cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA (STUDI KASUS DI SMKN 1 REJOTANGAN TULUNGAGUNG) Siti Nur Rohmah
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v2i2.874

Abstract

Dalam pembelajara yang dilakukan di SMK sudah seharusnya memasukkan materi tentang pendidikan karakter, pada dasarnya pendidikan karakter yang dilakukan di SMK menyangkut hal-hal Mempromosikan nilai-nilai etika inti. Mengajarkansiswa untuk memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti ini. Hambatan yang terdapat dalam observasi awal adalah terdapat Kritisnya karakter siswa SMKN 1 Rejotangan Tulungagung sehingga dapat dijadikan landasan bagi peneliti untuk dapat mengetahui lebih dalam pendidikan karakter yang diberikan oleh guru, dalam melakukan penilaian terkendala dengan banyak siswa yang mulai terlihat memudar dalam sopan santun, kurang disiplin dalam menaati peraturan. Fokus dari penelitian ini adalah: Bagaimana proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung? Bagaimana cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung? Apa saja hambatan dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung? Tujuan dari penelitian ini adalah: Mendiskripsikan proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung Menggambarkan cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung. Mengetahui hambatan dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, menyatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan data yang berkenaan dengan fakta, keadaan, variabel dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Dalam penelitian ini yang diamati adalah kegiatan siswa dan guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter terhadap siswa kelas X SMK Negeri 1 Rejotangan Tulungagung tahun pembelajaran 2015/2016, khususnya yang dilakukan oleh guru PPKN. Proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan pendidikan karakterpada siswa, cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 RejotanganTulungagung dengan menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh para siswa dalam kegiatan pembelajaran baik yang menyangkut kearah religius maupun sosial. Hambatan dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa di SMKN 1 Rejotangan Kritisnya karakter siswa SMKN 1 Rejotangan Tulungagung adalah memudar dalam sopan santun, kurang disiplin dalam menaati peraturan yang diberlakukan oleh sekolah dan terkikisnya semangat kebersamaan karena siswa lebih aktif dengan alat komunikasinya sehingga mempengaruhi siswa yang lain untuk melakukan hal yang sama. Secara teoritis manfaat yang dapat diambil dalam hasil penelitian ini adalah dalam pelaksanaan pendidikan sudah menjadi keharusan untuk dapat memberikan serta memperkuat pendidikan karakter terhadap siswa agar dalam kesehariannya tidak terjadi kemerosotan moral dan hanya fokus pada hasil secara akademik. Meningkatkan materi pendidikan karakter memberikan kemungkinan siswa akan memiliki prestasi yang tidak hanya prestasi akademik juga memiliki perilaku yang baik dalam kehidupan di lingkungan sekolah.
PENERAPAN METODE PROJECT CITIZEN DAN DICOVERY DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Indria - Tamalia; Abdullah Amirudin; Azzahra Kesuma Dewi; Ihsaan Solaahuddin; Sari Meli Andira
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1033

