidikan tinggi, dan diharapkan memberikan manfaat kepada pelaksana akademik dalam mendesain pendidikan karakter bagi mahasiswa.
Peran Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Membangun Karakter Siswa Sebagai Bentuk Implementasi Dari Revolusi Mental Pada Siswa Kelas X Di SMAN 1 Pakel Siwi Krisno Putri
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i1.997

Abstract

Pendidikan Karakter adalah pendidikan yang menitik beratkan kepada perubahan atau peningkatan sikap dan mental siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan sebagai sarana untuk membangun karakter tersebut adalah ekstrakurikuler yang bersifat pembinaan karakter sikap dan mental. Kegiatan pramuka tidaklah asing bagi warga Negara Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di lingkungan pendidikan. Pengimplementasian gerakan revolusi mental dengan pendidikan yang berbasis karakter hal pertama yang dilakukan dilakukan dalam dunia pendidikan yakni hal pertama yang perlu direvolusi atau dirubah yakni dari pendidik atau tenaga kependidikannya.
Proses Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Sistem E-Learning di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Mega Hardyanti; Ruslan ruslan; Maimun maimun
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Penelitian ini membahas tentang: Proses Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Sistem E-Learning Studi Kasus Di FKIP Unsyiah. Penelitian ini dilatarbelakangi, dimana pembelajaran dengan sistem e-learning ini telah digunakan oleh dosen atau pendidik dalam proses belajar mengajar, kebutuhan bagi siaktivitas akademika yaitu salah atunya sistem e-learning, baik pendidik, peserta didik ataupun lembaga institusi pendidikan juga memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar karena sistem e-learning ini sangat memudahkan dalam proses belajar mengajar karena tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Penelitian ini bertujuan yaitu: (1) untuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan pembelajaran  dengan sistem e-learning (2) untuk mengetahui kendala dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning di FKIP Unsyiah (3) untuk mengetahui langkah-langkah yang ditempuh dalam mengoptimalkan proses pelaksanaan pembelajaran melalui sistem e-learning. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian deskriptif. cara pengumpulan data berupa wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif yang terdiri dari penyajian data reduksi data, serta menarik kesimpulan. Dan jumlah subjeknya sebanyak empat belas informan terdiri dari enam informan dosen, enam informan mahasiswa, satu informan LP3M dan satu informan UPT. TIK Unsyiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses Pembelajaran denagn sistem e-learning yang digunakan dosen FKIP Unsyiah adalah model blended learning yaitu pencampuran pembelajaran antara e-learnng, distance learmimg dan tradisional learning atau secara langsung (face to face) (2) Kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran dengan sistem e-learning yaitu jaringan, biaya, penguasaan komputer, waktu, dan fasilitas hardware dan software  dan (3) Dalam langkah yang ditempuh mengoptimalkan pelaksanaan proses pembelajaran melalui sistem e-learning di FKIP Unsyiah yaitu tahap tahap awal e-learning dengan cara merancang penerapan sistem e-learning oleh LP3M, tahap kedua penyiapan SDMnya yaitu dosen dan tenaga pendidikan yang mendukung sistem e-learning (UPT TIK). langkah ketiga LP3M dan UPT TIK mengadakan pelatihan atau membuat pertemuan dengan dosen-dosen dalam bentuk workshop yang biasanya disebut dengan hibah e-learning
Efektifitas Metode Pendekatan Sosiologi Personal Dalam Meminimalisasi Terhadap Kenakalan Remaja (Studi Di SMP Negeri 1 Boyolangu) Ivan Tamayao
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i2.988

Abstract

Paradigma kenakalan remaja lebih luas cakupannya dan lebih dalam bobot isinya, kenakalan remaja meliputi perbuatan-perbuatan yang sering menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat. Hal ini tidak terjadi di lingkungan masyarakat saja melainkan juga di lingkungan sekolah, contoh sederhana dalam hal ini antara lain perkelahian di kalangan antar perserta didik (siswa) yang kerap berkembang menjadi perkelahian antar sekolah. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan bentuk-bentuk penerapan metode pendekatan personal sosiologi di SMPN 1 BOYOLANGU dan Menjelaskan efektifitas metode pendekatan personal sosiologi dalam meminimalisasi tingkat kenakalan remaja di SMPN 1 BOYOLANGU. Metode yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif yang terdiri dari rancangan penelitian, kehadiran peneliti . Lokasi penelitian. Tahapan penelitian : pra penelitian, tahap penelitian, penulisan laporan. Data dan sumber data : primer yaitu guru-guru,  sekunder yaitu dokumentasi, serta arsip-arsip. Teknik pengumpulan data : observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data. Pemeriksaan keabsahan temuan, pemeriksaan teman sejawat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan : metode berupa pendekatan sosiologi personal dapat memberikan pengaruh besar kepada siswa yang sering melakukan pelanggaran untuk membantu guru lebih dekat kepada siswa, sehingga siswa mudah di berikan nasehat.
Determinant Digital Learning Based Inclusive School abdul basit; Renny Candradewi Puspitarini
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1418