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran PKn oleh tenaga pendidik dirasa kurang efektif dan menarik dalam proses belajar mengajar. Karena banyak siswa yang berpendapat bahwa guru atau tenaga pendidik dalam mengajarkan materi PKn terkesan monoton dan juga hanya sekedar menulis, menjelaskan atau mencata materi dan juga mengerjakan lks sehingga dalam hal ini pengajar justru leboh aktif dibandingkan dengan muridnya padahal seharusnya siswa dituntuk lebih lagi untuk berpartisipasi aktiv dalam proses belajar. Oleh karena itu haruslah ada metode yang efektif serta inovatif yang diperlukan para pengajar agar siswa atau peserta didik memilki minat yang tinggi dalam belajar PKn. Dalam hal ini kelompok kami meneliti tentang metode yang tepat dalam proses pembelajaran PKn. Ada dua metode yang kita terapkan yaitu metode Project Citizen dan metode Discovery. Metode project citizen sendiri yaitu metode dimana siswa dituntut untuk berperan aktif dalam menghadapi masalah-masalah yang ada dalam lingkungan masyarakat agar dapat mengasah kecerdasan intelektual siswa agar dapat memilki sikap yang demokratis dan bertanggung jawab. Selain itu juga terdapat metode discovery dimana dalam metode ini menekankan pada proses belajar dan mengajar guru memperkenanankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara mandiri  dan bukan lagi seorang guru yang hanya mendongen atau aktif.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan dan MetodePembelajarannya
PENDEKATAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN BERDASARKAN KONSEP DARUL AHDI WA SYAHADAH Muhammad Salisul Khakim
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This study aims to formulate the Pancasila and Citizenship Education curriculum as compulsory university courses in Islamic tertiary institutions, such as universities under the Muhammadiyah Islamic Community Organization foundation. The Pancasila Ideology assessment organization is in line with Islamic values, namely declaring the concept of the Pancasila State as Darul Ahdi wa Syahadah. This concept also needs to be internalized into the educational curriculum as a learning medium to introduce the relationship between the Pancasila Ideology and the Islamic Religion. This research uses a qualitative approach, with data sources through thorough observation techniques and in-depth interviews related to the research object. This research is also equipped with secondary data sources, namely literature studies in the form of books, journals, and documents related to education and the Pancasila ideology as well as Islamic values in view. This research shows that Muhammadiyah College needs to form a modernist and reformist educational framework, which is able to build Muhammadiyah ideology by maintaining the nationalism of the Indonesian nation which is based on the state ideology through the education system.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKTUAL MODEL BASED LEARNING DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN PKn PERAN AKTIF INDONESIA DI ASEAN BAGI SISWA KELAS VI SEMESTER II SDN 2 DOROAMPEL SUMBERGEMPOL TAHUN 2014/2015 Sudarwati Sudarwati
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.332

Abstract

Dalam rangka memahami sesuatu dengan baik kita perlu mndengar, melihat, mengajukan pertanyaan sesuatu tersebut dengan membahasnya dengan orang lain. Bukan hanya itu, tapi perlu mengerjakannya yakni penggambaran sesuatu dngan cara mreka sendiri, menunjukkan contohnya, mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas mnuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pembelajaran kontekstual model problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi PKn pada siswa Kelas VI SD Negeri 2 Doroampel Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2014/2015. (2) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kontekstual model problem Based Learning dalam meningkatkan motivasi, minat, perhatian dan partisipasi belajar PKn pada siswa Kelas VI SD Negeri 2 Doroampel Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2014/2015. Hipotesis penelitian ini adalah jika metode pembelajaran kontekstual model problem Based Learning diterapkan dalam proses pembelajaran maka hasil belajar PKn Kerja Sama Negara Asia Tenggara siswa Kelas V SDN 2 Doroampel Kec. Sumbergempol Kab. Tulungagung akan meningkat. Penelitian ini menggunakan tindakan sebaanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan, pengamatan, refleksi dan refisi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VI SDN 2 Doroampel Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Tahun 2014/2015. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, angket dan tes. Dari hasil tersebut diperoleh nilai ketuntasan tes awal 63,83 %, tes siklus I 78,72 %, dan tes Siklus II 93,62 %. Terjadinya peningkatan nilai dari tes awal, Siklus I dan Siklus II karena penerapan pendekatan kontekstual model based learning dalam pembelajaran. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan dengan model pembelajaran based learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn peran aktif Indonesia di ASEAN bagi siswa Kelas VI SDN 2 Doroampel Sumbergempol Tulungagung.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Sejarah Menjelang Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Dengan Menggunakan Alat Bantu Gambar Pada Siswa Kelas V SDN Wedi Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo Liswarni Liswarni
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i2.1000

Abstract

Di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kelas V Sekolah Dasar Negeri Wedi , Kecamatan Gedangan , Kabupaten Sidoarjo  masih banyak mengalami kesulitan dan hambatan. Dari uraian tersebut, yang menjadi fokus penelitian pembelajaran adalah pembelajaran dalam upaya membantu siswa agar mereka dapat dengan mudah menjelaskan sejarah menjelang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Fokus penelitian pembelajaran dapat dirumuskan menjadi rumusan masalah sebagai berikut “bagaimana cara meningkatkan hasil belajar IPS materi sejarah menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggunakan alat bantu gambar pada siswa kelas V SDN Wedi , Kecamatan Gedangan , Kabupaten Sidoarjo?” Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Kedua siklus dilaksanakan di kelas V SDN Wedi , Kecamatan Gedangan , Kabupaten Sidoarjo . Kegiatan penelitian pembelajaran dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data dan refleksi. Masing-masing tahap dijelaskan sebagai berikut. Hasil penelitian pada siklus I ditemukan 61% jumlah siswa sudah dapat menjelaskan sejarah menjelang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada siklus II ditambah lagi selain cart juga gambar seri pahlawan. Ternyata hasilnya sangat memuaskan, ditemukan 84% dari jumlah siswa sudah dapat menjelaskannya
PERAN PENDIDIKAN AGAMA AGAMA KRISTEN SEBAGAI UPAYA DALAM MENANGKAL RADIKALISME AGAMA DI INDONESIA Fredik Melkias Boiliu
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This paper is an attempt to include the role of Christian religious education as a strategy in counteracting religious radicalism in Indonesia. The role of Christian religious education is very important in the lives of families, schools, churches and in the midst of plural society. The presence of Christian religious education in the midst of plural society becomes very important so that believers can live and apply their faith in daily life. The challenge of Christian religious education today is radicalism. Radicalism is an understanding that requires a change, turnover, and penetrating a community system to the root. Radicalism wants a total change in a condition or all aspects of community life. Radicals assume that the plans used are the most ideal plans. The meaning of radicalism in a religious perspective can be interpreted as a religious understanding that refers to a very basic religious foundation with a very high religious fanaticism, so it is not uncommon for adherents of these understandings / sects to use violence to actualize the religious understanding held and believed. In this case, there are several characteristics that can be identified from radical attitudes and understandings, namely, intolerance (not wanting to respect the opinions and beliefs of others), fanatics (always feeling right on their own; think others are wrong), exclusive (assuming their religion is the most correct) and revolutionary (tend to use violent means to achieve goals). Seeing the development of radicalism that is increasingly developing in Indonesia, especially radicalism in religion, we try to include Christian religious education as a strategy in counteracting religious radicalism through teaching Christian religious education in families, churches, schools and even in the midst of plural society
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Mohamad Yusuf Iskandar
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i2.991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung. metode yang digunakan penulis adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah observasi,wawancara, dan penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung adalah sebesar 94,09%, selain itu juga dipengaruhi faktor lain diluar penelitian sebesar 5,91%.  Permasalahan : (1) Kurangnya sikap saling menghargai antar pegawai dalam melakukan pekerjaan (2) Waktu pulang tidak tepat.  Saran : (1) Lebih meningkatkan sikap dan etika kerja agar terjalin hubungan kerja yang baik dan menunjang kedisiplinan dan kinerja pegawai (2) Pemimpin harus lebih tegas dalam mengambil tindakan dan berani menghukum setiap pegawai yang indisipliner.
Urgensi Reforma Agraria; Menuju Penataan Penggunaan Tanah Yang Berkeadilan Sosial Nuriyanto Nuriyanto
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1551

Abstract

Kepemilikan hak atas tanah adalah hak dasar yang juga merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Pemerintah yang seharusnya memberikan perlindungan untuk hak asasi manusia yang dimiliki warga negara seharusnya tidak memberikan kebijakan yang ambigu, dengan membuat kebijakan yang melindungi hak-hak warganya dan tidak hanya melindungi kepentingan investor dengan dalih kepentingan publik. Globalisasi neoliberal tidak dapat menghasilkan kesetaraan tetapi malah meningkatkan ketidaksetaraan. Kebijakan neoliberal enclosure bersenjatakan selungkup neoliberal dengan berbagai variasi substansi dan penampilan. Ini berbeda dari bentuk-bentuk kebijakan klasik seperti perampasan tanah dan kekayaan alam dari tangan petani untuk perusahaan milik negara atau swasta. Cara-cara ini diupayakan melalui penggunaan proses pasar yang dikombinasikan dengan intervensi pemerintah.Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang dilakukan untuk memberikan interpretasi yang jelas terhadap berbagai kebijakan pertanahan di Indonesia, sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk mewujudkan cita-cita luhur dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, sudah sepatutnya pemerintah menetapkan kebijakan Reformasi Agraria, yang merupakan restrukturisasi struktur kepemilikan yang lebih adil, termasuk mencegah konsentrasi kepemilikan tanah, serta hubungan hukum yang terkait dengan penguasaan tanah berdasarkan keadilan sosial bagi semua rakyat Indonesia.
PENERAPAN SUPERVISI PENDIDIKAN MENINGKATKAN KINERJA GURU KELAS V MENERAPKAN MODEL BELAJAR PROBLEM SOLVING PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA DI 7 SD BINAAN UPT DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN BOYOLANGU TULUNGAGUNG TAHUN 2014/2015 SEMESTER II Dra Datiriningsih M.Pd
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v1i1.40