Abstract

The problems of research are: a) the lack of teacher and student readiness to learn, b) the lack of Wi-Fi speed, c) the level of dependent on school operator, and d) the lack of learning methodology. Based on those problems, this research aims to to strengthen the learning outcomes expected by PPKn (civic study teacher) subject teachers in providing excellent service not only in learning process but also activities outside the classroom at inclusive schools. Research informants involved in this research are inclusive students (with special needs), teachers with the initials AH, S, school principals of the initials YES, 3 inclusive mentor teachers with initials of RAA, TM and BH as well as SRH / school principals as primary sources /key informants. Secondary informants also involved researchers such as the community, school committees, school supervisors, counseling teachers with the initials JK. This research approach uses qualitative research in the form of analytical descriptive. The process of collecting data uses observation, interviews and documentation studies. The result is there is effectiveness of education and training followed by teachers. Students' learning motivation increases compared to using classical methods such as lectures and is monotonous and mundane. This is caused by the efforts of teachers in utilizing IT properly. Teachers use IT learning, not only in the I-Spring Suite and Edmodo applications owned by the school, but also compile questions through the Google form so that synchronization of questions is no longer dependent and waiting for school operators. Teachers can operate on their own according to school rules and regulations. However, inclusion students are treated differently and given different questions / questions. This also relates to the 2013 curriculum that has been used by teachers with necessary modification, especially for inclusive students
PERAN KEPALA DESA DAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM MENERAPKAN SANKSI TENTANG PENERTIBAN HEWAN DI DESA PARABUBU KECAMATAN MEGO KABUPATEN SIKKA Danar Aswim; Abdullah Muis Kasim; Osni Osalia Wonga
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

The research aims to find out the role of the village head and BPD in implementing sanctions on animal control in Parabubu Village, Mego Subdistrict, Sikka Regency To find out the effectiveness of the Village Head and the Village Consultative Agency in implementing animal control sanctions in Parabubu Village, Mego Subdistrict, Sikka Regency. Research methods use descriptive qualitative with data collection methods using through observation, interviews, and documentation. While data analysis uses data reduction analysis, data presentation, and data verivikasi. The results of the study are as follows: The role of the Village Head and BPD in implementing sanctions on animal control in Parabubu Village is carried out in several ways including maximizing the role of the Village Head as a policy maker, rule maker, as a motivator, increasing community participation. The effectiveness of the Village Head and BPD can be said to be effective in implementing animal control sanctions.Keywords: Role of Village Chief, BPD, Public Figure, and Animal Control Sanctions 
Kajian Fenomenologi Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) Dalam Mewujudkan Minat Belajar Dan Kemandirian Siswa Kelas Xi Di Sman 1 Campurdarat Tulungagung Candra Dewi Cahya Saputri
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.979

Abstract

Fokus dalam Penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimana kajian fenomenologi Peran guru pendidikan kewarganegaraan (PKn) dalam mewujudkankan minat belajar dan kemandirian siswa kelas XI di SMAN 1 Campurdarat Tulungagung adalah guru sangat mempengaruhi hasil belajar siswa, dan guru harus menciptakan pembelajaran yang santai tapi tetap serius agar siswa mendapatkan kenyamanan dan bisa lebih memahami materi yang di berikan oleh guru. Dan untuk mewujudkan minat belajar dan kemandirian siswa selalu di berikan tugas mandiri,ataupun kelompok. Peran guru pkn dalam mewujudkan minat belajar siswa itu sangatlah penting dan guru juga harus mempunyai inovasi dalam pembelajaran agar siswa lebih tertarik dan tidak bosan untuk mengikuti pembelajaran. Guru juga harus mempunyai langkah-langkah dan sumber belajar yang paling lengkap dan guru juga harus bisa menyesuaikan metode pembelajaran dengan tema yang sesuai, dengan proses seperti itu dapat untuk mewujudkan minat belajar dan kemandirian siswa. 2) Makna Kajian fenomenologi peran guru Pkn dalam mewujudkan minat belajar dan kemandirian siswa kelas XI di SMAN 1 Campurdarat Tulungagung untuk mengetahui pengalaman siswa, mengeksplorasi menjadi bentuk tingkah laku yang bermakna dan membantu siswa untuk menggali atau mengeksplorasi pengalaman siswa untuk membentuk perilaku yang baik termasuk membangkitkan minat belajar siswa. Guru Pkn harus bisa mewujudkan minat belajar dan kemandirian siswa dengan melihat berbagai Fenomena yang terjadi Guru harus punya cara yang cocok.