Abstract

ABSTRAK  Dra. Datiriningsih, M.Pd. Penerapan Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kinerja Guru kelas V Menerapkan Model Belajar problem Slving Pada Bidang Studi matematika Di 7 SD Binaan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Boyolangu Tulungagung Tahun 2014/2015 Semester II Kata kunci: Supervisi Akademik, Matematika, pendekatan  Konstruktivisme. Wilayah kecamatan Boyolangu merupakan salah satu barometer pendidikan di kabupaten Tulungagung.nyak sekolah berprestasi mulai dari pendidikan sekolah dasar hingga menengah berada di lokasi ini. Untuk  itu guru dipacu untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerjanya. Supervisor sebagai pengawas utama, pengontrol utama mempunyai andil yang besar dalam menjaga dan meningkatkan kinerja guru di wilayah Boyolangu. Supervisor atau pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam proses dan hasil pendidikan yang bermutu di sekolah.Dari uraian pada latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut “Bagaimana peningkatan kinerja guru di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung dengan dierapkannya supervisi pendidikan oleh supervisor sekolah?Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kinerja guru di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung dengan dierapkannya supervisi pendidikan oleh supervisor sekolahPenelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di sekolah binaan peneliti sebagai supervisor sekolah, yaitu di 7 SD di Kecamatan BoyolanguKabupaten Tulungagung. Sedangkan subyek penelitian adalah 1 orang guru kelas V dari masing-masing sekolah, sehingga jumlahnya sebanyak 7 orang.Sesudah memperhatikan yang dilakukan oleh supervisor sekolah untuk membina dan memotivasi guru dalam menerapkan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran Matematika dan peningkatan prestasi siswa, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa peranan tugas supervisor sekolah dalam membina dan memotivasi guru, mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menerapkan Pembelajaran dengan Pendekatan konstruktivisme.Dari hipotesis yang menyatakan :“Jika supervisor mampu membimbing dan melatih guru untuk menerapkan problem solving melalui kegiatan supervisi pendidikan maka prestasi belajar siswa kelas V pada bidang studi Matematika di 7 SD Binaan Kecamatan Boyolangu Tulungagung Tahun Pelajaran 2014/2015Semester II akan mengalami peningkatan”, adalah benar dan dapat diterima.
Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam Mohamad Gufron
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.982

Abstract

Dalam Islam, posisi manusia amat penting dan mulia. Hubungan antara Allah, alam semesta, dan manusia bahkan menjadi tema utama dalam keseluruhan pembicaraan Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa trikotomi hubungan antara Allah, alam semesta, dan manusia menempatkan hubungan yang sinergis dan harmonis. Dilihat dari kacamata HAM, trikotomi hubungan itu menunjukan bahwa alam semesta dan manusia harus saling berkerjasama untuk memenuhi sunnatullah dan memperoleh ridha Allah. Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Secara umum hukum Islam berorientasi pada perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Artinya hukum Islam bertujuan pada pemeliharaan agama, menjamin, menjaga dan memelihara kehidupan dan jiwa, memelihara kemurnian akal sehat dan menjaga ketertiban keturunan manusia serta menjaga hak milik harta kekayaan untuk kemaslahatan hidup umat manusia. Hak Asasi Manusia menurut pemikiran barat semata-mata bersifat antroposentris, artinya segala sesuatu berpusat kepada manusia, sehingga manusia sangat dipentingkan. Sedangkan ditilik dari sudut pandang Islam bersifat teosentris, artinya, segala sesuatu berpusat kepada Tuhan, sehingga Tuhan sangat dipentingkan

Page 9 of 19 | Total Record : 184